Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Wanita muda
"Kang, aku sudah berusaha mendidik mereka dengan benar tapi ternyata Vera memang sangat keras kepala." Siti berbicara langsung kepada Darto.
"Pokok nya semua aku serahkan kepada dirimu dan aku tidak mau mendengar keluhan yang kau rasakan itu." jawab Darto sambil tetap fokus menatap pembukuan.
"Memang sebaiknya Dia segera kembali saja ke kota agar tidak menambah masalah yang ada di rumah ini." Siti mulai menghasut Darto.
"Benar apa yang di katakan karena bila Vera semakin lama di rumah ini maka dia akan terus saja membuat ulah." Erna juga setuju dengan hal itu.
"Kalian urus aja soal dia karena aku sudah tidak sanggup mengurus anak satu itu." Darto justru menyerahkan kepada Siti dan juga Erna.
Siti dan Erna saling tatap satu sama lain Karena sekarang mereka mendapat musuh yang sama untuk membuat Vera segera pergi dari rumah ini dan kembali ke kota, sebab selama Vera di kota mereka memang memegang penuh atas rumah ini bersama dengan Elma juga.
Vera sama sekali tidak tahu bagaimana keadaan rumah ini berlangsung ketika dia masih ada di kota sana dan bagaimana malah kedua adik dari Elma ini bisa mengurus rumah seperti itu, padahal mereka bisa dikatakan di dalam rumah ini hanya sebagai tamu namun kenapa malah bersikap sebagai tuan rumah.
Kalau di pikir lagi maka sebenarnya Vera jauh lebih berkuasa karena dia adalah anak dari istri pertama Darto dulu, tapi dia malah tersingkir begitu saja dan sama sekali tidak memiliki kuasa di dalam rumah ini sehingga pasti memicu perdebatan di antara mereka semua namun tidak ada yang berani untuk mengeluarkan pendapat.
Sebenarnya para pembantu lama juga merasa kasihan kepada Vera yang begitu tersisih dari orang tua dia sendiri, Darto sama sekali tidak pernah peduli dengan perasaan anak dan dia terus saja berusaha untuk menyingkirkan perak agar tidak ada yang mengganggu aktivitas di dalam rumah ini bersama dengan yang lain.
Ini saja malah dia sedang berusaha untuk mencari cara agar Vera segera kembali ke kota agar tidak mengurus masalah yang ada, namun Darto sama sekali tidak tahu bahwa saat ini Vera sama sekali tidak ada niat untuk kembali ke kota karena dia justru berniat untuk mencari tahu masalah yang sedang terjadi di rumah ini.
Terlebih lagi dia sudah menemukan orang yang mau membantu mengungkap kasus kematian dari Elma dan juga Mayang sehingga sudah pasti Vera sama sekali tidak ada niat untuk pulang ke kota, mau sekuat apa pun mereka berusaha untuk membuang dia namun tetap saja Vera akan berusaha untuk tetap tinggal di rumah ini.
Sebab tekad dia untuk mengungkap masalah yang sedang terjadi sudah begitu kuat dan Vera memang gadis yang sangat keras kepala serta bila sudah memiliki tujuan maka dia tidak akan pernah merubah tentang hal itu, ada Kiara juga yang sudah mengatakan bahwa dia akan membantu.
"Kita harus memikirkan cara agar dia tidak betah di rumah ini." ujar Erna penuh dengan ambisi.
"Jangan terlalu menampakan diri bahwa kita sangat tidak suka dengan kehadiran dia, mau bagaimana juga Vera adalah anak pertama dari Mas Darto." jawab Siti.
"Aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu karena dia terus saja membuat masalah sejak dulu hingga sampai saat ini." Darto berkata dengan suara dingin.
"Apa perlu memakai cara lama agar dia merasa tidak betah untuk tinggal di rumah ini?" Erna menatap Darto untuk persetujuan.
"Aku sudah mengatakan tidak peduli dan kalian terserah mau memakai cara apa saja agar dia bisa pergi dari rumah ini." tegas Darto sambil menatap mereka berdua.
Erna dan Siti saling pandang satu sama lain dan tidak berani lagi untuk banyak bertanya karena nanti justru mereka yang akan kena marah oleh Darto, ini tugas mereka hanya perlu mengusir Vera dari rumah ini dengan cara halus agar jangan sampai bertengkar saja.
Sebab bila mereka sampai bertengkar maka dapat dipastikan baik itu Siti atau Erna tidak akan pernah mampu melawan kekuatan yang di miliki oleh Vera, sebab gadis itu juga memiliki kepandaian bela diri seperti taekwondo sehingga dia sangat bersikap gila bila sudah terkena pancingan emosi dari orang lain.
Mereka harus memikirkan cara halus saja agar Vera bisa pergi dari rumah ini dan Mereka tampak tidak memiliki kejahatan sama sekali, jelas itu adalah cara yang lebih baik dan tentu saja lebih aman untuk mereka berdua tanpa ada keributan sehingga Fera bisa pergi dari rumah ini dan mereka pun memiliki ketenangan.
...****************...
"Ayo bawa dia rumah sakit sekarang karena Arum tambah parah saja ini demam nya." Vera memegang tubuh Arum yang terasa begitu panas.
"Aku akan ngomong dulu sama Ayah." Dina bergegas keluar dari dalam kamar untuk meminta bantuan.
"Ibuuuuu....aku mau Ibu saja, Kak." Arum sudah mengigau akibat panas yang terlalu berlebihan.
"Ini ada Kakak ya, Ibu sudah tidak ada." Vera rasa ingin menangis.
"Aku mau Ibu, Ibuuuuu...." Arum menggigil dan juga rasa ingin menangis.
"Kasihan sekali kamu, Dik." Vera sudah meneteskan air mata Karena dia ingat dulu sangat kehilangan sosok Ibu.
Walau Vera sangat keras kepala seperti itu namun bila sudah bersama dengan keluarga yang sangat dia sayangi maka tidak akan sungkan untuk menangis seperti sekarang, terlebih lagi Arum memang bisa dikatakan cukup dekat kepada Vera sehingga mereka sering ngobrol satu sama lain walau jarang ketemu dan sekarang justru Arum yang sakit seperti ini sehingga Vera jelas merasakan sedih yang begitu dalam.
Ini keadaan Arum juga sangat parah seperti itu sehingga sudah pasti timbul rasa cemas yang begitu besar di dalam hati gadis ini, oleh sebab itu Vera memutuskan untuk segera membawa ke rumah sakit saja agar tidak terjadi hal yang buruk terhadap arung Karena dia sakit seperti ini akibat gigit oleh sesuatu yang tidak jelas juga itu berasal dari apa.
"Ayah, keadaan Arum semakin parah saja dan sepertinya dia harus segera dibawa ke rumah sakit." Dina masuk ke dalam kamar milik Darto.
"Hah!" Dina tertegun karena di atas ranjang sana Darto sedang bersama dengan seorang wanita.
"Anak kurang ajar, berani sekali masuk ke dalam kamar tanpa permisi seperti itu!" bentak Darto sangat marah.
Dina sendiri tidak menyangka bahwa Darto akan bersama dengan wanita yang lebih muda dan dalam waktu yang sangat dekat seperti ini, Elma baru saja meninggal dunia dan sekarang justru dia telah bersama dengan wanita lain sehingga sudah pasti para anak-anak yang ada di rumah ini merasa begitu marah.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
misi penyelidikan sudah di mula nih 🤣