NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Nathan yang baru saja duduk di kursinya mendengar suara ketukan didepan ruangannya, Nathan melihat dari cctv jika itu adalah Ana.

" Ya masuk " ucap Nathan

Ana pun langsung masuk, ia langsung menghampiri meja Nathan.

" Kenapa Ana ? " tanya Nathan dengan santai

" Pak Nathan, saya ga terima ya. Saya ga ada ngobrol, ga ada kerjasama tapi bapa ambil kertas ujian saya "

" Tapi tadi kamu bersuara Ana "

" Saya bersuara untuk meminjam Pak Nathan, bukan untuk hal lain. Pokoknya saya ga terima "

" Duduk " perintah Nathan

Akhirnya Ana pun duduk, Nathan mengeluarkan kertas ujian milik Ana dan meletakkan diatas mejanya.

" 15 menit, saya kasih waktu untuk kamu selesaikan "

" Pak Nathan ini masih—"

" Kalau kamu ga mau yasudah, ga masalah buat saya "

" Oke saya mau "

Dengan segera Ana mulai menulis jawaban di lembaran kertas itu, Nathan memperhatikan Ana yang tengah serius mengisi.

" 10 menit lagi Anastasya " ucap Nathan

" Jangan berisik "

" Saya cuma kasih tau Ana "

Ana pun berhasil mengisi semua jawabannya, ia langsung memberikan kertas itu kepada Nathan.

" Kamu mau kemana Na ? " tanya Nathan begitu Ana bangun dari kursinya

" Mau keluar, kan udah selesai Pak "

" Siapa yang izinin ? Duduk "

Ana kembali duduk, ia tak tau apa yang akan Nathan katakan atau lakukan.

" Kamu kenapa Ana ? Kenapa dari tadi pagi kamu sepertinya ada masalah sama saya "

" Engga ada, biasa aja "

" Kamu ga marah karena kejadian kemarin kan Na ? Ya kalau emang kamu marah ya oke saya terima, saya minta maaf karena tidak bisa kontrol diri saya "

" Engga saya ga marah sama Pak Nathan, perasaan Bapa aja kali. Yaudah pak saya mau keluar dulu ya pak, ga enak sama Fitri "

Ana keluar dari ruangan Nathan dengan cepat, ia langsung pergi ke kantin untuk menemui Fitri.

Diruangan Nathan mencoba mengingat apa kesalahan yang sudah ia lakukan, saat ia memejamkan mata ia kembali teringat kejadian kemarin bersama dengan Ana.

Flashback On

Seperti mendapatkan izin dari Ana, Nathan mulai menciumi bibir Ana. Keduanya saling bertukar Saliva, dinginnya kamar Ana kini berganti dengan rasa panas seketika.

Nathan melepaskan ciumannya, ia melepas jaket miliknya dan melemparnya asal ke lantai.

Ciuman Nathan beralih pada leher putih Ana, ia menciumi dengan begitu lembut.

" Nat mmhh " Ana memejamkan matanya, sesekali ia mengangkat tubuhnya merasakan hal yang belum pernah ia rasakan

Bergantian kanan kiri, Nathan memberikan tanda merah disana.

Tangan Ana pun tak diam, ia membuka dua kancing kemeja milik Nathan.

Dengan nafas yang memburu, Ana mengusap pelan dada bidang milik Nathan.

Kembali Nathan menciumi bibir Ana, namun kali ini Ana lah yang berada diatas tubuh Nathan.

Ana mencoba melakukan hal yang sama, ia menciumi leher Nathan memberikan sebuah jejak disana.

Ana tau jika ini sudah di luar batasan, tapi Ana juga tak tau mengapa ia tak bisa mengontrol dirinya.

Begitu pertempuran panas mereka, Ana dan Nathan pun sama sama canggung. Bahkan Ana maupun Nathan merasa malu.

" Maaf Na " ucap Nathan pelan

" Aku juga minta maaf Nat "

" Na, saya janji akan tanggung jawab. Saya ga akan ninggalin kamu, saya sungguh sayang sama kamu Na "

" Iyah Nat aku percaya, tapi Nat.. "

" Tapi kenapa Na ? "

" Ini gimana ? Besok aku harus ke kampus Nat, terus merah gini "

Nathan terkekh melihat wajah panik Ana.

