NovelToon NovelToon
My Big Boy

My Big Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Posesif
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Nung

(Bukan Novel yang awalnya benci jadi cinta ya, alur sesuai imajinasi Mimin)

Rania, seorang perantau dari Indonesia, datang ke negeri asing hanya untuk bertahan hidup. Ia tidak pernah menyangka langkah nekatnya akan mempertemukannya dengan Marco seorang mafia besar, dingin, berbahaya, dan bucin tingkat dewa.
Pertemuan mereka menyeret Rania ke dunia gelap penuh kekuasaan, obsesi, dan perlindungan berlebihan. Cinta yang salah, pria yang salah... tapi terlalu sulit untuk ditolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Nung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Altar pernikahan

Satu bulan sudah berlalu sejak Rania dikurung dikamar Marco, dan selama sebulan itu juga sudah berkali-kali ia mencoba lari namun tidak ada jalan.

Maid sering bergantian mengantarkan makanan untuk Rania, namun Rania tidak menyentuh makanan itu sama sekali, malam nya saat ia tertidur di lantai keesokan paginya ia terbangun diranjang dan tubuh yang sudah terselimuti selimut tebal dan hangat.

Malam itu Rania duduk ditepi jendela besar yang langsung menghadap gerbang Mansion, lalu pandang nya beralih kearah Gaun pengantin putih yang sesuai dengan tubuhnya, ia terdiam sejenak.

"Mungkin masih ada cara" gumam nya pada dirinya sendiri.

Rania menyandarkan kepalanya di Jendela dan matanya mulai terlelap. Pintu kamar terbuka langkah kaki pelan masuk kedalam kamar itu.

Marco menatap dingin Rania yang lagi-lagi tertidur dilantai dengan posisi yang sama setiap harinya. Ia berjalan mendekat dan mengangkat tubuh Rania dengan mudah kedalam gendongan nya. Dahinya mengerut tubuh Rania lebih ringan dari saat pertama kali ia menggendong nya.

Marco meletakkan tubuh Rania dengan hati-hati diatas tempat tidur, ia menarik selimut menutupi tubuh Rania yang sedikit menggigil. Marco memperhatikan wajah Rania yang tampak lelah dan lebih kurus dari biasanya, tangan nya terulur mengusap pipi chubby Rania yang sedikit tirus lalu turun ke bibir Rania.

"jangan pernah berfikir bisa kabur dariku sayang" ujar nya lembut. Perlahan Marco mencium bibir Rania hanya kecupan singkat lalu beralih mencium dahinya.

Setelah nya Marco berdiri dan berjalan keluar dari kamar, begitu pintu ditutup Rania membuka matanya.

"Aku harus berhasil besok" gumamnya melihat gaun pengantin itu.

Rania mengerut dahinya lalu perlahan membuka matanya, ia langsung tersadar dan melihat bahwa ia sudah ada didalam mobil, disamping nya Marco duduk dengan tenang.

"kita mau kemana?" tanya Rania

"menikah" jawab Marco singkat.

Rania terdiam ia hanya duduk dengan diam. Setelah beberapa menit akhir nya mereka sampai di hotel mewah, mereka langsung menuju kamar. Disana para pengrias pengantin sudah tiba. Rania langsung disambut dan di dudukkan didepan cermin rias. Marco tidak ikut masuk ia menatap kedua bodyguard nya.

"jaga" ujarnya dingin lalu berlalu pergi menuju aula pernikahan, saat memasuki tempat acara keluarga besarnya sudah berkumpul.

"Nak, dimana menantu Mommy?" tanya Anna ibu kandung Marco.

"Masih di rias Mom" jawab Marco dingin.

"CK anak ini! Sudah mau nikah masih saja dingin" ujar Anna mendengus.

Dominic Moretti ayah kandung Marco hanya menepuk bangga bahu putranya.

"sudah... sudah, sana cepat naik ke altar, pengantin sebentar lagi keluar" ujar sang Mommy.

Marco mengangguk dan berjalan naik ke altar, pintu aula terbuka. Rania masuk digandeng oleh sahabat nya Vika dan Marry disamping nya. Semua orang tertegun, Marco yang awal nya dingin menatap Rania tertegun sama seperti yang lain nya.

...*S**um by: pinterest*...

...Cantik kali lah Rania ini ya kan?...

