Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 31
Di tepi arena yang masih dipenuhi debu pertarungan sebelumnya, suasana tegang menyelimuti kelompok Provinsi Chang Yuan. Yan Jian, Yao Qingyu, Yao Zhetian, dan Chang Ge berjalan dengan langkah gemetar, sementara Chang Ge menggendong Nangong Yuxin yang tubuhnya penuh luka menganga. Darah segar masih menetes dari sudut bibirnya, napasnya lemah, tapi matanya tetap menyala penuh kebanggaan. Pertarungannya melawan Wang Yuxiu, yang dijuluki sebagai Gadis Mawar Neraka yang terkenal kejam telah meninggalkan bekas yang dalam, namun semangatnya tak pernah padam.
Di saat yang sama, Xiao Yu'er dan Peri Yun Xi melangkah mendekat dari arah lain. Wajah Xiao Yu'er memerah karena amarah yang tak tertahankan. Begitu melihat kondisi Nangong Yuxin, ia mengibaskan tangan keras hingga angin kecil berhembus.
"Sial! Bahkan Senior Yuxin pun dibuat seperti ini oleh Gadis Mawar Neraka itu!" gerutunya, suaranya penuh dendam. "Kalau saja aku yang bertemu dengannya, sudah ku hancurkan mawar-mawar sialannya itu!"
Peri Yun Xi hanya tersenyum tipis, tangannya menyentuh bahu Xiao Yu'er untuk menenangkan. Mereka berdua telah menyelesaikan pertarungan masing-masing dengan gemilang. Lawan mereka takluk tanpa ampun, dan kini keduanya resmi melangkah ke babak 16 besar kompetisi tahap kedua ini. Energi spiritual mereka masih berkobar, aura cahaya lembut Peri Yun Xi bercampur dengan kobaran api kecil milik Xiao Yu'er.
Kini, hanya empat nama yang tersisa yang mewakili Provinsi Chang Yuan di antara generasi muda: Yan Jian, Chang Ge, Peri Yun Xi, dan Xiao Yu'er. Empat nama itu bagaikan pilar yang masih berdiri tegak di tengah badai kompetisi antar-provinsi yang brutal di Kekaisaran Api Agung ini. Namun, Provinsi Chang Yuan kali ini telah benar-benar mematahkan gelar terlemah dan terendah.
Gubernur Chang Wei melangkah maju, jubahnya berkibar anggun. Wajahnya tenang, tapi matanya penuh kepedulian.
"Serahkan saja Nangong Yuxin pada kami." ucapnya dengan suara tegas namun lembut. "Kami akan memastikan dia baik-baik saja. Pil penyembuh yang dibuat oleh Paviliun Pil dan formasi pemulihan sudah kami siapkan. Fokuslah pada pertarungan kalian." sambungnya Gubernur Chang Wei.
Yan Jian dan yang lainnya pun mengangguk hormat, Chang Ge pun menyerahkan Nangong Yuxin dengan hati-hati. Yao Qingyu dan Yao Zhetian, yang selama ini ikut mengawal, kini berpamitan. Mereka harus segera kembali ke kelompok Provinsi Teratai Api. Yao Qingyu menepuk bahu Yan Jian pelan. "Kami harus berkumpul dengan Wang Yuxiu dan yang lain. Semoga kau berhasil, Saudara Yan. Jangan biarkan provinsi kalian malu."
Yao Zhetian hanya mengangguk singkat, tapi senyumnya penuh kepercayaan. Keduanya berbalik, langkah mereka ringan seperti angin, menghilang di antara kerumunan.
Tepat saat itu, suara Tetua Huo Li menggema di seluruh arena, membelah langit seperti guntur. "Kompetisi pertarungan tahap kedua babak 32 besar... akan segera dimulai! Peserta yang mendapat giliran, segera masuk ke arena masing-masing!"
Nama-nama dipanggil satu per satu. Dan ketika nama Yan Jian disebut, seluruh arena gemuruh.
"Yan Jian dari Provinsi Chang Yuan akan menghadapi An Lang dari Provinsi Api Langit."
An Lang— seorang praktisi elemen angin yang terkenal dengan kecepatan dan kekuatan yang mematikan. Ranahnya berada pada Nirvana Bintang Dua, satu tingkat di atas Yan Jian yang baru mencapai Nirvana Bintang Satu. Namun, siapa yang tak tahu nama Yan Jian? Pemuda yang selalu membalikkan keadaan dengan jurus-jurusnya yang luar biasa.
Yan Jian melangkah masuk ke arena bundar yang luas. Batu lantai arena sudah retak-retak akibat pertarungan sebelumnya, udara masih dipenuhi aroma darah dan energi spiritual yang tersisa. Di tengah arena, An Lang sudah berdiri tegak. Jubah biru langitnya berkibar pelan, rambutnya yang panjang tergerai ditiup angin tak kasat mata. Senyumnya ramah, tak ada sedikit pun aura permusuhan.
