NovelToon NovelToon
Hijaber Vs Kapten Basket

Hijaber Vs Kapten Basket

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Basket / Tamat
Popularitas:654.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ncess Iren

Seorang siswi kedokteran yang tak lain adalah anak seorang kiyai, suatu saat ayahnya menjodohkan dia dengan anak teman lamannya.

Apesnya laki_laki yan di jodohkan itu, adalah laki_laki yang sangat membencinya dan mendapat fitnah kalau istrinya sudah tidak suci lagi.

Dan tentang lima sahabat, dimana mereka adalah anak-anak sultan. Pewaris tunggal hingga selalu menjadi inceran, para pelakor.

Nah kan penasaran jadinya, daripada bertanya_tanya baca aja yukk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ncess Iren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cantik Sekali Menantu Papah

    "Nak Dirga ini temannya Diba?" tanya Kakek

     "Sebenarnya kami baru kenal tadi kek, dan niat saya kesini karena minta maaf. Dan bertanggung jawab karena saya hampir menabrak Adiba, sehingga belanjaannya terjatuh dan sebagian rusak." sahut Dirga jujur

    "Tapi Diba nggak apa-apa kok Kak, cuma kantong belanjaan aja yang jatuh dari tangan Adiba. Karena tadi Diba kaget." ucap Diba menjelaskan, karena takut kakeknya salah paham.

    "Terima kasih nak Dirga, karena sudah mau mengantarkan cucu kakek pulang. Dan terima kasih juga sudah bisa menjadi laki-laki bertanggung jawab." ucap Kakek menepuk bahu Dirga

    "Memangnya Nak Dirga tinggal di mana?" tanya nenek

    "Saya tinggal Sky Mansion Residence." jawab Dirga

Mendengar jawaban Dirga, Adiba, Kakek dan Neneknya langsung terkejut. Karena mereka tahu betul kalau itu, perumahan elit yang dihuni oleh beberapa orang pengusaha sukses.

"Maaf ya keadaan rumah nenek hanya seperti ini." ucap Nenek tidak enak

"Nggak papa kok Nek, saya juga senang berada di sini tambah lagi banyak tetangga di sini." sahut Dirga tersenyum

"Ya sudah kalau begitu kalian lanjut aja ngobrolnya, oh iya Diba jangan lupa nak Dirga diajak makan. Nenek dan Kakek mau istirahat dulu." kata nenek yang diangguki oleh Adiba

Setelah itu kakek dan nenek masuk ke dalam kamar, setelah berpamitan untuk istirahat.

"Saya ambilkan makan dulu ya Mas." tawar Adiba

"Eh jangan, aku sudah makan tadi di kampus." tolak Dirga sungkan

"Oh jadi Mas Dirga masih kuliah?" tanya Diba

"Udah semester akhir." jawab Dirga

"Oh ya emangnya kamu kerja dimana?" tanya Dirga penasaran

"Saya kerja di toko pakaian." jawab Adiba

"Bahasa kamu baku banget, bisa nggak jangan saya-saya terus." ucap Dirga

"Iya Mas maaf." ucap Diba malu

"Masih mau manggil Mas?" tanya Dirga sambil nyengir

"Terus aku panggil apa dong?" tanya Diba malah balik bertanya

"Sayang aja gimana?" usul Dirga iseng

"Hah..." Diba langsung terkejut, mendengar ucapan Dirga.

"Maksud aku panggil Abang aja, karena di rumah Aku biasa dipanggil Abang." tambah Dirga

"Ya udah Abang." sahut Diba tersenyum

"Aku punya adik sepertinya kalian seumuran." ucap Dirga tiba-tiba

"Oh ya kapan-kapan kenalin aku sama adiknya abang." pinta Diba

"Ya nanti aku kenalin, ya udah minta nomor ponsel kamu." ucap Dirga modus

"Tapi aku gak ada HP Bang." sahut Diba

"Loh Bukannya kamu sudah kerja?" tanya Dirga heran

"Iya, tapi gaji aku hanya cukup memenuhi kebutuhan rumah aja." sahut Diba

"Memangnya berapa gaji kamu?" tanya Dirga lagi

   "1,5 juta." jawab Diba

"Itu sebulan?" tanya Dirga terkejut

"Iya Bang."

