NovelToon NovelToon
Tanda Cinta Sang Kumbang

Tanda Cinta Sang Kumbang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Kutukan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Di kedalaman hutan yang sunyi, di mana wabah asing pernah merenggut segalanya, Alexandria Grace hidup sendirian—seorang gadis yang selamat karena kekuatan muda yang masih membara.

Hutan adalah rumahnya, kesunyian adalah temannya, sampai suatu hari ia menemukan seekor macan kumbang yang terluka, terperangkap dalam jebakan manusia. Rasa iba mengantarnya merawat makhluk itu dengan setia, tak menyadari bahwa ia sedang membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pertolongan.

Saat luka sembuh dan ikatan tak terlihat mulai terjalin, malam musim kawin membawa kejutan yang mengubah segalanya, sosok binatang yang ia kenal berubah menjadi pria dewasa yang memancarkan aura misterius, dan tanda yang pernah ia rasakan kini menjadi janji cinta beda dunia yang tak terelakkan—meskipun dunia di sekitar mereka siap untuk menolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31: Kemarahan yang Meledak dan Permintaan yang Pahit

Hari berikutnya setelah menerima kabar bahwa situasi di kerajaan semakin memburuk, sebuah surat dari Alexandria tiba di istana. Leonard dengan cepat membukanya dengan hati yang penuh harapan, namun isi surat itu membuat dunianya seolah runtuh berkeping-keping.

Dalam surat itu, Alexandria menyatakan bahwa dia telah mendengar kabar tentang kehamilan Liana dan merasa bahwa hubungan mereka sudah tidak mungkin bisa kembali seperti dulu. Dia meminta agar Leonard mengizinkan dia untuk mendapatkan surat cerai dan meminta agar dia bisa tetap tinggal di desa Oakhaven bersama Darius.

"Aku masih mencintaimu dengan sepenuh hati, Leo," tulis Alexandria dalam surat itu.

"Namun rasa sakit dan kecewa yang aku rasakan terlalu dalam untuk bisa kita atasi bersama. Aku berpikir ini adalah jalan terbaik bagi kita berdua dan bagi Darius. Semoga kamu bisa bahagia dengan hidup barumu."

Leonard merobek surat itu dengan tangan yang gemetar akibat kemarahan dan kesedihan yang luar biasa. Darahnya membara panas, dan rasa sakit yang dia rasakan berubah menjadi amarah yang meledak-ledak. Dia berdiri dengan cepat meskipun tubuhnya sangat lemah, lalu memanggil Marcus dengan suara yang penuh dengan kemarahan.

"BAWA LIANA KE RUANG INTEROGASI SEKARANG JUGA!" teriak Leonard dengan suara yang menggema di seluruh koridor istana.

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN PEREMPUAN PENCURI INI MERUSAK KEHIDUPAN KELUARGA KU LEBIH BANYAK LAGI!"

Marcus yang melihat kondisi Leonard yang sangat marah segera mematuhi perintahnya. Dalam waktu singkat, Liana dibawa paksa dari kamar nya ke ruang interogasi bawah tanah istana, tempat yang biasanya digunakan untuk menyelidiki kejahatan berat terhadap kerajaan.

Ketika Liana masuk ke ruangan yang dingin dan penuh dengan alat penyelidikan, wajahnya mulai menunjukkan rasa takut yang nyata. Dia melihat Leonard yang berdiri dengan wajah penuh kemarahan di tengah ruangan, dengan mata yang menyala seperti bara api.

"Katakan padaku yang sebenarnya, Liana!" seru Leonard dengan suara yang menggema kuat.

"Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan semua ini? Dan apa yang sebenarnya kamu lakukan dengan tubuhmu yang kamu katakan mengandung anak ku?"

Liana mencoba untuk tetap tenang dan menunjukkan wajah yang tersiksa.

"Yang Mulia Raja, aku tidak mengerti apa yang anda maksud... aku memang mengandung anak Yang Mulia dan aku hanya ingin memberikan masa depan yang baik untuk dia..."

"JANGAN BERBOHONG PADA KU!" teriak Leonard dengan kemarahan yang semakin membara.

Dia mengambil sebuah amplop kecil dari saku jasnya dan membukanya.

"Kami telah mendapatkan hasil pemeriksaan dari ahli ramuan terpercaya dari dunia manusia. Mereka mengatakan bahwa zat yang kau gunakan untuk membuatmu tampak mengandung hanya ramuan palsu yang bisa bertahan maksimal dua bulan! Dan kami juga telah menemukan bukti bahwa kau telah bertemu dengan seseorang sebelum kau masuk ke kamar ku malam itu!"

Wajah Liana menjadi pucat dan dia mulai gemetar takut. Semua kebohongannya mulai terbongkar satu per satu, dan dia tahu bahwa dia tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran.

"J-Jangan lakukan apa-apa padaku, Yang Mulia Raja..." bisiknya dengan suara yang penuh dengan rasa takut.

"Aku hanya mengikuti perintah orang lain... aku tidak punya pilihan lain..."

"SIAPA YANG MENYURUHMU?!" tekan Leonard dengan suara yang penuh dengan tekad.

