NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13-TUNANGAN

ye chenlong terduduk di kamarnya, dalam diam.

aura yang ia miliki sudah jauh berbeda dari sebelumnya, jika seseorang bisa melihat kedalaman merediannya mereka akan tau kalau kini ye chenlong sudah menembus alam langit puncak.

tapi sesuai intruksi naga kuno, ye chenlong tetap menyembunyikan kultivasinya.

di lengannya tampak bola hitam sebelumnya telah menjadi transparan, tanpa menyisakan aura sedikitpun.

ia menaruh bola transparan itu ke samping, lalu matanya tertuju ke arah cincin.

"sebelumnya ye chenlong sudah memeriksa isinya, tapi ia tak melihat isi apapun selain barang miliknya.

tak sesuai dengan yang di sebutkan oleh sang ayah.

"apa ayah membohongiku" batinnya.

ye chenlong tak menyerah, ia mencoba lagi.

namun hasilnya tetap sama, tak ada sesuatu selain ruangan kosong.

"nak, kekuatanmu masih belum cukup untuk melihat isi sebenarnya di dalam cincin" ucap ye yuanzi.

sontak ye chenlong menatap pedangnya.

"maksudnya leluhur?"

pedang bergetar, sebuah cahaya biru melesat keluar.

membentu siluet lelaki tua.

tangan ye yuanzi terangkat.

energi aneh muncul, menarik cincin di jemari ye chenlong.

ia tersenyum kecil.

"maaf nak, sebenarnya aku tak tau pasti juga"

"cincin ini adalah peninggalan ayahku, atau yang kalian sebut pendiri klan"

"dia memberikan ini sebelum menghilang, saat itu dia hanya mengatakan kalau ini bukan cincin biasa"

"bukan cincin biasa?"

ye yuanzi mengangguk.

"ya...."

"tapi aku tak tau maksudnya, karena ayahku tak berpesan apapun saat itu"

"dia hanya mengatakan kalau aku tak bisa membukanya aku hanya perlu menyerahkan cincin ini ke generasi ke 7, dan itu adalah kau"

"aku tak tau apa alasannya, tapi ia berpesan jangan pernah cincin ini jatuh ke generasi ke 5"

"tapi karena saat kematianku kau belum lahir aku menitipkan cincin ini ke ayahmu, untuk di truskan kepadamu"

ye chenlong terdiam, tangannya meraih cincin itu.

tok....

Tok.....

ketukan pintu terdengar.

ye yuanzi masuk kembali ke dalam pedang.

sedangkan ye chenlong beranjak membuka pintu, di sana telah berdiri satu pelayan.

"maaf tuan muda ye chenlong"

"tapi anda di panggil oleh putri obat"

"mu ling..."

"kenapa wanita itu mencariku?" batinnya.

ye chenlong kembali menatap pelayan itu, lagi.

"suruh dia ke sini saja"

"tapi tuan"

pelayan itu ragu, bagaimanapun status mu ling jauh lebih tinggi dari pada ye chenlong.

"sudah, katakan saja seperti itu"

"jika tidak mau, suruh saja dia pergi"

pelayan itu tak berani menjawab lagi, ia benar benar menyampaikan ini kepada mu ling.

tak lama, ketukan pintu kamarnya kembali terdengar.

"masuklah"

penting terbuka, memperlihatkan salah satu murid paling di hormati di sekte 7 jiwa ini.

setelah masuk tak lupa mu ling mengunci pintu kamar.

ia duduk di salah satu kursi dengan anggun.

"sepertinya hal hal yang ku dengar di luar tidak benar"

"tidak ku sangka, kamu berhasil menembus kesulitan kultivasimu"

"aku sendiri turut senang melihat itu"

ye chenlong melirik mu ling.

"tak usah menampilkan wajah itu di depanku"

"aku tau, orangmu tersebar di mana mana"

"tak mungkin kau tidak tau apa yang terjadi, bahkan kejadian di gerbang klan juga sudah kau persiapkan bukan?"

"jadi tak usah bertele tele, katakan saja apa maumu"

mu ling tersenyum.