Rania naik ke altar pengantin ia melihat Marco mengulurkan tangannya, Rania menyambut uluran tangan itu, lalu tersenyum, senyum palsu.

Marco mengecup punggung tangan Rania lalu mereka bersama mulai janji suci pernikahan mereka. Rania tidak fokus, ia terus mencari celah untuk kabur, ia harus kabur dan kembali ke Indonesia bagaimanapun caranya.

Setelan upacara pernikahan mereka sah menjadi suami istri, tepuk tangan terdengar, kini tiba saat nya mereka berciuman.

Marco maju mencium bibir Rania didepan seluruh tamu dan keluarga, tepuk tangan semakin kuat dan nyaring. Setelah ciuman berakhir akhirnya mereka turun dari altar dan menemui keluarga dan tamu-tamu lain nya.

Rania memegangi perutnya, lalu ia menoleh kearah Marco.

"perutku sakit, aku ingin ke toilet sebentar" ujar Rania pelan.

Marco menatap nya lama lalu mengangguk pelan. Rania berjalan menuju toilet, ditemani Vika.

Di dalam toilet Vika memegang tangan Rania erat.

"aku akan membantumu mengalihkan perhatian bodyguard, larilah dengan cepat, setelah keluar dari hotel naik taxi langsung ke terminal kereta, naik kereta cepat saja menuju Roma, jika menggunakan pesawat akan lama. Uang, pasport dan ponsel mu sudah aku siapkan di tas ini" ujar Vika.

Rania mengangguk, airmata nya menetes ia memeluk Vika erat lalu melepaskan nya. Vika keluar dari toilet wanita dan mulai mengalihkan perhatian bodyguard.

"Aku akan menemui Tuan sebentar, pastikan Nyonya Rania aman" ujar Vika dan berhasil bodyguard itu mengalihkan perhatian nya kepada Vika mendengarkan arahan Vika.

Itu kesempatan Rania untuk kabur, ia keluar dari toilet wanita dan segera berlari keluar hotel masih dengan memakai gaun pengantinnya.

"Ingat jaga Nyonya baik-baik, jangan sampai kabur" ujar Vika lalu pergi meninggalkan Bodyguard itu.

Rania berhasil keluar dari hotel, Vika sudah menunggu nya didepan pintu Taxi.

"cepat... Cepat..." Rania langsung masuk kedalam Taxi, Vika menutup pintu Taxi.

"Ingat pesan ku" ujar Vika. Rania mengangguk lalu taxi melaju menuju terminal kereta cepat.

 

Di aula pernikahan kedua bodyguard yang menjaga Rania itu masuk mereka melapor pada Jerry bahwa Rania kabur. Jerry mendesis dan melaporkan pada Marco.

Marco menatap tajam Jerry. "kenapa masih bengong saja, cepat cari bodoh! Jika istriku tidak ketemu dalam waktu dekat, aku sendiri yang akan merobek tenggorokan mu!" bentak Marco marah.

Marco meninggalkan aula dan orang-orang yang menatap nya bingung, Marco mengendurkan dasi nya dan masuk kedalam mobilnya.

"Sayang, kau pikir bisa kabur dariku? Kau salah besar" gumam Marco dingin.

Marco menelpon Jerry.

"Bawa Vika dan kedua Bodyguard itu keruang bawah tanah, tunggu sampai aku kembali" ujar Marco dingin lalu mematikan telpon secara sepihak.

Marco menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia kembali menelpon seseorang.

"Tutup semua jalur keluar kota dan negara!" ujar nya dan mematikan panggilan sepihak.

 ---

Rania baru keluar dari taxi saat ia melihat beberapa orang berpakaian hitam berpencar mencarinya. Rania berbalik dan lari sekuat tenaga nya namun nasib tak berpihak padanya, salah satu dari mereka melihat Rania. Rania langsung berlari kedalam hutan beberapa kali ia terjatuh dan tersandung sehingga tangan dan kaki nya lecet.

Rania terus bangun dan terus berlari meski kini gaun pengantin nya sudah kotor oleh darah dan lumpur.

1
Hesty
ko ga up😄
Nyai Nung: Lagi proses sayang, malam baru up
total 1 replies
Hesty
ko ga up😄
anggita
like iklan👍☝
anggita
kadang KDRT malah jdi trend😑
Nyai Nung: Gimana maksudnya sayang?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!