Eve San wanita yang berusia 24 tahun berparas cantik namun tidak suka memoles wajahnya dengan makeup sehingga banyak orang yang menyatakan dirinya cupu ditambah lagi dengan kebiasaannya yang suka membaca buku. dan tidak suka bergaul.
Eve di jodohkan dengan Michael, anak dari sahabat orangtuanya. Sejak kecil Eve dan juga Michael tidak pernah cocok dan saling membenci.
Tapi mereka tidak punya pilihan lain selain menikah.
Bagaimana kelanjutan kisahnya! Kehidupan yang penuh lika-liku akan mereka jalani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Kerjain.
Seringai licik mulai kelihatan di bibir Michael saat menatap Eve yang tidak berkerdip sedikitpun ketika menatap ke dada kekarnya yang polos tanpa satu helai benangpun.
Awalnya dia berlagak seperti tidak mau melihat tapi itu wajahnya saat ini bahkan tidak mau bergeming sedikitpun melihat bentuk tubuhku yang begitu menggoda matanya untuk melihatnya.
"Lihat apa kamu?" tanya Michael sembari menarik salah satu senyumannya melihat kearah Eve yang langsung mengalihkan pandangannya setelah mengetahui jika sejak dari tadi Michael memperhatikannya.
Sialll karena melihat tubuh kekarnya itu aku sampai tidak sadar jika Kak Michael malah sedang memperhatikan aku. Umpat Eve san dalam hati.
"Sekarang kembalikan apa yang aku berikan padamu tadi," ucap Michael sembari berjalan mendekati Eve yang duduk di tepi ranjang itu.
"Apa yang harus aku berikan, sedangkan aku tidak pernah minta apapun itu," gerutu Eve dengan setengah berteriak.
Michael mendudukkan tubuhnya di tengah tempat tidur dan Eve malah semakin memundurkan tubuhnya menjauh dari Michael. Michael menatap kearah Eve dengan tatapan tajam seolah-olah dia mau menerkam tubuh wanita yang ada di sampingnya ini.
Michael tidak bicara tapi pria itu menjentik-jentikkan jari telunjuknya beberapa kali di bibir manisnya seolah memberikan isyarat apa yang harus di berikan oleh Eve Padanya.
Eve malah sedang sibuk memperhatikan Michael yang terus melakukan gerakan tersebut beberapa kali sembari mengerutkan keningnya heran. Eve sudah berpikir dengan begitu keras namun wanita itu masih juga belum mengerti apa yang di maksud oleh suaminya itu.
Kenapa sih dengan bibirnya itu, aku lihat tidak ada yang terluka di sana. Gumam Eve dalam hati menatap kearah suaminya dengan penuh selidik..
"Kak, apa yang kau lakukan ada apa dengan bibirmu itu?" tanya Eve dengan masih mengeryitkan keningnya heran melihat sikap aneh Suaminya saat ini.
" Kau begitu bodoh sekali! Bagai mana mungkin Ibu Resni yang sangat pintar dan juga cantik itu memiliki anak yang cupu dan juga tidak pintar seperti dirimu." Pria itu bicara dengan nada suara terdengar begitu lantang sampai membuat kesabaran Eve san seakan habis di buatnya saat ini.
Michael yang sedang duduk langsung tersentak kaget saat Eve langsung meloncat ke tumbuhan sembari mengeraskan rahangnya kelihatan begitu geram dengan apa yang dia ucapkan tadi.
Tatapan wanita itu bahkan begitu buas seperti tidak ada rasa takut sedikitpun dari sorot matanya saat ini. Sedangkan Michael malah semakin suka melihat perubahan Eve yang seakan sedang menggodanya walaupun dia tau kenyataannya itu tidak demikian.
"Jangan berteriak telingaku masih bisa mendengar dengan begitu jelas!" Eve yang saat ini berada di atas tubuh Michael berteriak dengan nada suara tidak kalah lantang dengan apa yang Michael ucapkan tadi.
Michael bukannya marah dia malah tersenyum usil melihat kearah Eve San yang sekarang berada di atas tubuhnya. Namun Michael tidak menatap kearah wajah wanita itu melainkan menatap kearah gunung kembar Eve san yang terlihat terpampang nyata di hadapannya saat satu kancing baju yang wanita itu kenakan terlah terlepas tanpa Eve sadari sendiri.
Eve mulai mengerutkan keningnya dengan mengikuti tatapan mesum Suaminya itu, "Apa yang kau lihat?" tanya Eve yang langsung melotot ketika dia menyadari jika apa yang sedang di lihat oleh suaminya saat ini. Eve hendak menjauh dari tubuh suaminya namun pria itu.langsung memegangi pingannya dan membuat Eve mau tidak mau harus tetap berada di atas tubuh kekar suaminya namun bukan dengan jarah yang jauh seperti tadi atau paling tepatnya dari jarak yang begitu dekat bahkan sampai hembusan nafas dari
keduanya saling beradu.
