NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:747
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

Kanaya bersiap-siap setelah mendapat panggilan telepon dari nyonya yola. Ibu dari pria itu meminta kanaya menyiapkan diri untuk ikut dengannya mempersiapkan segala hal tentang resepsi pernikahan mereka.

Tujuan pertama mereka siang ini, fitting gaun pengantin untuk kanaya, mama kala memandang takjub ke arah kanaya yang mengenakan gaun putih indah, garis bahu dania yang indah, terekspos sempurna dalam balutan gaun putih yang bertaburan permata. Kulit kanaya yang ternyata putih bersih, dan potongan pinggang yang pas dipinggang mungilnya, kanaya benar-benar cantik.

"Pantas saja kala buru-buru menikahimu. Sampai tidak sempat membuat resepsinya, kamu cantik sayang.." puji nyonya yola memandang penuh senyum kearah menantunya, yang berdiri malu-malu menatapnya.

"Terima kasih mama..."

"kanaya ada permintaan khusus untuk resepsi ini nak?"

"Misalnya kanaya ingin tema yang lebih intimate atau mewah, kasih tahu mama yah!" Tanya nyonya yola ditengah-ditengah makan siang mereka.

Kanaya hanya menggeleng pelan," naya terserah mama saja"

Bagi kanaya apapun tema yang akan diterapkan pada resepsi pernikahannya nanti tidak membawa pengaruh apapun untuk hati kala. Kanaya memutuskan untuk menikmati resepsi ini, yang mungkin tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya yang sederhana.

Ucapan tegas dari kala malam itu masih terngiang-ngiang ditelinga kanaya,  ia tidak boleh berharap apapun baik pada resepsi ini ataupun pada pernikahan kontraknya ini.

"Mama...sangat berharap banyak pada kamu naya" bisik nyonya yola sendu,

" tolong kembalikan senyum pada wajah kala, tolong kembalikan kehangatan pada anak mama, Sayang..."

Kanaya tersentak, suapan terakhir yang masuk mulutnya mendadak terasa begitu sulit untuk ditelan, dengan susah payah dia menelannya dengan bantuan seteguk air putih.

Kanaya tak tahu mau jawab apa, pandangan nyonya yola kearahnya semakin membuat kanaya membisu. Pandangan mata nyonya yola yang begitu penuh harap kepadanya, menumbuhkan rasa bersalah dalam hatinya, tiba-tiba nyonya yola mengenggam tangan kanaya, memandang kearahnya dengan tatapan sendu penuh harap.

Kanaya tak mampu berkata-kata, hanya anggukan kepala yang dapat ia berikan, anggukan dari dania memberikan efek yang sangat dramatis pada ibunya kala, seketika senyuman cerah dan puas terbit dari wajah senja yang masih cantik itu

"Terima kasih.. sayang" elusnya lembut pada jemari kanaya.

*******

Gemerlap lampu kristal, memantul indah di gaun putih yang kanaya kenakan, lantunan lembut musik mengiringi derai tawa para tamu, lampu blitz kamera dari para fotografer, mengabadikan suasana indah pada malam itu.

Kanaya berdiri mematung ditengah panggung pelaminan di gedung, aula  perusahan milik keluarga wirawan, tempat dania kerja sebelum menikah dengan kala.

Kanaya benar-benar gugup, kegugupannya tidak tertutupi sama sekali oleh riasan cantiknya, bagaimanapun pernikahannya dengan kala tidak diketahui oleh teman-teman kerja kanaya sebelumnya.

kanaya merasa risih dan seakan terhakimi oleh pandangan-pandangan mata yang menatap ke arahnya penuh tanya, detak jantungnya semakin kencang ketika rombongan teman kantornya berjalan kepanggung pelaminan, kearahnya untuk memberikan kata selamat.

Keringat dingin tangan kanaya, degub jantung semakin kencang, tiba-tiba tangannya digenggam, bisikan halus terdengar di telinga kanaya.

"Tenangkan dirimu, jangan gugup, ada aku"

Kanaya menoleh kearah kala, tepat ke arah bola mata indah milik pria itu. Kanaya berharap mendapat kekuatan dari sana, mata itu, yah mata itu menatap lekat kearah kanaya, ada asa disana, ada kekuatan yang dipancarkan dari sana.

Genggaman tangan kala semakin erat kanaya rasakan, seakan ingin menegaskan bahwa semuanya akan aman aman saja.

Seketika hati kanaya menghangat, kegugupan itu hilang perlahan, genggaman tangan itu masih tidak terlepas.