" Tutupi pakai bedak ? " usul Nathan

" Nathan nyebelin"

Nathan hanya tertawa, sedangkan Ana ia mencoba menutupi bekas kemerahan itu

Flashback Off

Nathan rasanya hampir gila, ia benar benar jatuh cinta kepada Ana.

..

Ana kini sudah bersama dengan Fitri dan Reyhan, entah sudah beberapa kali Ana mengumpat kesal terhadap Nathan.

" Tapi kan akhirnya lo bisa ujian lagi Na, yaudah lo sabar aja " ucap Fitri

" Ya iya sih "

Saat tengah asik bercerita, ponsel Fitri mendapatkan panggilan masuk.

" Gue duluan ya, kayaknya Mas Angga udah sampe nih " ucap Fitri

" Mas Angga ga kerja emang Fit ? "

" Cuti, soalnya mau kerumah orangtuanya kan mau puasa Na "

" Oohh, yaudah hati hati Fit "

" Rey, gue titip Ana ya. Byee "

Fitri pun langsung pergi meninggalkan Ana dan Reyhan, kini Ana pun hanya berdua dengan Reyhan.

" Lo ga mau nyusul Fitri Na ? " ucap Reyhan

" Ikut kerumah orangtuanya gitu ? "

" Haha bukan, maksudnya tuh lo nyusul nikah gitu "

" Ya mau lah Rey, tapi kan sekarang gue masih harus melakukan banyak hal. "

Reyhan menatap kearah Ana, sudah lama Reyhan memendam perasaannya kepada Ana.

" Lo bukannya punya pacar Rey ? Siapa tuh lupa gue " ucap Ana

" Engga, gosip doang Na. Gue ga pernah pacaran sama dia "

" Oohh kenapa ga pacaran aja Rey "

" Ya gue ga suka sama dia ngapain gue pacaran Na, sebenernya gue ada suka sama orang udah lama banget Na "

" Yaudah tembak lah, bilang kalau lo suka sama dia "

" Pengennya sih gitu, tapi gue takut Na "

" Takut ? Takut kenapa ? takut di tolak ? "

" Ya salah satunya, takut juga setelah itu dia malah ngejauh dari gue "

" Ya sih, tapi kan bisa berteman Rey "

" Gue belum siap aja Na dia tau "

" Semangat Rey, lo harus buktiin kalau emang lo terbaik buat dia biar dia ga nolak lo "

" Iyah Na, eeh ya lo mau kemana Na ? Atau mau langsung pulang ? "

" Hmm langsung pulang kali ya, bingung juga mau kemana "

" Yaudah ayo gue anter "

Ana mengangguk, mereka pun berjalan menuju tempat Reyhan memarkirkan motornya.

Ana pun pulang dengan diantar oleh Reyhan, walaupun beberapa kali Ana melihat pesan dari Nathan yang bertanya dimana keberadaan dirinya.

Ana bukan marah atau menjaga jarak dari Nathan, hanya saja ia memiliki alasan lain saat ini.

" Pegangan Na, nanti jatuh " kata Reyhan yang menarik tangan Ana

Kedua tangan Ana pun memegang pinggang Reyhan, tak ada percakapan diantara keduanya sepanjang perjalanan.

Reyhan merasa senang bisa sedekat ini dengan Ana, walaupun Ana tak tau jika Reyhan memiliki perasaan kepada Ana.

Motor milik Reyhan berhenti tepat dihalaman rumah Ana, Ana pun turun dari motor Reyhan dan melepaskan helm milik Reyhan.

" Makasih ya Rey " kata Ana sambil tersenyum

" Aman aman sama sama "

" Yaudah gue masuk dulu ya, lo hati hati pulang jangan ngebut"

" Iyah, yaudah gue cabut dulu Na. "

Motor Reyhan pun pergi dari rumah Ana, tak lama Ana melihat sebuah mobil yang kini berhenti tepat dihalaman rumah Ana.

Nathan turun dari mobilnya, ia menghampiri Ana yang masih berdiri disana.

" Jadi ini Na alasan kamu ga balas pesan saya ? "

" Saya belum buka hp pak "

" Atau dugaan saya benar kalau emang kamu suka sama Reyhan ? "

" Engga Pak, saya cuma teman sama Reyhan "

Nathan tersenyum kecil, ia menganggukkan kepalanya.

" Teman apa yang ngerjain tugas temannya? Teman mana yang meluk pinggang Na ? "

" Kalau memang bukan saya yang kamu pilih, kenapa kamu kasih saya harapan Na ? "

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!