NovelToon NovelToon
Maafkan Aku Cinta

Maafkan Aku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: D'wie

Tidak semua cinta masa kecil disebut cinta monyet buktinya cinta Kania Atilyah dan Azra Zavier bertahan dari mereka masih kecil hingga dewasa.

Tapi sayang karena perpisahan mereka yang cukup lama membuat mereka saling tak mengenali.

Puncak masalah adalah ketika sang sepupu yang benci pada Kania mengaku sebagai sang cinta masa kecil Azra dan memisahkan mereka dengan cara yang kejam.

Yuk, jadikan novel ini sebagai favorit supaya bisa selalu mengikuti up dari D'Wie!

Jangan lupa baca juga novel D'Wie lainnya ya!
* Livina,izinkan aku bahagia
*Cinta yang lain

(Masih gantung, gak usah baca.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.31 Menjenguk Azra

Setelah mendapatkan lokasi rumah sakit tempat Azra dirawat, David pun segera meminjam mobil ayahnya dan segera mengendarai mobil itu menuju rumah sakit. Dada David bergemuruh hingga berdetak dengan kencang. Ia begitu penasaran, apa jangan-jangan Kania itu istri Azra karena itu mereka bisa menghilang bersama. Tapi kapan mereka menikah? Lagipula, setaunya Kania sudah 6 bulan lebih berada di kampung halamannya. Lalu ia ingat kata-kata Azril kalau Azra sudah menyakiti istrinya. Apa jangan-jangan, Kania pergi karena telah disakiti Azra? David memang sempat kecewa bila memang benar Kania adalah istri Azra, tapi bila Kania pergi dari Azra karena disakiti, artinya ia akan memiliki kesempatan untuk memenangkan hati bu guru cantik itu.

Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih 1 jam, akhirnya David tiba di rumah sakit dimana Azra di rawat. David segera menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan informasi tentang kamar rawat Azra. Setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan, dengan setengah berlari, David segera menuju ruang rawat Azra.

David kini telah berdiri di depan kamar rawat Azra. Jantungnya berdegup kencang, tangannya mulai berkeringat dingin, ia benar-benar dilanda kegamangan saat ini. Rasa khawatir tentang dugaannya itu menyeruak memenuhi dada. Rasanya ia tidak siap mendapatkan kenyataan yang menyakitkan itu. Tapi satu hal yang ia yakini, bila benar Kania adalah istri dari sahabatnya, mengapa mereka seolah tidak saling mengenal? Bukankah itu sudah jelas kalau hubungan mereka bermasalah. Salahkah ia mengharapkan sesuatu yang buruk terhadap hubungan keduanya? Salahkah ia mengharapkan istri orang lain menjadi pendampingnya? David geleng-geleng kepala. Tidak, ia tidak boleh memiliki niat jelek sebab niat itu bisa saja justru berbalik padanya.

David pun mengangkat tangan kanannya dan mengetuk pintu kamar itu. Tak lama kemudian, terdengar suara handle pintu yang diputar dan ditarik dari dalam. Walaupun sudah dapat ia duga, nyatanya apa yang ia lihat di depannya tetap saja mampu memporak-porandakan hatinya. David menenggak ludahnya kasar. Gadis yang ia sukai selama 6 bulan ini ternyata istri sahabatnya sendiri.

"Ka-Kania ... "

"Kak David ... "

Seru keduanya bersamaan.

"Ah, kak David mau menjenguk kak Azra, ya? Silahkan masuk, kak!" ujar Kania sopan sambil sedikit menggeser tubuhnya agar David dapat masuk ke dalam.

David pun menurut dan masuk ke dalam ruangan itu.

Dada David mendadak nyeri saat melihat keadaan sahabatnya yang jauh dari kata baik. Beberapa alat penopang kehidupan dari dokter tampak menempel erat di tubuh Azra dengan perban melingkari kepala, lengan, dan kaki. Mendadak David begitu penasaran dengan apa yang terjadi.

"Kania, kenapa kamu di sini ada bersama Azra?" tanya David pura-pura bodoh seolah tidak tahu apa-apa.

"Oh, itu ... kebetulan saat kak Azra kecelakaan, ada Nia di sekitar tempat itu." jawab Kania yang tidak sepenuhnya berdusta.

"Oh, ... kirain." gumam David pelan sambil melirik Kania. Tapi Kania yang masih dapat mendengar jelas gumaman David lantas bertanya.

