NovelToon NovelToon
Bos Tampan Itu Kekasihku

Bos Tampan Itu Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Fantasi Wanita
Popularitas:215
Nilai: 5
Nama Author: Rachel Imelda

Novel ini berpisah tentang Aulia, seorang desainer muda berbakat yang bercita-cita tinggi. Setelah berjuang keras, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan impian di perusahaan arsitektur terkemuka, dipimpin oleh CEO yang karismatik dan terkenal dingin, Ryan Aditama.
Sejak hari pertama, Aulia sudah berhadapan dengan Ryan yang kaku, menuntut kesempurnaan, dan sangat menjaga jarak. Bagi Ryan pekerjaan adalah segalanya, dan tidak ada ruang untuk emosi, terutama untuk romansa di kantor. Ia hanya melihat Aulia sebagai karyawan, meskipun kecantikan dan profesionalitas Aulia seringkali mengusik fokusnya.
Hubungan profesionalitas mereka yang tegang tiba-tiba berubah drastis setelah insiden di luar kantor. Untuk menghindari tuntutan dari keluarga besar dan menjaga citra perusahaannya, Ryan membuat keputusan mengejutkan: menawarkan kontrak pernikahan palsu kepada Aulia. Aulia, yang terdesak kebutuhan finansial untuk keluarganya, terpaksa menerima tawaran tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachel Imelda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan Batman

Keselamatanku? Arka, satu-satunya orang yang membuatku merasa nggak nyaman dan terancam di kampus ini itu cuma kamu! Sejak aku masuk, kamu selalu merasa paling hebat karena nama Aditama. Dan sekarang, kamu mencoba mengatur siapa yang boleh jadi temanku?" Alana menunjuk dada Arka dengan jari telunjuknya.

"Aku cuma mau melindungimu," bisik Arka, suaranya melemah melihat kebencian di mata Alana.

"Aku nggak butuh perlindungan dari pangeran manja kayak kamu. Jauhi aku, dan jauhin Ian. Kalau kamu masih menggangguku atau dia, aku akan minta pindah kelompok proyek dan melaporkanmu ke dekan atas tuduhan perundungan!"

Alana berbalik dan berjalan pergi dengan langkah kaki yang menghentak, meninggalkan Arka yang berdiri mematung di tengah parkiran.

Tanpa mereka sadari, dari balik jendela kaca lantai dua gedung rektorat, Christian sedang memperhatikan mereka sambil menyeruput kopi. Ia melihat bagaimana Alana memarahi Arka dan pergi meninggalkannya.

Senyum licik tersungging di bibir Christian. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke ibu di London.

"Tahap pertama berhasil, Ma. Di matahari mulai kehilangan sinarnya di depan gadis itu. Dia sekarang sendirian dan frustrasi. Saatnya aku masuk ke tahap kedua membuat Arka menjadi 'penjahat' di mata Alana selamanya.

Christian kemudian turun, sengaja berpapasan dengan Alana yang masih emosi.

"Alana, kamu kenapa? kok mukanya merah begitu? Apa ada orang yang mengganggumu?" tanyanya dengan suara yang terdengar sangat lembut dan penuh perhatian.

"Nggak apa-apa, Ian. Cuma ada orang gila yang merasa dia pemilik dunia ini," tanya Alana sambil mencoba mengatur napasnya.

"Sabar ya.. mending kita ke kantin, aku traktir jus kesukaanmu. Jangan biarkan orang lain merusak harimu," ajak Christian sambil merangkul pundak Alana secara halus.

Arka melihat pemandangan itu dari kejauhan. Tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia sadar, kata-kata tidak akan mempan. Ia harus menggunakan cara lain untuk membongkar kedok Christian sebelum semuanya terlambat.

Arka tidak punya waktu lagi untuk bersikap sopan. Di dalam mobilnya ia menghubungi Mira melalui saluran terenkripsi. "Tante Mira, jalankan protokol penyadapan penuh pada perangkat Christian. Aku butuh akses ke percakapan real-time, lokasi, dan kamera depannya. Kita harus tahu apa langkah dia selanjutnya sebelum dia benar-benar membahayakan Alana."

Di kantor pusat, Mira memberi syarat kepada tim ITnya. "Kalian dengar Tuan Muda. Tembus firewall ponselnya. Gunakan celah zero day. Saya ingin setiap ketukan di layar ponsel pemuda itu ada di monitor kita." Dalam hitungan detik, aliran data dari ponsel Christian mulai mengalir ke tablet Arka.

Sementara itu di kampus, Christian menjalankan rencana liciknya. Ia mengirimkan pesan singkat ke Alana menggunakan nomor anonim yang menyamar sebagai asisten dosen, meminta Alana datang ke gudang maket di lantai basemen tang sepi untuk mengambil bahan referensi tambahan.

Disaat yang sama, Christian mengirim pesan dari ponselnya sendiri kepada Arka, memprovokasinya. "Datanglah ke basemen kalau ingin melihat Alana menangis."

Arka yang panik langsung berlari menuju basemen. Begitu sampai, ia melihat Alana berdiri di tengah ruangan yang remang-remang, tampak bingung. Christian tidak ada di sana.

"Alana, kamu nggak apa-apa?" seru Arka sambil menghampiri dan memegang bahu Alana dengan cemas.

