Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERBANGUN DI TAHUN SEMBILAN PULUHAN
Viona tidak menyangka jika jiwanya akan terjebak pada tubuh seorang ibu tiri jahat di tahun sembilan puluhan.
Seingatnya dirinya tadi sedang menikmati makan malam di restoran langganannya. Malangnya ia tersedak dan kemudian tidak mengingat apapun lagi. Bangun-bangun sudah ada di dalam kamar yang berdindingkan anyaman batang bambu.
Viona merupakan seorang food bloger yang terkenal. Ia sudah berkeliling berbagai negara untuk membuat konten menarik seputar makanan.
Viona tidak hanya melakukan wisata kuliner, tetapi juga membuat dan membagikan resep masakannya.
Sejak kecil Viona memang senang memasak dan berkreasi dengan berbagai bahan untuk menciptakan makanan yang enak.
Samar-samar Viona mendapatkan ingatan asli pemilik tubuh.
Pemilik asli tubuh yang Viona tempati memiliki nama yang hampir sama dengan namanya. Namanya Vina , tetapi orang-orang biasa memanggil Pina . Ada juga yang memanggilnya Pipin.
Sudah dua bulan lebih Vina menjadi istri dari seorang duda yang memiliki dua orang anak kembar. Istri pertamanya meninggal saat melahirkan si kembar.
Baik Vina maupun sang suami menjalani pernikahan karena terpaksa.
Suami Vina bernama Jaka Ndaru. Biasa dipanggil Jaka. Ia merupakan seorang petani sekaligus pemburu.
Sejak kematian sang Istri, Jaka tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi. Padahal si kembar sudah berusia empat tahun lebih. Ia hanya ingin kedua anaknya hidup dengan baik.
Sayangnya ia mengalami musibah yang tidak disangka-sangka. Jaka menyelamatkan nyawa Kakek Vina dari serangan babi hutan. Sayangnya Ia sendiri tidak bisa menghindari serangan babi hutan itu.
Taringnya berhasil melukai tubuhnya. Tidak hanya itu saja ia terjatuh dari tebing dengan ketinggian lebih dari dua puluh meter. Karena saat itu posisinya sedang diatas tebing batu.
Jatuh dari ketinggian seperti itu bisa lolos dari kematian saja sudah termasuk keberuntungan. Setelah mendapatkan pengobatan , ia hanya hanya bisa terbaring diatas ranjang. Semua kebutuhannya harus ada yang melayani.
Kakek Vina merasa bersalah karena menyebabkan Jaka seperti itu. Jadi beliau memaksa Vina untuk menikah dengan Jaka. Selain untuk melayani Jaka, Vina juga diharapkan bisa menjadi Ibu yang baik buat si kembar.
Sayangnya semua tidak sesuai dengan keinginan Kakek Darma yang tak lain Kakek dari Vina.
Sejak awal Vina merupakan anak yang manja, kasar dan juga arogan. Semua itu tidak lepas dari cara didik Kakek Darma yang terlalu memanjakan Vina.
Namun dibalik sifat buruknya, Vina juga anak yang rajin. Ia bisa melakukan semua pekerjaan wanita pada umumnya, serta membantu kakeknya di ladang.
Setelah menikah dan tinggal di rumah Jaka , Ia berubah menjadi pemalas. Pekerjaanya selain marah-marah pada si kembar tidak ada yang lain.
Kini usia pernikahan Jaka dan Vina sudah menginjak dua bulan. Selama itu pula Vina tidak melakukan tugasnya dengan baik.
Viona menghela nafasnya dengan berat. Semua terasa tak masuk akal baginya. Ia berharap semua hanya mimpi. Namun dinding bambu di depannya menyadarkan dirinya bahwa semua itu nyata.
Samar-samar Viona mendengar teriakan dari luar kamarnya. Ia pun mencoba bangun dan keluar dari ruangan.
"Pokoknya Bang Jaka mau tidak mau harus menceraikan Pipin. Perbuatannya sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Untungnya si kembar bertindak cepat kalau tidak mereka yang akan tercebur kesungai."
Itu merupakan suara adik Jaka yang bernama Dewi. Mendengar ucapan Dewi samar-samar mengingat kejadian sebelum jiwa Viona masuk kedalam tubuh Vina.
