NovelToon NovelToon
Isekai Slime? Reincarnation Into Another World

Isekai Slime? Reincarnation Into Another World

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Reinkarnasi / Dikelilingi wanita cantik / Harem / Fantasi Isekai
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre : Fantasi, Fantasi-Isekai, Action, Harem, Romance, Adventure, Reinkarnasi, Isekai, Magic, Demon, Royal.

[On Going]

- Bagian 1 — Isekai Slime - 27 Chapter

- Bagian 2 — Princess and Princess - ?

- Sinopsis -

Setelah bertahun-tahun dibully oleh orang-orang kaya, Sion akhirnya mencapai batas kesabarannya. Dengan amarah yang telah lama dipendam, ia meluapkan segala emosinya tanpa peduli pada konsekuensinya.

Namun, kepuasan itu hanya sesaat. Pada akhirnya, Sion memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri—tanpa penyesalan sedikit pun.

Tapi tak seperti kebanyakan orang, kematiannya bukanlah akhir. Ia terlahir kembali di dunia lain.

Akankah Sion berjuang untuk mencapai puncak? Tetap menjadi korban? Atau justru berbalik menjadi sosok yang menindas?

- Untuk jumlah kata ga full 1k yah gaes, kadang cuma 800 atau bisa aja lebih sampai 1,5k kalau benar-benar niat. Kalau agak sibuk yahh, antara 1k atau 800+ doang.

- Up-nya yah suka-suka aku wkwk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Demon Queen?

Kepalaku sakit. Beberapa saat yang lalu, aku baru saja terbangun dan mendapati diriku berada di tempat yang gelap ini. Seingatku aku didorong ke jurang, jadi kemungkinan ini ada didalam jurang itu.

Meski gelap, tapi masih ada beberapa cahaya dari batu kristal yang bersinar. Mereka menempel di bebatuan, menerangi dengan cahaya kecil yang membuat tempat ini tidak segelap itu, setidaknya masih bisa melihat kemana aku bisa berjalan.

Beberapa bagian tulangku sedikit retak, aku bisa merasakan efek dari serangannya juga yang masih membekas di punggungku. "Sakit." Sambil meraba dinding aku berjalan menelusuri tempat ini.

Aku berjalan tanpa tau arah, rasanya seperti semakin jauh aku berjalan semakin aku tersesat. Tidak mungkin juga untuk memanjat disini, jika aku bisa terbang mungkin saja, tapi pasti perlu Mana yang banyak.

Beberapa jam berjalan aku melihat tempat luas yang lebih terang, batu kristal di tempat ini jauh lebih banyak. Namun, ada kejanggalan, rasanya seakan aku sudah memasuki wilayah monster.

Aura kuat yang terpancar disini membuatku merinding, aku merasakan bulu kuduk-ku berdiri. Aku tau ini, perasaan yang sama ketika pertama kali melihat T-Rex itu. Rasa takut yang sama, yang membuatku lebih khawatir kali ini adalah aku yang belum melihat apa-apa, tapi sudah ditekan sejauh ini.

Lantai bersinar, memunculkan lingkaran sihir besar di tengah-tengah. Aku langsung mundur menjauh, melihat sesuatu mulai terjadi. Dari tengahnya telah keluar sesuatu...

Aku membeku, menatap makhluk mengerikan di depanku. Seekor ular raksasa dengan tiga kepala menjulang tinggi, sisiknya hitam berkilat seperti logam, seolah dilapisi minyak beracun. Setiap gerakan tubuhnya membuat tanah bergetar, dan hawa panas yang keluar dari mulutnya membuat udara terasa berat.

Ketiga kepalanya bergerak liar, matanya bersinar merah seperti bara api yang membara dalam kegelapan. Aku bisa melihat gigi taringnya yang panjang dan meneteskan cairan hijau pekat. Asap tipis mengepul dari air liurnya, menyebarkan bau busuk yang menusuk hidung.