"Saudara Yan... kita bertemu lagi!" kata An Lang sambil menumpukkan kedua tangan di depan dada, memberi hormat khas praktisi bela diri. Suaranya jernih, penuh rasa hormat.
Yan Jian membalas dengan sikap yang sama. Senyum kecil tergambar di bibirnya, matanya menyala penuh semangat. Lalu ia pun berbicara, "Mohon bimbingannya, Senior!"
Udara di arena langsung berubah. Aura Nirvana Bintang Dua An Lang meledak seperti badai tak terlihat. Angin mulai berputar pelan di sekitarnya, membentuk lingkaran kecil yang semakin besar. Sementara itu, Yan Jian mengeluarkan aura petirnya, kilatan ungu keemasan menyambar-nyambar di sekitar tubuhnya, disertai hembusan api ungu kehampaan yang dingin menusuk tulang.
Tetua Huo Li mengangkat tangan.
"Pertarungan... dimulai!"
An Lang seketika bergerak. Tubuhnya lenyap dalam sekejap, hanya menyisakan bayangan angin.
"Jurus pertama, Seribu Pedang Angin!" ribuan bilah angin tak kasat mata muncul di udara, memotong ruang seperti pisau tak terlihat. Suaranya nyaris tak terdengar, tapi setiap bilah membawa kekuatan yang mampu merobek tubuh besi sekalipun. Arena bergetar, debu beterbangan di udara.
Yan Jian tersenyum. Kakinya bergerak ringan. "Langkah Petir Angin!" ucapnya Yan Jian.
Tubuhnya berubah menjadi bayangan petir, melesat di antara celah-celah pedang angin dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata biasa. Setiap langkah meninggalkan jejak kilatan ungu. Dalam sekejap ia sudah berada di belakang An Lang.
"Pedang Pembunuh Naga!"
Pedang karat di tangan Yan Jian terayun keras. Saat bilahnya bergerak, sosok naga hitam raksasa keluar dari pedang itu, mengaum menggelegar. Mulut naga terbuka lebar, energi kegelapan dan kehampaan menyembur keluar, menelan ribuan pedang angin sekaligus!
An Lang tertawa ringan, tak ada ketakutan. "Bagus! Saudara Yan, kecepatan mu semakin luar biasa dari terakhir aku melihatnya ketika kau menghadapi Wang Ziwei." ujar An Lang.
Ia mengepalkan tangan. Angin di sekitarnya berputar membentuk perisai.
"Jubah Angin tak tertembus!"
Badai kecil berputar di tubuhnya, menyerap serangan naga hitam. Ledakan besar terjadi! Gelombang energi membentur langit, arena retak lebih dalam lagi. Penonton di tribun berteriak histeris, sebagian berdiri karena takjub.
Yan Jian tak berhenti. Api ungu kehampaan di tangannya menyala lebih terang.
"Api Dingin Abadi!" Api ungu berbentuk roh naga kehampaan meluncur keluar, membekukan udara di sekitarnya. Suhu arena turun drastis, embun es muncul di lantai. Naga api ungu itu melingkar, mengejar An Lang dengan kecepatan mengerikan.
Kedua mata An Lang berbinar. "Saudara Yan, aku tak akan kalah dalam kecepatan!" lalu ia pun melompat tinggi. "Tornado naga anging!"
Dari tubuhnya, angin membentuk sosok naga angin biru langit yang jauh lebih besar. Naga angin itu mengaum, mengibaskan ekornya, menghancurkan roh naga api ungu dalam satu tabrakan dahsyat. Ledakan kedua terjadi, api ungu dan angin biru bercampur, menciptakan pusaran energi yang menyedot cahaya sekitar.
Seluruh arena berguncang. Tetua Huo Li terpaksa mengangkat tangan membentuk perisai tipis agar penonton tak terkena getaran. Namun dia merasakan bahwa benturan kekuatan itu tak kalah hebatnya dari jurus-jurus tempur yang dikeluarkan oleh Wang Yuxiu sebelumnya.
Yan Jian mundur beberapa langkah, napasnya sedikit memburu. An Lang juga mendarat dengan anggun, jubahnya tak kusut sedikit pun. Mereka saling pandang, senyum masih terukir di wajah masing-masing.
"Senior An... jurus anginmu benar-benar indah," puji Yan Jian tulus sembari mengelap darah di sudut bibirnya.
An Lang mengangguk. "Dan naga hitammu semakin ganas. Mari kita lanjutkan, Saudara Yan, pertarungan ini semakin menarik!"
