Saking kayanya, keluarga Suhartanto merasa jenuh dengan kehidupan mereka yang bergelimpangan harta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke desa, mencari suasana baru tanpa fasilitas mewah apa pun.
Akankah mereka mampu bertahan hidup di desa yang semuanya serba terbatas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 PGS
Ida yang melihat Tama masuk ke dalam rumah Wita segera menghubungi Rossa. Rossa sangat geram, dia pun menemui kakaknya yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya. "Kak, ada warga yang menghubungi aku katanya Papa masuk ke rumah wanita itu," seru Rossa.
"Apa!"
"Ayo kak, kita gerebek," kesal Rossa.
"Mama bagaimana? apa dia sudah tahu?" tanya Ariel khawatir.
"Tidak."
"Jangan kasih tahu Mama, ayo kita ke sana," seru Ariel.
Ida segera menghubungi RT dan RW, untuk menggerebek rumah Wita. Tidak membutuhkan waktu lama, warga berbondong-bondong mendatangi rumah Wita. Yosep yang dari kejauhan melihat rombongan warga langsung masuk dan berteriak.
"Juragan, banyak warga datang ke sini!" teriak Yosep dari ruang tamu.
Tama panik, dia segera memakai bajunya kembali lalu membuka penutup mulut Wita. Wita meringkuk menangis dengan tubuh yang gemetar saking takutnya. "Yosep, kamu harus keluar lewat pintu belakang saya akan bersandiwara supaya saya tidak kena amuk masa," perintah Juragan Tama.
"Baik, Juragan." Yosep bergegas pergi lewat pintu belakang.
Teriakan-teriakan warga mulai terdengar, Tama semakin panik. Bahkan Rossa dan Ariel sudah tiba, sedangkan Fuja dan Bundanya segera keluar kala mendengar keributan. "Ada apa ini Bu?" tanya Fuja.
"Ini Neng, kita sedang menggerebek rumah Bu Wita karena memasukan Juragan Tama ke rumahnya," sahut Bu Ida.
"Astaga."
Rossa dan Ariel masuk dengan paksa. "Papa, apa yang Papa lakukan di rumah ini?" bentak Ariel penuh emosi.
"Maafkan Papa Nak, Jeng Wita yang sudah memaksa Papa dan menggoda Papa," sahut Juragan Tama berdusta.
Wita yang saat itu sedang lemah karena sakit ditambah mengalami ketakutan yang luar biasa membuat dia tidak bisa berbicara sama sekali. RT dan RW ikut masuk dan mulai mengintrogasi Tama. "Ini apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Pak RW.
"Begini Pak, tadi Jeng Wita itu minta tolong kepada saya katanya dia ingin meminjam uang untuk berobat lalu saya datang ke sini karena memang saya punya tanggung jawab soalnya suami dan anaknya bekerja di perkebunan saya. Pada saat saya ke sini, ternyata tidak ada siapa-siapa saya pikir anak-anaknya ada. Lalu saya diminta untuk masuk ke dalam kamar, tapi ternyata Jeng Wita sudah menggunakan daster dan menggoda saya dengan pakaian seksinya. Saya menolak tapi dia terus memaksa saya dan dia juga bilang kalau dia ingin menikah dengan saya gak apa-apa jadi istri kedua juga," dusta Juragan Tama.
Rossa semakin emosi begitu juga dengan Ariel. Rossa masuk ke dalam kamar Wita, lalu menjambak rambut Wita membuat Wita meringis kesakitan. Rossa menyeret tubuh Wita ke luar rumah dan menghempaskannya di halaman rumah.
Wita tidak bisa melawan, dia tidak punya tenaga untuk melawan. Warga yang emosi mulai melempari Wita dengan tomat dan telur. Fuja mendekat dan ikut menjambak rambut Wita.
"Wanita tua tidak tahu malu, sudah tua bukanya memperbanyak amal malah menggoda suami orang!" bentak Fuja dengan penuh emosi.
Ariel menatap Papanya. "Sumpah Riel, Papa tidak melakukan apa-apa, Papa digoda sama dia. Kamu juga 'kan tahu bagaimana rasa cinta Papa kepada Mamamu? Papa tidak mungkin mengkhianati Mamamu," ucap Juragan Tama dengan wajah yang meyakinkan.
