Rhaella Delyth adalah seorang gadis cantik dengan kepribadian dingin dan ekspresi wajah yang selalu datar. Meskipun berasal dari keluarga terpandang, kehidupan yang ia jalani jauh dari kata bahagia. Kehadirannya di dunia tidak pernah diharapkan, membuatnya tumbuh dengan hati yang keras dan kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Sementara itu, Gabriel adalah seorang pemuda tampan dan berkarisma yang lahir di lingkungan keluarga kaya dan berpengaruh. Di balik pesonanya, ia memiliki sifat dingin, tak mudah didekati, serta sisi kejam yang tidak banyak diketahui orang.
Bagaimana kisah pertemuan mereka bermula? Ikuti perjalanan mereka dalam cerita ini, yang penuh dengan intrik dan adegan penuh ketegangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Gabriel yang baru saja mendapatkan laporan dari anak buah yang dia suruh untuk mengikuti Rhaella pun merasa marah besar, dia marah dan khawatir sekaligus karena mendengar bahwa Rhaella terluka.
"Apa yang terjadi sama lo Rha? Apa luka yang waktu itu gue liat juga lo dapat dari kediaman Blaze? Apa hubungan lo sama mereka sebenarnya?"
Gabriel pun kemudian mengambil handphonenya dan langsung menghubungi seseorang lagi.
Tuut
Tuut
"Halo"
"Cari datanya Rhaella sekarang juga, gue mau lo harus dapat datanya"
"Oke akan gue usahain"
Tut
Gabriel yang ingin keluar di kejutkan kembali dengan suara deringan handphonenya, dia kembali mengangkat panggilan dari teleponnya.
"Hm gimana"
"Sepertinya nona Rhaella tahu kalau di ikuti tuan muda, dan saya kehilangan jejaknya sekarang, maafkan saya tuan muda"
"Shiit" umpat Gabriel kesal.
Gabriel memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut karena memikirkan Rhaella dan orang suruhan yang mengikutinya tidak mendapatkan jejaknya.
"Ya udah gapapa lo balik aja, gue hubungi lagi kalau ada tugas" ucap datar Gabriel kemudian langsung memutuskan sambungan telepon.
"Apa gue coba ke apartemennya aja sekarang? Iyah gue ke sana aja" Gabriel pun kemudian melanjutkan langkahnya untuk pergi apartemen Rhaella terlihat tenang memang tapi tidak ada yang tahu bahwa hari dan pikirannya sudah khawatir setengah mati akan kondisi Rhaella.
"Sayang kamu mau kemana?" Sapa Shaera yang melihat anaknya ingin pergi.
"El ada urusan sebentar bunda"
"Emm.. ada yang ingin bunda sama ayah bicarakan sama kamu nak nanti" ucap Shaera pada Gabriel.
"Mau bicara tentang apa bunda" tanya Gabriel dengan mengkerutkan keningnya.
"Kamu pergi saja urus dulu urusan kamu, nanti kita bicarakan setelah kamu pulang" celetuk Warren yang baru saja menghampiri mereka dan di angguki oleh Shaera di sampingnya.
"Ya udah Kalau gitu El pergi dulu assalamualaikum"
"Waalaikum salam" jawab Shaera dan Warren bersamaan.
Gabriel langsung mengendarai motornya untuk menuju apartemen Rhaella, Gabriel hanya cukup waktu kurang dari sepuluh menit untuk sampai di apartemen Rhaella, dia pun langsung menuju lift kemudian langsung menuju ke kamar apartemen Rhaella.
Gabriel memencet bel beberapa kali namun tidak ada yang membukakan pintu, kemudian dia langsung memencet angka password Rhaella yang dia lihat saat datang waktu itu dan benar pintu itu langsung terbuka, di dalam apartemen Rhaella, memang tidak ada dirinya, Gabriel sudah mencarinya ke seluruh ruangan tapi nihil.
Drrtt
Drrtt
"Gimana?" Suara datar Gabriel mengangkat panggilan telepon dari sahabatnya anjas
"Gue udah berhasil buka data pribadi Rhaella, ternyata dia memang ada hubungan dengan Leif Blaze, Rhaella adalah anak dari Leif Blaze saudara tirinya Daena, cuma itu yang gue dapat dari datanya."
