"kau membutuhkan uang dan aku membutuhkan seorang istri, bukannya kita akan saling menguntungkan.." kata Vico dengan menatap lekat Antin.
Antin bingung harus bagaimana lagi sekarang,, dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang memerlukan banyak uang.
Sedangkan uang yang ia kumpulkan selama ini hanya mencukupi biaya perawatan ayahnya saat ini.
Darimana lagi ia harus mendapatkan uang untuk biaya operasi ayahnya....
IG kenz kcp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmahkhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Setelah pertemuannya dengan Tante Rina, Antin langsung ingin menemui tantenya, meminta pendapat dari Tante Kila bagaimana baiknya.
Ia tidak menuju ketokonya melainkan langsung kerumah Tante Kila.
Rasanya sudah lama sekali ia tidak berkunjung kerumah Tante Kila, ia juga merindukan kedua keponakannya yang pastinya masih imut-imutnya.
"Permisii...." Antin mengetuk pintu utama rumah tantenya, selang berapa detik pintunya bergerak terbuka dan terlihat seorang wanita dengan tatapan sinis berkacak pinggang memakai daster.
Antin hanya menyengir memperlihatkan deretan giginya.
" Siapa ma.." suara bariton pria terdengar dari dalam rumahnya.
" Ada yang minta sumbangan nih pa.." kata Kila dengan menatap Antin yang tengah sebal mendengarnya.
Enak saja minta sumbangan.
" Antin..." Kata Om Beny suami Tante Kila yang ikut keluar dengan menggendong seorang bayi.
" Hay om.." Sapa Antin sambil melambai kearah Om Beny. Menghiraukan tatapan tantenya yang sinis.
" Tumben kesini.." Kata Om Beny.
" Kebetulan lewat, jadi mampir deh.." Kata Antin.
" Masuk An.." kata Om Beny mempersilahkan masuk.
" Makasih lo.. Tante Kila.." Antin menyelonong masuk sambil terkikik melihat tantenya yang tambah kesal.
" Wahhhhhhhh keponakan Antin udah gede ya..." Antin melihat binar bayi yang digendong oleh om Beny.
Dan memintanya untuk menggendong Reva anaknya Tante Kila.
" Ngapainnn pagi-pagi udah bertamu gak sopan tau.." kata Tante Kila.
" Ya ampunn Reva,, kamu tuh lucu banget..." Antin mencolek pipi Reva dengan gemas menghiraukan apa yang tantenya katakan.
" Aku siap-siap dulu dehh.." om Beny lebih memilih untuk pergi bersiap-siap untuk berangkat bekerja.
" Emang gak boleh ya.. Antin main kesini.." kata Antin.
" Kamu tuh lama ya gak kesini, kalau si Reva udah bisa bicara pasti bakal ngomong kalau ia bahkan lupa mempunyai Tante seperti mu.." kata Kila mendudukkan dirinya disofa.
Dan Antin mengikutinya.
" Yang bisa bicara kan Dio,, eh dimana dia..?" Tanya Antin tidak melihat pria kecil yang amat sungguh cerewet Itu yang tak lain adalah anak pertama dari Tante Kila.
" Masih tidur,, ".kata Kila
" Ada apa..?" Lanjutnya.
" Tadi aku bertemu sama Tante Rina,," kata Antin.
" Lalu..." Tanya Kila.
" Aduhh kok berat ya.. nihh Tan,, " Antin memberikan Reva ke tantenya karna tangannya yang merasa pegal.
" Kau Itu juga bakal gendong-gendong gini ya..." Kata Tante Kila.
" Nikah aja belum ko gendong-gendong.."
" Belajar dari sekarang mangkanyaa.." kata Kila.
Antin hanya memutar bola mata malasnya.
" Tadi apa,, kenapa sama Tante Rina...?" Tanya Kila lagi.
" Tante Rina nawarin aku buat buka butik sendiri Tante,," kata Antin langsung antusias.
