NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab

Keheningan yang mencekam menyelimuti ruang kerja itu. Cukup lama keduanya hanya terdiam dalam posisi yang sangat intim namun penuh ketegangan. Tangan kekar Arlan masih tertahan di atas dada Adira.

Mereka saling menatap. Tatapan Adira penuh dengan luka, amarah, dan tantangan yang menyala-nyala. Sementara itu, mata Arlan yang biasanya sedingin es kini tampak berkilat gelap, menyimpan badai emosi yang sulit diartikan—antara harga diri yang terusik dan dorongan purba yang selama ini ia tekan habis-habisan.

Tiba-tiba, Arlan mendorong Adira agar menjauh darinya dengan gerakan kasar.

"Pergi!" bentaknya. Suaranya menggelegar di dalam ruangan, mengusir wanita itu agar segera angkat kaki.

Adira tidak merasa takut, ia justru tersenyum sinis.

"Ternyata... Anda cuma laki-laki pengecut yang tidak bisa apa-apa," sindir Adira tajam.

"Jangan menantangku, Adira!" ancam Arlan dengan rahang mengeras. Matanya berkilat penuh amarah yang tertahan.

"Saya memang sedang menantang Anda," balas Adira, senyum sinisnya semakin lebar. Ia sengaja memancing emosi pria itu lebih dalam. "Anda yakin tidak tertarik untuk menyentuh tubuhk saya?" tanya gadis itu dengan nada meremehkan.

Kondisi Adira saat itu benar-benar menguji pertahanan Arlan. Dengan atasan yang berantakan karena ulahnya sendiri dan celana tidur pendek yang mengekspos tungkai kakinya yang mulus, ia tampak begitu provokatif di bawah temaram lampu ruang kerja. Ia sengaja menunjukkan daya tariknya hanya untuk membuktikan bahwa Arlan adalah pria yang bermasalah.

"Aku bilang, keluar!" bentak Arlan lagi. Suaranya memecah keheningan yang mencekam itu. Tatapannya kini tampak seperti singa yang siap menerkam, namun Adira sama sekali tidak bergeming.

"Saya tidak akan keluar sebelum Anda melepaskan Dokter Teo dan Dokter Cindy!" balas Adira tegas, tidak mau mengalah sedikit pun. Ia melangkah maju selangkah lagi, semakin menantang batas kesabaran pria itu.

"Anda ingin punya anak, kan? Ayo, apa yang Anda tunggu? Atau memang Anda yang tidak sehat? Anda tidak bisa melakukannya?" cecarnya tanpa ampun.

Adira menyipitkan matanya. Senyum sinisnya tak pernah hilang dari bibirnya. "Anda itu orang kaya, bukankah Anda bisa berobat kalau memang ada masalah? Saya berpikir... bagaimana kalau orang luar mengetahui kondisi Anda yang seperti sekarang? Di mana Anda ternyata tidak mampu, bahkan hanya untuk menyentuh seorang wanita saja?"

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi Adira, hingga sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar. Rasa panas dan perih menjalar di pipinya, meninggalkan denyut nyeri yang menyentakkan kesadarannya.

Arlan menatapnya dengan napas yang memburu. Matanya merah padam oleh amarah yang sudah mencapai puncaknya.

"Kau mau tahu kenapa aku tidak sudi menyentuhmu?!" geram Arlan. "Itu karena setiap kali aku melihatmu, aku seperti melihat Anisa! Dan setiap kali aku melihat bayangannya dalam dirimu, aku selalu ingat bahwa kaulah pembunuhnya!"

Adira tertegun. Napasnya seolah terhenti mendengar tuduhan kejam itu.

"Seandainya bukan karena permintaan Anisa, aku tidak akan pernah membiarkanmu masuk ke dalam hidupku!" ujar Arlan dengan penuh kebencian.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Arlan menyambar tongkatnya. Dengan langkah yang berat dan penuh kemarahan, ia berjalan keluar dari ruang kerja, meninggalkan Adira yang masih terpaku dalam kesunyian yang menyakitkan.

