NovelToon NovelToon
Ranting Patah

Ranting Patah

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Pihak Ketiga
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Rumah tangga yang hancur ibarat ranting yang patah.Takan bisa disambung kembali.

Begitupun hati seorang istri yang telah dipatahkan bahkan dihancurkan takan mudah untuk sembuh kembali.

Seorang istri dan seorang ibu akan tetap kokoh saat diuji dengan masalah ekonomi namun hatinya akan remuk dan hancur saat hati suaminya tak lagi untuknya..
apa yang tersisa?
rasa sakit, kekecewaan dan juga penyesalan.

Seperti halnya yang dialami oleh Arini dalam kisah yang berjudul " Ranting Patah "


Seperti apa kisahnya?
Akankan Arini bertahan dalam pernikahannya?



Baca selengkapnya!!!


Note: Dukung kisah ini dengan cara baca stiap bab dengan baik,like,komen, subscribe dan vote akan menjadi dukungan terbaik buat author.

Dilarang boom like ❌
lompat bab ❌
komentar kasar atau tidak sopan ❌



Terimakasih, sekecil apapun dukungan dari kalian sangat berati untuk author 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

" Stoop! Ini rumah sakit bukan arena ring tinju!" Sentak Scurity rumah sakit.

Karna kegaduhan yang dibuat oleh Arjun dan Doni akhirnya mereka dipanggil ke pos keamanan.

Setelah kurang lebih satu jam Doni dan Arjun keluar,mereka hanya diberi pengarahan dan sangsi atas kegaduhan yang sudah dibuat.

" Sial! kalau buka karna Lo,gue gak akan sampai harus lari 20 kali putaran dan jadi tontonan orang-orang." Keluh Arjun saat keluar dari pos keamanan.

Slaaash

Bugh

Pukulan Doni mendarat diwajah Arjun tanpa aba-aba hingga Arjun tak bisa menghindar.

" Brengsek! Terima ini."

Baru saja Arjun hendak melayangkan pukulan, scurity yang baru saja memberikan hukuman membunyikan peluitnya dari kejauhan.

Priiiiiiiit

Priiiiiiit

" Kalian masih saja tidak jera! Bukankah tadi saya bilang,jika kalian melakukan lagi maka saya tidak akan segan membawa kalian ke kantor polisi!" Berang scurity tersebut.

" Dengan keluarga Bu indah?"

Seakan bertemu dengan Dewi Fortunanya,Arjun dan Doni bernafas lega namun juga penasaran karna suster tiba-tiba memanggilnya.

Mereka memang lepas dari hukuman untuk kedua kalinya namun hatinya justru gelisah karna mereka baru ingat sudah lebih dari satu jam indah di dalam sana.

" Saya suaminya." kompak Arjun dan Doni membuat suster dan scurity tersebut kebingungan.

Mendengar jawaban Doni,Arjun menoleh dengan tatapan mata yang tak biasa.Begitupun denga Doni,Doni justru hampir melayang pukulan lagi jika saja suara deheman Scurity itu tak terdengar olehnya.

" Ekheem!"

" Jadi siapa suami dari Bu indah?" tanya suster lagi.

" Saya sus saya suaminya, laki-laki pecundang ini HANYA MANTAN SUAMINYA!" Arjun menekankan kata-kata terakhirnya.

" Sial! Jangan dengarkan dia sus, laki-laki brengsek ini hanya selingkuhannya.Saya suami sahnya." Kata-kata Doni pun tak kalah menohok.Suster sampai dibuat pusing oleh kedua lelaki didepannya.

" Ah sudah-sudah saya tidak perduli dengan kalian,mau anda suaminya mau anda suaminya saya tidak mau tau,saya hanya mau menyampaikan keluarga Bu indah dipanggil ke ruang dokter!"

Setelah mengatakan itu suster lantas pergi meninggalkan keduanya dan satpam yang menghukum Doni dan Arjun juga kembali ke pos jaga dengan otak yang berisi karna melihat dan mendengar kejadian tersebut didepan matanya.