Getaran energi masih bergema di arena ketika Yan Jian dan An Lang kembali berdiri berhadapan. Debu dan pecahan batu beterbangan. Hanya ada satu hal di pikiran mereka, duel sengit yang penuh hormat.
An Lang mengangkat tangan kanannya. Angin di seluruh arena tiba-tiba berhenti, lalu berputar ke arahnya seperti pusaran raksasa. "Jurus ketiga, Angin Penghancur Bintang!"
Tekanan angin tak terlihat menekan dari segala arah. Ruang di sekitar Yan Jian seolah terlipat, setiap inci udara menjadi pisau tak kasat mata. Bahkan langit di atas arena terasa gelap sejenak. Penonton terdiam, napas mereka tertahan.
Yan Jian tak mundur sedikitpun. Matanya menyala. Tubuhnya mengeluarkan aura es yang ekstrem. "Tubuh Zirah Naga!"
Kulitnya seketika tertutup sisik naga hitam mengkilap, disertai kilatan petir. Ia melangkah maju, setiap langkah meninggalkan jejak es. "Pedang Nol Derajat!"
Pedang di tangannya berubah warna menjadi putih kehijauan yang membekukan segalanya. Tak ada api, tak ada petir, hanya es murni yang tak mengandung elemen lain. Saat ia mengayunkan pedang, suara retak es memecah udara. Sebuah gelombang es raksasa meluncur, membekukan angin penghancur bintang milik An Lang dalam sekejap!
Kedua keterampilan itu, Es dan angin bertabrakan. Ledakan ketiga terjadi, bukan ledakan panas, melainkan ledakan dingin yang membuat seluruh arena tertutup lapisan es tipis. Beberapa penonton di barisan depan merinding, napas mereka berubah menjadi uap putih.
An Lang tertawa keras, suaranya penuh kegembiraan. "Ha haa... luarr biasa! Ini baru pertarungan yang sangat memuaskan." Ia melompat ke udara, tubuhnya berputar. "Angin Nirvana Surgawi!"
Seluruh energi spiritual berelemen angin di tubuhnya meledak. Badai raksasa berbentuk naga angin biru langit yang sempurna pun muncul, sayapnya membentang ribuan meter di langit arena. Naga itu mengaum, membawa kekuatan penghancuran yang mampu merobek ranah Nirvana. Tekanan anginnya membuat lantai arena retak seperti sarang laba-laba.
Yan Jian menggenggam pedang erat. Ia tahu ini jurus pamungkas An Lang. "Langkah Petir Angin."
Tubuhnya berubah menjadi kilatan petir ungu yang tak berwujud. Ia melesat di antara celah-celah badai, menghindari setiap serangan naga angin dengan presisi sempurna. Lonceng Emas muncul di belakangnya, berdering keras setiap kali ia terkena tekanan angin, menyerap sebagian besar kekuatan.
Di puncak kecepatan, Yan Jian muncul tepat di depan kepala naga angin.
"Pedang Pembunuh Naga... gabungan dengan Api Dingin Abadi!"
Pedangnya terayun. Naga hitam keluar, kali ini diselimuti api ungu kehampaan yang membekukan. Dua naga, satu hitam api ungu, satu biru angin, bertabrakan di tengah udara!
Ledakan keempat, terbesar sepanjang pertarungan. Langit arena seolah terbelah. Gelombang energi menyapu seluruh arena, membuat Tetua Huo Li terpaksa mengeluarkan perisai penuh. Penonton berteriak kagum dan takut sekaligus.
Ketika debu dan es beterbangan lenyap, keduanya berdiri saling berhadapan. Napas mereka memburu, pakaian robek di beberapa bagian, tapi senyum mereka masih terukir.
An Lang menurunkan tangan. Aura anginnya perlahan surut. "Saudara Yan... kau menang. Jurus es ekstrim mu memotong aliran anginku dengan sempurna. Aku mengakui kekalahan."
Yan Jian menarik napas dalam, pedangnya kembali ke di simpan di belakang punggungnya, lalu Yan Jian pun berbicara, "Senior An terlalu merendah. Tanpa jurus anginmu yang indah, aku tak akan bisa mengeluarkan potensi penuh. Terima kasih atas duel yang luar biasa ini."
Keduanya saling menumpukkan tangan, memberi hormat dalam-dalam. Arena hening sejenak, lalu meledak dalam sorak-sorai yang memekakkan telinga.
"Yan Jian! Yan Jian!"
"An Lang juga hebat!"
Tetua Huo Li mengumumkan dengan suara gembira dan penuh kepuasan atas penampilan mereka, "Pemenang pertarungan ini... Yan Jian dari Provinsi Chang Yuan!"