"A-apa maksud ucapannya? Anisa? Permintaan apa?" gumam Adira dengan tubuh yang tiba-tiba terasa lemas.

Tes... tes... tes...

Darah menetes dari bibir Adira. Ia mengangkat tangannya yang gemetar, mengusap cairan merah yang mengalir itu. Air matanya kini jatuh tanpa bisa dibendung lagi.

"Berapa banyak lagi orang yang akan jadi korban akibat kebencianmu padaku?" bisik Adira lirih pada dirinya sendiri. "Aku... aku lelah, Tuhan. Kenapa semua ini harus terjadi padaku?"

Tangisnya pecah sembari menutupi mulutnya yang berlumuran darah.

Setelah puas menangis, wanita itu mengambil pakaian yang sempat ia lepas, kemudian memakainya kembali dan keluar dari ruang kerja Arlan menuju kamarnya.

***

 

Di dalam sebuah ruang bawah tanah yang pengap dan gelap gulita, terlihat seorang pria paruh baya yang malang. Tubuhnya dipasung, sementara kedua tangannya terikat rantai besi yang berkarat, menimbulkan bunyi gemerincing pilu setiap kali ia bergerak.

Cklek!

Pintu besi itu terbuka, membiarkan seberkas cahaya tipis masuk dan menampilkan sosok angkuh yang melangkah masuk dengan tenang namun mematikan. Pria itu berjalan menghampiri sosok yang terbaring lemah di lantai dingin tersebut.

Tanpa belas kasihan, ia melayangkan tendangan keras ke tubuh pria paruh baya itu hingga ia tersedak kesakitan.

"Bangun!"

1
Sayekti 0519
malas LG bc nya JD ribet , Emos
made suarti
lanjutin dong kak
Damlina 1995
kok gak up2 lagi episode selanjutnya
Emi Sudiarni
iya jdi ngah hebat. akan jdi rumit..
Salsabilah: makasih udah mampir 🥰
total 2 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong up nya
Damlina 1995
up lagi dong eps berikut nya, kalau bis a up sebanyak nya
Damlina 1995
kok belum up lagi cerita nya udah gak sabar ini baca bab selanjutnya
Sari ati
jangan biarkan prosesnya berhasil thor, masak jadinyan anak pras thor
Salsabilah: 😅😅😅 mudah2han nggak jadi🤧
total 1 replies
partini
dasar Arlan PA lebih enk secara alami lebih aman pula ga plus pakai drama murahan pakai ganti oleh musuh-musuh mu aduhh lan lan🤦
partini
busettt dah karena harta Ampe kaya gitu,,nyata ada sih saling bunuh gara" harta. masa di obok" laki"lain Thor menjijikan dong
partini: iya tau Thor ,yg wanita sel telur juga bisa
total 5 replies
partini
jangan di bikin methong sutra dong Thor
Salsabilah: sungguh terlalu 🤧🤧🤧
total 3 replies
Azka Putra
kenapa upnya sekarang lama thorrrr. sedikit pula. nggk kyak pertama kali
Salsabilah: lagi sibuk banget say🤧 insyaallah, malam lagi baru ada kelanjutannya.
total 1 replies
kartini aritonang
yaaa tuhaan. ternyata sutra juga jadi korban . semoga arlan bisa membongkar misteri kematuan anisa , agar dendamnya tidak salah alamat. lanjut thor
Salsabilah: ok say😊😊😊😊
total 1 replies
partini
ahhh sperti itu,,aihhh ini orang pintar sekali Arlan aja ga atau kalau dia itu musuh yg asli Weh Weh
Salsabilah: 🤧🤧🤧🤧 bener
total 1 replies
kartini aritonang
jadi penasaran, siapakah sebenarnya yang dudah membunuh anisa, sutra atau sebastian
Salsabilah: part berikutnya kak🥰 jangan lupa support ya kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Ternyata di balik kematian Anisa ada seorang saudara tiri yg licik
Salsabilah: 😥😥😥 benar kak
total 1 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong 🙏
Salsabilah: sudah update say🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
ohh di tahan toh, kapan flashback nya Thor
Salsabilah: update berikutnya say
total 1 replies
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!