"Arka, ngapain kamu disini? Jangan mendekat!" teriak Alana yang masih trauma dengan perdebatan mereka tadi.

Tepat saat Arka mencoba menjelaskan, Christian muncul di pintu gudang sambil memegang ponselnya yang sedang merekam video, namun ia bersembunyi di balik pilar. Christian sengaja melempar sebuah botol kimia kecil ke arah mereka yang pecah dan mengeluarkan bau menyengat, membuat Alana terhuyung. Arka secara refleks menangkap tubuh Alana agar tidak jatuh, namun dalam sudut pandang kamera Christian yang sengaja diposisikan miring, adegan itu terlihat seperti Arka sedang memaksa dan memojokkan Alana di dinding.

"Lepasin! Arka, kamu gila, ya?!" Alana meronta, salah paham karena pengaruh bau gas dan kepanikan.

Christian kemudian keluar dari persembunyiannya sambil berteriak. "Arka! Apa yang kamu lakukan pada Alana?!" Ua sengaja menarik perhatian beberapa mahasiswa yang lewat di koridor basemen.

Christian segera menarik Alana ke belakang punggungnya, bersikap seperti pahlawan. "Tega-teganya kamu melecehkan partner kerjamu sendiri hanya karena dia menolakmu!"

Alana menangis ketakutan, benar-benar percaya bahwa Arka sengaja menjebaknya di sana. Mahasiswa lain mulai berkerumun, menatap Arka dengan pandangan jijik.

Arka berdiri mematung, melihat penghianatan di mata Alana dan senyum kemenangan yang sangat tipis di bibir Christian. Namun, di saku celananya, ponsel Arka bergetar, sebuah notifikasi dari Mira masuk. "Rekaman asli dari kamera depan Christian sudah kami amankan. Dia yang mengatur semuanya."

Arka menarik napas panjang, menatap Christian dengan tajam. "Kamu pikir kamu menang, Christian? Kamu lupa siapa yang mengajarimu tentang struktur? Fondasi rencanamu baru saja retak."

Arka menarik napas panjang, meredam emosi yang nyaris meledak si dadanya. Ia melihat bagaimana Alana menatapnya dengan rasa benci yang mendalam, bersembunyi di balik punggung Christian yang berpura-pura menjadi pelindung.

"Oke," ujar Arka dengan nada dingin yang mengejutkan semua orang. "Kalau itu yang kalian pikirkan, silahkan. Aku pergi."

Arka berbalik dan berjalan melewati kerumunan mahasiswa yang mencibirnya. Christian menatap punggung g Arka dengan kepuasan luar biasa. Ia mengira Arka telah menyerah karena malu. Namun, Christian tidak tahu bahwa dibalik balik saku celananya, Arka sedang mendengarkan instruksi Mira melalui earpiece kecil.

"Mas Arka, kenapa tidak langsung diungkap?" suara Mira terdengar di telinganya.

"Jangan sekarang, Tante," bisik Arka saat sudah sampai di mobilnya. "Kalau aku ungkap sekarang, Alana hanya akan menganggap video itu rekayasa Aditama untuk menutup aibku. Aku ingin Christian merasa dia sudah menang sepenuhnya, sampai dia cukup berani untuk melakukan langkah yang lebih fatal."

Dalam beberapa hari berikutnya, Arka sengaja membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan di kampus. Ia tidak membela dirinya saat video editor Christian tersebar. Ia bahkan menerima hukuman skorsing sementara dari fakultas dengan tenang.

Christian merasa berada di puncak dunia. Ia kini setiap hari bersama Alana, menghiburnya dan perlahan-perlahan menggiring Alana untuk ikut dalam proyek besar yang diklaim sebagai milik pribadinya, sebuah proyek desain kawasan komersial yang sebenarnya adalah jebakan hukum yang sudah disiapkan Christian unruk mencuri data intelektual Aditama Group melalui Alana.

"Alana, desainmu ini luar biasa," puji Christian di sebuah cafe. 'Aku punya investor di London yang siap mendanai ini. Tapi aku butuh kamu memasukkan beberapa detail teknis dari arsip digital Proyek Lavana milik orang tua Arka yang pernah kamu pelajari. Hanya sebagai perbandingan, katanya."

Alana yang merasa berhutang budi pada Christian mulai ragu, namun rasa percayalah pada Christian mengalahkan logika arsiteknya.

Tanpa sadari, setiap gerakan jarinya di atas laptop dan setiap kata yang ia ucapkan pada Alana telah direkam secara real-time oleh Tim IT Mira.

Arka duduk di ruang kendali Aditama Tower bersama Ryan. Ryan menatap layar monitor dengan bangga. "Kamu membiarkan dirimu dihina demi menangkap ikan besar, Arka. Kamu benar-benar anak Papa."

"Dia ingin mencuri rahasia dagang kita melalui Alana, Pa. Itu bukan sekedar perundungan kampus lagi, itu sudah tindak pidana korporasi," jawab Arka. "Malam ini dia akan mengajak Alana ke acara 'pertemuan investor' fiktif di sebuah gudang tua dekat pelabuhan. Dia berencana membawa Alana pergi ke luar negeri secara paksa setelah mendapatkan semua datanya."

Bersambung.....

1
mamayot
haiiiii aku mampir thor. semangat
Rachel Imelda: Makasih.....😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!