NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Invasi Sakura dan Drama Terminal 3 Soekarno-Hatta

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mendadak terasa lebih sempit saat rombongan "Pasukan Tapir" tiba dengan membawa tumpukan koper yang tingginya hampir menyamai monas.

Bagas berjalan paling depan dengan kacamata hitam yang salah satu gagangnya masih ditempel selotip, sementara di pundaknya, Supra duduk tenang mengenakan dasi kupu-kupu merah mungil hasil jahitan tangan Dira.

​Di belakang mereka, Mama Ratna menyeret koper raksasa bermotif bunga-bunga yang bunyinya sangat berat, seolah-olah isinya adalah lempengan baja. Jaka sibuk dengan tas punggungnya yang penuh dengan kabel charger, sementara Manda terus menggenggam kristal kuarsa beningnya untuk "membersihkan jalur penerbangan dari gangguan roh cuaca".

​"Pir, lo yakin semua dokumen Supra sudah lengkap?" tanya Dira cemas sambil memeriksa tas jinjingnya untuk yang keseratus kalinya.

​"Aman, Ndoro! Paspor kucing, sertifikat bebas rabies, surat keterangan 'Kucing Berbakat', sampai surat izin dari komunitas kucing RT kita sudah gue bawa semua!" jawab Bagas mantap. "Supra ini sudah resmi jadi komoditas ekspor non-migas sekarang."

​Masalah dimulai saat mereka sampai di konter check-in. Petugas bandara yang tadinya tersenyum ramah, mendadak berubah pucat saat melihat koper Mama Ratna diletakkan di atas timbangan. Angkanya langsung melesat ke angka 35 kilogram dan mesinnya mengeluarkan bunyi bip-bip peringatan.

​"Maaf, Ibu. Koper ini isinya apa ya? Berat sekali tapi ukurannya tidak terlalu besar," tanya petugas itu penuh selidik.

​Mama Ratna berdehem, merapikan celemek MasterChef-nya yang sengaja tetap dipakai di bandara. "Itu peralatan medis rahasia, Mbak. Saya ini kontestan internasional, itu isinya alat terapi tradisional bernama 'Cobek Batu'. Penting buat kesehatan mental tim kami di Jepang nanti."

​Bagas langsung menimpali dengan gaya diplomasi tingkat tinggi. "Betul, Mbak. Tanpa cobek itu, kami semua bisa mengalami depresi rasa yang akut. Itu adalah jantung dari operasi kami di Tokyo."

​Petugas itu tampak ragu, tapi setelah melihat surat kontrak dari Nekonami Corp yang disodorkan Jaka—lengkap dengan stempel emas yang berkilau—dia akhirnya membiarkannya lewat dengan biaya kelebihan bagasi yang untungnya sudah ditanggung pihak Jepang.

​Tapi, drama sesungguhnya terjadi di bagian pemeriksaan keamanan (X-ray). Supra harus dikeluarkan dari kandangnya untuk digendong melewati pintu sensor.

​"Silakan, Pak. Kucingnya digendong saja," ujar petugas keamanan.

​Begitu Bagas melangkah melewati sensor sambil menggendong Supra, tiba-tiba mesin itu berbunyi nyaring: TEEET! TEEET! TEEET!

​Bagas langsung angkat tangan. "Bukan saya, Pak! Saya nggak bawa pisau! Saya cuma bawa cinta buat Ndoro Dira!"

Petugas itu memeriksa Bagas dengan alat pemindai manual. Ternyata sumber bunyinya berasal dari leher Supra. Petugas itu mengernyitkan kening saat melihat kalung Supra. "Ini kalungnya terbuat dari apa, Pak?"

​"Oh, itu!" Bagas nyengir. "Itu kalung khusus dari besi berani yang ditempelkan koin seribuan kelapa sawit. Kata Manda, itu buat penyeimbang navigasi Supra supaya dia nggak pusing kalau pesawatnya take-off."

​Dira langsung menepuk jidatnya. "Bagas! Lepasin koinnya! Pantesan bunyinya kayak alarm maling!"

