NovelToon NovelToon
The Kings And The Woman

The Kings And The Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lilly✨

Ribuan lembar di Papirus,ribuan kata kata cinta yang aku hanturkan Tidak cukup mendeskripsikan Aku mencintaimu.

"Aku tidak pernah bisa menaklukkan rindu ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilly✨, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sebelum Selena bisa membalas, seorang penjaga istana datang dan membungkuk dengan hormat di hadapan mereka. "Yang Mulia, Lady Selena. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda."

Selena mengerutkan kening. "Siapa?"

Penjaga itu tampak ragu sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Dia memperkenalkan dirinya sebagai Cassandra."

Suasana di taman seketika berubah. Selena menegang, sementara Adrian yang masih tersenyum langsung berhenti mengaduk tehnya. Sang Ratu melirik Selena dengan penasaran. "Cassandra?hm... putri dari Duke Beaumont...?."

Selena terkejut mendengar nama itu, jari-jarinya yang menggenggam cangkir teh sedikit mengerat. Namun, hanya dalam hitungan detik, ekspresinya kembali tenang. Dia menghela napas pelan, seolah sudah menduga bahwa pertemuan ini akan terjadi cepat atau lambat.

“Aku mengerti,” ujarnya dengan suara datar, meletakkan cangkirnya ke atas piring kecil dengan lembut. Dia lalu berdiri, menyapu gaunnya agar tidak kusut. “Mohon izin, Yang Mulia, aku akan menemui Cassandra sebentar.”

Sang Ratu menatapnya dengan sorot penuh pertimbangan sebelum mengangguk pelan. “Tentu saja, sayang. Tapi setelah ini, kau hendak kembali ke Swiss, bukan?”

Selena tersenyum tipis, menoleh ke arah Adrian sejenak sebelum menjawab, “Ya, aku akan kembali ke Swiss setelah ini.”

Adrian, yang sejak tadi diam, mengetukkan jarinya ke sisi cangkir teh dengan ekspresi yang sulit ditebak. “Begitu cepat?” tanyanya ringan, meskipun ada sesuatu dalam suaranya yang terdengar seperti kekecewaan.

Selena berjalan menyusuri lorong istana dengan langkah yang tenang, meskipun pikirannya dipenuhi berbagai spekulasi. Cassandra bukanlah seseorang yang datang tanpa alasan, terlebih setelah sekian lama mereka tidak bertemu.

Saat pintu ruang tamu istana dibuka, mata Selena langsung bertemu dengan sosok wanita berambut pirang keemasan yang berdiri anggun di tengah ruangan. Cassandra Beaumont, dengan gaun biru elegannya, tersenyum tipis begitu melihat Selena masuk.

“Selena,” sapanya, suaranya terdengar lembut, tetapi ada ketegangan yang tersembunyi di dalamnya.

Selena menutup pintu di belakangnya dan mendekat dengan tatapan waspada. “Cassandra,” balasnya, suaranya netral, namun tajam. “bukan nya kita tidak memiliki hubungan lagi?."balas nya, menatap Cassandra Dengan alis nya mengerut kening

pengawal itu pergi meninggalkan mereka.

"Kenapa?Kenapa kau menghindari ku?."suara itu Sangat pelan,mata hijau emerald milik Cassandra menatap mata biru Selena yang sayu.

Selena tidak segera menjawab. Dia hanya berdiri di sana, tubuhnya tegak, ekspresinya tenang, tetapi dingin. Seolah-olah percakapan ini tidak memiliki arti baginya.

"Cassandra," akhirnya dia berbicara, suaranya lembut tetapi tajam seperti pisau yang menusuk tanpa ampun. "Aku tidak menghindarimu. Aku hanya tidak ingin melihatmu lagi."

Cassandra terhuyung sedikit ke belakang, seolah kata-kata itu lebih menyakitkan daripada tamparan. "Selena…" bisiknya. "Kau… tidak bisa berkata seperti itu."

"Jika kau mengatakan sesuatu yang aneh,aku akan pergi."balas Selena berbalik pergi.

sekarang aku menarik garis begitu jelas, Cassandra.

aku berencana untuk pergi ke Zaman kuno, bertemu dengan nya.

Mungkin Inilah kenapa aku ingin menjaga jarak dengan nya.