Kepala tengahnya lebih besar, dengan tanduk tajam mencuat dari dahinya, seperti raja yang memimpin. Kepala di sebelah kiri mendesis panjang, lidah bercabangnya menjulur lebih lama dari yang lain, dan aku tahu itu bukan sembarang lidah—itu adalah alat pemburu yang bisa menyemburkan racun mematikan. Sementara itu, kepala di sebelah kanan tampak lebih defensif, sisik berduri melindungi lehernya seperti baju zirah alami.

Aku mencoba menarik napas, tapi rasa takut mencengkeram dadaku. Monster mungkin sudah melahap ratusan orang sebelumku.

"Bohong, kan. Mana mungkin aku bisa menghadapi monster ini!"

Aku langsung melarikan diri sekuat tenaga, dengan memegangi dinding sebagai tumpuan. Belum sempat menjauh, ekor monster itu sudah menyerang lebih dulu.

"Lighten up!"

Aku melompat menghindar tipis, serangannya mustahil bisa kutahan, terutama karena tubuhku yang saat ini sangat lemah. "Water Slash!" Dengan air aku menyerangnya, walau tak menimbulkan efek apa-apa, tapi setidaknya berhasil mengalihkan perhatiannya.

"Wind Booster."

Aku melesat menggunakan angin untuk kabur, melawan monster seperti ini sama saja dengan bunuh diri. Masih banyak hal yang ingin kulakukan, setelah aku berhasil mendapatkan yang kuinginkan selalu saja ada hal lain yang mengganggu.

Sial!

"Kau juga jangan menghalangiku! Monster sialan!"

Aku mengarahkan tanganku padanya. "Fire Shots! Fire Shots! Fire Shots!" Dengan sisa mana-ku aku menyerangnya bertubi-tubi. Menyebabkan kepalanya itu berasap kerena api.

Tidak berpengaruh, kepalanya keras juga ditutupi oleh sisik yang membuat seranganku tidak mempan. Salah satu kepalanya—Yang sebelah kiri langsung menyerang dengan memuncratkan racun yang berhamburan.

Terkena satu saja bisa berbahaya.

Aku langsung berlari menjauh, tidak ada yang bisa kulakukan, aku tidak punya sihir pertahanan, hanya terus menghindari serangan itu. Sampai akhirnya aku tertangkap kepala sebelah kanannya.

"Sial!"

Kepalanya mengarah padaku dengan mulut terbuka, menampakkan taringnya yang tajam itu. "Amplifier!" Menggunakan Amplifier aku menghantam kepalanya itu dengan pedangku.

Bomb—!

Kepalanya sangat keras, tanganku juga gemetar saat memukulnya, ini serangan balik! Ketika aku sibuk dengan kepala kanan, tanpa kusadari tangan kiriku sudah terkena racun dari kepala kiri monster itu.

"AGHHH! SAKIT!"

Karena panik, aku sudah tidak berpikir apa-apa lagi dan malah mengeluarkan sihir lain. "Gravity!"

Boom—!

Kepalanya terhempas kebawah, tidak ada kerusakan hanya terhempas saja. Kulanjutkan dengan memberikan pukulan bertubi-tubi dengan pedangku. Kali ini lebih mudah, kepala kiri lebih lemah saat diserang.

"Ugh!"

Rasa sakit dibagian perutku, tiba-tiba saja aku merasa tertusuk sesuatu, sesuatu yang telah menembus perutku membuatku terpental jauh. "Aku benar-benar lupa soal itu."

Kepala tengahnya, sekaligus yang paling kuat, yang paling mengerikan, bagai raja yang memimpin. Jika ia sudah bergerak itu berarti aku sudah dianggap ancaman, bukan.

Sial... Monster-monster meresahkan!

Aku tidak bisa menggunakan Guil Arc sekarang, Noriutsuru juga tidak bekerja, apa lagi yang kupunya! Harus kukeluarkan semuanya jika ingin melawan monster ini.

"Emphasize, Amplifier, Gravity."

Ketika kepala monster ini bergerak liar, sambil berteriak-teriak kencang menyakiti telingaku. Mereka akhirnya juga bergerak kearahku, diikuti dengan aku yang melompat kearah mereka dengan pedangku.

