NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Jejak Masa Lalu

Pagi itu, kabut tipis masih menggantung di desa kecil di pinggir hutan. Udara dingin menusuk kulit, tetapi bagi Alana, rasa penasaran lebih kuat daripada rasa dingin. Kalung berlian hijau yang menggantung di lehernya berkilau samar di bawah sinar matahari yang menembus kabut. Setiap kali ia menyentuhnya, ada sensasi aneh yang seperti berbisik ke dalam hatinya, seolah memanggil sesuatu yang ia sendiri tidak mengerti.

“Alana, cepatlah sarapan dulu,” suara bibinya terdengar dari dapur, lembut namun tegas. Bibinya selalu khawatir pada gadis itu. Tidak hanya karena kejadian masa kecil Alana yang tragis, tetapi juga karena ada hal-hal dalam diri Alana yang aneh dan sulit dijelaskan.

Alana menunduk sebentar, menyesap teh hangat yang telah disiapkan bibinya, namun pikirannya melayang. Ia teringat tentang percakapan pagi kemarin dengan kakeknya. Kata-kata itu terus terngiang, tentang catatan keluarga, tentang vampir, dan tentang ratu vampir yang memiliki darah suci.

Ia tidak bisa berhenti bertanya-tanya. Mengapa kalung itu muncul di kamarnya? Mengapa setiap kali ia menyentuhnya, ada getaran aneh yang terasa di seluruh tubuhnya? Dan mengapa kakeknya menatap kalung itu dengan wajah serius, seolah melihat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata?

Bibinya meletakkan piring di hadapannya dan duduk di seberang meja. “Alana, aku tahu kau penasaran tentang kalung itu… tapi kau harus sabar. Kakekmu… dia yang paling tahu.”

Alana menatap bibinya. “Bibi, aku merasa kalung ini… berbeda. Ada sesuatu yang menyuruhku untuk menemukannya, untuk memahaminya. Aku rasa ini bukan kalung biasa.”

Bibinya menunduk sebentar. “Aku juga merasakannya, nak. Aku khawatir, tapi aku tidak bisa memberitahumu semuanya sekarang. Ini lebih besar dari yang bisa kau pahami saat ini.”

Saat itu, pintu rumah terbuka. Kakek Alana berdiri di ambang pintu, wajahnya serius, matanya yang tajam menatap Alana. “Kau sudah sarapan?” tanyanya, tetapi bukan pertanyaan biasa. Nada suaranya penuh maksud.

Alana menatap kakeknya, lalu memperlihatkan kalung itu. “Kakek… apakah kalung ini penting?”

Kakek menelan ludah, tangannya gemetar sedikit ketika meraih kalung itu. Ia memeriksa berlian hijau dengan hati-hati, matanya menatapnya seakan menembus sesuatu yang tersembunyi. “Kalung ini… sudah ada sejak lama. Teramat lama. Aku hanya pernah melihatnya satu kali, seribu tahun yang lalu… atau setidaknya begitulah yang tertulis di catatan leluhur kita.”

Alana menatap kakeknya bingung. “Seribu tahun yang lalu? Maksud kakek…”

Kakek menatap mata cucunya dalam-dalam. “Nak, ada hal-hal dalam keluarga kita yang tidak kau ketahui. Keturunan kita bukan hanya pemburu biasa. Leluhurmu pernah menuliskan kisah tentang seorang ratu vampir dan seorang raja vampir. Ratu itu memiliki darah suci… dan kalung ini adalah miliknya.”

Alana terkejut. “Ratu vampir? Maksud Kakek… apa hubungannya denganku?”

Kakek menarik napas panjang, menundukkan kepalanya. “Aku tidak bisa memberitahumu semuanya sekarang. Tapi yang pasti, ada sesuatu dalam dirimu, sesuatu yang penting… sesuatu yang mungkin akan mengubah seluruh hidupmu.”

Paman Alana, yang duduk di dekat jendela, menyela. “Ayah, maksudmu… Alana terhubung dengan vampir?”

Kakek mengangguk perlahan. “Sepertinya begitu. Tapi ingat, nak, tidak semua yang kau ketahui harus dibagikan sekarang. Dunia ini penuh bahaya, dan beberapa makhluk… mereka akan memburu siapa pun yang memiliki hubungan dengan vampir kuno itu.”

Alana merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. “Kalung ini… apakah itu berarti aku…” Ia berhenti sejenak, mencoba meredakan rasa takut yang muncul. “Apakah aku… penting bagi mereka?”

Kakek menatapnya dengan tegas. “Kau bukan hanya penting. Kau memiliki sesuatu yang mereka cari, meskipun kau tidak mengetahuinya. Dan itulah mengapa kita harus berhati-hati. Kita harus melindungimu, Alana. Aku akan menunjukkan catatan keluarga kita, dan kau akan belajar tentang siapa dirimu sebenarnya… perlahan.”

