"Urusan kita belum selesai, saya ada penawaran kalau kamu setuju maka kamu harus mau mengandung anak saya."
"Saya tidak setuju."
"Benarkah kamu tidak setuju? saya ini akan memberikan penawaran yang sangat menarik, bukankah sekarang kamu sedang mencari seorang pria?"
Apa sebenarnya yang akan di tawarkan oleh laki laki itu hingga dia percaya diri sang perempuan tidak akan menolak.
Jangan Lupa Like Dan Komen! Wan Kawan 🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VivianaRV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Waktu yang terus berjalan cepat, hingga saat ini sudah siang hari. Regos harus menghadiri pernikahan saudara sepupu dari Riri. Dia menaiki mobilnya menuju lokasi yang sudah diberitahu oleh Riri. Sampai sana ternyata acaranya sangat meriah sekali, banyak orang yang mulai masuk ke tempat pesta.
Regos ragu untuk langsung masuk ke dalam apalagi dia tidak membawa undangan sama sekali. Kalau dia pulang pasti ibu Riri akan mencarinya lagian tanggung juga kalau harus pulang. Regos pun memberanikan diri masuk ke tempat pesta. Regos pun ikut mengantri untuk masuk ke dalam.
"Permisi tuan bisa perlihatkan kartu undangannya?" tanya orang wo yang ditugaskan untuk penerimaan tamu.
"Maaf saya tidak mempunyai kartu undangan."
"Kalau begitu silahkan anda keluar" petugas wo itu pun segera mengusir Regos.
"Eh tunggu dulu kamu jangan mengusirnya langsung, kamu tadi lupa kalau ada ibu-ibu saudara pengantin yang bilang ada satu tamu tanpa undangan yang diperbolehkan masuk" bisik teman satunya lagi.
"Tunggu dulu tuan nama anda siapa?"
"Nama saya Regos."
Mata pekerjaan wo itu pun melebar, nama itu kan yang harus disuruh masuk tanpa undangan. "Kalau begitu silahkan anda masuk, maaf tadi saya sempat mengusir anda."
"Beneran ini saya boleh masuk?"
"Iya tuan silahkan anda masuk ke dalam" Regos mengangguk lalu langsung masuk ke dalam.
Saat masuk ke dalam Regos tidak melihat keberadaan Riri ataupun orang tuanya. Semuanya hanya orang asing yang ada di sekitarnya. Disaat Regos tengah sibuk memindai tempat supaya menemukan Riri tapi malah dia didatangi oleh seorang perempuan.
"Permisi mas" Regos langsung membalikkan tubuhnya. Regos hanya menaikkan satu alisnya sambil memindai perempuan asing yang baru menghampirinya.
"Kamu bicara dengan saya?" tanya Regos sambil menunjuk dirinya.
"Iya, aku bicara sama kamu perkenalkan nama saya Fani" ucap perempuan itu dengan malu-malu sambil mengulurkan tangannya.
Regos hanya melihat uluran tangan dari perempuan yang memperkenalkan dirinya dengan nama Fani. Regos tidak mau repot-repot untuk membalas uluran tangan dari Fani. Regos menganggap Fani tidak penting, Regos pun membalikkan tubuhnya untuk mencari Riri kembali.
"Ekhm...nama kamu siapa mas?" Regos hanya melirik saja.
"Kamu saudara dari siapa mas? Kok aku enggak pernah lihat kamu saat kumpul keluarga? Oh aku tahu kamu pasti teman dari pengantin laki-laki kan?"
Regos tetap tidak menanggapi, Regos yang merasa risih pun pergi begitu saja tanpa kata. Tapi sepertinya Fani tetap tidak melepaskan Regos begitu mudah. Fani tetap mengikuti Regos di belakangnya.
"Mas kamu mau kemana? Apa aku boleh tetap mengikuti kamu?"
Regos yang sudah geram dan merasa tidak nyaman pun berhenti, dia memejamkan matanya agar emosinya tidak meledak saat ini juga. Dia membalikkan tubuhnya dengan muka datar menahan amarah, sedangkan Fani tersenyum kesenangan karena dia berpikir Regos mulai tertarik kepadanya.
"Anda bisa berhenti mengikuti saya? Saya tidak nyaman disaat anda mengikuti saya terus menerus" ucap Regos ketara sekali menahan amarah.
"Aku hanya ingin tahu nama kamu saja" ucap Fani dengan menundukkan kepalanya.
"Nama saya Regos, sekarang kamu sudah tahu nama saya jadi segera pergi dari hadapan saya saat ini juga!" Fani ketakutan karena ucapan Regos yang penuh akan tekanan.
"Ya ampun calon mantuku ternyata kamu sudah datang!" teriakkan membahana itu berasal dari Riyanti.