Fuja, Rossa, dan Ibu-ibu yang lainnya terus saja menyiksa Wita bahkan penampilan Wita saat ini sudah tidak karuan. Nining baru saja melihat kejadian itu, dia berlari untuk meminta bantuan kepada Badru. Tapi belum sempat dia sampai di kebun Badru, Syarif dan Sherina terlihat sudah pulang menggunakan motor Badru.
"Badru, Badru!" teriak Nining.
"Ada apa, Ning?"
"Badru cepat ke rumah Sherina, bantuan mereka!" teriak Nining.
Baru saja Badru ingin bertanya lagi, Nining sudah berlari meninggalkan Badru. "Sepertinya ada yang tidak beres," gumam Badru.
Dia bergegas berlari menyusul Nining. Syarif dan Sherina kaget melihat rumahnya sudah banyak orang. "Ada apa ini?" tanya Syarif.
"Nah itu mereka anak-anaknya!" seru Bu Ida.
Syarif dan Sherina membelalakkan matanya saat melihat Wita sudah babak belur, bahkan Rossa dan Fuja masih menjambak dan menendang Wita. "Mommy!" teriak Sherina.
Syarif berlari dan langsung mendorong tubuh Rossa dan Fuja dengan sangat kencang membuat kedua wanita itu terluka. Ariel berlari dan memukul Syarif karena sudah melukai adik dan juga Fuja. Sedangkan Sherina memeluk Mommynya dengan deraian air matanya.
"Hentikan jangan pukuli Mommy aku!" teriak Sherina.
Warga yang memukuli Wita akhirnya harus kena kepada Sherina karena Sherina memeluk Mommynya yang sudah lemas dan mungkin sudah pingsan. "Pegang orang ini!" perintah Ariel.
Para anak buah Tama memegangi tubuh Syarif. "Kalian memang tidak tahu malu, seharusnya kalian kasih tahu Mama kalian jangan menggoda suami orang. Apa kalian ingin menghancurkan keluarga aku? sampai kapan pun aku tidak sudi harus berbagi Papa dengan kalian!" bentak Ariel sembari terus memukuli Syarif.
"Hentikan Ariel, kalian semua brengsek. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, ingat itu!" teriak Sherina dengan deraian air mata.
Tiba-tiba Fuja mengambil batu dan melemparnya ke arah Sherina. Batu itu mengenai kepala Sherina membuat kepalanya berdarah dan Sherina jatuh pingsan. Melihat Kakak dan Mommynya pingsan, amarah Syarif semakin meningkat.
Syarif menghempaskan tangan para anak buah Tama dan menyiksa mereka satu persatu termasuk Ariel. Syarif bagaikan orang yang kesetanan, tenaganya sama sekali tidak bisa dicegah. "Brengsek kalian semua, lihat saja gua bakalan membuat kalian masuk penjara semua. Meskipun kalian bertekuk lutut di hadapan gua dan keluarga gua, tidak akan gua maafkan kalian!" teriak Syarif penuh emosi.
Para warga mundur satu langkah melihat Syarif seperti kesetanan. "Kamu mengancam kami? mana bisa?" ledek Rossa.
"Orang miskin seperti kalian, tidak akan bisa mengancam kami justru kami yang akan melaporkan kalian karena kalian sudah membuat gaduh di kampung ini!" bentak Ariel.
"Juragan Tama, lihat saja Lu orang pertama yang akan gua jebloskan ke dalam penjara dan kalian semua yang sudah menyiksa Mommy gua, bakalan gua buat miskin dan kalian akan memohon bertekuk lutut di hadapan keluarga gua, camkan kata-kata gua!" geram Syarif.
Tama tertawa terbahak-bahak bahkan semua warga ikut tertawa juga. Syarif mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan secepat kilat. Tapi tanpa diduga-duga, sebuah mobil mewah berhenti di hadapan rumah mereka membuat semua orang melihat ke arah mobil itu.
Tri keluar dari dalam mobil, tatapannya langsung ke arah istri dan anak-anaknya yang saat ini sudah babak belur. Semua orang membelalakkan matanya melihat penampilan Tri yang seratus kali lipat berubah. Tri mengepalkan kedua tangannya, darah dia langsung naik ke ubun-ubun melihat pemandangan mengerikan di hadapannya.
"Daddy," gumam Syarif.
kalian harus perlihatkan siapa kalian biar tama dan yg lainnya kicep, kesel sumpah