Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.
Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.
Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.
Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Rasa yg pernah ada
Happy Reading... 😌
Malam itu hujan turun begitu lebat nya di susul petir yg saling bersahutan. Udara dingin begitu menusuk nusuk hingga ketulang. Sebagian penghuni planet bumi lebih memilih terlelap di peraduan nya.
Dua insan yg dulu pernah saling mencintai,saling berbagi dan saling bahagia itu kini tengah saling menatap. Lulu berada di atas pangkuan Mario. Siapa yg menyangka kalau itu tindak akibat ketidak sengajaan. Suasana benar2 mendukung sekali.
Dulu mereka terbiasa dg posisi itu. Entah itu ketika bercanda atau mungkin memang sengaja demikian sebagai ungkapan rasa yg pernah ada di antara mereka.
Sedikit pergerakan Lulu,membuat tangan kiri Mario menahan pinggang Lulu semakin erat. Tangan kanan Mario bergerak membelai menyusuri sepanjang lengan kiri Lulu hingga ketengkuk nya. Lulu membeku dg kelembutan yg telah lama tak Ia rasakan. Mario menarik pelan tengkuk Lulu. Tatapan mata Mario menghipnotis sedikit akal sehat Lulu. Lulu pun memejamkan kedua mata nya.
Bibir kedua semakin mendekat. Lulu mengeratkan genggaman kedua tangan nya yg saling bertaut. Di saat bibir kedua nya hampir menempel. Bayangan Iqbal yg sedang menarik tengkuk nya kemudian mencium kening nya melintas seketika itu jg. Lulu membuka kedua mata nya. Ada sirat kecewa di mata Lulu begitu menyadari kalau yg berada di depan mata nya itu adalah Mario mantan suami yg dulu pernah begitu di cintai nya itu.
Lulu tersadar ketika bibir Mario tinggal beberapa Centi lg menempel di bibir nya. Seketika Lulu memalingkan wajah nya. Mario kecewa dg sikap Lulu. Tangan kiri nya yg melingkar di pinggang Lulu seketika melonggar. Lulu pun segera berdiri lalu melenggang menuju kamar nya meninggalkan Mario.
Lulu segera merebahkan tubuh nya di atas kasur. Di tarik nya selimut tebal itu untuk meminimalisir hawa dinging yg menusuk tulang itu. Lulu begitu menyesali kejadian tadi. Bisa2 nya Dirinya terbawa suasana. Lulu menganggap bayangan Iqbal yg melintas sebagai penyelamatnya.
Lulu melirik ponsel nya yg sedang di Charger yg tergeletak di atas nakas. Namun urung jg tangan nya meraih ponsel itu. Rasa kantuk yg menggelayut di mata nya sudah tidak bisa di tahannya lg. Lulu pun segera terlelap dalam tidur indah dan damai nya bersama mimpi2 yg menjadi bunga tidur nya.
*
Iqbal masih jg belum bisa memejamkam mata nya. Fikiran nya terus melayang. Memikirkan Lulu yg kemungkinan besar tengah marah padanya,membuatnya mengabaikan rasa kantuk nya. Padahal mata nya sudah memerah dan terasa perih. Kepala nya pun jadi pening.
Iqbal melirik ke sisi lain dari ranjang yg tengah di tempatinya itu. Ibenk sudah terlelap dalam buaian mimpi nya.
'Kenapa ya Lulu gk jg mau nerima panggilan dari ku ?... Ini sih yakin,Dia marah sama Aku. Kenapa jg tadi Aku bisa sekesal itu sama Dia. Gimana kalau Dia gk mau deket lg sama Aku. Besok pagi ini mesti di lurusin dulu'
Tak lama Iqbal pun terlelap tanpa sadar. Rasa kantuk itu sudah benar2 menyergap kesadaran nya.
Tanpa terasa malam berlalu begitu cepat. Hujan lebat semalam sudah reda. Adzan subuh sudah berkumandang bersahutan. Sebagian orang sdh ada yg terjaga subuh itu untuk melaksanakan kewajiban nya. Tak terkecuali Lulu dan keluarga nya yg menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah. Beda nya kali ini,ada Mario yg menjadi Imam sholat waktu subuh itu.
"Di minum dulu kopi nya Nak Mario" Bu Laras menyodorkan segelas kopi pada Mario
"Terima kasih Bu" Mario menerima segelas kopi yg di sodorkan Bu Laras.
Bu Laras tersenyum lalu meninggalkan Mario di ruang tamu sendirian. Bu Laras segera memasuki dapur yg tidak begitu luas itu untuk membantu Lulu yg sedang menyiapkan sarapan.
Pagi itu mereka berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan nasi kuning yg memang sengaja Lulu buat. Anak2 nya terutama Gina merengek minta di buatkan nasi kuning. Dg lauk telor dadar dan kerupuk,mereka menikmati sarapan itu lahap nya.