"Kirain apa?" tanya Kania dengan alis bertaut.

"Kirain ... kamu punya hubungan spesial dengan Azra." sahut David sambil mengedikkan bahunya.

Kania yang merasa tidak ada yang harus ia jelaskan hanya terdiam.

"Oh, ya, kak David tau dari mana kak Azra di rumah sakit ini?" tanya Kania akhirnya kembali bersuara setelah beberapa saat terdiam.

"Semalam kakak hubungi Azril. Kakak khawatir kenapa Azra sampai ngilang tanpa kabar, nggak bisa dihubungi juga." ujarnya jujur.

"Ooh ... nomor kak Azra nggak bisa dihubungi soalnya ponselnya rusak ikut terhempas saat kecelakaan. Sedangkan ponsel Nia habis batere, mana charger nggak ada juga." Kania mendesah frustasi. Sebenarnya hatinya lebih mengkhawatirkan keadaan Azra yang tak kunjung sadarkan diri.

"Azra emang belum sadarkan diri sama sekali ya?" tanya David penasaran.

"Bahkan sejak kecelakaan itu, kak Azra belum membuka matanya sama sekali. Nia harus apa kak? Nia harus apa?" ujar Kania dengan mata berkaca-kaca. Ia masih saja dirundung rasa bersalah.

"Bisa kamu jujur, Nia, sebenarnya ada hubungan apa diantara kalian?" tanya David serius dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Tangan Kania saling meremas saat ini. Haruskah ia jujur pada David, sedangkan ia tau David adalah sahabat Azra. Bagaimana kalau Azra marah saat melihat keberadaannya apalagi mengatakan hubungan mereka? Hubungan mereka saja tidak mencerminkan hubungan suami istri sama. Pernikahan mereka bahkan sudah seperti pernikahan di atas kertas. Biarpun sudah hampir 6 bulan lebih, tapi mereka tidak pernah berinteraksi layaknya suami istri.

"Nia, jawab! Kenapa malah melamun?" tanya David lagi membuat Kania yang tadinya memang sedang melamun tiba-tiba tersentak.

"Aku ... aku ... "

"Dia istri kak Azra, kak. " sahut seseorang dari balik pintu yang telah terbuka lebar.

"Azril ... " seru Kania yang terkejut dengan jawaban Azril yang dengan santainya mengatakan statusnya dengan Azra pada David.

"Kakak jangan takut, kak Azra nggak akan marah kok. Kalau dia sampai marah karena Azril kasi tau kak David hubungan antara kak Nia sama kak Azra, Azril sendiri yang akan turun tangan." sahut Azri tegas tapi cenderung santai membuat Kania tersenyum lembut. Berbeda dengan David, ia justru tersenyum kecut. Tak dapat ia pungkiri, hatinya kecewa saat mengetahui fakta ini secara langsung dari orang yang bersangkutan. Walaupun Kania tidak bicara secara langsung, tapi ia dapat melihat jawaban tersirat dari pergerakan matanya. David bahkan dapat melihat besarnya cinta Kania pada Azra. Mungkinkah ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati wanita pujaannya ini?

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰...

1
shesil
jiaaah...gantung banget ini
Isabela Devi
David pasti kaget bahwa istri Azra adalah kania
Isabela Devi
benar sudah terlambat Azra kembali ke rania aja
Isabela Devi
azra ga pantas untuk nia
Mariani SPd
lho....kok dah selesai aja?
Mariani SPd
aq sebetulnya gak suka sama Azra tapi terserah othor lah
Mariani SPd
lanjut thor
Mariani SPd
sedih
Mariani SPd
nyesel banget Azra ntar tuh
Mariani SPd
waduh..... ngapain tuh yaaa
Mariani SPd
Azra bodoh banget gak mau tabayun
Mariani SPd
iya Thor....kenapa g ada yg komen nih?
Mariani SPd
mudah2an ketemu ya Nia....
Mariani SPd
ayah Kania oon banget lah
Mariani SPd
keren abis
Mariani SPd
kenapa sih pak Djafar masih mengijinkan iparnya tinggal serumah
Arie
Luar biasa
Pisces97
lanjutan thor
Dyah Oktina
mana kelanjutannya thor... kok lama bener.. apa memang ngak bakal d terusin.. pdhal ceritannya seru.. 💪🏻💪🏻💪🏻
Tien: ceritanya kok gantung sih kak D'wie
tolong lanjutin ya, kami tunggu
total 1 replies
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!