NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Gasekil (Gadis Seratus Kilo)

Mengejar Cinta Gasekil (Gadis Seratus Kilo)

Status: tamat
Genre:Cinta Karena Taruhan / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:46.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Raska adalah siswa paling tampan sekaligus pangeran sekolah yang disukai banyak gadis. Tapi bagi Elvara, gadis gendut yang cuek dan hanya fokus belajar, Raska bukan siapa-siapa. Justru karena sikap Elvara itu, teman-teman Raska meledek bahwa “gelar pangeran sekolah” miliknya tidak berarti apa-apa jika masih ada satu siswi yang tidak mengaguminya. Raska terjebak taruhan: ia harus membuat Elvara jatuh hati.

Awalnya semua terasa hanya permainan, sampai perhatian Raska pada Elvara berubah menjadi nyata. Saat Elvara diledek sebagai “putri kodok”, Raska berdiri membelanya.

Namun di malam kelulusan, sebuah insiden yang dipicu adik tiri Raska mengubah segalanya. Raska dan Elvara kehilangan kendali, dan hubungan itu meninggalkan luka yang tidak pernah mereka inginkan.

Bagaimana hubungan mereka setelah malam itu?

Yuk, ikuti ceritanya! Happy reading! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Menjilat

Di bawah pohon rindang itu, sesi belajar kembali berjalan, atau setidaknya berusaha berjalan.

Bella duduk tegak, punggungnya lurus sempurna, rambutnya sengaja disibakkan ke satu sisi. Sejak insiden ulat barusan, ia jelas belum move on. Terlebih ketika menyadari satu fakta pahit:

Raska sama sekali tidak menoleh ke arahnya.

Ia pura-pura membuka buku, lalu mencondongkan tubuh sedikit.

“Raska,” panggilnya lembut, terlalu lembut untuk ukuran belajar kelompok.

“Aku nggak ngerti yang nomor lima. Bisa jelasin?”

Raska bahkan tidak mengangkat kepala. Tangannya tetap menulis.

“Nomor lima ada di halaman sebelumnya,” jawabnya datar. “Baca dari awal.”

Menusuk. Tanpa darah.

Bella berkedip, tak percaya.

Di seberang mereka, Asep menutup mulut, menahan tawa yang hampir meledak. “Buset,” bisiknya, “kena mental itu.”

Vicky menggeleng pelan, gaya playboy sok bijak. “Bro, itu bukan ditolak. Itu ditabrak truk perasaan.”

Gayus menimpali sambil mengetuk pulpen ke buku. “Secara sosial, respons Raska barusan adalah bentuk penolakan pasif-agresif tingkat tinggi.”

Bella pura-pura tak dengar. Ia meraih botol minumnya, memutar tutupnya, lalu sengaja berhenti.

“Eh… ini susah kebuka,” katanya manja. “Raska, bukain dong.”

Asep sampai refleks nutup wajah. “Ya Tuhan… tolong selamatkan kami dari rasa malu orang lain.”

Raska akhirnya mengangkat kepala, bukan menatap Bella, tapi botol itu.

“Kamu punya dua tangan,” katanya singkat. “Pakai.”

Hening.

Bella tersenyum kaku, urat di pelipisnya menegang tipis.

Di sisi Raska, Elvara hanya melirik sekilas.

Lalu, "krauk" melanjutkan makan keripik dengan ekspresi cuek level dewa. Seolah yang terjadi bukan drama caper, tapi suara nyamuk lewat.

Vicky mencondongkan badan, berbisik sengaja agak keras. “Biasanya cowok langsung sigap kalau yang minta itu cewek cantik.”

Asep menimpali tanpa dosa. “Iya, tapi ini Raska. Standarnya beda. Ini bukan level cantik, tapi level nggak ribet.”

Gayus mengangguk setuju. “Secara ilmiah, Raska alergi terhadap distraksi tidak relevan.”

Bella memutar badan, kesal. “Kalian tuh berisik. Kita 'kan lagi belajar.”

Raska menutup bukunya perlahan. “Kalau mau belajar,” katanya dingin, “belajar.Kalau mau pamer eksistensi… salah tempat.”

Kalimat itu jatuh pelan, tapi menghantam keras.

Bella terdiam. Senyum percaya dirinya runtuh sepersekian detik sebelum ia bangun.

Elvara akhirnya angkat suara, datar tanpa emosi.

“Kamu mau belajar atau mau ditonton?”

Bella menoleh, terkejut. Sorot matanya meremehkan, tapi suaranya tercekat.

“…Belajar.”

Elvara mengangguk tipis. “Bagus. Berarti diam.”

Trio komentator langsung menahan napas.

Asep berbisik kagum. “Fix. Ini cewek final boss.”

