NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Selamanya bersamamu. Itulah janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Bhima mengirim pesan pada Mara.

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Aku Masih Ingin bertahan dengan Xeline

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhims : Aku ingin bertahan sampai besok aku nggak ada

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : I am so tired

Bhima : please

Bhima : Bu, aku menangis saat ini

Bhima : Tolong Bu

Bhima : Please

Bhima : Aku mau bertahan

Bhima : Ibu jangan salah paham

Bhima : Aku ingin terus bersamanya please Bu

Bhima mengirim emoticon menangis dan melakukan panggilan sebanyak tiga kali pada Mara.

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Aku nggak bakal meninggalkan Xeline

Bhima : Aku hanya lepas tangan untuk masalah Gama

Bhima : Padahal aku nggak ingin putus sama Xeline

Bhima : Xeline adalah cinta pertama dan terakhirku

Bhima : Ibu perlu bukti apa lagi kalau aku nggak ingin putus dari Xeline?

Bhima : Aku sudah pernah janji sama ibu. Aku nggak akan melepaskan Xeline

Bhima : Janji tetap janji ya Bu

Di sisi lain, Mara melihat ke arah jam dinding. Jarum jam telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Mara melihat spam chat Bhima dan membalasnya.

Sudah cepat tidur. Sudah malam

Bhima membalas pesan Mara. Ia tahu pasti perempuan itu pasti tidak bisa tidur malam ini karena menemani Xeline.

Lha ibu tidak tidur?

Mara mengirimkan pesan pada Bhima. Ia mengabaikan chat Bhima tentang tidur dan membalas obrolan yang lain.

Maaf bila saya dulu meminta kamu agar bertahan dengan Xeline.

Bhima : Aku berusaha agar ibu bisa sedikit bersabar. Walaupun masalahnya besar, kan Ibu bisa ngomong ke aku agar aku bisa bantu. Aku mengerti alasan ibu memintaku untuk bertahan dengan Xeline. Aku juga ingin Xeline bahagia. Jadi nggak apa-apa tugasnya dibagi dua sama aku

Setelah membalas chat Mara, Bhima tak sadar telah terlelap di sisi peraduannya. Tak diingatnya bahwa ia belum sempat makan malam saat ini. Mamanya juga tengah sibuk dengan adiknya, Sadewa yang memiliki banyak pekerjaan rumah malam itu sehingga lupa untuk mengingatkan Bhima kembali tentang makan malam

Mara membalas chat

Biar aku saja yang melakukan semuanya. Sejak menikah, aku juga sudah terbiasa sendiri. Maaf sedikit buka aib rumah tangga kami. Suami saya juga tidak membantu apapun. Jadi saya harus tahu diri bahwa saya harus mandiri. Xeline juga tidak dimanja oleh ayahnya. Rasanya sangat tidak pantas rasanya bila kami berharap orang lain menyayanginya. Biarkan Xeline berjuang sendiri dengan traumanya. Biarkan dia selesai dengan dirinya sendiri. Doa saya, semoga kamu mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Xeline. Saya mohon maaf atas sikap anak saya yang tidak mengenakkan selama tiga bulan ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Mas Bhima ke anak saya selama tiga bulan ini

Mara mengirim pesan dengan emoticon tangan tertelungkup sebagai tanda ucapan terima kasih.

Mara juga mengirim pesan

Terima kasih atas semuanya. Senang rasanya, saya bisa mengenal Mas Bhima. Selalu menjadi anak baik ya. Aamiin.

Mara tak lupa menambahi emoticon tangan tertelungkup.

Bhima terbangun saat jarum jam menunjukkan pukul empat pagi. Ia bergegas mandi pagi untuk menyegarkan diri dan makan. Tak lupa ia berganti seragam. Bhima terbiasa berangkat pagi selama sekolah di SMA Nusantara.

Setelah siap, ia mengambil ponsel yang tergeletak di lantai dan membuka aplikasi hijau. Ia begitu kaget saat membaca wa dari Mara.

Bhima membalas pesan dari ibu Xeline tersebut.

Bu aku ingin putus darinya

Bhima : Ibu kok gitu sih?

Bhima : Ibu nggak mau aku sama dia? Tapi Xeline mau sama aku Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu, aku harus apa?

Bhima : Bu

Bhima : Aku nggak mau meninggalkan dia

Bhima melakukan panggilan sebanyak tiga kali. Seperti yang lalu. Mara tidak mengangkat telpon darinya.

Bhima : Bu, aku nggak ingin putus

Bhima : Bu

Mara membalas chat Bhima yang tertulis aku ingin putus darinya.