"Mati!"

Krankkk—!

Aku menebasnya bertubi-tubi pada kepala tengahnya, begitu keras, seakan tebasanku tidak ada apa-apanya meski sudah ditambahkan sihir.

"Ghaaaaaghh!"

Aumannya jadi semakin keras, yang ditengah tidak terlihat seperti ular, lebih mirip seperti singa yang mengamuk dengan tambahan tanduk unicorn. Monster seperti ini terlalu nge-cheat.

Aku terhempas ketanah dengan satu pukulan dari kepala kanannya, sangat kuat, tak bisa kutahan. Tubuhku saat ini juga sedang lemah, membuatku kesulitan bangkit.

Apa akan berakhir begini?

Ketiga kepala monster itu mengelilingiku, beberapa gerakan terlihat seakan mereka menghinaku, kurasa ini pernah terjadi sebelumnya. T-Rex itu juga melakukan hal yang sama, mereka benar-benar membuktikan kekuatannya. Tapi! Aku benar-benar tidak terima ini!

Sebelum monster itu menyerangku lagi, waktu tiba-tiba berhenti, beberapa debu yang sebelumnya beterbangan tiba-tiba tidak bergerak sama sekali. Hawa kehadiran kuat, aku tertelan oleh suatu ruang saat bergerak dan menyebabkan retakan.

Meski sudah jatuh tapi kesadaranku tidak hilang, aku melihat sekitarku, ruangan kosong yang nampak seperti luar angkasa, beberapa batu beterbangan, aku juga melayang disini.

"Hei."

Lamunanku terpecahkan oleh suara yang tidak kukenali, aku reflek menoleh kebelakang. Seorang wanita cantik dengan rambut putih yang indah, terlihat berkibar meski tiada angin. Matanya seperti darah segar yang berkilau cocok dengan bulu matanya yang lentik. Tubuhnya begitu perfect ditambah dengan kulitnya yang seputih susu, membuatku sulit mengalihkan pandangan darinya, ia memainkan rambutnya dengan jarinya yang halus itu.

"Siapa?" tanyaku akhirnya.

"Ah benar juga yah, aku harus memperkenalkan diriku terlebih dahulu." Dia berdiri dari kursi mewah yang di dudukinya itu. "Aku Nano Aethna, lebih tepatnya yang kau kenal sebagai, Ratu Iblis."

"RATU IBLIS!?"

"Sebegitunya terkejut? Kupikir kau sudah tau soal ini saat kau berani membeli pedangku itu."

Pedang? Ah—Jangan-jangan pedang itu benar-benar miliknya—Ratu Iblis?!

"Ah tidak, saya hanya membelinya karena bisa kubeli. Sama sekali tidak pernah berpikir kalau pedang ini benar-benar peninggalan Ratu."

"Tidak perlu sopan begitu, bersikaplah seperti biasa saja." Ia mendekat. "Hei... Sion."

Dia bahkan tau namaku!

"A-apa?"

"Kau tidak boleh mati disini, loh. Kalau kau mati, maka aku juga akan mati."

"Hah! Kenapa bisa begitu?!"

"Bukan mati sepenuhnya, tapi jiwaku berada dalam pedangmu itu. Jika kau mati memangnya siapa yang akan memungut pedang itu? Itu sama saja seperti aku tidak memiliki kesempatan untuk hidup lagi."

jadi selama ini dia tidak mati, tapi berada di dalam pedang ini?

"Saya—Ah maksudku, aku tidak sekuat itu untuk mengalahkan monster itu. Kekuatanku saat ini terlalu lemah."

"Karena itulah aku akan meminjamkan kekuatanku pedamu, tapi hanya satu serangan. Dalam satu serangan akhiri semuanya, oke?"

Memangnya itu bisa dilakukan?!

Ah tidak, jika dia benar-benar Ratu iblis maka itu tidaklah mustahil. Aku kemudian memberikan penghormatan dengan membungkukkan badanku dengan sebelah tangan kebelakang.