"Leif Blaze" gumamnya pelan, dia seperti pernah mendengar nama itu.
"Oke thank"
Tut
Setelah memutuskan panggilan sepihak Gabriel memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku celananya.
'Dimana gue pernah dengar nama itu' gumamnya sendiri hingga suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya.
Cklek
Suara pintu terbuka membuat Gabriel menengok ke belakang dan itu adalah Rhaella yang baru saja datang dengan memegang perutnya. Rhaella belum menyadari keberadaan Gabriel di dalam apartemennya sampai suara dingin seseorang membuatnya terkejut.
"Siapa yang udah bikin lo kaya gini?" Suara datar dan dingin dari Gabriel membuat Rhaella begitu terkejut.
'bagaimana cara dia bisa masuk? Apa dia tahu password apartemen gue?' gumamnya dalam hati menatap bingung keberadaan Gabriel di dalam apartemennya.
"Jawab Rhaella siapa yang udah bikin lo kaya gini?" Nada dingin Gabriel kembali terdengar.
"Gue tadi jatuh dari motor" jawab bohong Rhaella sambil berjalan dengan bersikap biasa-biasa saja.
"Gue tahu betul Rhaella itu bukan luka jatuh dari motor, gue tahu itu luka pukulan, jawab siapa yang udah bikin lo kaya gini" Jawab datar Gabriel dengan aura dinginnya. Gabriel sendiri tentu tahu kalau itu bukan luka jatuh dari motor sebagai seseorang yang sering bertarung dia tentu pernah mendapatkan luka di wajahnya meski tidak parah apalagi orang suruhannya bilang bahwa Rhaella keluar dari kediaman Blaze dengan keadaan yang tidak baik-baik saja, Dia hanya ingin Rhaella mau berkata jujur padanya.
"Jawab Rhaella"
"Kalau gitu lo jawab pertanyaan gue dulu, kenapa lo bersikap kaya gini ke gue? lo ngga berhak buat ngatur gue El, lo juga ngga berhak buat ikut campur urusan gue, dan sikap lo sekarang ini, lo bukan keluarga gue atau pacar gue El yang harus tau gue kenapa" ucap panjang lebar Rhaella pada Gabriel.
"Lo sekarang pacar gue ngga ada bantahan jadi sekarang gue berhak bersikap kaya gini sama lo, atau perlu kita tunangan sekarang juga?" jawab santai Gabriel dengan wajah datarnya.
"Lo jangan becanda El, lo udah gila?" Rhaella bahkan tak percaya bahwa Gabriel dengan mudahnya mengajaknya untuk bertunangan.
"Gue emang udah gila sejak gue kenal sama lo, gue jadi tergila-gila sama lo Rha, dan gue akan semakin gila kalau ngga sama lo" ucap Gabriel dengan berjalan menghampiri Rhaella, Rhaella hanya diam mencerna ucapan Gabriel.
"Jangan buat gue takut Rha, gue takut lo kenapa-napa, lo boleh bilang gue gila atau apapun gue emang gila karena lo Rha, gue ngga pernah ngerasain hal semacam ini sebelumnya ke siapapun, gue ngga tahu cara menyampaikan perasaan gue kaya gimana ke lo Rha, tapi lo harus tahu gue sayang sama lo, dan gue cinta sama lo" ucap panjang lebar Gabriel yang langsung memeluk tubuh Rhaella.
"Kenapa lo bisa cinta sama gue El?"
"Gue nggak punya alasan untuk bisa cinta sama lo Rha"
"Gue bukan orang yang tepat buat lo El, hidup gue berantakan gue ngga mau lo ikut masuk ke hidup gue yang berantakan ini" lirihnya pelan dengan memegang ujung kaos Gabriel.
"Gue nggak peduli, gue bakal ada di sisi lo dan bantuin lo apapun itu, Asal lo janji buat ngga ninggalin gue" Rhaella lalu diam tidak membalas ucapan Gabriel, dia pun perlahan melepaskan pelukan Gabriel dari tubuhnya.
"Apa maksud lo al mau bantuin gue, apa lo tahu tentang gue"
"Gue berusaha untuk cari tahu tentang lo, karena gue tahu ngga mungkin lo akan cerita ke gue tentang masalah lo, gue suruh Rufus buat retas informasi pribadi lo, sorry! dan gue tahu kalau lo tinggal di kediaman Blaze Lo adalah anak Leif Blaze saudara tiri Daena" Rhaella hanya menghela nafas lelahnya, dia sebenarnya tahu, mau sampai kapanpun dia menutupinya suatu saat akan di ketahui juga, tapi kenapa Gabriel bisa sepeka itu.