​Setelah drama koin kelapa sawit selesai, mereka akhirnya bisa duduk di ruang tunggu. Jaka sibuk mengambil foto aesthetic paspor dan tiket pesawatnya untuk diunggah ke media sosial dengan caption: "Tokyo is calling, but Rengginang is still in my heart". Sementara itu, Manda mulai melakukan meditasi ringan di kursi tunggu, membuat penumpang lain di sebelahnya merasa sedikit tidak nyaman.

​"Gas," panggil Jaka.

"Lo tau nggak kalau di Jepang itu segala sesuatunya otomatis? Gue denger di sana toiletnya bisa nyanyi dan bisa ngeringin badan kita pake angin hangat."

​"Halah, kampungan lo, Jak!" sahut Bagas sombong.

"Gue malah denger di sana ada robot yang bisa gantiin peran manager artis. Makanya gue was-was. Kalau Supra lebih nurut sama robot daripada sama gue, hancur reputasi gue sebagai 'Pawang Kucing Pincang'."

​Tiba-tiba, suara pengumuman keberangkatan terdengar. "Panggilan terakhir untuk penumpang pesawat tujuan Tokyo Narita dengan nomor penerbangan NK-777..."

​"Ayo, tim! Saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa orang Bekasi dan kucingnya bisa menaklukkan Tokyo!" seru Bagas semangat.

​Perjalanan selama tujuh jam di udara benar-benar menguras energi, terutama bagi para pramugari yang harus melayani permintaan Mama Ratna akan "teh panas tapi gulanya dipisah dan airnya harus mendidih seratus derajat".

Bagas sendiri sempat ditegur karena mencoba mengeluarkan Supra dari kandangnya di bawah kursi karena merasa Supra "butuh udara pegunungan".

​Begitu pesawat mendarat di Bandara Narita, suasana mendadak berubah menjadi sangat futuristik. Lantai yang sangat bersih, petugas yang membungkuk dengan sangat sopan, dan papan petunjuk dalam huruf kanji yang membuat Jaka merasa seperti masuk ke dalam komik Naruto.

​Di pintu kedatangan, Mr. Tanaka dan Mr. Sato sudah menunggu dengan papan nama bertuliskan: "WELCOME TO JAPAN, THE SUPRA WARRIORS".

​"Selamat datang, Bagas-san, Jaka-san, Dira-san, Manda-san, dan yang terhormat Ratna-sama(Cara orang jepang memanggil seseorang yang dia hargai atau segani layaknya seorang ratu)." sambut Mr. Tanaka dengan busur badan yang sangat rendah.

​"Waduh, Mr. Sushi! Eh, Mr. Tanaka! Sehat, Sir?" sapa Bagas sambil menjabat tangan Mr. Tanaka dengan sangat kencang sampai pria Jepang itu sedikit meringis.

​Mereka langsung digiring menuju sebuah bus mewah yang sudah disiapkan. Di dalam bus itu, sudah tersedia berbagai macam camilan Jepang dan... botol-botol kecil berisi air mineral dengan label gambar wajah Supra.

​"Hah?! Muka Supra sudah ada di botol minum?!" teriak Dira kaget.

​"Iya, Dira-san," jelas Mr. Sato. "Sejak tanda tangan kontrak kemarin, tim pemasaran kami langsung bekerja cepat. Supra-san sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta kucing di Shibuya. Mereka menyebutnya sebagai 'The Grumpy Samurai Cat'."

​Supra sendiri tampak sangat tenang. Dia duduk di kursi bus yang empuk, menatap keluar jendela ke arah jalanan Tokyo yang rapi dengan tatapan yang seolah-olah berkata, "Hmm, lumayan juga tempat ini, tapi kayaknya nggak ada tikus yang lebih lincah dari tikus selokan rumah Bagas."

​Bus membawa mereka menuju hotel di kawasan Shinjuku. Begitu sampai di depan hotel berbintang lima itu, Mama Ratna langsung berhenti di depan pintu otomatis. Menatap pintu itu dengan curiga.

​"Bagas, ini pintunya kok kebuka sendiri? Ada setannya ya?" tanya Mama Ratna sambil memegang ulekannya di balik tas.

​"Bukan, Ma! Itu sensor! Kayak di mal-mal itu loh!" jelas Bagas.

​Mereka masuk ke lobi yang sangat megah. Bagas mencoba bersikap tenang, tapi matanya terus melirik ke arah petugas hotel yang semuanya terlihat sangat tampan dan cantik seperti pemain drama Jepang. Jaka sudah mulai mencoba mengeluarkan kemampuan bahasanya.

