Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA
Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH
Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.
Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.
"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Selamanya bersamamu. Itulah janjiku padamu."
Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Bhima mengirim pesan pada Mara.
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Aku Masih Ingin bertahan dengan Xeline
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhims : Aku ingin bertahan sampai besok aku nggak ada
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : I am so tired
Bhima : please
Bhima : Bu, aku menangis saat ini
Bhima : Tolong Bu
Bhima : Please
Bhima : Aku mau bertahan
Bhima : Ibu jangan salah paham
Bhima : Aku ingin terus bersamanya please Bu
Bhima mengirim emoticon menangis dan melakukan panggilan sebanyak tiga kali pada Mara.
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Aku nggak bakal meninggalkan Xeline
Bhima : Aku hanya lepas tangan untuk masalah Gama
Bhima : Padahal aku nggak ingin putus sama Xeline
Bhima : Xeline adalah cinta pertama dan terakhirku
Bhima : Ibu perlu bukti apa lagi kalau aku nggak ingin putus dari Xeline?
Bhima : Aku sudah pernah janji sama ibu. Aku nggak akan melepaskan Xeline
Bhima : Janji tetap janji ya Bu
Di sisi lain, Mara melihat ke arah jam dinding. Jarum jam telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Mara melihat spam chat Bhima dan membalasnya.
Sudah cepat tidur. Sudah malam
Bhima membalas pesan Mara. Ia tahu pasti perempuan itu pasti tidak bisa tidur malam ini karena menemani Xeline.
Lha ibu tidak tidur?
Mara mengirimkan pesan pada Bhima. Ia mengabaikan chat Bhima tentang tidur dan membalas obrolan yang lain.
Maaf bila saya dulu meminta kamu agar bertahan dengan Xeline.
Bhima : Aku berusaha agar ibu bisa sedikit bersabar. Walaupun masalahnya besar, kan Ibu bisa ngomong ke aku agar aku bisa bantu. Aku mengerti alasan ibu memintaku untuk bertahan dengan Xeline. Aku juga ingin Xeline bahagia. Jadi nggak apa-apa tugasnya dibagi dua sama aku
Setelah membalas chat Mara, Bhima tak sadar telah terlelap di sisi peraduannya. Tak diingatnya bahwa ia belum sempat makan malam saat ini. Mamanya juga tengah sibuk dengan adiknya, Sadewa yang memiliki banyak pekerjaan rumah malam itu sehingga lupa untuk mengingatkan Bhima kembali tentang makan malam
Mara membalas chat
Biar aku saja yang melakukan semuanya. Sejak menikah, aku juga sudah terbiasa sendiri. Maaf sedikit buka aib rumah tangga kami. Suami saya juga tidak membantu apapun. Jadi saya harus tahu diri bahwa saya harus mandiri. Xeline juga tidak dimanja oleh ayahnya. Rasanya sangat tidak pantas rasanya bila kami berharap orang lain menyayanginya. Biarkan Xeline berjuang sendiri dengan traumanya. Biarkan dia selesai dengan dirinya sendiri. Doa saya, semoga kamu mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Xeline. Saya mohon maaf atas sikap anak saya yang tidak mengenakkan selama tiga bulan ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Mas Bhima ke anak saya selama tiga bulan ini
Mara mengirim pesan dengan emoticon tangan tertelungkup sebagai tanda ucapan terima kasih.
Mara juga mengirim pesan
Terima kasih atas semuanya. Senang rasanya, saya bisa mengenal Mas Bhima. Selalu menjadi anak baik ya. Aamiin.
Mara tak lupa menambahi emoticon tangan tertelungkup.
Bhima terbangun saat jarum jam menunjukkan pukul empat pagi. Ia bergegas mandi pagi untuk menyegarkan diri dan makan. Tak lupa ia berganti seragam. Bhima terbiasa berangkat pagi selama sekolah di SMA Nusantara.
Setelah siap, ia mengambil ponsel yang tergeletak di lantai dan membuka aplikasi hijau. Ia begitu kaget saat membaca wa dari Mara.
Bhima membalas pesan dari ibu Xeline tersebut.
Bu aku ingin putus darinya
Bhima : Ibu kok gitu sih?
Bhima : Ibu nggak mau aku sama dia? Tapi Xeline mau sama aku Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu, aku harus apa?
Bhima : Bu
Bhima : Aku nggak mau meninggalkan dia
Bhima melakukan panggilan sebanyak tiga kali. Seperti yang lalu. Mara tidak mengangkat telpon darinya.
Bhima : Bu, aku nggak ingin putus
Bhima : Bu
Mara membalas chat Bhima yang tertulis aku ingin putus darinya.