Eve bisa merasakan hembusan hangat
nafas suaminya itu menerpa wajahnya semakin membuat wanita itu tersipu malu
sembari beradu pandang dengan suaminya.
“Aku menginginkannya,” ucap Michael
sembari bibirnya langsung menelusuri
leher jenjang istrinya dengan gerakan lembut membuat satu desahan kecil keluar
dari bibir Eve tanpa dia sadari sendiri.
“Hei Kak Michael, hentikan aku
tidak mau melakukannya,” ucap Eve dengan tatapan datar membuat hasrat Michael
yang tadi begitu menggebu-nggebu seketika luntur karena ucapannya barusan.
“Aku hanya menuruti apa yang kau
inginkan saja sebab tadi kau sudah . bersusah payah berusaha menggodaku sampai mempertontonkan bentuk tubuhmu yang jelek itu membuatku semakin geram saja,” ucap Michael sembari membalikkan tubuh Eve ke samping.
Tuh, kan dia selalu berbicara
seperti itu berlagak jika kau yang sedang bersalah, terserah padamu saja aku
bisa gila jika terus seperti ini. Gerutu Eve dalam hati sembari menatap Michael
dengan alis hampir menyatuh.
Eve beranjak bangun dari posisi
tidunya kemudian dia mengancingkan kembali bajunya yang sempat terbuka tadi. Michael menatapnya sekilas dan langsung mendudukkan tubuhnya.
“Cium aku.” Pria itu berbicara dengan mata menatap kearah Eve dengan begitu tajam sampai membuat wanita itu tak mempunya pilihan lain selain menurutinya.
“Baiklah jika kau memaksa,” sahut
Eve dengan mendengus kecil.
“Aku tidak memaksamu! Tapi bukankah kau sendiri yang bilang pada para perkerjamu jika kita saling mencintai sekarang buktikan cinta yang kau bilang pada para perempuan di dalam toko mu itu,” teriak Michael dengan nada suara setengah membentak membuat Eve teringat kembali kejadian di dalam toko.
“Kak, Michael sediri yang
mencium ku kenapa aku yang harus mengembalikannya,” gerutu Eve dengan bibir manyun.
“Kau berani bilang aku salah,”
Michael mulai menaruh Eve dalam pangkuannya dan mengapit kedua pipi wanita itu menghadap wajahnya yang saat ini kelihatan datar.
Cium sajalah dari pada singa lapar ini semakin marah dan membuatku
harus kehilangan semua yang aku miliki. Umpat.Eve dalam hati sembari mengerucutkan bibirnya.
Eve langsung mencium bibir pria
yang ada di hadapannya ini dengan masih duduk di pangkuannya, sedangkan Michael
terus menikmati apa yang istrinya itu lakukan tanpa penolakan. Lihat itu rona
merah di kedua pipi Michael seakan menunjukkan seberapa dia menikmati apa yang di lakukan oleh istrinya ini.
“Hentikan, kau menciumku terlalu
lama membuatku gerah,” teriak Michael yang langsung menjauhkan bibirnya dari
istrinya yang langsung tersentak kaget setelah mendengarkan apa yang dia ucapkan
barusan.
“Maafkan aku,” ucap Eve yang sudah
tidak mau berdebat lagi karena bagi Eve bisa menjaga jarak dengan Michael adalah
hal yang paling dia inginkan saat ini.
“Ya sudah aku maafkan sudah sana
pergi!” perintah Michael setelah dia puas mempermainkan istrinya.
Dasar dia benar-benar tidak tau
malu, memperlakukana orang lain seenak jidatnya. Mungkin karena kau itu kaya
bisa menindas orang sesuka hatimu kenapa aku jadi ingin memaki semua umpatan
ini di hadapannya namun lagi dan lagi aku tidak pernah berani membuka mulut di
depannya.
Mungkin karena sejak kecil aku dan
dia seperti tikus dan juga kucing yang selalu berterngkar setiap di sandingkan. Tapi kenapa kita malah bisa terikat hubungan suami istri seperti ini.
BUAT PARA READERS YANG MAU PESAN BAJU DARI NOVEL YANG ADA DI BAWA INI SILAHKAN JAPRI AUTHOR LANGSUNG YA SAYANG. . BUAT YA BERMINAT.
NOVEL DARI PERNIKAHAN KONTRAK AILIN SUDAH READY TINGGAL SATU PICS AJA YANG MAU SILAHKAN CHAT KHAIRIN.
yg sabar yaa eve jgn sampai darah tinggi. ...
😂😂😂😂
michael posesif itu demi kebaikan kamu juga eve, ,, dan artinya michael benar2 mencintaimu. ..🥰🥰🥰🥰
yg ada kamu di bawa ke kantor biar nemenin michael kerja. ..
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
😂😂😂😂😂😂😂😂
jgn kasar2 dong Michael kasian kan Eve san... ya ampun Michael jd gagal fokus sampai lupa kalau hari libur...🤭🤭🤭😂😂😂😂😂😂