seorang wanita Roseline Selin yang awlnya hanya berkerja diperusahaan cabang terpaksa dipindahkan ke perusahaan pusat karena memerlukan karyawan tambahan
rose memiliki kekasih bernama Derin Haga seorang pengusaha hebat yang mencintainya apa adanya begitupun sebaliknya
semenjak kepindahannya tempat berkerja semua berubah dari dirinya yang bertemu CEO tampan bernama Angga Hardiwijaya pemilik perusahaan tempan dia berkerja dan rose yang diangkat menjadi sekretaris dadakan sang CEO tampan membuatnya bertemu dengan anak laki-laki tampan ternyata adalah anak dari sang CEO
bagaimana kisah kelanjutannya ikuti terus ceritanya dan jangan lupa beri tukung untuk penulis dengan berikan vote,like dan komen kalian
terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risgun29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ngambek
"Tuan dan nona kenapa cepat sekali pulangnya?"tanya mita
"Angga tidak bisa lama mangambil cuti,pekerjaanya sangat banyak"ucap rose
Angga menuruni tangga dengan koper ditanganya doni dengan cepat membantu angga membawa dua koper itu
"Mita aku percayakan vila ini pada mu"ucap angga
"Tuan bisa mempercayakan saya,saya akan menjaga vila ini dengan baik"angga mengangguk lalu merangkul rose
Membawanya keluar rumah dan memasuki mobil yang akan mengantarkan mereka kebandara
Singkat cerita....
Angga dan rose sampai dengan selamat hany dan meron sudah menunggu kedatangan mereka
"Mamah"rose berlari kecil memeluk hany erat
"Rose mamah kangen"hany membalas pelukan rose erat
"Rose juga mah"balas rose
"Bagaimana apa ada kabar bagus?"tanya meron
"Kenapa ayah tidak sabaran?"tanya angga heran
"Agar kita dengan cepat mengurusnya"ucap meron rose menatap mereka bergantian hany menepuk bahunya
"Maksudnya?"
"Sudah tidak papa ayah hanya bercanda,ayo kelian pasti lelahkan lebih baik kita cepat pulang dan kalian bisa beristirahat"ucap meron merangkul hany dan melangkah mendahului angga dan rose
Rose yang masih bingung hanya menurut saja angga menggenggam tanganya dan terseyum mereka melangkah menuju mobil yang menjemput rose dan angga
"Selamat datang tuan nona"sapa pak eri dan membukakan pintu untuk mereka
"Terimakasih pak"ucap rose terseyum pak eri pun membalas dengan seyuman
Mobil itu melaju memecah jalan menuju rumah kediaman angga rose yang mengantuk sudah tertidur saat diperjalanan angga terseyum nelihat wajah damai rose
"Angga apa kau sudah menceritakan nya pada rose?"tanya hany memecah keheningan
"Belum mah,tapi nanti pasti akan angga ceritakan"jawab angga
"Baiklah"
<■><■>○<■><■>○<■><■>
Mata rose mulai terbuka memperhatikan sekitar ternyata dia sudah ada dirumah rose merenggangkan ototnya menggeliat kecil
"Kau sudah bangun?"angga baru saja keluar dari kamar mandi
"Iya,kenapa tidak membangunkan ku?"tanya rose sambil mengucek matanya
"Tidur mu begitu nyenyak aku tidak tega membangunkan mu"ucap angga mendekat pada rose dan mengelus kepalanya
"Sayang aku ingin makan bakso"ucap rose memeluk pinggang angga
"Nana sudah menyiapkan makan malamnya sayang"ucap angga
"Tapi aku ingin bakso"ucap rose manja menatap angga berbinar
"Hah..baiklah aku akan membelikan mu bakso"ucap angga rose terseyum sumbringah
"Kalau begitu cepat belikan,aku akan mandi dulu"ucap rose beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamar mandi
Angga hanya menggelengkan kepalanya heran dengan sikap rose yang sedikit berubah akhir-akhir ini istrinya sedikit lebih manja
Rose sudsh selesai dengan ritual mandinya dia hanya memakai lilitan handuk ditubuhnya melangkah kearah lemari
Angga membuka pintu kamar dan melihat pungung mulus rose yang terpampang didepannya sungguh pemandangan yang indah
Diam-diam angga meletakan plastik itu diatas meja dan melangkah mendekati rose memeluk wanita itu dari belakang
"Sayang,kau sudah datang kenapa tidak ada suaranya....dimana bakso pesanan ku?"ucap rose