​"Arigatou... Ghozaimashu... I love you... Watashi wa Jaka desu!" ujar Jaka kepada resepsionis yang hanya bisa tersenyum bingung.

​Setelah proses check-in yang sangat cepat, mereka diantar menuju kamar masing-masing. Bagas dan Dira mendapatkan kamar suite yang sangat luas dengan pemandangan kota Tokyo dari lantai 40.

​"Gila, Ndoro... liat tuh," bisik Bagas sambil menempelkan hidungnya ke kaca jendela.

"Gedungnya banyak banget. Ini kalau gue kejepit di salah satu pagar gedung itu, kayaknya nggak bakal ada yang denger teriakan gue."

​"Bagas! Jangan mulai deh!" ancam Dira.

​Baru saja mereka mau beristirahat, pintu kamar diketuk. Jaka muncul dengan wajah pucat.

​"Gas! Gawat! Mama Ratna!" teriak Jaka.

​"Ada apa sama Mama?" tanya Bagas panik.

​"Mama lo baru saja mencoba menyalakan kompor listrik di kamarnya buat bikin sambal, tapi dia nggak tau cara pakainya, terus dia malah nggak sengaja menyalakan sistem pemadam kebakaran (sprinkler) karena asap terasinya terlalu pekat! Kamar Mama sekarang banjir, dan petugas hotel lagi lari-lari bawa tabung oksigen!"

​Bagas dan Dira saling berpandangan.

​"Ndoro... sepertinya invasi kita dimulai dengan sedikit bencana air," gumam Bagas lemas.

Hari pertama di Tokyo ditutup dengan insiden "Hujan Terasi" di hotel berbintang lima. Mama Ratna harus dipindahkan ke kamar lain dengan pengawasan ketat, sementara Supra malah asyik mengejar robot pembersih debu (vacuum robot) yang berkeliling di lobi hotel.

​Tapi, di tengah kekacauan itu, Mr. Tanaka menelpon Bagas. "Bagas-san, besok pagi jam 8. Kita mulai syuting perdana di persimpangan Shibuya. Harap pastikan Supra-san dalam kondisi mood yang paling sinis!"

​Bagas menatap Supra. "Gampang, Sir. Gue tinggal nggak kasih dia kepala pindang, pasti mukanya langsung sinis sealam semesta!"

1
Alissia
/Joyful//Joyful/
Alissia: jangan pangil aku tante dek,kyak berasa tua banget dan umur aja baru 20 tahun😭😭
total 2 replies
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
ceritanya bagus, menarik dan lucu"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
🖤ᴡᴀɴɢ ɴᴀɴ
bagus kak,
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
🧡⃟ɱᷫυᷤɱυ ιɱυҽƚ
luar biasa bagus ceritanya, lucu dan pasti ga bosen bacanya
up terus kaka semangat 🤗🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι²
bagus cerita nya dan menghibur
semangat up kaka🤗
🧡⃟мσᷫмᷤσ
bagus ceritanya, udah gtu banyak banget ide ide yang menarik
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
🧡⃟мυᷫмᷤυ αη∂нιкα
sungguh karya yang bagus
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁴
ceritanya bagus kak, penulisan juga rapih dan enak dibaca
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
ceritanya bagus , humoris, lucu
yang pasti bnyak ketawa nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ceritanya bagus kak
menarik banget
🧡⃟ɢᴏͨɴͥᴛᷝᴇͥɴᷜɢ²ᵇ
ceritanya bagus alur juga keren pokoknya novelnya bagus ceritanya
ketawa terus pas setiap baca perbab
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁶ᵇ
ceritanya bagus kaka
semangat up iya kaka🤗
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
goood banget ceritanya kak bagus aku suka
semoga makin asyik kedepannya 👍
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren mama mu bagas dia jadi maskot 🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha karena extra pedas ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren sih usaha mereka 🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha pelajaran baru dari bagas itu😅
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ga mau kalah ini emak satu wkwkwkwk
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
kdng emang ga bisa dipredikdi justru yang aneh itu yang menarik perhatian banyak orang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha kapok makanya jangan maen" smaa bagas😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!