"ada apa...."

"seharusnya kau bangga memiliki tunangan yang lembut sepertiku"

"lembut...."

"tak usah membual, untuk orang lain mungkin itu bisa efektif."

"tapi di depanku kau, masihlah wanita licik dan kejam"

"dan satu lagi, jangan lupa pertunangan kita adalah pengait 2 klan"

"sekarang aku bukan tunanganmu"

mu ling, berdiri.

ia mengambil sebuah gelas di sana.

menuangkan teh, perlahan.

"kata siapa?"

"selagi, kau masih hidup kau adalah satu satunya tunanganku"

Ye chenlong ikut berdiri, ia ikut menungkan teh.

"kenapa?"

"apa karena mu tianxing"

"begitulah...."

"kenapa kau tidak bunuh saja?"

"bukankah jika dia mati kau tidak perlu takut di jodohkan dengannya"

mu ling, memutar gelas teh di tangannya.

"anda semudah itu"

"mungkin mymu tianxing tak akan pernah menginjak usia 10 tahun"

"tapi kau tau, politik klan kan"

"apa lagi para tetua di klan mu sangat mendukung mu tianxing"

"jika dia mati begitu saja, tidak hanya aku yang kena"

"tapi ayah dan ibuku bisa ikut terseret"

ye chenlong diam, dia jadi teringat ayahnya.

selama ini dia selalu bersikap penurut di klan juga karena alasan yang sama.

"jadi apa yang harus ku lakukan?"

"tak ada, kau hanya berusaha agar tak mati."

"perjanjian pertunangan kita, tak akan bisa batal kecuali kau mati"

"lalu ini akan sampai kapan?"

"para tetua klan mu pasti tak akan pernah tinggal diam"

"dulu mereka menghormati klan ye makanya tak memburuku, tapi sekarang aku bukan anggota klan ya lagi"

mu ling menaruh gelasnya.

"untuk klan mu, kau tenang saja."

"mereka akan di urus, oleh pasukan bunga es milikku. kau hanya perlu berhati hati dengan mu tianxing, dua memiliki pengaruh besar di sekte ini"

ye chenlong mengikuti mu ling yang berjalan keluar.

"tenang saja, aku tak akan mati semudah itu"

setelah itu mereka berpisah.

malam itu akhirnya berlalu, tak ada keributan apapun.

malam berjalan seperti semestinya.

saat pagi tiba, ye chenlong dan Xiao yu sudah berada di depan halaman depan rumah.

Lian dong berdiri di sana sambil masih memegang guci anggurnya.

Xiao yu sedikit menyikut ye chenlong.

"saudara Chen, ku dengar tadi malam putri obat mendatangimu"

"ada apa, apa di antara kalian ada sesuatu"

ye chenlong hanya menggeleng.

"tak ada hal penting, hanya mengantarkan barangku yang kemarin tertinggal"

"ehem....."

suara lian dong langsung membuat ye chenlong dan Xiao yu menatapnya.

"karena ini hari pertama kalian, tentu aku harus melatih kalian sekarang"

setelah itu, ia melambaikan tangan, ratusan balon muncul di hadapan mereka.

"gunakan qi kalian untuk menjaga diameter balon sebesar bola ini selama 30 menit, jangan kurang atau lebih, jika gagal ulangi"

setelah mengatakan itu, Lian dong langsung pergi.

sebenarnya Xiao yu dan ye chenlong bingung dengan latihan ini.

namun mereka tak berani protes.

"saudara Chen, apa kau yakin dengan latihan ini?"

ye chenlong mengangkat kedua bahu, ia mengambil salah satu balon.

"entahlah, tapi mau bagaimana lagi."

karena tak memiliki pilihan lain, mereka mengambil balon itu.

dengan uluran tangan, balon itu mulai mengembang.

semuanya terlihat mudah, mereka hanya memerlukan waktu kurang dari 30 detik balon sudah mengembang dengan ukuran yang pas.

Namun sayangnya, ini tak bertahan lama.

hanya dalam 5 menit balon mereka langsung pecah.

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!