" Oh ya..." Tante Kila juga antusias mendengarnya.
Antin mengangguk dengan senang.
" Katanya dia punya tempat buat buka butik dan kalau soal modal,, katanya ia bisa bantu.. dan nanti kita akan bagi hasilll.." Antin menjelaskan dengan semangat.
" Peluang tuh An,, kamu gimana.." kata Tante Kila.
" Mangkanyaa Antin langsung kesini buat tanya pendapat Tante,, gimana baiknya aja.."
" Tante sih setuju aja sih.. tapi kayaknya kamu tanya Ayah kamu dulu aja dehh.." kata Tante Kila menatap Antin dengan serius.
" Iyha nanti Antin tanya ke Ayah kok.." kata Antin.
" Tante sih setuju aja,, toh Tante Rani juga orangnya memang baik kok,, bisa dipercaya juga.
Tapi nanti kalau ayahmu tidak menyetujuinya kan ya bisa aja..." Kata Tante kila.
Antin mengangguk mengerti.
Ia hanya perlu bertanya pada ayahnya bagaimana pendapatnya, kalau memang boleh ia akan senang bukan main.
*********
Vico memandang Pak Kim dengan mengerutkan dahinya, menyatukan alisnya heran.
" Sebanyak ini Pak Kim,,,?" Tanya Vico heran mendapati daftar wanita yang diberikan Pak Kim.
" Semua Itu daftar wanita yang ingin menikah dengan Tuan.." Pak Kim mengangguk.
" Pak Kim bercanda ya, bagaimana bisa sebanyak ini..." Vico bingung mendapati daftar wanita yang jumlahnya hampir 20 orang.
" Tuan Vico silahkan memilih salah satu dari mereka, saya sudah memberitahukan kepada mereka kalau pernikahan hanya berjalan 1bulan.." jelas Pak Kim membalikkan kertas yang ada dipegang Vico yang berisikan foto wanita.
" Pak Kim membuat spanduk ya.." Vico masih tidak percaya apa yang dikatakan Pak Kim, kenapa semudah Itu mencari wanita untuk istrinya.
Pak Kim tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan Vico,
" Tidak tuan, saya hanya bertemu dengan para wanita dan menawarkannya untuk menjadi istri kontrak..." Jelas Pak Kim lagi.
Vico menghela nafasnya, memandang Pak kim.
Sedangkan Pak Kim menahan tawanya, siapa wanita yang akan menolak untuk menjadi istrinya tidak perduli maupun istri kontrak.
Setiap wanita pasti mendambakan seorang suami seperti Vico, yang hampir sempurna dimata para kaum hawa.
Vico menatap beberapa foto yang diberikan oleh Pak kim, ia bingung. Bagaimana ia bisa memilih satu dari mereka yang jelas-jelas Vico sama sekali tidak mengenalinya, dan tiba-tiba akan menjadikan istrinya.
Vico memandang lagi kearah Pak Kim,
Menghembuskan nafasnya kesal.
" Wanita disini ini sudah tahu denganku semua...?" Tanya Vico.
" Sudah tuan, dan hampir semua berantusias untuk bisa menjadi istri kontrak anda..." Kata Pak kim,
Vico semakin heran, bagaimana bisa semudah Itu mencari istri kontrak.
*Di*a ini sadar tidak sihh kalau tampan nya paripurna, bagaimana mungkin wanita menolak pria setampan dirimu..
Othor juga mau kok
Meskipun kontrak mweheheh:))
" Begini saja Pak Kim,, aku mencari istri kontrak yang tidak menyukaiku saja.." kata Vico memberikan daftar wanita Itu kembali ke Pak kim.
Pak Kim menganga mendengarnya, kalau ini lebih susah lagi bukan.
Bagaimana mungkin, bahkan hampir semua wanita pasti menyukainya.
Mana mungkin ada wanita yang tidak menyukainya.
Jangan lupa like dan vote.....:))