Dalam ingatannya Vina meminta si kembar untuk mencuci pakaian di sungai yang ada di dekat rumah. Sungai itu berasal dari aliran air terjun yang tidak jauh dari sana.
Padahal usia si kembar masih empat tahun. Anak seusia itu apa mungkin bisa mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh orang dewasa.
Cukup lama si kembar berada di sungai. Tetapi sampai siang hari belum ada yang kembali kerumah. Pipin Alias Vina pun kesal dan menyusul mereka ke sungai.
Bukannya mencuci baju, keduanya malah asik bermain dipinggir sungai. Vina pun marah. Ia dengan semangat berlari ke arah si kembar.
Si kembar yang melihat itu langsung ketakutan. Apalagi saat Vina sudah hampir mendekati mereka dengan sebatang kayu yang ada di tangannya. Dengan panik keduannya lari.
Vani ikut berlari sampai kepinggir sungai. Ia tidak memperhatikan tanah yang ada di sekitar sungai licin. Ia pun terpeleset dan jatuh kedalam air. Kepalanya terbentur batu hingga berdarah. Ia pun pingsan dan tenggelam.
Vina pun akhirnya mati tenggelam. Penduduk yang melihatnya langsung bergegas menolongnya. Saat itulah jiwa Viona masuk kedalam jasad Vina.
Vina berasal dari dusun batu, sedangkan suaminya berasal dari dusun Maja. Kedua dusun itu berada di Desa Ru Waru. Desa Ru Waru masih satu kawasan dengan hutan larangan.
Desa Ru Waru merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Bandar { nama desa/dusun /kecamatan hanya karangan semata}.
Desa Ru Waru terletak di dekat hutan larangan dan terisolir dari desa-desa lainnya yang satu kecamatan. Untuk sampai ke desa Ru Waru penduduk harus menyeberang sungai atau melewati hutan larangan.
Viona terbangun di tahun sembilan puluh dua. Saat ini belum ada aliran listrik yang masuk ke desa. Jangankan listrik, alat transportasi pun terbatas perahu getek.
"Apa yang Kamu lakukan disini?" tanya Dewi dengan judes.
Dia menatap Viona dengan tatapan menyelidik. Tentu saja Viona terkejut. Ia hanya bisa menatap Dewi dengan linglung.
"...."
"Kamu pasti menguping pembicaraan Kami kan? Sekarang lebih baik Kamu bicara sama Kakekmu untuk bercerai dengan Bang Jaka," cerocos gadis itu dengan sinis.
"Dimana si kembar?" alih-alih menjawab ucapan Dewi, Vina malah menanyakan keberadaan kedua anak tirinya. Tanpa sadar ia mengkhawatirkan kondisi keduanya.
Kedua mata Dewi langsung melotot tidak senang. Kedua keponakan kesayangannya itu saat ini sedang berada di rumah kakek neneknya dari pihak ibunya.
Ia sendiri yang mengantar si kembar setelah Vina di antar kerumahnya dalam keadaan pingsan dan basah kuyup.
"Kenapa tanya-tanya?' sentak Dewi dengan galak.
"Ehm....aku ingin meminta maaf pada mereka," ucap Vina dengan tulus.{ mulai saat ini nama Viona akan dipangil Vina seperti nama pemilik aslinya}
"Ish....memangnya Aku akan percaya begitu saja ucapanmu? Jangan mimpi! "
Vina tidak bisa berkata-kata. Mau mengelak pun juga percuma. Dewi pasti tidak akan mempercayai ucapannya.
Karena tidak ada tanggapan dari Vina, Dewi pun menghentakkan kakinya dengan kesal. Kemudian pergi dari tempat itu sambil mengomel.
"Dasar wanita jahat. Awas saja ya!"
Vina mengelus dadanya secara perlahan. Sepertinya hidupnya ke depan tidak mudah. Tidak hanya harus beradaptasi dengan lingkungan. Tetapi juga membiasakan diri menjadi seorang istri dan juga seorang ibu.
"Apa Aku bisa?" gumamnya dalam hati.
cie jaka ngambek gk di sapa😁
semangat nulis bab nya😘😘❤️❤️❤️