Iya nanti aku sampaikan ke Xeline ya
Bhima : Aku harus bagaimana?
Bhima kaget membaca chat dari Mara. Ia baru tersadar ia salah ketik saat mengirimkan pesan. Bhima membalas
Aku nggak ingin putus sama Xeline
Mara membalas pesan.
Xeline masih tidur
Bhima : Aku nggak ingin putus itu. Tadi aku salah ketik
Bhima : Bu
Bhima : Ya Tuhan. Ketikkan chatku aja sampai salah
Bhima : Please
Mara : Kamu mau putus kan sama Xeline? Iya nanti saya sampaikan ke dia
Bhima : Aku nggak mau
Bhima : Aku nggak mau putus
Bhima : Nggak usah Ibu sampaikan ke Xeline
Bhima: Sumpah Bu
Bhima : Tolong.
Bhima : Aku nggak ingin putus. Aku salah ketik
Bhima : Ya Tuhan
Bhima : Padahal aku ingin mengetik
Bhima : Aku nggak ingin putus sama Xeline selamanya
Bhima : Bu aku menyesal
Bhima : Aku ingin terus bersama Xeline apapun resikonya.
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima melakukan panggilan sebanyak tiga kali. Namun Mara tidak mengangkat panggilan tersebut.
Bhima : Aku nggak ingin putus
Bhima : Bu
Bhima mengirim emoticon menangis
Bhima : Bu, saat ini aku sedang menangis
Bhima : Bu
Bhima : Tolong
Bhima : Tolong
Bhima : Aku nggak ingin putus
Bhima : Bu
Bhima : Tolong
Bhima : Aku nggak pengen putus
Bhima : Aku nggak ingin putus. Please
Bhima : Aku harus apa?
Bhima : Bu
Bhima : Padahal aku masih kuat untuk bertahan bersama Xeline
Bhima : Bu
Mara mengirim pesan balasan ke Bhima
Sudahlah nggak apa-apa. Xeline juga nggak pantas kok bersama lelaki manapun
Bhima membalas
Nggak
Bhima : Aku ingin bertahan
Bhima : Ibu kok gitu sih sama aku? Aku masih ingin bersamanya
Mara membalas pesan Bhima
Toh Xeline juga bercita tidak ingin menikah
Bhima : Aku nggak apa apa jadi pacarnya saja. Aku akan menemani Xeline selamanya
Bhima : Aku nggak rela bila putus darinya
Bhima : Aku harus bagaimana biar tidak putus dengan Xeline
Mara membalas
Mas Bhima tidak usah menemani Xeline. Saya yang akan menemaninya. Itu sudah cukup
Bhima : Saya ingin bertahan
Bhima : Tolong
Bhima : Please
Bhima : Bu
Bhima : Bu aku minta maaf
Bhima :Bu aku minta maaf
Bhima : Bu aku minta maaf
Bhima : Bu aku minta maaf
Bhima : Bu aku minta maaf
Bhima : Aku janji nggak bakal ninggalin Xeline
Bhima : Bu please
Bhima : Aku butuh Xeline
Bhima : Aku ingin bersamanya
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima : Bu
Bhima: Sekali lagi aku mohon kasih kesempatan padaku
Bhima : Aku ingin tetap bersamanya
Mara membalas pesan dari Bhima
Sudahlah. Nggak usah bersama Xeline juga nggak apa-apa. Xeline juga nggak se worth it itu untuk dimiliki, untuk menjadi seorang pacar dari seorang lelaki. Xeline juga nggak pantas untuk dimiliki oleh siapapun. Mas Bhima anak yang baik sekali. Kamu pantas dan layak mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Xeline yang hanya perempuan berpenyakit mental
Daftar cacat Celine kembali disebut satu per satu seakan hal itu dilakukan oleh Mara agar cinta Bhima sedikit terkikis dan runtuh begitu saja. Xeline hanya manusia biasa. Bukankah tak ada manusia yang sempurna di dunia ini? Bhima mencintai Xeline dengan utuh bersama dengan kelebihan serta berbagai kepingan serpihan kekurangan yang berantakan.
Air mata Bhima luruh kembali pagi itu.
Ia mengirim pesan ke Mara
Ibu bilang seperti itu? Padahal selama ini, aku nggak pernah bilang tentang kekurangan Xeline. Aku malah suka bila dia menyembunyikan masalahnya. Jujur aku juga nggak apa-apa bila dia tidak merasa nyaman bila denganku. Yang penting Xeline tetap bersamaku. Itu saja