NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Gara-gara Melodi

Melodi lantas menyilangkan kedua tangannya di dada. Netranya menatap Dahlia dengan pandangan sinis. "Saya memang mendoakan supaya orang yang berbuat zalim pada saya, berbalik kepada dirinya sendiri," ucapnya dengan nada datar, tetapi menusuk.

"Apa perlu saya beberkan satu persatu, bagaimana kamu menuduh dan memfitnah saya dengan begitu kejam?" Tatapan matanya begitu dingin, penuh dengan amarah.

"Kamu itu seorang bidan desa sekaligus anak dari orang nomor satu di desa ini yang sangat dihormati oleh warga. Seharusnya bisa menjaga etika, tapi mana?" lanjutnya sarkas, suaranya sedikit meninggi, seolah memendam kekesalan.

"Entah apa kesalahan saya sama kamu, sampai-sampai kamu begitu membenci saya sedemikian rupa. Kita ini teman dari kecil, tapi rupanya sifat iri dan dengki membutakan mata hatimu!" pungkasnya penuh penekanan dengan rasa kecewa mendalam.

Puas sudah rasanya Melodi melampiaskan kekesalannya selama ini. Ia bahkan tak lagi berkata sopan pada Dahlia dengan menyebut kata 'kamu' bukan lagi 'anda'. Namun, ia tak peduli.

Dahlia seolah mati kutu, tak bisa menyela perkataan Melodi. Meskipun dalam hati geram bukan main. Tangannya mengepal erat-erat menahan gejolak emosi jiwa. Namun, ia berusaha memposisikan dirinya sebagai korban, berharap agar Davin bersimpati padanya.

Akan tetapi, Davin justru hanya diam menyaksikan tanpa berniat melerai. Kedua tangannya menutup kedua telinga Alvian agar tak mendengar kemarahan kakaknya. Dia bahkan diam-diam merekam momen tersebut, untuk dokumentasi jika suatu saat dibutuhkan.

Kemudian Melodi berniat naik ke atas, Davin buru-buru mengulurkan tangannya membantu Melodi.

"Kita pulang sekarang! Nggak ada gunanya menolong orang yang nggak mau ditolong. Jangan sampai niat baik kita malah berakhir sia-sia," ucapnya tegas, lalu menuntun sepedanya meninggalkan tempat itu.

Davin segera mengikuti Melodi, sementara Dahlia seolah baru tersadar, lalu berteriak, "Dokter Davin, tolong saya. Badan saya sakit, gimana saya bisa pulang?"

Sayangnya, Davin seolah tak peduli, menoleh pun tidak, hanya mengangkat tangannya melambai. Pemuda itu terus melangkah mendorong kursi roda Alvian agar sejajar dengan Melodi.

Dahlia menatap kepergian Davin bersama Melodi dengan amarah menyala di matanya. "Semua ini gara-gara gadis miskin itu. Dulu dia merebut perhatian Herman dariku dan sekarang dokter kota itu!"

"Dasar cewek gatal, sok kecakepan! Pasti dia hanya memanfaatkan adiknya yang cacat itu untuk mendapatkan perhatian Dokter Davin. Licik sekali!" kecamnya penuh kebencian.

"Aahhh...aku nggak boleh kalah dari dia!" Ia berteriak, dadanya naik turun karena emosi.

"Harusnya aku, hanya aku yang pantas mendapatkan semua perhatiannya!" tambahnya tak terima dan putus asa.

Lelah mengoceh sendiri, Dahlia berdiri dan berusaha naik ke jalan dengan sisa-sisa tenaganya. Badannya terasa lemas, seakan tulang-tulangnya patah semua, sehingga tak kuat menopang beban tubuhnya. Ia pun kembali terjatuh ndelosor di tepi jalan. Dan dendamnya pada Melodi semakin menjadi-jadi.

.

