Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Keputusan Raja
Pangkalan militer darurat, Baghdad...
"Siuu..." Pesawat komersial mendarat di bandara saat malam hari.
Pesawat komersial itu membawa sosok penting yaitu Lionil, Lionil sudah memutuskan untuk pergi ke Baghdad bersama sosok-sosok penting.
Shu Yuan memberi hormat dengan tegas saat Lionil tiba. "Hormat pada Raja!" Shu Yuan menyambut nya dengan barisan pasukan.
Grak!, Pasukan yang lainnya memberi hormat juga pada Lionil.
Lionil berjalan sampai di hadapan Shu Yuan, Lionil mengangguk sebagai jawaban. "Turunkan tanganmu wakil komandan, apa Jenderal Andika tidak ada disini?" Matanya mencari sosok Andika.
Shu Yuan menjawab dengan tegas. "Jenderal Andika sebenarnya mengurus Kaiju yang berada di Malaysia sekarang"
"Begitu ya, jadi siapa yang mengurus Baghdad?"
"Saya sendiri" Shu Yuan menunjuk dirinya sendiri.
Lionil mengangguk kemudian berjalan ke samping. "Kalau begitu tunjukan padaku tentang tempat ini"
Shu Yuan mengikuti langkah nya dari belakang. "Kalau begitu saya akan bawa Raja ke tempat operasi pusat kami"
Setibanya di tempat operasi, Shu Yuan menunjukan campuran unit intelejen Irak bersama intelejen DGA.
Lionil menyilang tangannya kemudian mengangguk. "Lumayan, tapi aku harus katakan ini padamu wakil komandan" Lionil mendesis. "Aku tahu ini berat, tapi kita harus mundur dari sini"
"Apa?" Shu Yuan terkejut, hingga semua tim intelejen berhenti bekerja saking bingungnya.
Shu Yuan merasa Lionil bercanda dengan itu. "Tapi Raja, disini ada banyak prajurit-prajurit kita. Kita bisa membunuh kedua Kaiju itu! Bahkan kita juga sudah mengirim nuklir kesini!"
Lionil menyipitkan matanya, ia mengeluarkan tekanan berat seorang pengguna hukum alam tak terbatas.
Shu Yuan terbelakak, juga tubuhnya gemetar merasakan tatapannya tajam dan aura di punggung nya.
"Wakil komandan jangan mengira saya tidak bisa ambil alih tugasmu, besok pagi semuanya harus siap berangkat kembali" Lionil memalingkan tubuhnya.
Shu Yuan menjawab dengan perasaan takut dan marah bersamaan. "Siap Raja" tapi Shu Yuan tidak akan menuruti perintah nya sebab merasa harga diri manusia.
Lionil meggangguk puas kemudian pergi bersama Jenderal yang terus bersamanya.
Di luar ruangan, Lionil menatap luasnya pangkalan militer yang sudah di bangun. "Jenderal Francisco, apa menurut mu keputusan saya benar?"
Francisco menatap ke bawah untuk berpikir keras sebelum bicara. "Sebenarnya saya tau maksud Raja bukan merendahkan martabat manusia di hadapan Kaiju"
Francisco berdiri di sebelah Lionil. "Maaf jika saya tidak sopan Raja, tapi kita bisa menyerang kembali di saat salah satu dari mereka masih hidup"
Lionil terdiam sejenak. "Menurutku-
Lionil seperti mendapat ide dari perkataan Francisco, kenapa tidak seperti itu saja?
Saat Kode-7 berhasil mengalahkan Kilvara maka seharusnya Kode-7 akan dalam masa kesulitan karena terluka.
Lionil berdiri tegak, dia melesat ke langit dan berjalan di udara. "Semua prajurit ku dengarkan aku" ucapnya dengan suara dalam.
Sontak semua prajurit mendongak untuk menatap siapa yang berdiri di udara, sorot lampu menara menyoroti Lionil.
Ada yang bingung ada yang tahu siapa Lionil, Lionil menatap manusia-manusia di bawahnya seperti semut.
"Dalam 2 hari lagi akan terjadi pertempuran hebat dengan dua Kaiju penguasa yaitu kode Kilvara serta kode-7. Saya Raja Exorcist Lionil Porche menginginkan perlawanan!"
Pasukan-pasukan meletakan barang-barang mereka yang di bawah, menghentikan aktifitas mereka sejenak.
"Hoo!!"
Ribuan orang mengangkat tangan mereka ke langit sebagai menerima bentuk perlawanan.
Francisco mengangguk lega, Shu Yuan yang awalnya kesal dengan keputusan Lionil sekarang telah berubah.
Shu Yuan menyeringai. "Saya pastikan Raja akan melihat kekuatan manusia sendiri" darahnya mendidih karena semangat.
Lionil tersenyum miring. "Besok, akan aku jelaskan rencana kita pada Jenderal-jenderal yang ada disini" Lionil melesat kembali menciptakan dentuman.
Francisco melirik Lionil sudah kembali di tempatnya, ia memberi tepuk tangan pelan. "Raja benar-benar pandai dalam berpidato singkat"
Lionil mendengus tipis. "Tidak juga, aku hanya berusaha jadi yang terbaik untuk umat kita" Lionil pergi ke ruangan yang akan di pakai kerja petinggi.
"Panggil semua petinggi ke ruangan yang aku tentukan, semua harus tiba dalam satu jam!" Ucap Lionil di tambah dengan energinya agar suaranya terdengar ke seluruh pangkalan.
Petinggi yang merasa di panggil langsung bergerak ke ruangan yang di tentukan.
....
Tengah malam semuanya belum tidur tapi hadir di rapat dengan Lionil sebagai ketuanya.