"Kalau jam kerja kamu."

"Dari jam 09.00 malam sampai jam 09.00 pagi, yang kebetulan hari ini aku ambil libur dan liburnya dua minggu sekali." jawab Diba

Mendengar ucapan Diba, Dirga sangat terkejut 1,5 cukup untuk apa? bahkan uang segitu bisa dihabiskan dalam hitungan jam olehnya.

"Kamu resign kerja aja di." ucap Dirga

"Cari kerja susah banget untuk lulusan SMA kayak aku." sahut Diba

"Ada kok kebetulan aku punya Cafe, Dan kebetulan sedang nyari karyawan. Dan di sana kerjanya bisa part time, aku juga akan kasih kamu gaji 4 kali lipat, dari gaji kamu di toko pakaian itu dan kamu bisa kuliah juga jadinya." ucap Dirga

"Abang serius?" tanya Adiba dengan wajah berbinar

"Serius besok Abang ke sini lagi, dan akan Abang antar kamu ke Cafe Abang." sahut Dirga tersenyum

"Makasih banyak ya bang." ucap Adiba sangat senang, dan ia tidak sadar jika Dirga memang sengaja ingin membantunya.

"Ternyata polos banget." ucap Dirga dari dalam hati, tak habis pikir dengan Diba. Mana ada orang bekerja part time digaji 4 kali lipat, hal itu membuat Dirga terkekeh.

"Ya sudah kalau gitu Abang pamit dulu, besok pagi Abang ke sini lagi dan kamu nggak usah masuk ke toko pakaian itu lagi." ucap Dirga

"Tapi aku belum digaji bulan ini bang." sahut Adiba

"Aku yang akan gaji kamu." papar Dirga kemudian ia langsung pamit

"Ternyata masih ada cowok baik." ucap Diba, yang melihat Dirga meninggalkan rumah.

******

Di kediaman Pak Abimana

"Papa yakin pak Cakra pasti sengaja melakukan itu." ucap pak Abimana ke Ar, yang berada di ruang keluarga.

Sementara Zara dan Mama Elena sedang berkutat di dapur.

"Ar juga merasa seperti itu Pah." sahut Ar

"Papa sudah memantau Pak Cakra lewat orang kepercayaan papa, yang sudah berpura-pura jadi dosen kampus." ucap Pak Abimana yang diangguki Ar

"Oh ya kapan kamu akan membantu Papa di perusahaan?" tanya Pak Abimana

"Mungkin Ar akan datang ke perusahaan Papa dulu, tapi Ar akan aktifnya di perusahaan papa. Nanti setelah Ar selesai tanding basket antar kota Pah." sahut Ar

"Ya sudah kalau begitu besok ikut Papa ke kantor." ucap Pak Abimana yang diangguki oleh Ar

"Ya Pah." ucap Ar yang saat ini tak pernah membantah perintah Papanya, dan hubungan keduanya sudah membaik saat ini.

Sementara di dapur Mama Elena masak sambil ngobrol sama Zara, bahkan ia melarang maid membantunya. Sesuai dengan permintaan Zara, karena Zara yang akan masak malam ini.

"Nak Kalau di dalam rumah memang harus memakai cadar juga ya?" tanya Mama Elena kurang paham

"Sebenarnya cadar itu sunnah mah, dan nggak wajib. Zara hanya terbiasa aja sejak dulu dan tujuan Zara memakai cadar itu, untuk membentengi diri Zara dari pandangan laki-laki yang bukan mahram." sahut Zara

"Masya Allah." sahut Mama Elena, begitu bangga dengan menantunya.

"Tapi mama juga pengen ngobrol sama kamu, sambil lihat wajah kamu loh nak." sambung Mama Elena

"Di sini juga aman hanya ada para maid dan itu perempuan, kalau laki-laki tugasnya di luar." ucap Mama elena

"Ya mah setelah selesai masak Zara akan melepas cadar Zara, sampai seterusnya ketika sedang berada di rumah ini." ucap Zara tersenyum

"Maaf ya Sayang Mama tidak berniat memaksa kamu, untuk melepas cadar kamu ketika sedang berada di rumah ini." ucap Mama elena

"Zara tidak berpikir seperti itu, lagi pula Zara sudah ingin melepas ketika sedang berada di sini. Tapi Zara malu." sahut Zara