Vicky mengusap dagu. “Ratu sekolah kalah tanpa perang.”

Gayus menutup buku pelan. “Kesimpulan: kepercayaan diri itu penting… tapi timing lebih penting.”

Bella membuka bukunya lagi, kali ini tanpa banyak gaya.

Raska kembali menulis. Elvara kembali ngemil.

Dan di bawah pohon itu, satu hal makin jelas:

Caper bisa keras, tapi cuek level dewa jauh lebih mematikan.

---

Sementara itu, Roy berdiri agak jauh, di balik bayangan pepohonan sekolah.

Tangannya mengepal di saku celana, rahangnya mengeras saat matanya menangkap pemandangan itu.

Raska. Duduk terlalu dekat dengan Elvara.

Bian yang berdiri di sampingnya mendecih pelan, sengaja menabur racun.

“Lo lihat itu?” katanya sambil menyeringai.

“Raska duduk nempel sama Gasekil. Akhir-akhir ini mereka kelihatan makin dekat.”

Roy tidak menjawab.

Tatapannya tajam, tapi kosong, seperti sedang menahan sesuatu yang ingin meledak.

Bian melanjutkan, suaranya dibuat santai tapi menusuk. “Lo yakin Gasekil gak bakal jatuh cinta sama abang lo?”

Tangan Roy mengepal lebih keras.

“Taruhan ini nentuin masa depan lo, Bro,” sambung Bian ringan, seolah bercanda.

Roy akhirnya bicara. Suaranya datar. Terlalu datar. “Gasekil gak bakal semudah itu ditaklukkan.”

Ia mengalihkan pandangan sesaat, lalu kembali menatap ke arah mereka.

“Kelulusan udah dekat. Mereka bahkan belum punya hubungan apa-apa.”

Nada suaranya penuh keyakinan. Terlalu yakin.

“Elvara bakal percaya satu hal, Raska deketin dia cuma karena satu alasan,” lanjut Roy.

“Nilai. Rangking satu. Itu doang.”

Bian mengangkat alis, setengah percaya.

“Tapi kalo ternyata—”

“Enggak,” potong Roy cepat.

Kali ini terlalu cepat.

“Dia gak mungkin jatuh cinta.”

Namun di dalam dadanya, sesuatu merayap pelan. Dingin. Tidak nyaman.

Karena untuk pertama kalinya sejak taruhan itu dimulai, Roy menyadari satu hal:

Ia tidak lagi yakin.

Dan rasa takut, takut kalah, takut kehilangan segalanya, mulai tumbuh, diam-diam, tepat di balik keyakinan yang ia paksakan.

---

Di bawah pohon rindang, kelompok Raska masih menunduk pada lembar soal Bahasa Inggris.

Angin siang berembus pelan, menggoyang daun-daun, tapi fokus mereka terikat pada satu kalimat terakhir.

Gayus menunjuk soal dengan ujung pulpen.

“Soal terakhir. Jawabannya pakai do,” katanya mantap, nada sok ilmiah seperti biasa.

Raska langsung menggeleng.

“Bukan. Ini pakai does.”

Vicky menggaruk belakang leher. “Serius? Gue kira juga do.”

Raska menarik kertas itu lebih dekat. Suaranya datar, tapi jelas.

“Subjeknya she. Kalimat tanya di simple present. Kalau subjek orang ketiga tunggal, he, she, it. Kata kerja bantu yang dipakai does, bukan do. Do cuma buat I, you, they, we.”

Elvara yang sejak tadi diam sambil mengunyah keripik tiba-tiba menyambung, santai.

“Dan kata kerjanya balik ke bentuk dasar. Jadi bukan does likes, tapi does like.”

Lalu ia membaca kalimat itu dengan lancar, pengucapan rapi dan jelas, nyaris tanpa aksen.

"Does she understand the question?"

Asep, Vicky, dan Gayus menoleh hampir bersamaan.

“…Wow,” gumam Asep.

“Kok lancar?” tambah Vicky.

Gayus mengangguk-angguk pelan. “Secara audio, udah mirip banget kayak bule yang ngomong."

Bella yang duduk di sebelah Raska memijat pelipis. Soa-soal itu membuat kepalanya berdenyut.

Deretan kalimat itu terdengar seperti sandi asing di telinganya.

Raska mengangguk kecil. Lalu menoleh pada Elvara.

“Lo jago juga Bahasa Inggris,” katanya. “Pengucapan lo benar.”

Pandangan Raska turun, tanpa sadar, ke bibir Elvara yang bergerak pelan saat mengunyah. Bibir itu... pink alami. Kontras dengan wajah datarnya.

Elvara menoleh, tetap cuek. Ia menjawab santai, seolah tak menyadari tatapan itu.

