NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Kirana, putri seorang menteri yang sedang naik daun, datang ke pedalaman demi meningkatkan citra politik ayahnya. Bersama reporter Carmen dan kameramen Dion, dia membuat konten kemanusiaan mengajar anak-anak desa dan memberi bantuan bersama prajurit TNI.
Kapten Damar ditugaskan mengawal kunjungan itu. sanf kapten menganggap Kirana hanyalah bagian dari panggung politik yang penuh pencitraan.
Semua berjalan lancar, hingga segerombolan pemberontak bersenjata menyerbu desa. Dalam kekacauan dan tembakan yang membabi buta, Damar harus membawa Kirana menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Terpisah dari rombongan dan jauh dari sorotan kamera, Kirana untuk pertama kalinya menghadapi dunia tanpa privilese. Di tengah bahaya dan perjuangan bertahan hidup, tumbuh perasaan yang tak seharusnya ada antara seorang perwira yang terikat sumpah dan putri pejabat yang mulai melihat arti ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelisah

Kejadian semalam masih membekas di benak Kirana cara Damar pergi nada suaranya yang seperti menyembunyikan sesuatu. Dan kalimat singkat itu.

“Jangan tunggu aku!”

Kirana menatap ponsel yang tergeletak di samping tempat tidurnya tidak ada pesan dan tidak ada panggilan telpon.

Hening. Kirana menarik napas panjang, lalu tersenyum tipis memaksa dirinya tenang.

“Mungkin Damar lagi sibuk,” gumamnya pelan, dia bangkit meraih handuk lalu berjalan ke kamar mandi.

“Jangan overthinking, Kirana,” katanya pada diri sendiri di depan cermin. “Kamu juga punya kehidupan.”

Beberapa jam berlalu kelas selesai sore mulai turun namun masih belum ada kabar dari Damar Kirana kembali melirik ponselnya untuk kesekian kali.

Masih kosong perasaan gelisah mulai merayap. Akhirnya Kirana menekan nama itu.

Calling…

Beberapa detik berlalu

Call declined.

Kirana mengernyit. “Kok, ditolak?” bisiknya pelan dia menatap layar ponselnya, seolah berharap itu hanya kesalahan namun tidak, dia menarik napas mulai mengetik.

'Damar, aku ke apartemen kamu ya'

'Aku masak buat makan malam.' Pesan terkirim.

Beberapa detik terasa lama lalu Damar membalas.

'Kirana,'

'Jangan ke apartemen aku sibuk'

Kirana menggigit bibirnya ada sesuatu yang aneh, namun dia mencoba tetap tenang dia mengetik lagi.

'Terus kamu makan gimana?' Kirana mengirim pesan lagi.

Balasan datang lebih cepat kali ini.

'Aku makan di luar.'

Kali ini hatinya benar-benar merasa tak enak Kirana menatap layar ponsel cukup lama seolah mencoba membaca sesuatu di balik kata-kata singkat itu.

Kirana mengetik lagi, lalu menghapus mengetik lagi menghapus lagi.

Hingga akhirnya satu pesan terkirim

Damar kamu kenapa sih?

Beberapa menit berlalu berlalu sunyi akhirnya Kirana mengetik satu pesan terakhir.

'Damar, jangan sampai sakit jaga diri,"

'Oke.' Balas Damar singkat hanya satu kata

Dan justru itu yang membuat hati Kirana semakin berat. Sore itu Kirana memutuskan keluar dia butuh udara segar untuk mengalihkan pikirannya dia masuk ke coffee shop yang biasa dia datangi.

Memesan minuman dan duduk sambil membuka laptopnya namun pikirannya tetap tertuju pada Damar.

“Kenapa sih…” gumamnya pelan Kurana mengaduk minumannya tanpa benar-benar meminumnya.

“Tadi malam masih baik-baik saja,” Gumam Kirana lemah“Pagi ini berubah,”

Dia bengong lagi tak benar-benar menatap laptopnya.

“Hallo, Kirana.” Suara itu membuatnya Kirana tersadar dari lamunannya Kirana menoleh Arif berdiri di samping mejanya.

Kirana langsung tersenyum sopan.

“Hi, Arif.” Arif duduk tanpa banyak basa-basi Arif melihat sekeliling.

“Damar mana?” tanya Arif masih mencari sosok Damar.

Kirana mengernyit “Damar? Lagi sibuk, kayaknya.”

Arif terlihat Kirana sedikit bingung. “Loh, bukannya tadi siang kalian pergi bareng?”

Kirana langsung diam wajahnya berubah, “Bareng?” ulangnya pelan. Arif menyadari sesuatu namun sudah terlambat.

“Aku, seharian belum ketemu Damar,” kata Kirana perlahan, matanya mulai tajam memperhatikan Arif.

Suasana berubah Arif tampak salah tingkah.

“Ooh… mungkin aku salah lihat,” katanya cepat sambil tersenyum canggung.

Kirana tidak langsung menjawab dia menatap Arif seolah mencoba membaca ekspresi di wajahnya.

“Di mana kamu lihat dia?” tanya Kirana pelan.

Arif terdiam sejenak. “Eh, di sekitar kampus mungkin aku keliru,” jawabnya cepat.

Kirana masih menatapnya Arif berdiri tiba-tiba.

“Oke,Kirana, aku permisi dulu ya,” katanya buru-buru. “Sudah ditunggu teman.”

Kirana mengangguk pelan."Iya…”

Arif tersenyum tipis lalu pergi tergesa gesa.

Kirana kembali sendirian namun sekarang perasaannya jauh lebih buruk dari sebelumnya. Kirana menatap ponselnya.

Nama Damar masih ada di layar jari-jarinya gemetar sedikit.

“Kalau dia nggak sama aku," Kirana menjeda kalimatnya “Lalu dia sama siapa?”

Napasnya terasa berat pikirannya mulai dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk.

1
sitanggang
mcnya ternyata goblok🤦🤦
Rosie: Baca J.R.R Tolkien aja cocok buat anda jangan novel online.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!