'apa El juga tahu gue sering di pukul sama ayah juga?' gumanya dalam hati.
"Apa aja yang yang lo tahu?" Tanya Rhaella datar pada Gabriel.
"Baru itu aja, tapi kalau gue tahu siapa pelaku yang udah buat lo kaya gini, gue ngga akan berfikir dua kali buat ngehabisin dia" ucap datar Gabriel dengan aura dinginnya kembali membuat Rhaella merinding.
"Gue mau selesai itu sendiri El" Ucap Rhaella yang kemudian berjalan tertatih menuju kamarnya, Gabriel yang melihat itu pun kemudian langsung menggendong Rhaella ala bridal style dan itu membuat Rhaella terkejut bukan main.
"El lo apa-apaan si?" Kesal Rhaella dengan melingkarkan tangannya di leher Gabriel. Gabriel tidak menjawab dia tetap berjalan menuju kamar Rhaella kemudian mendudukkan Rhaella di tepian kasur.
"Gue cuma mau kasih tahu, gue ngga mau lihat ada Luka kaya gini lagi di wajah atau tubuh lo ini, sedikit aja gue lihat lo terluka, gue beneran bakal bunuh orang itu el yang udah berani bikin lo kaya gini" Rhaella kembali merinding dengan ucapan Gabriel yang tak main-main, Rhaella sudah menelan ludah kasar mendengar nada dingin dari Gabriel dan tanpa sadar menganggukkan kepalanya.
"Dimana kotak obat" tanya datar Gabriel.
"Di dalam laci itu" jawab Rhaella gugup menunjuk ke arah meja samping tempat tidurnya. Gabriel kemudian berjalan untuk mengambil kotak obat setelah mengambilnya Gabriel lalu keluar menuju dapur untuk memanaskan air agar hangat lalu dia pun kembali kepada Rhaella. Rhaella hanya diam dengan apa yang di lakukan Gabriel, dia tahu dari wajahnya saja Gabriel sepertinya sedang menahan amarahnya apalagi di tambah aura dinginnya. Gabriel kemudian dengan telaten mengompres luka memar Rhaella lalu membersikannya dan memberikan salep ke bagian luka di wajah serta sudut bibir Rhaella yang robek, tidak ada ringisan dari Rhaella yang membuat Gabriel semakin marah, dia yakin pasti Rhaella sudah sering mendapatkan luka seperti ini sehingga dia tidak merasakan sakit.
"Baring" ucap datar Gabriel menyuruh Rhaella untuk berbaring dan Rhaella hanya mengikuti saja.
"Angkat baju lo" titah kembali Gabriel datar pada Rhaella.
"Ngga usah gue aja nanti yang obatin"
"Angkat Rha" suara datar dan dingin Gabriel seperti ini yang membuat Rhaella jadi merinding. Rhaella pun kemudian mengangkat sedikit bajunya dan terlihatlah beberapa lebam di perutnya. Gabriel tidak bisa berkata-kata dengan apa yang dia lihat, dia ingin sekali menghajar siapapun yang telah melukai gadisnya. Dengan mengesampingkan amarahnya Gabriel kembali mengompres luka lebam di perut Rhaella, hingga tanpa sadar ternyata Rhaella sudah tertidur entah sejak kapan. Gabriel pun kemudian mengoleskan salep ke perut Rhaella dan kemudian menurunkan kembali baju elsa lalu menyimpan kembali kotak obat ke tempatnya.
Lama Gabriel menatap wajah cantik Rhaella yang banyak lebam dengan tatapan yang masih di penuhi amarah.
"Gue akan habisin siapapun yang udah bikin hidup lo jadi berantakan kaya gini, gue akan selalu ada buat lindungi lo" Gabriel kemudian mencium lama kening Rhaella, Gabriel ikut masuk ke dalam selimut untuk berbaring di samping Rhaella dan mengangkat kepala elsa untuk tidur di atas lengannya lalu Gabriel pun menyusul Rhaella untuk menyelami alam mimpi.