The Queen of Mafia Love Stories
Sebuah kisah yang menceritakan tentang pembalasan dendam seorang gadis cantik untuk Mommy nya yang mengalami koma selama bertahun tahun yang membuat nya tidak bisa tinggal bersama orang tua kandung nya.
Yang akhirnya jatuh cinta pada sosok lelaki yang ternyata adalah putra dari orang yang menyebabkan Mommy nya koma.
Seperti apa kelanjutan nya?apakah mereka akan bersatu atau gadis itu akan bersama lelaki lain?atau apa Mommy nya bisa sembuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu (8) EPS. 30
Hari ini Rio keluar lebih awal dari kelas karna dosen yang harus nya mengajar hari ini tidak bisa masuk.
Rio memutuskan untuk menunggu Ais di kantin, karna biasa nya Ais akan pergi ke kantin sepulang kuliah untuk membeli beberapa bungkus makanan untuk nanti nya di bagikan kepada para tunawisma dan pengemis di jalanan.
"Hai" sapa Rio yang melihat Ais sedang berdiri tak jauh dari tempat nya duduk, tapi sayang nya Ais tidak menggubris panggilan Rio ia masih diam tak bergeming dan sibuk dengan fikiran nya sendiri.
"Haih kenapa gadis itu?apa dia sedang melamun?apa yang ia fikirkan" batin Rio, karna khawatir akhir nya Rio menghampiri Ais dan memegang pundak nya.
Ais terkejut dan spontan berteriak sambil menutup telinga nya.
"Aaaaaakhh maaf maaf maafkan aku aku tidak akan dekat dengan nya lagi ku mohon maafkan aku" teriak Ais yang histeris.
"Hei hei tenang lah ini aku, tenang lah tenang" ucap Rio yang bingung dengan respont Aisyara.
"Kau" ucap Ais setelah menyadari Rio yang berusaha menenangkan nya.
"Iya ini aku tenang lah" ucap Rio seraya memeluk Ais, Ais pun membalas pelukan Rio dan tentu saja hal itu membuat Rio senang bukan main.
"Hah pelukan yang sangat hangat" batin Ais, namun seketika ia tersadar kalau orang yang memeluk nya adalah Rio ia langsung melepaskan pelukan Rio dan mendorong cukup keras tubuh Rio sehingga membuat nya terjatuh ke lantai, untung nya keadaan kantin sedang sepi kala itu jadi tidak akan ada kehebohan di kampus mereka nanti nya.
"Astaga maaf maafkan aku, aku aku tidak sengaja maafkan aku tolong jangan pernah dekati aku lagi" ucap Ais yang panik dan sangat ketakukan.
Rio yang bingung dengan ucapan Ais pun hanya bisa diam terduduk di lantai, melihat kepergian Ais yang langsung berlari setelah membayar makanan yang sedari tadi ia pesan.
"Ada apa dengan gadis itu tidak biasa nya dia seperti itu, yaah aku tau aku memang memeluk nya secara tiba - tiba tadi tapi bukan kah ia membalas pelukan ku lalu mengapa sikap nya jadi seperti ini pasti ada yang tidak beres aku harus menyelidikinya" ucap Rio seraya mengingat ucapan Ais pada nya tadi.
Rio langsung mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan pada Bima untuk menyelidiki nya dan terus menjaga Aisyara dari kejauhan tentu saja Bima langsung menyanggupi permintaan Rio bagi nya itu adalah hal yang sangat mudah.
Setelah itu Rio memutuskan untuk kembali ke rumah utama untuk beristirahat, sedangkan Ais melanjutkan rutinitas nya sepulang dari kampus yaitu membagikan makanan kepada para pengemis dan tunawisma di sepanjang jalan menuju rumah nya.
Jika biasa nya Rio yang mengamati Ais saat sedang membagikan makanan, maka kali ini sedikit berbeda karna ada beberapa pasang mata yang sudah mengintai nya sejak ia keluar dari kampus.
Saat sedang membagikan makanan tiba - tiba seseorang mengambil paksa bungkusan plastik berisikan makanan itu, Ais yang terkejut sontak melepaskan plastik itu dan ia di buat semakin terkejut karna orang yang merampas plastik nya adalah orang yang sudah mengancam nya.