Tok

tok

Tok

" Masuk!" titah doktere

" Dengan keluarga ibu indah?" tanya dokter.

" Iya saya suaminya." Lagi-lagi Arjun dan Doni kompak menjawab.

Dokter terkejut saat mendengar jawaban dari keduanya.

Suster lantas membisikkan sesuatu pada dokter dan dokter tersebut lebih terkejut dan eksperesi wajahnya susah untuk dijelaskan begitu mendengar apa yang suster sampaikan.

Detik berikutnya dokter mempersilahkan keduanya untuk duduk.

" Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok!"Tanya Arjun terlebih dahulu.

Mendengar hal itu Doni menoleh ke arah Arjun dan menatapnya dengan tatapan tidak suka,ia merasa Arjun tak seharusnya mendahului.

" Sial! Kenapa si brengsek ini terus saja mengangguk!" batin Doni.

" Begini,ibu indah mengalami keguguran maaf apa sebelumnya em bagimana saya mau menyampaikan." Ucap dokter.

" Kenapa sok sampaikan saja." ucap Doni.

" Baiklah,em begini ibu indah mengalami pendarahan hebat yang tidak bisa dihentikan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan bayi yang ada didalam kandungannya namun Tuhan berkehendak lain,bayinya tidak bisa diselamatkan kondisi ibu indah sekarang kritis, sebenarnya saya tidak ingin menyampaikan hal ini tapi sebagai seorang dokter saya perlu menyampaikan.Jika seseorang perempuan yang tengah hamil muda sebaiknya jangan terlalu sering melakukan hubungan badan apa lagi dengan kondisi kehamilannya yang memang tidak sehat karna ternyata rahim ibu indah sangat lemah.Maaf ini harus saya sampaikan." Ucap dokter setelah itu dokter pergi dari ruangannya.

Griyuuuut

Arjun mengepalkan tangannya dengan erat namun ia lebih memilih pergi dari ruangan tersebut,menyisakan Doni yang masih syok dengan pernyataan dokter.

" Aku sudah membunuh anakku sendiri,maafkan aku indah.Astaga kenapa aku sampai lupa tidak memberitahu Angga kalau ibunya dirumah sakit." ucap Doni lirih lalu Doni meraba saku celananya dan mengambil ponselnya setelah menelfon Angga Doni lantas buru-buru keruang perawatan indah.

Dibelahan bumi yang lain keluarga kecil yang belum jadi keluarga itu tampak harmonis dan bahagia,jika ada orang yang melihat mungkin mereka terlihat seperti keluarga kecil yang berbahagia,tidak ada yang akan menduga jika wanita dengan dua orang anak itu hanya tamu yang sedang menumpang di keluarga Hans.

" Bunda!"

"Iya sa-,mas kenapa kamu memenggilku dengan sebutan sperti itu." protes Arin saat Hans tiba-tiba sudah ada dibelakangnya.

" Kenapa tidak dilanjutkan kata-katanya,sa apa tadi hum?" goda Hans dengan gayanya.

" Apa si mas!" Arin pura-pura sibuk dengan cangkirnya.

" Pasti kamu mau bilang sayang kan?" Goda Hans.

" CK,mana ada mas!" kilah Arin.

Setelah lomba balap sepeda Hanif dan Dinda yang kelelahan memutuskan untuk mandi dan kemudian tanpa terasa mereka tertidur pulas sementara Sri yang sudah terlanjur lelah tengah meminta salah satu Artnya untuk pijat.Kebetulan salah satu art sri ada yang pandai pijat.

Sementara Arin yang tengah terjaga seorang diri malah menjadi target Hans menggodanya.

" Kamu ngapain kesini mas!" tanya Arin.

" Kenapa, memangnya tidak boleh?" ucap Hans,ia malah duduk dengan santainya disofa sembari memainkan ponselnya.