Di sini lain, keheningan tampak menyelimuti udara di jalanan yang dilalui Melodi, Davin, dan Alvian. Ketiganya berjalan menyusuri jalan dengan saling diam membisu tak ada yang berinisiatif membuka suara. Langit jingga di ufuk barat membuat langkah mereka tampak tergesa. Hingga tiba-tiba Alvian menyeletuk memecah keheningan.

"Kak Davin, jadi nggak kita makan bakso?" tanyanya, netra kecilnya menatap Davin seolah menagih janji pemuda itu.

"Jadi, dong," jawab Davin antusias. "Mau sekarang atau nanti saja?" lanjutnya bertanya.

"Belinya dibungkus saja, makan di rumah. Ini sudah pengin maghrib." Melodi angkat bicara.

Davin langsung tersenyum lebar. "Hahhh... baguslah, dengan begitu ada alasan buat aku ke rumahnya lagi," batinnya suka cita.

"Ya, sudah. Nanti malam habis isya' Kak Davin ke rumah kalian bawa bakso spesial."

"Eh... Kenapa nggak beli sekarang aja?" Melodi memprotes.

"Kalau beli sekarang, terus dimakannya nanti, udah dingin kurang nampol. Makanan berkuah enaknya dimakan selagi panas." Davin beralasan.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Melodi. Kemudian Davin pamit pulang. "Kakak pulang dulu, ya. Nanti setelah isya' kakak janji bawa pesanan Vian."

Alvian mengangguk. "Iya, Kak. Kakak hati-hati ya, di jalan."

"Siap, Jagoan!" Davin memberi hormat ala militer.

"Mbak Mel, saya pulang dulu," serunya pada Melodi yang berada di dapur.

"Iya, terima kasih. Pak Dokter." Melodi hanya berseru dari dapur.

Davin langsung pulang, meski sebenarnya dia berharap Melodi mengantarnya sampai ke pintu. Seperti pasangan suami istri atau minimal kekasih lah. Eh, emang statusnya sama Melodi apa? Kekasih bukan...belum maksudnya, apalagi suami istri.

Dia menghela napas sesaat, ketika menaiki sepedanya. "Apa aku yang terlalu berharap, ya?"

.

Malam harinya, selesai sholat isya' di masjid, Davin mampir ke warung bakso. Kedatangannya langsung mencuri perhatian gadis-gadis remaja yang kebetulan sedang makan atau nongkrong di sana.

"Ssttt... Ada cowok tamvan, tuh," bisik salah satu dari keempat gadis tersebut ke temannya.

"Coba kalau dia jadi cowok aku, pasti aku bakalan jadi cewek paling bahagia sejagat raya," sahutnya sambil tersenyum-senyum sendiri.

"Pak, mie ayam bakso dua, baksonya satu. Di bungkus, ya," pesannya pada si bapak penjual bakso.

"Siap, Pak Dokter. Silakan ditunggu, ya," jawab pak tersebut.

Davin mengambil tempat duduk, lalu duduk di sana sambil bermain ponsel. Samar-samar dia masih mendengar perbincangan gadis-gadis itu.

"Hehhh... Jangan pada berkhayal kalian!" kata salah seorang dari mereka dengan suara pelan.

"Sepertinya Pak Dokter itu suka sama Kak Melodi, deh. Beberapa kali aku melihat dia datang ke sana, main sama Alvian."

"Iiih... Tapi bukan berarti pacaran sama Kak Mel, kan? Duh, sayang sekali."

"Kan, bisa jadi. Itu trik cowok, tahu! Awalnya dia deketin adiknya buat meluluhkan hati kakaknya. Macam kakak ipar aku dulu juga gitu."

Davin hanya tersenyum mendengar perbincangan ala gadis-gadis remaja itu. Walaupun ada ucapan yang mengena di hatinya, tetapi dia tak peduli.

"Ini pesanannya, Pak Dokter." Si bapak penjual bakso menyerahkan pesanan Davin.