Khawatir... khawatir aku semakin terikat dengan pertemanan ini.

pertemanan?

Skeptis sekali.

Selena berjalan pergi menuju pintu ruangan,Namun suara yang kacau terdengar,"Apa? Apakah aku melakukan kesalahan?!."

"Kenapa?!Katakan kepada ku Selena! Apakah aku menyakiti hati mu!?"dia berbicara dengan kuat, menyentuh dadanya sembari menatap Selena.

Selena berhenti di ambang pintu. Punggungnya tetap tegak, tetapi matanya terpejam sesaat, seolah mencoba mengendalikan sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya.

"Kesalahan?" gumamnya pelan, nyaris tak terdengar.

Cassandra masih berdiri di tengah ruangan, napasnya berat dan tidak beraturan. Matanya yang biasanya memancarkan ketenangan kini dipenuhi emosi yang tak terbendung. "Jika aku melakukan sesuatu yang menyakitimu, katakan! Aku bersumpah aku tidak pernah berniat—"

Selena akhirnya berbalik, menatapnya dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ada kelelahan di sana. Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kemarahan atau kekecewaan.

"Cassandra," katanya dengan suara yang begitu lembut, tetapi menusuk. "Bukan tentang kau yang melakukan kesalahan atau tidak. Bukan tentang kau menyakitiku atau tidak. Ini tentang aku."

"Apa?."

"Aku tidak mengerti ...Bukan nya kau dan aku hanya teman sebagai seorang bangsawan,bukan benar benar teman?."nada yang datar, tatapan yang dingin

bukan teman sesungguhnya?

pikiran Casandra seperti akan melayang,dia menggigit bibir nya dan berkata,"Selena...Jika aku melakukan kesalahan aku minta maaf! Aku tidak ingin meninggalkan mu!Aku tidak ingin meninggalkan ku!Kau teman ku! Kenapa kau bisa berteman baik dengan wanita bernama elara itu!Kenapa tidak Dengan ku!!."dia menyentuh dadanya, menundukkan kepalanya dan berkata lagi,"Aku-Aku ingin menjadi teman mu!Akan aku lakukan apapun yang kau katakan!!Aku pun juga bisa memberikan nyawaku untuk mu! Jangan -Aku ingin jadi teman mu!."dia mengangkat wajah nya ke arah Selena.

Begitu kata-kata itu keluar dari mulut Cassandra, wajah Selena seketika membeku. Mata birunya membelalak, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Namun, keterkejutan itu hanya berlangsung sesaat. Dengan cepat, ekspresinya berubah. Kedua alisnya bertaut, menciptakan kerutan samar di dahinya.

“…Kau ingin menyerahkan nyawamu untukku?” suaranya terdengar datar, tapi ada sesuatu yang tajam di dalamnya.

"Ya."

Selena menatap mata hijau itu dan tertawa kecil,"Jika aku pergi ke suatu tempat yang jauh, apakah kau sebagai teman ku,akan mengorbankan nyawa mu untuk ku?."

Cassandra mengangguk tanpa berpikir dua kali. “Tentu saja. Aku akan mengikutimu ke mana pun, bahkan jika itu berarti aku harus kehilangan segalanya.”

Selena tersenyum tipis, tetapi ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan. Dia menatap Cassandra dengan pandangan yang sulit diartikan—antara iba, kekecewaan, dan sesuatu yang lebih dalam yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Bodoh,” bisiknya akhirnya.

Cassandra tertegun. “Apa…?”

"Bagaimana ini?Aku memang tidak bisa menjauhi teman ku ini.. Kemarilah Cassandra..."

Cassandra terkejut mendengar kata-kata itu. Sejenak, matanya yang bergetar dipenuhi dengan kebingungan dan harapan yang bertabrakan.

“Selena…” suaranya hampir berbisik.

Dengan ragu-ragu, Cassandra melangkah mendekat. Ketika jaraknya semakin dekat, dia merasa dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang menekan jantungnya.

Lalu, tanpa berpikir lebih jauh, dia melingkarkan tangannya di sekitar tubuh Selena dan memeluknya erat. Dia memejamkan mata, merasakan kehangatan yang begitu familiar, tetapi sekaligus terasa begitu jauh.

"Teman ku...selena.."dia memeluk Selena Dengan kuat dan menangis

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!