Selesai sarapan,Pak Rahman kembali ke kamar nya. Sedangkan Bu Laras membantu kedua cucu nya untuk mandi pagi,memakai seragam dan menyiapkan keperluan sekolah. Lulu sendiri membereskan meja makan dan juga dapur.
Lulu mengantar Mario sampai pintu halaman depan. Karena halaman rumah kediaman keluarga nya kecil jadi mobil Mario terpaksa di parkirkan di bahu jalan.
"Lu,tolong fikirin lg ya. Sungguh Aku berharap kita bisa kumpul seperti dulu lg" Ucap Mario sambil menggenggam tangan Lulu
Lulu hanya terdiam sambil menunduk. Dia ingin menarik tangan nya yg di genggam oleh Mario.
"Kamu sudah punya kehidupan baru. Mari kita sama2 jalani kehidupan kita masing2 Rio"
"Tp Aku gk bahagia Lu. Aku mohon... Fikirkan lg ya. Demi anak kita jg"
Mario mengangkat gengaman tangan nya hendak mencium punggung tangan Lulu
"Rio..." Lulu menahan tangan nya
"Idzinkan Aku mencium punggung tangan mu saja Lu. Hasrat hati ku sesungguhnya lebih besar dari pada ini" Mario memohon
Meskipun ragu,namun tak urung jg Lulu membiarkan Mario mencium punggung tangan nya dg wajah yg tertunduk. Entah kenapa relung hati Lulu yg terdalam seperti merasakan kalau Dirinya tengah mengkhianati seseorang.
Dari kejauhan,sepasang mata itu meneteskan air mata nya. Hati nya sakit seperti di iris sembilu,jiwa nya meronta melihat keromantisan sepasang pria dan wanita. Sang wanita memang tertunduk. Dan sang Pria yg lagi2 hanya terlihat punggung nya saja itu dg mesra mencium punggung tangan wanita itu.
Pagi2 Dirinya sudah bangun. Dia hanya sempat cuci muka dan gosok gigi saja. Tanpa sempat sarapan,Dia bergegas meninggalkan apartement sahabatnya kemudian melajukan motor nya. Semangat nya menggebu gebu. Dia ingin bertemu dg wanita nya dan meluruskan kesalahpahaman sehari sebelumnya. Namun kenyataan berkata lain. Fakta pahit harus di telan nya bulat2.
*
Suasana pagi yg masih terasa dingin itu membuat Iqbal mengurungkan diri nya di balik bedcover tebal milik nya. Setelah memarkirkan motor nya,Dia beranjak menuju kamar nya. Rendy Kakak nya sdh berangkat kerja. Dia hanya mendapati Mamih nya yg sedang mengecek laporan bisnis waralaba nya di ruang keluarga dg di temani Nico yg duduk anteng di samping nya.
"Akhirnya Kamu pulang jg sayang"
Iqbal menghampiri Mamih nya. Mencium punggung tangan dan kening Mamih nya sedikit agak lama. Bu Karina melihat kesedihan yg tersirat di wajah putra bungsu nya itu. Dia menebak kalau putra bungsu nya itu masih bersedih dg sikap Papih nya yg terasa makin berlebihan.
"Aku ke kamar dulu ya Mih"
Selesai mandi air hangat,Iqbal mengenakan pakaian yg sedikit tebal. Kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur nya dan menarik selimut nya hingga menutupi seluruh tubuh nya.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk aja" Teriak Iqbal dari dalam selimut nya.
Bu Karina muncul dari balik pintu sambil menggendong Nico. Dia berjalan mendekati ranjang Iqbal. Kemudian melepaskan Nico yg merangkak mendekati Oom nya. Nico memukul mukul tubuh berbalut selimut itu dg kerasanya.
"Aduuuuh... Sakit" Iqbal mengaduh sambil menyingkap selimut nya dan melihat keponakan nya itu tertawa. " Mau Oom cium sampe gk bisa ketawa lg ya ?... Sini Oom cium kamu" Iqbal menciumi perut keponakan nya dg gemas.
"Udah Iqbal,kasian Nico nya" Bu Karina hendak meraih Nico.
"Gk bakal di lepasin. Ponakan Oom yg ganteng nya mendekati Oom udah berani mukul Oom yg ganteng nya maksimal ini. Jadi harus di cium" Iqbal msh tak melepaskan Nico yg tertawa terpingkal pingkal karena kegelian.
"Mamih mau membicarakan sesuatu sama Kamu. Kamu udh sarapan blm ?... Kita ngobrol di ruang makan aja yuk" Ajak Bu Karina
"Lg puasa" Jawab Iqbal singkat
"Puasa apa hari jum'at gini ?... Kamu itu ngaco aja deh" Ucap Bu Karina sambil geleng2 kepala.
*
*
*
*
Jangan Lupa Like,komen dan vote nya ya. Biar semangat ngetik nya.
bagus
sukses
semangat
sukses.....semangat
mksh