"Kembaliannya, buat Bapak, saja." Davin menyerahkan satu lembar uang merah kepada si bapak.

"Terima kasih, Pak Dokter," ucapnya seraya membungkukkan sedikit badannya.

Keempat gadis remaja itu menatapnya dengan rasa penasaran, sedangkan Davin langsung pergi setelah mendapatkan pesanannya.

.

Di rumah Dahlia, gadis itu merasa seluruh badannya seperti habis dipukuli. Ia pun memanggil tukang urut ke rumahnya. Lalu bagaimana ia bisa pulang? Kebetulan saat itu ada seorang warga yang lewat dan dengan terpaksa ia meminta tolong untuk diantarkan pulang.

"Aaah...sakit...!" teriak Dahlia dengan keras. "Nggak bisa pelan-pelan dikit apa ngurutnya, Mbah!" ucapnya sambil meringis kesakitan.

"Ini juga sudah pelan atuh, Neng," sahut si mbah tukang urut.

"Bagaimana ceritanya kamu sampai bisa nyungsep ke parit itu sih, Lia?" tanya Bu Risma datang menghampiri ke kamar Dahlia. Pasalnya pas Dahlia pulang, ia dan suami tidak ada di rumah.

"Jalan segitu lebarnya, kok, ya, bisa-bisanya nyungseng. Kamu ini ada-ada saja, lagi mikirin apa kali!" imbuhnya berkelakar.

"Semua ini, gara-gara si Melodi si*lan itu, tahu nggak! Dia yang sudah bikin Lia kayak gini," sahutnya penuh amarah membara seraya menatap ibunya.

"Lia nggak terima, Bu! Pokoknya Ibu dan Bapak harus berbuat sesuatu untuk membalaskan sakit hati Lia." Matanya berkaca-kaca mengeluarkan airmata buaya seolah meminta dukungan.

1
Nar Sih
dsr bidan stres msih aja nuduh fitnah melody
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
da .. da .. da.. dah lah kamu ratu drama dasar badut desa ..
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dew666
🌻🌻🌻🌻
vj'z tri
bukan dia bukan dia tapi akuuuuuuuu .... /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Siti Muntamah
dasar Dahlia tukang fitnah makanya jadi orang jangan kyk demit jadi kena karma sendiri deh lanjut bunda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: besok😂
total 1 replies
Esther
Dia jatuh sendiri, ngapain Melodi yang disalahin. Untung tadi Davin sudah merekam kejadian itu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Dahlia apa deh. Jatuh, jatuh sendiri, malah nyalahin orang lain😤😤
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum begitulah
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
baguuss
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, bintang 5 nya 🫶🫰
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
dasar si dahlia😡
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Tiara Bella
ihhhh amit² deh Dahlia....maling teriak maling dia jatoh sndiri malah nyalahin melodi....untung direkam sm davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm, buat jaga jaga🤭
total 1 replies
Nar Sih
gak usah ditolong mel si bidan stres itu di tolong juga mau berharap dr davin yg nolong mungkin🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm😂
total 1 replies
Tiara Bella
Dahlia kena karma krna dl nabrak melodi sampe msk parit skrng ditolong melodi malah begitu...hrsnya gk ush ditolong Mel.....biar kapok
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
dasar bidan gila ... dah lah Mel biarin ajah Davin juga gak bakalan mau nolong dia dari parit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🔥😂🔥😂🔥😂🔥😂
total 1 replies
vj'z tri
gak jatoh ko cuma lagi berenang di lumpur /Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😱😱😱😱
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
aku yang nyumpahin kamu nyungsep Dahlia🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: astagaaa🤭🤭🤭
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Rasain🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
gak usah ditolong Mel, dorong lagi biar tetap di dalam parit terus motornya dikembalikan ke posisi semula. tinggalin Dahlia, ditolong koq malah marah
ora
🙄😒😒
ora
Dih, kan. Memang nggak pantes ditolong nih orang😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!