"Kenapa?hah?kaget lo?" ucap Bella dengan nada yang menakutkan.
"Ka_kalian kalian ma_mau apa" ucap Ais terbata.
"Hahaha kenapa gadis kampung lo takut?" ucap Rina meledek.
"Berkali - kali kita udah ingetin lo buat jangan pernah berani deketin Rio, tapi kaya nya cewek kampung kaya lo emang ga ngerti bahasa kita yah" Ucap Clara.
"Sekarang lo bakal tau akibat dari kelancangan lo ini, Rina Bella ayo" lanjut nya dengan senyum menyeringai dan yah tentu saja Rina dan Bella langsung tau maksud dari senyuman Clara itu.
"Haha ok" jawab mereka bersamaan dan langsung menyeret paksa Ais.
"Nggak tolong lepaskan aku aku mohon jangan sakitin aku" ucap Ais namun tidak di gubris sedikit pun oleh Clara.
"Aku mohon lepasin aku aku gak pernah deketin Rio dia sendiri yang mau deketin aku" lanjut nya yang ketakutan dan di sertai isak tangis, seketika langkah Clara terhenti dan tentu saja membuat Rina dan Bella yang berada di belakang nya juga berhenti.
Sontak Clara langsung membalikkan badan nya dan mendekati Ais dengan tatapan membunuh nya tentu saja hal itu membuat gadis malang itu semakin ketakutan.
"Hahaha apa apa lo bilanga hahaha lo gak deketin Rio tapi dia yang deketin lo hahaha udah gila ya lo" ucap nya tertawa terbahak - bahak dan di ikuti oleh Rina dan Bella.
"Lo pikir kita akan percaya sama omongan ngawur lo itu, lo pikir lo itu siapa sampe - sampe seorang Rio Anggara Pramudita mau deketin lo yang cuma cewe kampungan ini hah?" teriak nya sambil mencengkram dagu Ais dengan sangat kuat.
"Aawwh sakit, aku ga bohong aku emang gak pernah deketin Rio" balas nya yang kesakitan dan mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Clara, namun sayang Rina dan Bella langsung memegangi tangan Ais sehingga membuat gadis malang itu tidak berdaya.
"Bawa cewek kampung sialan ini" perintah Clara dengan senyum devil nya pada Rina dan Bella.
"Ok" jawab mereka serempak dan sangat bersemangat karna mereka tau apa yang akan Clara lakukan.
Aisyara yang malang sayang sekali dia tidak bisa berbuat apa - apa ia hanya bisa pasrah karna tak ada seorang pun yang bisa ia pintai tolong, Tiga wanita iblis itu memang sengaja membawa Ais ke tempat yang sepi dan sangat jarang di lewati orang agar dapat memudahkan mereka untuk menindas target nya.
Aisyara di bawa ke sebuah gudang tua milik keluarga Clara yang sudah lama bangkrut dan tidak lagi beroperasi.
"Ikat dia" perintah Clara.
"Aaah aku mohon lepaskan aku" ucap Ais.
"Apa lo bilang lepas?lo pikir kita akan lepasin lo gitu aja?denger yah anak kampung lo gak akan keluar hidup - hidup dari tempat ini" ucap Clara.
"Gue gak akan biarin lo keluar dari sini dengan selamat" lanjut nya.
"Tolooong toloooong siapapun tolong akuuu hikkss hikks tolong lepasin aku" pinta Ais dengan rintih.
"Diam lo brisik tau ga" bentak Bella.
Clara yang mendengar Ais terus berteriak meminta tolong menjadi sangat kesal dan berlari mengambil sebuah botol berisi air dari dalam kardus, seperti nya ia memang sudah menyiapkan air itu sebelum membawa Ais.
"Clara apa itu" tanya Rina yang penasaran.
"Iya apa itu Clara" tanya Bella juga.
"Kalian tau, mungkin karna anak kampung sialan ini merasa wajah nya cantik jadi dia berani menggoda Rio dan kalo di perhatikan hemm wajah nya memang tidak buruk" ucap Clara menyeringai.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Waaah kira - kira apa yah yang akan Clara Rina Dan Bella lakukan pada Ais, akan kah mereka berhasil melukai Ais atau akan ada orang yang membantu nya...Lanjuuut kuuuyyyy😙😙😙