" Ya bu-bukan ngga boleh mas tapi," Arin bingung hendak menjawab apa, sebenarnya Arin merasa malu saat hanya berdua saja dengan Hans.

" Buatkan aku kopi,kopi special dengan cinta." Ucap Hans lagi-lagi Arin dibuat kikuk dengan tingkah dan kata-kata hans.

" Em." jawab Arin singkat.

Kurang lebih 10 menit arin sudah siap dengan kopinya.

" Ini mas!" Arin meletakkan cangkir dimeja namun saat ia hendak membalikkan badan Hans menarik tangannya karna terkejut Arin hilang keseimbangan dan membuatnya jatuh tepat dipangkuan Hans.

" Maaf mas aku,"

Arin yang merasa ceroboh lantas buru-buru bangun namun Hans menahannya.

" Tidak apa-apa aku lebih suka seperti ini." bisik Hans tepat ditelinga Arin.

tubuhnya yang terlau jujur tak bisa menyembunyikan kegugupannya apa lagi sedekat dan seintum itu.

Arin memejamkan matanya saat hembusan nafas Hans menyapu tengkuk lehernya,entah kebetulan atau memang sengaja Hans lakukan.

" Mas kamu ini makin berani saja terang-terangan melakukan ini sama aku." protes Arin dengan suara bergetar.

" Tapi kamu suka kan!" bisik Hans.

" Awas mas aku,"

Saat Arin hendak meloloskan diri tanpa sadar justru membuatnya semakin dekat dengan hans, wajah keduanya saling berhadapan tak ada lagi yang bisa diucapkan Arin terdiam namun matanya tak bisa lepas dari sorot mata Hans yang seperti tengah menghipnotisnya, begitu juga Hans ia tak berkedip saat menatap kecantikan Arin.

Nalurunya seakan mendorongnya untuk melakukan hal lain,apa lagi saat melihat bibir Arin yang ranum Hans sampai berkali-kali menelelan Salivanya sendri.

" Mas!" lirih Arin saat merasakan sesuatu yang menonjol dibawah sana hingga membuatnya tidak nyaman.

Spontan Hans melepaskan Arin dan ia terlihat salah tingkah karna sadar sesuatu yang ada dibalik celananya tengah mode on.

Arin gegas lari kedalam kamar dengan wajah yang sudah Semerah Tomat sementara' Hans ditinggalkan seorang diri dengan kegelisahannya.

Bersambung.....

1
rian Away
HALU GOBLOK
Atha Diyuta
🤭
Atha Diyuta
sayangnya tidak
Atha Diyuta
terimakasih ka
Utayiresna🌷
menjemput🤣
Atha Diyuta: 😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Utayiresna🌷
ah panasnya
Utayiresna🌷
dan janji harus ditepati
Utayiresna🌷
hai hai aku mampir hehe😄
Blueberry Solenne
Wah berat dong ninggalinnya kalau masih rindu
Atha Diyuta: btuul
total 1 replies
Blueberry Solenne
wah pinternya, tinggi juga tu nilainya
Atha Diyuta: 😊😊😊😊😊
total 1 replies
ginevra
ahh ... mending tinggalin aja lah .. toh kamu juga udah berusaha kan....
Atha Diyuta: di bab selanjutnya ka
total 1 replies
ginevra
hadehh... si ibu pinter banget aktingnya....
Atha Diyuta: ibu nya drama
total 1 replies
Fairuz
semangat kak jangan lupa mampir juga yaa
Atha Diyuta: siap ka terimakasih
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
kelamaan drama
Atha Diyuta: 🙏siap menerima kritik dan sarannya ka ☺️☺️
total 1 replies
ginevra
wah... main serong suami mu
Atha Diyuta: /Sob/
total 1 replies
ginevra
emang susah sih punya mertua tukang ikut campur...
rian Away: AH INI SIH TANDA TANDA SELINGKUH BJIR
total 2 replies
Atha Diyuta
ayo mampir dan ramaikan gais
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!