"Siapa disini yang pangkatnya bukan Jenderal silahkan keluar"
Mereka yang bukan Jenderal atau Sersan mengerutkan kening, tapi mereka memilih patuh dan pergi.
Hingga tersisa 3 orang berpangkat Jenderal dan 1 wakil komandan.
3 Jenderal itu termasuk Jenderal dari Irak, mereka tidak meremehkan status Lionil sebagai Raja.
Lionil menepuk tangannya kemudian hologram muncul di tengah meja. Itu menunjukan gambaran sistem tentang pangkalan militer dan sisa jarak kedua Kaiju.
"Seperti yang kalian lihat ini adalah pangkalan darurat kita, dan dari dua arah sekaligus semuanya akan datang di Baghdad untuk bertarung" jelas Lionil.
"Kita di perintah kan mundur oleh roh puncak Putri Petir, tapi aku tidak berniat mundur begitu saja, kita akan membalas serangan"
Lionil menatap wajah mereka sebelum berkata. "Apa ada yang bertanya atau memberikan status?"
Shu Yuan mengangkat tangannya. "Raja, drone pengintai merekam perjalanan Kaiju Kilvara diikuti golem-golem dari puing-puing bangunan, serta ada Anubis aneh di bahunya"
Lionil memegang dagunya dengan serius. "Itu artinya Kaiju Kilvara bermain keroyokan, tidak apa. Justru yang paling berbahaya adalah Kode-7"
Tapi Lionil tidak tau jika kekuatan kedua Kaiju itu sangat berbeda, Savage atau Kode-7 melawan Kilvara itu sangat tidak seimbang.
Memang Kilvara tau kalau Savage adalah Kaiju tua yang berpengalaman tapi Kilvara melakukan serangan keroyokan karena dia tahu dia tidak akan menang jika sendirian.
Jenderal Irak, Ali Khan bertanya. "Maaf, tapi bagaimana cara kita membalas serangan saat semuanya selesai bertarung?"
Jenderal DGA, Petrisko mengangguk setuju. "Itu benar, jika kita menyembunyikan pasukan di bunker itu sangat tidak efisien karena bisa tanah runtuh"
Jenderal DGA lainnya, Kazuna menambahkan. "Apalagi kita membawa banyak pasukan lebih dari 450 ribu orang serta persenjataan berat kita"
Lionil tersenyum seringai. "Panggil Jenderal Andika kemari karena hanya dia yang mampu menyembunyikan satu pangkalan" ucapnya percaya diri.
Akan tetapi mereka berempat terdiam karena heran, pangkalan seluas ini akan di sembunyikan? Memang bisa?
....
Kuala lumpur, Malaysia...
Kode-456 yang muncul di Kuala lumpur telah bergerak luas, DGA mengirim Jenderal Andika untuk menumpahkan masalah ini.
Kode-456 adalah monster sejenis semut yang besar, dengan kaki yang tajam dan berjumlah banyak.
"Uhk!" Andika terhempas mundur ke berbagai bangunan. Akan tetapi Andika menstabilkan posisinya. "Kekangan ruang!" Andika menggabungkan kedua tangan nya untuk mengekang semut itu.
"Sekarang! Rudal-rudal nya!" Teriak Andika
Dari jarak jam 3, 5-6 km dari jarak keduanya bertarung banyak kendaraan truk balistik terparkir.
Setelah mendapat kode dari Andika, mereka mulai menembakan rudal-rudal dalam jumlah banyak.
"Krashh!" Semut itu menatap rudal-rudal itu menerjang ke arahnya, ia tak bisa bergerak sebab Andika mengekang nya dengan ruang.
Andika terkekeh. "Bagaimana kau akan lari selanjutnya hah?" Andika berusaha keras agar kode-456 tak lolos.
Roh ruang juga muncul dari sebwlah Andika. "Andika, jika kau terus memaksa seperti ini maka energimu akan habis cepat!"
Andika meludah di tanah. "Tidak masalah" matanya gemetar hingga berdarah begitu pula mulutnya. "Sebab, aku seorang Exorcist!"
"Siu!"
Rudal-rudal itu menghantam kaki-kaki panjang dan tipis kode-456, Kaiju itu berteriak sebelum tubuhnya jatuh tanpa kaki yang tersisa.
Andika melepasnya dengan terengah-engah dan tertawa. "Lihat! Dia akan kalah" Andika mengusap darah di bibirnya kemudian berdiri dengan kaki gemetar.
"Aku akan akhiri ini, roh ruang"
Andika memejamkan matanya kemudian ia buka kembali, tangan kanan Andika membentuk pistol.
Puing-puing yang hancur terkumpul melayang di belakang Andika, puing-puing itu bersatu membentuk sebuah tombak yang besar.
"Mati!" Teriak Andika.
Jarinya menembak. "Bush!" Tombak dari puing-puing itu melesat dan menembus badan kode-456.
Kode-456 bergetar sebelum tewas tak berdaya saat di lawan Andika.
Andika jatuh duduk lemas di atap, ia tertawa ringan. "Aku tidak percaya bisa membunuh seorang Kaiju"
Roh ruang melipat tangannya menatap Andika dengan kekhawatiran. "Berhentilah memaksa dirimu sendiri, kekuatanmu soal ruang masih kurang"
Andika mendengus. "Karena seseorang harus membunuh semua Kaiju ini, aku juga tidak tau tentang dua Kaiju di Mesir sana"
Baru saja Andika menyebutkan itu, seorang Exorcist datang dari Gate dan memberikan laporan.
Andika mengangguk tegas. "Katakan padanya aku akan pergi"
"Baik!" Exorcist itu membuka Gate untuk teleportasi ke pangkalan.
.....