Alana menatap kakeknya dengan mata besar. Ada perasaan campur aduk antara takut dan penasaran. “Aku… ingin tahu, Kakek. Aku ingin mengerti semuanya.”

Kakek tersenyum tipis, meskipun wajahnya masih serius. “Baiklah. Tapi kau harus ingat, nak… ini bukan cerita biasa. Ini tentang dunia yang tersembunyi, tentang makhluk yang lebih tua dari manusia. Dan tentang perang yang pernah terjadi jauh sebelum kau lahir.”

Bibinya meletakkan tangan di pundak Alana. “Jangan takut, nak. Kau tidak sendiri. Kami akan menjagamu.”

Alana mengangguk perlahan, merasakan kehangatan dari bibinya. Namun di dalam hatinya, ia tetap merasa ada sesuatu yang menunggu. Sesuatu dari masa lalu yang lambat laun akan memanggilnya kembali.

Kakek kemudian mengajak mereka ke dalam rumah. Di ruang tengah, sebuah peti kayu tua terbuka. Dari dalamnya, ia mengeluarkan buku catatan yang usianya hampir seribu tahun. Halaman-halaman buku itu dipenuhi tulisan tangan yang rapi, namun hampir semua kata-kata ditulis dengan bahasa kuno.

“Ini catatan keluarga kita,” kata kakek. “Di sini tertulis semua tentang leluhur kita, perburuan vampir, dan beberapa pertemuan dengan makhluk-makhluk yang tidak seharusnya ada. Namun ada satu bagian… yang sangat jarang aku baca, tentang raja dan ratu vampir yang pernah dilihat oleh salah satu leluhur kita.”

Alana menatap halaman-halaman tua itu dengan hati-hati. Sebuah ilustrasi samar terlihat di salah satu halaman, menggambarkan seorang raja dengan mata merah tajam, dan seorang wanita dengan rambut hitam panjang, memegang sebuah kalung yang berkilau.

Matanya melebar. “Kakek… itu… apakah itu mereka?”

Kakek mengangguk pelan. “Ya… tapi kau harus mengerti, nak. Ini hanya catatan. Tidak semua yang tertulis di sini bisa dipercaya sepenuhnya, tapi sebagian besar benar. Dan yang paling penting… kalung itu sekarang berada padamu.”

Alana memegang kalungnya dengan lembut, merasakan getaran yang sama seperti kemarin. “Kalung ini… memanggilku, sepertinya.”

Kakek menarik napas panjang. “Itulah yang aku takutkan. Kau memiliki sesuatu yang mereka cari. Dan jika kau tidak hati-hati… kau bisa menjadi target.”

Paman Alana menatap cucunya serius. “Kau harus mengerti satu hal, Alana. Dunia yang kau kenal selama ini hanyalah sebagian kecil dari kenyataan. Ada makhluk yang lebih tua dari kita, dan mereka memiliki rencana sendiri. Kau… kau bagian dari itu.”

Alana menunduk, mencoba mencerna semua yang baru ia ketahui. Kalung itu, buku catatan, bahkan kata-kata kakeknya… semuanya seolah membuka pintu menuju dunia yang selama ini tersembunyi dari pandangan manusia.

Namun meskipun ada ketakutan, ada satu hal yang tidak bisa ia sangkal. Ada perasaan kuat yang menyelimuti dirinya. Perasaan bahwa sesuatu… atau seseorang… sedang menunggu di luar sana. Sesuatu yang telah lama menunggunya, bahkan sebelum ia dilahirkan kembali.

Dan tanpa ia sadari, kalung berlian hijau itu tidak hanya menjadi perhiasan biasa. Itu adalah kunci dari takdirnya, kunci yang menghubungkan Alana dengan masa lalu, dengan ratu vampir yang pernah berdiri di samping seorang raja, dan dengan pertempuran yang telah terjadi seribu tahun lalu.

Bibinya menatap Alana dengan lembut. “Nak, ingatlah… apa pun yang terjadi, jangan pernah melepas kalung itu. Itu bagian dari siapa dirimu, meskipun kau belum sepenuhnya memahaminya.”

Alana mengangguk, merasakan berat tanggung jawab yang baru saja dikenakan padanya. Namun di dalam hatinya, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan. Sebuah perasaan bahwa suatu hari nanti, ia akan menemukan jawabannya sendiri.

Sementara itu, di hutan gelap tidak jauh dari desa, bayangan-bayangan bergerak perlahan. Beberapa sosok diam-diam mengawasi rumah kakek, mengamati gadis dengan kalung hijau yang kini menjadi pusat perhatian takdir yang lebih besar.

Dan seribu tahun setelah kematian Ratu Elena, dunia mulai bergeser kembali. Jejak masa lalu mulai menyingkap misterinya, dan takdir yang lama tertidur kini perlahan terbangun.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!