"Ya sudah kalau seperti itu sayang." ucap Mama elena

   "Zara siapkan di meja makan dulu Mah, setelah itu Zara ganti pakaian. Takut Kak Ar gak nyaman berada di dekat Zara, karena pakaian dan kerudung bau bumbu." ucap Zara terkekeh

   Mama Elena ikut terkekeh "Yasudah mama aja yang siapkan, kamu ke kamar aja dulu ganti pakaian." ucap Mama Elena

   "Makasih ya Mah, kalau gitu Zara ke kamar dulu." pamit Zara yang di angguki oleh Mama Elena

 Mama Elena, kemudian menyiapkan makanan diatas meja. Setelah semuanya siap, ia memanggil Pak Abimana dan Ar yang sedang ngobrol di ruang keluarga.

   "Loh Zara mana Mah?" tanya Ar yang baru duduk di kursi meja makan, karena ia tidak mendapati istrinya berada disana.

   "Nah itu Zara." tunjuk Mama Elena sambil tersenyum kearah tangga, Ar dan Pak Abimana langsung melihat ke arah tangga.

   "Sayang!" ucap Ar terkejut, karena Zara tidak memakai cadarnya.

   "Cantik sekali menantu Papa." ucap Pak Abimana

   "Jangan macem-macem dengan istri Ar Pah." ucap Ar menatap Pak Abimana, dengan tatapan yang sudah tidak bersahabat.

   "Pokoknya Ar gak setuju Pah, disuruh nikah sama Zara." ucap Pak Abimana sambil menirukan gaya Ar, ia sengaja meledek putranya itu karena Ar dulu menolak perjodohan itu.

   "Sekarang aja kamu bucin Ar." sambung Pak Abimana

""""""""""

   Pagi itu Ar sudah bersiap-siap, akan pergi bersama Pak Abimana ke kantor. Zara dengan telaten, membantu Ar memasang kancing mejanya.

   "Sayang aku gak suka kamu lepas cadar kayak semalam." ucap Ar

   "Loh kenapa Kak, kan hanya di dalam rumah?" tanya Zara heran

   "Tapi kan ada papa." ucap Ar dengan wajah cemberut

   "Aku nggak suka ada orang lain yang lihat wajah cantik kamu." sambungnya lagi

   "Tapi kan Papa bukanlah orang lain Kak, lagi pula Kakak ini aneh banget masa cemburu sama papanya sendiri." ucap Zara lalu menggelengkan kepalanya

   "Habisnya kamu itu terlalu cantik Sayang." ucap Ar memegang pinggang Zara, setelah itu Ar mengecup pipi cabi istrinya.

    "Kamu mau ikut ke kantor gak sayang?" tanya Ar

    "Lain kali aja deh Kak gak papa kan, soalnya ada tugas dari dosen." jawab Zara

    "Ya sudah kalau gitu nanti kalau kamu pengen keluar, kabari aku dan jangan pergi sendiri." pesan Ar

  ___Tbc___

1
Siti Kholifah
🤣🤣 ada" saja
R²_Chair
aku mampir thor, salam kenal 🤗 jangan lupa mampir juga di cerita aku😊
🌺dyanaa
ikutan tegang bacanya
🌺dyanaa
semoga mamahnya Gilang bisa Nerima mira🥲
🌺dyanaa
nunggu momen Gilang ma mira🤭
🌺dyanaa
kasian mira🥲
🌺dyanaa
Mira knpa bisa sebodoh itu sih😫
🌺dyanaa
gagal mlm pertama 🤭
Rais Raisya
crtita ya bagus bnyak plajaran dri skil agama ya juga tapi bnyak part yg di loncat
🌺dyanaa
🥰
🌺dyanaa
Zara knpa ngalah sih😌tinggl bilang aja saya istrinya
🌺dyanaa
Untung ada dirga😌
🌺dyanaa
🤭ehemmm
🌺dyanaa
udh bucin banget keknya🤭
🌺dyanaa
cerita nya bagus cma banyak kata" yg typo😊
🌺dyanaa
jangn" saudara
🌺dyanaa
/Whimper/
🌺dyanaa
🤗semoga ceritanya menarik
Mas Slamet Amet
Luar biasa
Mas Slamet Amet
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!