NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kompor Meleduk

Lima belas menit sebelum bel pelajaran pertama berbunyi, ruang UKS yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi markas darurat. Tiga sahabat itu berkumpul untuk merapatkan misi Penyelamatan Isabella dari Perjodohan, sekaligus mengobati kepala Chira yang baru saja terkena musibah.

“Hiks… sakit,” isak Chira dramatis, mengusap-usap matanya yang sebenarnya kering.

“Gala-gala Onty, kepala Chila bocol nih,” lanjutnya mengadu di depan Isabella yang sibuk mengoleskan salep ke area benjolan kecil di dahi bocah itu.

“Bocor darimananya? Itu cuma benjol sedikit, Chira. Jangan manja deh,” protes Rayna sambil menunjuk kepala bulat Chira yang masih tertutup bando telinga kucing.

“Onty kok malahin Chila? Halusnya Onty minta maaf!” lirih Chira, sengaja memasang wajah paling melas di depan Isabella dan Cecilia agar mereka iba. Namun sebaliknya, dua gadis itu malah bergidik geli melihat akting Chira yang kelewat menggemaskan.

“Gimana kalau kepala Chila beldalah di dalam? Onty mau tanggung jawab? Chila lapolin ya Onty sama Nenek bial dikilim ke Aplika! Temenan sama Jelapah gulun!” omel Chira dengan mulut mungil yang dimonyongkan maksimal.

Rayna menghela napas pasrah. “Iya, iya. Onty minta maaf, Tuan Putri.”

“Yang tulus dong,” tuntut Chira.

Rayna tersenyum lebar yang dipaksakan. “Ya, maafkan saya yang mulia karena sudah bikin kepalamu benjol. Sebagai gantinya, nanti aku belikan kau es krim varian baru. Puas?”

“Satu lemali es, janji ya?”

“Dih! Dikasih hati malah minta jantung. Kamu mau aku jatuh miskin sekarang juga?” gerutu Rayna gemas.

“Makanya Onty lajin belajal, jadi olang pintal, cali kelja, simpan uang banyak-banyak. Telus bikin deh usaha es klim supaya Chila tinggal ambil di kulkas. Gampang, kan, Onty?”

Rayna melongo. Otak kecil bocah lima tahun ini ternyata sudah punya cetak biru untuk menjadikannya ATM berjalan seumur hidup.

Cecilia tertawa renyah, tak sanggup lagi membendung geli. “Ray, ini anak siapa? Imut sekali. Jangan-jangan… anak gelap kamu di Meksiko? Terus kamu kabur ke sini karena dikejar bapaknya?” canda Cecilia.

Byurss!

“Uhuk! Huek!”

Lagi-lagi, Rayna yang sedang minum air mineral seketika menyembur. Airnya nyaris mengenai wajah Isabella, tapi untungnya sahabatnya itu punya refleks secepat kilat.

“Asem! Nggak lah!” bantah Rayna di sela batuknya.

“Terus dia anak siapa? Jangan-jangan Rayden sudah menikah?” tebak Isabella, membuat tawa Cecilia mendadak mati. Dadanya terasa sesak mendengar nama kakak kembar Rayna disebut.

“Tidak mungkin bocah bakteri itu menikah! Dia tidak suka disentuh, apalagi bikin anak ini, itu mustahil. Mukanya saja tidak mirip Rayden,” cerocos Cecilia berapi-api, seolah tak rela jika dugaannya benar.

Karena merasa diabaikan dan hanya diributkan asal-usulnya, Chira pun naik ke atas kursi sambil berkacak pinggang.

“Chila Plincess Mami Jopita! Doktel bedah telkenal! Jangan lemehin Chila ya Onty-Onty kompol meleduk!” balas Chira marah. Matanya yang bulat melotot tajam ke arah tiga gadis yang langsung membeku diam.

Namun, amarah sang Princess hanya dianggap angin lalu. Rayna, Cecilia, dan Isabella justru beranjak ke brankar lain untuk membicarakan topik yang lebih berat, perjodohan Isabella dan Deva.

“Heh… napa dicuekin?” tanyanya polos sambil memiringkan kepala.

“Anak kecil tidak perlu tahu. Diam saja di sini, okay?” ucap Rayna, lalu dengan tega menarik gorden UKS, menutup akses Chira dari obrolan rahasia mereka.

Chira mendengus sebal. Ia merasa harga dirinya jatuh sedalam sumur. Perlahan, ia turun dari kursi dengan langkah yang diatur sedemikian rupa agar tetap terlihat angkuh.

“Ya sudah, Chila pelgi saja. Ndak asyik di sini. Banyak setannya."

Dengan langkah anggun bin sombong, bocah itu melenggang keluar dari ruang UKS, meninggalkan Trio Kompor Meleduk yang masih sibuk berbisik di balik gorden. 

Chira melangkah berjinjit di koridor yang mulai sepi. Langkah kaki kecilnya terhenti tepat di depan pintu gedung olahraga, tempat klub basket biasanya berlatih. Telinga mungilnya menangkap suara perdebatan yang cukup serius dari dalam sana.

Rasa penasaran Chira bangkit. Ia mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit. Matanya membulat. Di dalam sana, ada tiga cowok yang wajahnya sangat mirip namun dengan aura yang berbeda-beda. Mereka adalah ketiga Tuan Muda keluarga Rich, sekaligus saudara Cecilia. Byan, Cloe, dan yang paling dingin di antara mereka, Devandra.