"Mohon bantuan anda, Ratu."

"Hee~ Kau bisa seperti itu juga ternyata, baiklah."

Saat ia menjentikkan jarinya tiba-tiba ada sesuatu yang muncul dikepalaku, terasa sakit, namun membuatku merasakan kekuatan dari dalamnya.

Semuanya ada padamu, akhiri ini semua, satu serangan yang sudah kau kuasai. Sudah tertanam dalam otakmu.

Aku telah kembali ke waktu sebelumnya, ketika monster itu akhirnya menyerang, aku memberikan tebasan yang menggunakan kekuatan Ratu Iblis di dalamnya. Terasa berat sekali mengayunkannya, tapi masih belum.

"Honor Of Queen—!"

Tebasan ini berhasil membelah monster itu, sekaligus udara disekitarnya menciptakan perpecahan ruang akibat kekuatannya, menyebabkan dinding mengalami kerusakan yang parah.

"Kerja bagus."

Suara lembut itu seakan membelai telingaku, sepertinya aku dan Ratu Iblis masih bisa berkomunikasi lewat semacam telepati. Namun, tubuhku mulai roboh, aku akhirnya memejamkan mataku dan semuanya menjadi gelap.

1
Frando Wijaya
yg penting Thor jgn lupa up...yg eps sebelomny itu....tinggal jalankn cerita aja...Dan jgn loncat loh Thor
Frando Wijaya: mkany itu jgn loncat....jika ada yg loncat bknny Thor sendiri yg rugi??? nah Thor pelan2 aja jalankn cerita Thor sendiri
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: pengen cepet2 ke moment ketemu lise, tapi masih jauhh/Scream/
total 2 replies
story
karena perutnya itu tong. /Sweat/
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
puasnya bisa baca langsung banyak, nah /Coffee//Coffee//Coffee/
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: haaaaahh
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: cepatlah up, biar ada bacaan hehe
total 3 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
tuhkan mirip sebelah 😭😭😭
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: ada deh
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: apatuh
total 3 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
lebih ke pria menjijikkan sih 🙄
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
jadi keinget GGS, ganteng-ganteng sint- eh serigala maksudnya
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
duh Liana, jangan mau nak. dengarkan aku ya, laki-laki itu cuma bisa berkata manis saja 😒
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: iya sih
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: dia gabisa apa2😭
total 4 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
hah? Leon? apasih 😭😭😭
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: nyamar
total 1 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
HAHH?!! WTH?!! kok nyasar sampe sini weh 😭😭😭
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: aelah, kaget ege 😭😭
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: dua dunia, sihir2 anehnya juki itu
total 2 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
tidak usah bertengkar dengannya Sion, berikan padaku, dan kau sama Lise saja hehe 😌
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
guantengnyaa oiii, anak siape nih? ku culik boleh gak sih 😩😩
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: tapi lucu, rambut merah menyala, tatapan tajam beh khhjkkkkkk 😍
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: ganteng2 meresahkan 🗿
total 2 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
aku tau nih foto 😒
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: agak mirip-mirip, pernah ku tengok tapi kapan
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: siapa tuh
total 2 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
nah ini baru sesuai ekspetasi, namanya aja anggun begitu
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
gak ekspek sih kirain wajahnya agak dominan ternyata malah cute
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: emg ai-nya🗿
total 1 replies
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
bahasa jawa nyasar 😭😭
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐
hah? Sion? bentar, kok aku lupa alurnya ya 😭😭
Frando Wijaya
btw next Thor 😃
Frando Wijaya
oke tubuh Bru wanita.... wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣 Sion di gantikn jd nma Alice aethna 👍
Frando Wijaya: eh toh....nanti bkl di Tanya mna tubuh asli lo...gitu 😅
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: ya disimpen, kan masi ada hal pentingnya—guil arc, soalnya kan itu melekat di tubuh asli mc
total 8 replies
Frando Wijaya
btw next Thor 😃.
Frando Wijaya
yg akhir....kna dlm mslh lg 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!