"Aku letakan diatas meja,saat masuk melihat mu seperti ini membuat ku tergoda"ucap angga membenamkan wajahnya dileher rose
"Angga aku harus berpakaian dulu....aku ingin memakan bakso ku"ucap rose
"Tidak mau,kau harus membayarnya dulu"ucap angga
"Tidak...lepaskan aku ingin makan baksonya...ish kau hanya mengganggu saja"ucap rose mendorong angga dan mengambil bajunya masuk kedalam kamar mandi
"Sayang kau tidak mau memenuhi keinginan suaminya mu"ucap angga kesal
Rose keluar dari kamar mandi dilihatnya angga hanya duduk diatas tempat tidur dengan menatap layar ponselnya wajahnya terlihat datar
"Sayang...apa kau marah?"angga hanya diam
"Ya sudah jika marah"ucap rose melangkah mendekati meja dan mengambil bungkusan itu
"Terimakasih baksonya"ucap rose lalu melangkah keluar kamar
Angga melongo melihat rose yang tidak peduli padanya "dia tidak ada niatan untuk membujuk ku...liat saja nanti aku akan menghukum mu"gumam angga
Rose menuangkan baksonya dalam mangkok mengambil alat makannya dan membawa semangkok bakso itu keatas meja makan
"Rose dimana angga?"tanya hany heran melihat rose hanya sendiri
Rose mengangkat bahunya "tidak tau mah dia tadi marah pada ku"ucap rose mulai melahap makanannya
"Marah? Kenapa?"
"Angga ingin itu tapi rose tidak mau,aku ingin memakan bakso ku jadi aku menolak keinginannya"jawab rose enteng hany terkekeh
"Hanya kau wanita yang berani melawan angga"ucap hany
"Benarkah?aku tidak seberani itu mah"ucap rose
"Tapi sungguh kau wanita yang berani malawan angga...biasanya semua wanita yang dekat denganya selalu tidak berani melawan bahkan mendiang istrinya pun tidak berani"ucap hany
Rose menghentikan suapannya "begitukah?wahh aku wanita yang pemberani ternyata"ucapr rose sambil terseyum palsu
Hany hanya terkekeh lalu pegi menuju dapur meninggalkan rose yang merasakan kecewa kenapa nama itu lagi apa sekarang mereka mencoba membandingkan rose dengan mendiang istri angga yang sudah pergi
Rose menghabiskan baksonya dengan suasana hati kesal mangkok dan alat makan itu diletakannya dimeja cucian piring lalu pergi menuju kamarnya mood rose tiba-tiba sudah tidak baik sekarang dia memasuki kamar dan melihat angga yang masih sibuk tapi kali ini berganti dengan laptopnya
Rose melangkah menuju ranjang dan menidurkan dirinya disamping angga tapi membelakangi angga
Angga yang masih dalam zona pura-pura ngambek hanya diam melirik rose tapi ini berbeda rose benar-benar tidak menegurnya ada apa?
"Sayang"panggil angga rose hanya diam
Dia memilih memejamkan matanya dari pada harus berbicara pada angga sungguh moodnya hilang sekarang
"Sayang kau marah pada ku?"tanya angga
"Diamlah aku ingin tidur"jawab rose memeluk gulingnya dibalik selimut
"Baiklah selamat malam"ucap angga
Rose berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa pikirannya sekarang dipenuhi oleh mendiang istri angga memangnya seperti apa wanita itu
Kalian semakin membuat ku penasaran dengan wanita itu,bolehkah aku membencinya karena dia selalu mengganggu pikiran suami dan keluarga ku-batin rose kesal bahkan dia sampai meremas guling dalam pelukannya
"Sayang ada apa dengan mu? kau dari tadi tidak bisa diam"tanya angga heran karena kaki rose yang sedari tadi bergerak
"Diamlah"bentak rose angga meneguk selivanya
Ada apa dengan rose kenapa bisa menjadi segalak itu bukankah tadi angga yang marah padanya kenapa sekarang sebaliknya pria itu hanya menggelengkan kepalanya heran jika angga menegurnya lagi bisa-bisa rose akan mengamuk
Jadi diam lah angga jika ingin nyawa mu aman-author 😆
Rose memutar tubuhnya membuat angga tertegun melihat rose yang menangis
"Sayang ada apa?"tanya angga panik menangkup wajah rose
"Apa aku tidak baik untuk mu?apa aku istri yang jahat pada mu?apa aku wanita yang kasar bagi mu?"
sukses
semangat
mksh