Nadia harus mengalami cobaan begitu berat. Kehilangan anak dan pernikahannya kandas di hari yang sama saat bayinya menghilang. Ditengah keterpurukannya, ia bertemu dengan mantan tunangannya yang memiliki seorang bayi laki-laki. Tanpa sengaja ia akhirnya menjadi seorang ibu susu dari anak mantan tunangannya.
Apabila cerita tidak sesuai keinginan kalian, silahkan tinggalkan tanpa meninggalkan pesan yang kasar. Sekian dan terima kasih.
Selamat Membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karya Baru 'Dilamar Si Cantik Tak Dikenal '
"Aku mau menolong kamu tapi tidak dengan menikahimu," kata Dio.
"Kamu harus menikah denganku jika ingin menolong aku!" ujar Laras.
"Apa tidak ada pilihan lain?" Dio tak mau terikat dalam hubungan rumah tangga apalagi dia dan Laras belum genap 24 jam bertemu. Tak mungkin semudah itu dirinya menerima Laras sebagai istrinya. Bisa saja Laras ingin memanfaatkannya untuk menutupi kebusukan wanita itu.
"Tidak ada."
"Mengapa kamu memaksa aku menikahimu?" tanya Dio yang penasaran.
"Aku dipaksa menikah dan aku tidak mau," jawab Laras sejujurnya.
"Kenapa kamu tidak mau menikah dengannya?" tanya Dio lagi.
"Aku tidak mau dijadikan istri ketiganya," jawab Laras lagi.
"Memangnya kenapa? Bukankah setiap wanita menikah cuma ingin mendapatkan harta prianya?" Dio seakan mendukung rencana kedua orang tuanya Laras.
"Aku tidak butuh hartanya. Kamu pun bisa aku beli!" Laras menatap kesal.
Dio tampak tersinggung mendengar kata-kata Laras dapat membelinya. Menurutnya, dia bukan barang yang bisa diperjualbelikan.
"Untuk apa kamu membantuku? Biarkan saja mereka membawaku?" Laras memasang wajah kesal.
Dio tak dapat berkata-kata, ia pun bingung menjelaskan alasannya menolong Laras dari para pria itu.
Laras membuka tas selempang miliknya dan mengeluarkan sebuah dompet. Ia mengambil beberapa lembar uang serta sebuah kartu nama lalu menyerahkannya kepada Dio. "Mungkin ini masih kurang, nanti kamu bisa hubungi aku!"
"Aku tidak butuh uangmu!" Dio menolak pemberian Laras meskipun sangat membutuhkannya.
"Anggap saja ini sebagai bayaran kamu tadi sudah menolong aku!"
"Simpan saja!" Dio lalu melangkah.
Laras menghela napas panjang, ia berpikir Dio bersedia menerima tawarannya.
Laras mengejar Dio dan berkata, "Aku minta maaf telah memaksa kamu. Tapi, aku memang benar-benar bingung. Tolong, sekali lagi bantu aku buat menemukan pria lain untuk menjadi suamiku!"
"Aku tidak bisa bantu, aku bukan biro jodoh!"
"Kamu bisa tunjukkan temanmu atau siapapun yang pantas untukku," kata Laras terus memaksa.
Dio menghentikan langkahnya dan menatap Laras lalu membentaknya, "Apa kamu tidak bisa diam, hah??"
***
Kemunculan Dio bersama seorang wanita membuat keluarganya serempak keluar dari tempat kegiatannya masing-masing. Mereka penasaran karena mendengar suara wanita setelah Dio mengucapkan salam dan juga sempat terdengar obrolan singkat dari keduanya.
"Dia siapa?" tanya Maya, 50 tahun, mendekati putranya dan pandangannya ke arah Laras. Sembari memperhatikan penampilan Laras dari ujung kepala hingga kaki.
"Dia temanku, Bu," jawab Dio.
"Teman? Secantik ini?" Maya lalu memindahkan arah pandangannya kepada putranya, ia tak yakin Dio memiliki teman secantik Laras. Karena hampir semua teman Dio adalah pria.
"Pasti kamu habis menculiknya 'kan, Kak?" Diana adik pertamanya Dio, 21 tahun, menuduhnya dengan nada bercanda.
"Kamu lihat sendiri, apa dia teriak-teriak minta tolong!" kesal Dio.
"Di mana kalian bisa bertemu?" tanya Maya penasaran sambil memandang Dio dan Laras bergantian.
"Duduklah. Aku akan membuat minuman!" Dio meminta Laras agar tak berdiri saja lalu mengajak kedua orang tuanya dan adik-adiknya menjauh dari Laras.
"Apa dia kekasihmu?" tanya Derry, 55 tahun.
"Bukan," jawab Dio.
"Kami tidak percaya itu teman Kakak!" kata Diana sebab melihat penampilan Laras seperti wanita kelas atas.
"Kami baru bertemu," ucap Dio.
"Kalian baru bertemu dan kamu berani mengajaknya ke sini. Apa kamu tidak takut kalau dia itu penjahat, hah?" tanya Maya dengan suara pelan, ia khawatir putranya asal membawa orang lain ke dalam rumahnya.
"Yah, Bu, dia bukan penjahat. Dia cuma perempuan yang sedang stres," jawab Dio asal.
"Apa??" orang tua dan adiknya Dio terkejut mendengarnya.
"Kenapa kamu membawanya ke sini?" Maya memukul lengan putranya, ia tidak habis pikir Dio berani membawa seseorang yang dalam keadaan tergoncang ke rumahnya.
"Aku tidak punya pilihan. Dia tak mau aku antar pulang!" jelas Dio.
"Tapi, tidak juga dibawa ke sini, Dio!" Derry juga kesal dengan anaknya itu.
"Aku tak tega meninggalkannya sendirian di jalan," ucap Dio memberikan penjelasan.
"Biarkan saja, kenapa kamu harus peduli? Kita bukan keluarga apalagi saudaranya!" kata Maya.
knp jg marcel pake bohong klo nadia tau itu ank x tak tau lah apa akan marah taau gmn