NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Semoga Kalian Bahagia.

"Maaf kak, saya tidak ingin bertemu siapapun."

"Pergilah, selesaikan urusanmu dengan keluargamu."

Nayra menoleh ke arah Arga. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena ia deg-degan menatap Arga, tapi karena ucapannya yang seakan-akan mengetahui masalah dalam keluarganya.

"Temuilah, mungkin beliau ingin bicara penting."

Terlihat Nayra menghela nafas panjang. Sebenarnya ia malas untuk bertemu ayahnya, tapi karena ucapan Arga, membuat nya harus menemui sang ayah.

"Kalian, temani Nayra." Titah Arga kepada Dinda dan Sari.

"Baik, kak." Jawab Dinda.

Dengan langkah malas, Nayra akhirnya berjalan ke arah gerbang sekolah untuk menemui ayahnya. Kedua temannya selalu memberikan support kepada Nayra agar bisa lebih tenang menghadapi ayahnya nanti, karena mereka tidak ingin Nayra melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.

Sesampainya di gerbang sekolah, Nayra melihat ayahnya duduk di salah satu tokoh di depan sekolah mereka. Melihat Sang Putri datang, Ayah Nayra bergegas berdiri dan mendekati Nayra.

"Nay,"

Nayra menjauhkan tangannya, saat sang ayah ingin menggenggam tangannya.

"Nay, dimana Mama mu? Kalian tinggal dimana?"

"Kalau ayah cuma mau tau kita tinggal dimana, mendingan ayah pulang." Jawab Nayra dengan judes.

"Nayra, ayah tau ayah salah. Tapi, izin kan ayah bertemu Mama mu, ada hal penting yang ingin Ayah bicarakan. Ayah mohon sama kamu, pertemukan Ayah sama mama." Mohon ayahnya kepada Nayra.

"Sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkan Ayah bertemu sama mama." Jawab Nayra.

"Nayra, ayah mohon. Ayah janji, setelah ini tidak akan mengganggu kalian lagi."

Nayra terdiam, melirik ayahnya sebentar. Ia menghela nafas panjang.

"Telpon saja, aku gak akan ngasih tau dimana mama." Nayra kekeuh, tidak ingin mempertemukan mama dan ayah nya.

"Nayra, Ayah ingin bertemu mamamu bukan untuk melakukan kejahatan atau menyakiti mamamu. Ayah hanya ingin membahas masalah harta bersama, itu saja."

Nayra menatap tajam ayahnya. "Apa? Mau ambil tanah sawah dan kebun? Ambil aja yah, ambil semuanya." Teriak Nayra, membuat Dinda dan Sari yang sedikit jauh dari mereka merasa terkejut.

"Tidak, Nak. Ayah hanya ingin memberikan tanah dan kebun itu untuk kalian. Ayah butuh tanda tangan mama mu, sumpah nak." Ucap ayah Nayra sambil memohon.

"Tidak usah, kami tidak butuh." Jawab Nayra, tanpa menatap ayah nya lagi.

"Nayra, jangan seperti ini. Ayah tidak ingin meninggalkan kalian tanpa pegangan. Ayah mohon Nayra, pertemukan ayah sama mama mu. Ayah janji, setelah ini akan pergi jauh dari kalian."

"Kalau mau pergi, ya pergi aja. Gak usah ketemu mama lagi."

"Nayra,"

Tak ingin mendengar permohonan ayahnya lagi, Nayra pun meninggalkan gerbang sekolah yang mana ayah nya masih berdiri di sana.

"Nayra." Panggilnya, namun Nayra tak menghiraukan.

Ia terlihat sedih melihat kepergian putri nya. Dan saat yang sama, Dinda dan Sari juga ingin menyusul Nayra, tapi di hentikan oleh ayah Nayra.

"Berikan ini untuk Nayra." Ucapnya sambil menyerahkan berkas penting di dalam map.

"Apa ini, pak?" Tanya Dinda.

"Berikan saja, hanya kalian yang bisa membantu saya. Katakan, saya minta maaf sudah menyakiti nya." Jawab ayah Nayra.

Dinda mengambil map itu. "Akan saya sampaikan," jawabnya.

"Terima kasih, Nak. Kalau kalian bertemu mama nya Nayra, katakan saya juga minta maaf."

"Hm."

Setelah itu, ayah Nayra pun pergi. Pergi dengan perasaan hancur.

"Semoga kalian bahagia Indy. Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi ayah dan suami yang baik untuk kalian. Selamat tinggal."

************

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!