“Gue belajar dari aplikasi. YouTube, nonton drama, denger lagu, atau apa pun yang pakai Bahasa Inggris. Dengerin dan coba ngucapin, lama-lama kebiasa.”

Sedangkan Bella menegang. Dadanya terasa panas melihat cara Raska memerhatikan Elvara. Terlalu fokus, terlalu intens.

Asep nyeletuk sambil nyengir. “Pantesan. Pelafalan Bahasa Inggris lo bagus walau kagak les.”

Vicky langsung menimpali. “Beda sama lo, Sep. Hobi lo nonton video joget-joget gak jelas.”

Asep langsung berang. “Eh! Lo ngomong kayak paling bener aja. Lo juga kalau buka HP isinya game sama ngerayu cewek yang kagak pernah berhasil!”

Gayus mendesah, sok bijak. “Secara ilmiah, apa yang sering kita lihat dan dengar akan membentuk pola pikir dan kecerdasan kita.”

Keributan itu mengalir begitu saja.

Dan di tengah kekacauan kecil itu, Raska mengangkat tangan.

Dengan gerakan refleks, hampir tanpa sadar, ibu jarinya menyentuh sudut bibir Elvara, menyeka sesuatu.

Pelan.

Elvara berhenti mengunyah. Menoleh cepat.

"Lo ngapain?" Nada suaranya datar, tapi jelas terkejut.

Raska mengangkat jarinya sedikit. "Ada remahan keripik," jawabnya tenang.

Benar saja. Remahan kecil kini menempel di ibu jari Raska.

Dan entah kenapa, atau mungkin karena sesuatu yang lebih dalam dari sekadar refleks. Raska menjilat ibu jarinya. Perlahan. Matanya tak lepas dari Elvara.

Waktu seakan berhenti.

Asep, Vicky, dan Gayus membeku. Mulut mereka terbuka bersamaan.

"...Bro?" bisik Asep.

Mulut Asep terbuka. Vicky lupa berkedip. Gayus kehilangan semua teori ilmiahnya.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Kyky ANi
ngak sabar baca kisah selanjutnya,, pasti makin seru,,,
Kyky ANi
kasian Elvara,, dia pasti sakit banget dengar ini semua,,
Kyky ANi
mungkin,orang2, akan aneh, melihat Raska yang tampan berjalan bersama Elvara yang size jombo,, tapi Raska tidak peduli,,karna dia bahagia,, bersama Elvara,,
Kyky ANi
bagus deh, kalau Elvara mau nikah siri sama Raska,, dan semoga tidak ada tahu,, sampai saatnya tiba,,
naifa Al Adlin
top bgt buat kak nana
🌠Naπa Kiarra🍁: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Kyky ANi
benar yang dikatakan Raska, Elvara ,,, kalian nikah siri dulu,, supaya lebih aman kedepannya,,
Ass Yfa
lanjut part 2. yg dewasa...mereka ketemu setelah dewasakah
Kyky ANi
Raska dan Elvara,, terpengaruh obat, yang diberikan pelayan itu,, gimana ya,, kalau mereka sadar nanti,,,
Ass Yfa
duh..Vara kecewa berat...apa Raska bisa yakinin si Vara
Kyky ANi
siapa ya, kira2 yang akan meminum gelas itu,,
Ass Yfa
oh ternyata saksinya dari ustad...mereka 17thn tapi harus dewasa dini...huh kalo itu ankku kok nggk rela😄😄😄aku juga pubya bujang...bikin dar der dor...
Ass Yfa
menikah siri harusnya juga ada saksi kan....kalo ndak salah...2 orang...tadi ada saksi ndak thor
Ass Yfa
insting Asep nggk pernah salah....itu di Raska tidure nyenyak lo berkat Vara...trs mukanya bercahaya kata si Asep yaiyalah..dpt asupan vitamin😁😁
Kyky ANi
semoga Raska,Elvara, dan teman2nya lulus ya,,
Ass Yfa
wah...kejadian juga..Vara ama Raska...tapi siapa cowok yg ama Bella...bukan Roy lo...Bella aja nggk kenal
sunshine wings
I really enjoy this novel.. From the beginning till the end of season 1.. Banyak suka dukanya melibatkan emosi sesaat.. I really loved it.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻
total 2 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Trima kasih author kerana banyak memberi wejangan kehidupan di dunia nyata.. I really appreciate it and loved the novel very much..❤️❤️❤️❤️❤️
Kyky ANi
Good,, trio komentator,, kalian adalah sahabat terbaik Raska,,
Siti Jumiati
udah tamat aja, nyesek deh bacanya, kasihan elvara dan rasa...
makasih kan nana atas karya-karya lanjut ke sesok 2...💪💪💪
🌠Naπa Kiarra🍁: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!