Rombongan teman-teman kantor kanaya pun menyalami dan memberikan selamat atas pernikahan mereka, kanaya menyambut dengan senyuman manis ucapan-ucapan selamat itu.

perasaan kanaya malam itu semakin sempurna, genggaman tangan itu masih juga belum terlepas, ada hati yang menghangat, ada asa yang berbinar, hatinya bahagia.

Senyuman yang kelihatan indah juga tak pernah lekang dari wajah kala, kanaya benar-benar terpesona melihatnya. Kala menatap kanaya yang tak henti menatapnya, pria itu tersenyum dan senyum itu terlihat sangat indah.

"naya, lihat kedepan..."bisik kala pelan, menyadarkan kanaya yang terpesona.

Tergagap kanaya memalingkan wajahnya yang bersemu merah.

Membatin kanaya berbisik, "sadar naya".

Tamu-tamu tak kunjung usai, semakin malam, semakin ramai tamu berdatangan.

Tiba-tiba genggaman tangan kala terlepas, refleks kanaya menoleh, senyuman itu hilang, wajah itu kembali tegas dan dingin.

Kanaya melihat mata kala tak lepas memandang ke arah para tamu yang akan menyalami mereka. Sesosok wanita cantik, sangat cantik berdiri didepan mereka, senyumnya sangat indah.

"Selamat atas pernikahannya kak kala" , suara merdunya pun terdengar sangat indah, mengulurkan tangan ke arah kala, yang disambut dengan dingin oleh pria itu.

Kanaya terpana, wanita cantik itu sudah berdiri didepannya, mengulurkan tangan dengan senyum manis diwajahnya,"cantik sekali"  batin kanaya, menyambut uluran tangan wanita cantik yang tinggi itu.

*******

"Hufffft...akhirnya selesai juga" gumam kala, sesampainya dirumah, menghempaskan tubuhnya kesofa.

kanaya ikut duduk,  ia duduk didepan kala.

"Lelah sekali", gumam kanaya, meregangkan tubuhnya.

Dia mencuri pandang ke arah kala yang memejamkan matanya.

"Bagaimana bisa dia balik kesetelan pabrik dalam hitungan menit..."

Walaupun senyuman dan genggaman tadi pura-pura, tapi cukup berhasil menurut kanaya untuk menutupi bahwa pernikahan mereka hanya pernikahan palsu.

Kanaya hendak beranjak dari duduknya, tapi urung karena melihat perlahan mata kala terbuka, melihat sekilas kearahnya

"Apakah kamu butuh sesuatu?" Tanya kanaya menatap kala yang kelihatan sangat lelah.

Pria itu menggeleng dan kemudian bangkit dari duduknya.

"Istirahatlah....kau juga pasti lelah"

"Hmmmmm...dan terima kasih untuk malam ini" sambungnya, tersenyum sesaat dan melangkah gontai menuju ruang kerjanya.

Senyum itu, yah senyum itu, sangat tulus bagi kanaya, dia menyentuh dadanya, ada yang berdegub indah disana, pipinya langsung merona merah, jengah.

Kanaya malu pada dirinya sendiri, segampang itukah ia jatuh cinta.

Kanaya mengipasi wajahnya dengan tangannya yang mendadak menghangat, dia memejamkan matanya, mensugesti dirinya sendiri dengan cara menarik nafas dari hidung dan menghembuskan nafas dari mulutnya.

Bibir kanaya komat kamit merapalkan sugesti yang selalu ia afimasikan setiap ia merasa gugup.

"Sadar naya...sadar", elusnya kekepalanya sendiri, merasa cukup kanaya membuka matanya bersiap beranjak dari duduknya.

Saat matanya membuka penuh, betapa terkejutnya kanaya, ternyata kala masih diruangan itu, berdiri tepat di mulut pintu ruang kerjanya, menatap kanaya dengan sorot mata dinginnya, tapi ada sorot lucu dari mata elang itu.

Ada senyum yang tertahan dari bibir kala, kanaya malu, menatap kala dengan wajah memerah, sontak ia berlari, rasa malunya sudah sampai keubun-ubun.

Nafas kanaya masih memburu, terengah-engah dia menyalakan lampu kamarnya. Kanaya berdiri didepan cermin lemarinya, menatap wajahnya yang memerah, pipinya terasa memanas.

Kanaya malu setengah mati, tapi senyum tertahan itu—ucapan terima kasih yang diiringi senyum tipis itu, membuat hati kanaya membuncah indah.

"Mungkinkah aku bisa menggapai hatinya"

Hati kanaya penuh harap bahwa besok asa itu akan ada.

"Resepsi ini indah sekali Tuhan"

Bersambung......

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!