Iya nanti aku sampaikan ke Xeline ya

Bhima : Aku harus bagaimana?

Bhima kaget membaca chat dari Mara. Ia baru tersadar ia salah ketik saat mengirimkan pesan. Bhima membalas

Aku nggak ingin putus sama Xeline

Mara membalas pesan.

Xeline masih tidur

Bhima : Aku nggak ingin putus itu. Tadi aku salah ketik

Bhima : Bu

Bhima : Ya Tuhan. Ketikkan chatku aja sampai salah

Bhima : Please

Mara : Kamu mau putus kan sama Xeline? Iya nanti saya sampaikan ke dia

Bhima : Aku nggak mau

Bhima : Aku nggak mau putus

Bhima : Nggak usah Ibu sampaikan ke Xeline

Bhima: Sumpah Bu

Bhima : Tolong.

Bhima : Aku nggak ingin putus. Aku salah ketik

Bhima : Ya Tuhan

Bhima : Padahal aku ingin mengetik

Bhima : Aku nggak ingin putus sama Xeline selamanya

Bhima : Bu aku menyesal

Bhima : Aku ingin terus bersama Xeline apapun resikonya.

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima melakukan panggilan sebanyak tiga kali. Namun Mara tidak mengangkat panggilan tersebut.

Bhima : Aku nggak ingin putus

Bhima : Bu

Bhima mengirim emoticon menangis

Bhima : Bu, saat ini aku sedang menangis

Bhima : Bu

Bhima : Tolong

Bhima : Tolong

Bhima : Aku nggak ingin putus

Bhima : Bu

Bhima : Tolong

Bhima : Aku nggak pengen putus

Bhima : Aku nggak ingin putus. Please

Bhima : Aku harus apa?

Bhima : Bu

Bhima : Padahal aku masih kuat untuk bertahan bersama Xeline

Bhima : Bu

Mara mengirim pesan balasan ke Bhima

Sudahlah nggak apa-apa. Xeline juga nggak pantas kok bersama lelaki manapun

Bhima membalas

Nggak

Bhima : Aku ingin bertahan

Bhima : Ibu kok gitu sih sama aku? Aku masih ingin bersamanya

Mara membalas pesan Bhima

Toh Xeline juga bercita tidak ingin menikah

Bhima : Aku nggak apa apa jadi pacarnya saja. Aku akan menemani Xeline selamanya

Bhima : Aku nggak rela bila putus darinya

Bhima : Aku harus bagaimana biar tidak putus dengan Xeline

Mara membalas

Mas Bhima tidak usah menemani Xeline. Saya yang akan menemaninya. Itu sudah cukup

Bhima : Saya ingin bertahan

Bhima : Tolong

Bhima : Please

Bhima : Bu

Bhima : Bu aku minta maaf

Bhima :Bu aku minta maaf

Bhima : Bu aku minta maaf

Bhima : Bu aku minta maaf

Bhima : Bu aku minta maaf

Bhima : Aku janji nggak bakal ninggalin Xeline

Bhima : Bu please

Bhima : Aku butuh Xeline

Bhima : Aku ingin bersamanya

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima : Bu

Bhima: Sekali lagi aku mohon kasih kesempatan padaku

Bhima : Aku ingin tetap bersamanya

Mara membalas pesan dari Bhima

Sudahlah. Nggak usah bersama Xeline juga nggak apa-apa. Xeline juga nggak se worth it itu untuk dimiliki, untuk menjadi seorang pacar dari seorang lelaki. Xeline juga nggak pantas untuk dimiliki oleh siapapun. Mas Bhima anak yang baik sekali. Kamu pantas dan layak mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Xeline yang hanya perempuan berpenyakit mental

Daftar cacat Celine kembali disebut satu per satu seakan hal itu dilakukan oleh Mara agar cinta Bhima sedikit terkikis dan runtuh begitu saja. Xeline hanya manusia biasa. Bukankah tak ada manusia yang sempurna di dunia ini? Bhima mencintai Xeline dengan utuh bersama dengan kelebihan serta berbagai kepingan serpihan kekurangan yang berantakan.

Air mata Bhima luruh kembali pagi itu.

Ia mengirim pesan ke Mara

Ibu bilang seperti itu? Padahal selama ini, aku nggak pernah bilang tentang kekurangan Xeline. Aku malah suka bila dia menyembunyikan masalahnya. Jujur aku juga nggak apa-apa bila dia tidak merasa nyaman bila denganku. Yang penting Xeline tetap bersamaku. Itu saja

1
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!