Dia sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya, semua kesusahan dan rasa sakit yang dia alami selama ini telah membuatnya mencapai batas maksimalnya.

Saat Leonard mulai mendekatinya dengan langkah yang penuh dengan ancaman, Liana merasa tubuhnya menjadi lemah dan dia akhirnya menyerah. Dia mulai menangis dan mengaku semua yang telah dilakukannya.

"A-aku tidak benar-benar mengandung anakmu, Yang Mulia Raja..." bisiknya dengan suara yang penuh dengan rasa bersalah.

"Aku memang hanya menggunakan ramuan palsu untuk membuatku tampak mengandung. Dan anak yang aku katakan milikmu sebenarnya adalah anak dari pacarku yang tinggal jauh di desa. Nona Seraphina adalah orang yang menyuruhku melakukan semua ini, dia membayarku dengan banyak uang dan mengatakan bahwa dia akan menjamin masa depan pacarku dan aku jika aku mengikuti semua perintahnya!"

Leonard merasa darahnya membeku mendengar nama itu. Seraphina, bangsawan muda yang dulu pernah dianggap sebagai calon istri nya. Dia tidak pernah menyangka bahwa seseorang yang pernah dianggap sebagai bagian dari keluarga kerajaan bisa melakukan hal yang begitu kejam.

"Semua yang terjadi malam itu juga direncanakan olehnya," lanjut Liana dengan menangis semakin deras.

"Dia menyuruh Marta untuk menambahkan obat ke dalam anggurmu, lalu menyuruhku untuk masuk ke kamar dan membuat semua itu tampak seperti kamu telah berselingkuh denganku. Semua ini adalah bagian dari rencananya untuk membuat Ratu Alexandria pergi dan mengambil alih posisinya sebagai ratu!"

Leonard merasa seperti mendapatkan pukulan besar di dadanya. Semua kesusahan yang dia alami selama ini, semua rasa sakit yang dialami Alexandria dan Darius, semua kekecewaan rakyat, semua itu adalah karena keinginan Seraphina untuk mendapatkan kekuasaan dan hati nya.

"Di mana Seraphina sekarang?" tanya Leonard dengan suara yang penuh dengan kemarahan dan tekad.

"Aku akan memastikan bahwa dia mendapatkan hukuman yang layak untuk semua kejahatannya!"

Namun sebelum Liana bisa menjawab, seorang pengawal masuk dengan wajah yang penuh dengan keprihatinan.

"Maafkan say, Yang Mulia Raja. Namun kabar baru saja datang bahwa Nyonya Seraphina telah kabur dari kediamannya bersama dengan beberapa orang yang dipercayainya. Mereka menyebutkan bahwa dia telah pergi ke daerah pedalaman dengan membawa beberapa senjata dan ramuan berbahaya."

Leonard menghela nafas dengan penuh frustrasi. Namun dia merasa lega karena akhirnya menemukan kebenaran dan bisa membuktikan kesuciannya. Dia segera memerintahkan Marcus untuk mengirimkan utusan khusus ke desa Oakhaven untuk memberitahu Alexandria tentang kebenaran yang baru saja ditemukan.

"Beritahu dia bahwa aku tidak pernah melakukan apa-apa yang salah," perintah Leonard pada utusan dengan suara yang penuh dengan harapan.

"Katakan padanya bahwa aku mencintainya lebih dari segala sesuatu di dunia ini dan aku akan melakukan segala yang bisa untuk membujuknya untuk kembali padaku."

Namun ketika utusan sampai di desa Oakhaven dan memberitahu semua kebenaran kepada Alexandria, tanggapan yang diberikan jauh dari yang diharapkan. Alexandria memang merasa lega mengetahui bahwa Leonard tidak melakukan apa-apa yang salah, namun rasa sakit dan kecewa yang dia alami selama ini masih terlalu dalam untuk bisa segera hilang.

"Beritahu Raja Leonard bahwa aku bersyukur akhirnya kebenaran keluar," ucap Alexandria dengan suara yang lembut namun penuh dengan tekad.

"Namun aku masih membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses semua ini. Dan untuk saat ini, aku tetap memegang keputusanku untuk mendapatkan surat cerai. Mungkin ini memang jalan terbaik bagi kita berdua."

Urusan itu kembali ke istana dengan membawa kabar yang membuat hati Leonard semakin patah. Dia merasa sangat kecewa dan sedih meskipun dia telah membuktikan kesuciannya, Alexandria masih tidak mau kembali padanya dan tetap ingin bercerai.

Dia menghabiskan malam hari sendirian di kamar utama mereka, menatap foto keluarga mereka dan memegang kalung kumbang yang pernah dia berikan pada Alexandria. Air mata mengalir deras dari matanya, rasa sakit yang dia rasakan karena kehilangan cinta hidupnya jauh lebih menyakitkan daripada semua kesusahan yang dia alami selama ini.

"Aku tidak akan pernah menyerah, Alex," bisiknya dengan suara yang penuh dengan kesedihan dan tekad.

"Aku akan melakukan segala yang bisa untuk membuatmu kembali padaku. Karena tanpa kamu, hidupku tidak ada artinya..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!