"Dev, pikirkan lagi. Kamu benar-benar mau menerima perjodohan ini?" Byan si anak kedua yang tenang membuka suara dengan nada khawatir. "Ingat perasaan Rayna, Dev. Jangan ambil keputusan gegabah."

Mendengar nama Rayna disebut, Deva yang tadinya duduk langsung berdiri sentak. Wajahnya mengeras, seolah nama itu adalah racun bagi telinganya.

"Untuk apa aku memikirkan dia, sedangkan dia saja tidak pernah memikirkan aku!" desis Deva tajam. Suaranya dingin, menusuk hingga ke celah pintu tempat Chira bersembunyi.

Byan menggeleng, mencoba menenangkan adiknya. "Aku yakin Rayna juga memikirkanmu di sana, Dev. Kamu hanya sedang emosi."

"Kalau dia memikirkanku, dia akan pulang ke mari!" bantah Deva dengan suara meninggi. "Bukannya malah asyik menikmati hidup di Meksiko tanpa kabar sedikitpun selama sepuluh tahun!"

Cloe si anak ketiga, ikut angkat bicara dengan nada menyindir. "Kau itu laki-laki, Dev. Harusnya kau yang ke sana menemuinya kalau memang kau menyukainya. Jangan cuma bisa marah-marah di sini."

"Aku tidak menyukainya!" seru Devandra lantang, matanya berkilat penuh amarah. "Aku membencinya! Bagiku, dia sudah mati bersama kenangan masa kecil itu!"

Di balik pintu, Chira terlonjak kaget. Jantungnya berdegup kencang melihat ekspresi Deva yang begitu menyeramkan saat marah. Namun, dahi mungilnya mengernyit bingung.

Rayna? Kak Lay? Apa yang dimaksud Om Galak ini itu adalah pengasuh Chila? Atau ada Rayna yang lain?

Batin Chira heran dan bingung kenapa nama pengasuhnya bisa memicu keributan sehebat itu.

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar mendekat ke arah pintu. Deva sepertinya ingin keluar dari ruangan itu dengan penuh emosi.

"Gawat! Om Galak mau kelual!" gumam Chira panik.

Tanpa pikir panjang, Chira membalikkan badan dan berlari sekencang mungkin dengan kaki pendeknya. Ia tidak mau tertangkap basah telah mengintip, apalagi oleh cowok yang auranya lebih seram daripada hantu di film kartun favoritnya. Ia harus segera kembali ke UKS.

Setibanya, hanya ada Rayna. Cecilia dan Isabella sudah pergi ke kelas mereka yang beda sendiri dari Rayna. 

“Putri bawel, dari mana?” tanya Rayna.

“Bayal lima libu dulu kalo mau inpolmasinya,” pinta Chira menyodorkan telapak tangannya yang mungil.

“Eh, kamu mau peras Onty lagi ya?” omel Rayna gemas.

“Onty, ndak ada yang gelatis di dunia ini lho. Minum saja halus beli ail di suplemalket. Pipis juga halus bayal wece.”

“Ya sudah, sini Onty bawa kamu ke sana dulu,” ucap Rayna segera menggendong bocah cilik itu.

“Ndak bayal sekalang?”

“Nggak.”

“Kenapa?”

“Onty bokek. Utang dulu.”

“Yah, Latu Mapia kok miskin, ndak kelen dong.”

“Ush, Chira! Jangan bilang begitu. Nanti orang tahu siapa aku di sekolah ini. Paham?” bisik Rayna. Ia celingak-celinguk memastikan sekitar koridor itu sepi dan tak ada yang sempat mendengarnya.

“Upss… solly Onty.”

Akhirnya Rayna bisa bernapas juga setelah membawa Chira ke penitipan anak. Ia segera ke kelasnya sebelum terlambat. Tak lama, ia sampai juga ke kelasnya. 

Ibu Guru pun melihatnya dengan kening berkerut karena Rayna yang tampak ngos-ngosan di ambang pintu. Semua mata langsung tertuju padanya. Bisik-bisik dari mereka pun mulai memenuhi kelas, kecuali satu murid laki-laki sedang menunduk sambil mencatat buku.

Namun begitu Bu Guru menyebut nama murid barunya, cowok itu sekejap membeku sebelum ia mengangkat wajah tampannya itu. Menatap lurus ke depan ke arah siswi yang berjalan cepat menuju ke wali Kelas.

“Rayna, silahkan perkenalkan dirimu.”

Rayna mengangguk dan memindai setiap wajah teman kelas dan akhirnya pandangan berhenti ke arah cowok di sudut kelas. Jantung Rayna berdebar-debar tak karuan. Sementara cowok itu tampak seolah tak percaya akan melihat murid baru itu yang tidak asing. 

“Salam semua. Perkenalkan nama saya Raynara Anindita,” sapanya singkat dan padat dengan senyum tipisnya yang membuat para murid cowok tertegun.

“Dia kelihatan lugu tapi sangat manis! Dia tipeku banget!” 

“Ekhem. Asal usul?” deham wali kelas mencairkan suasana yang canggung. Namun jawaban Rayna justru membuat kelas semakin heboh. Ada yang takjub, ada pula yang tak percaya.

“Itu… Meksiko, Bu.”

Deg.

Dia…

_______

Jangan lupa dukungannya, like, vote, komen dan favoritkan supaya author semangat nulis sampai ceritanya tamat. Terima kasih.

1
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
tia
lanjut thor 💪
Lisa Halik
sudah bagi gift thor..semangat updatenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!