Mencari cinta sejati tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pria bermata biru terus mencari cinta sejatinya yang telah lama menghilang. pengorbanan yang tulus tidak selalu membuahkan hasil yang memuaskan. Namun, Perjuangan untuk menemukan wanitanya akan terus ia lakukan walaupun rintangan datang menghadang.
"Aku kembali untuk mu, Tidak akan kubiarkan kau pergi dari kehidupan ku!"
Wanita cantik dan berkelas lahir dari anak konglomerat ternama di Jakarta. Sang Daddy memiliki banyak bisnis di berbagai Negara, Ia memilih berkarir dan meneruskan bisnis kelurga.
Akan kah Petualangan cinta si kembar akan berakhir di pelabuhan terakhir? bagaimana nasib Safira setelah memilih menikah dengan pria yang tidak pernah ia cinta?"
Yuk ikuti kelanjutannya hanya di karya Bunda enny76.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkorban Nyawa
Malam semakin mencekam, suara binatang malam saling bersahut-sahutan. Vano berdiri di atas batu, dari tangan hingga kaki terikat. Dirinya sudah pasrah bila ajal menjemput nya hari ini. Kepala suku berwajah sangar dengan mata memerah menatap tajam ke arah Vano. Saat kedua tangannya ingin mendorong tubuh Vano ke jurang. Sebuah pisau meleset mengenai tangan kepala suku.
"Berhenti!!! teriak suara bariton.
Semua orang-orang Xenzial dan kepala suku menoleh ke arah belakang. Mereka terkejut melihat Markus bersama Sean berdiri menantang. Markus masih memegang beberapa pisau di tangannya. Sedangkan Sean memegang senjata api.
"Lepaskan teman ku, bila kalian tidak ingin aku tembak kepala kalian!" teriak Sean yang terlihat ada dendam di bola matanya.
Mereka saling Bersitatap satu sama lain.
"Apa yang dia katakan!" balas kepala suku, menatap ke arah Markus.
"Pria di sebelah ku menyuruh kalian melepaskan sahabatnya. Bila tidak kalian semua akan dia tembak.".
"Berani kalian menantang ku!" seru kepala suku dengan tatapan membunuh.
"Kami tidak akan melawan bila kalian tidak keterlaluan!" Markus saling membalas perkataan kepala suku
"Kau telah bersekutu dengan tawanan itu Markus! kau adalah penghianat! berani sekali kau menentang ku!"
"Aku hanya mencari kebenaran dan membuka mata hati mu. Kalian selalu korbankan orang-orang yang tidak bersalah, aku sudah muak melihat kekejaman kalian semua!" balas Markus berapi-api.
"Menyesal aku telah membiarkan mu hidup! Andaikan aku tahu dari awal kau seorang penghianat. Sudah aku tumbal kan untuk monster penunggu bukit Xenzial."
Kepala suku sangat murka, ia mengetuk tongkat nya ke atas batu tiga kali. Lalu berteriak "Serang!!!" orang-orang Xenzial mulai berlari ke arah Sean dan Markus.
"DOR!
"DOR!
Sean langsung menembakkan peluru ke udara untuk memberikan peringatan.
"Berhenti! bila kalian tidak ingin mati sia-sia!" teriak Sean.
"Berhentilah kalian. Kami bukan ingin berperang dengan kalian, tetapi ingin menyelamatkan Luna!" Markus berbicara sambil membentangkan kedua tangannya.
"Aaaaaaaa..."
"Ayah tolongggg...."
Seketika suara teriakan Luna di atas bukit menggema di udara. Semuanya terkejut dan menatap ke arah bukit. Rasa was-was menjelma menjadi ketakutan.
"Lunaaaaaaa!!!!
"Lunaaaaaaa!!!!
Teriakan kepala suku begitu menyayat saat mendengar teriakan anak gadisnya. Ia menangis sejadi-jadinya.
Suara gelak tawa mahluk penunggu bukit Xenzial begitu menakutkan, membuat bulu kuduk meremang.
Saat keadaan tidak kondusif, Sean melirik ke arah Markus untuk mengalihkan perhatian pada Vano. Seakan mengerti, Markus mengangguk untuk berusaha menenangkan orang-orang Xenzial yang terlihat was-was atas kondisi Luna.
Sean berlari dan menarik tubuh Vano, lalu melepaskan tali yang mengingat tubuhnya.
"Kau selalu datang tepat waktu!"
"Tidak mungkin aku meninggalkan mu sendiri, meskipun kau sudah mengusir ku!"
"Aku sangat menghawatirkan mu. Kau sudah banyak menolong ku dan bertaruh nyawa."
"Aku memiliki banyak nyawa, demi sahabat ku tidak akan takut mati!"
"Cih! bukannya tadi kau ketakutan di santap makhluk jelek itu!" sindir Vano, setelah tali terlepas Vano langsung memeluk Sean.
"Sekali lagi aku berhutang nyawa pada mu."
"Akan ku tagih nanti!" sahut Sean terkekeh.
"Heyy, apa yang akan kita lakukan selanjutnya."
"Aku ingin selamatkan Luna. Aku hampir di serang makhluk jelek itu, tiba-tiba Luna datang dan menolong ku."
"Siapa Luna?"
"Anak kepala suku, kasian gadis itu. Nekat menolong ku malah di bawa mahkluk sialan itu! tukas Vano geram.
Sementara Markus berhasil memenangkan orang-orang Xenzial dan kepala suku. Mereka mulai tenang dan berpikir untuk menyelamatkan Luna dari tangan monster Allen.
"Siapa yang berani naik ke atas bukit dan menyelamatkan Luna?" Markus bertanya pada orang-orang Xenzial, namun mereka hanya diam dan tertunduk.
Seakan mengerti perkataan Markus tentang bahasa mereka. Vano langsung menyahut.
"Aku sendiri yang akan naik ke atas bukit dan menyelamatkan Luna!"
Mendengar perkataan Vano, Markus terkejut sambil menatap tak percaya pada Vano.
"Katakan pada mereka, aku yang akan menolong Luna."
"Apa kau yakin?! tanya Markus sekali lagi.
Vano mengangguk dengan percaya diri.
Markus mulai berbicara pada orang-orang tersebut, membuat semuanya terkejut dan menatap ke arah Vano dengan bola mata berkaca-kaca. Mungkin mereka malu dan mulai menyadari kesalahannya ingin menumbalkan Vano, tetapi justru ingin menolong Luna.
💜💜💜💜💜
Insyaallah langsung di lanjut besok💜💜
akhirnya Vana - Nathan bersatu.., Bahagia Banget niichh... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙🫰🏻🫰🏻😘😘😘