Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex¹⁰
Ruangan kembali sunyi.
Serena menunduk pelan, sementara jemarinya saling menggenggam. Kalimat itu terdengar begitu dingin hingga membuat dada Serena terasa sesak.
Bagi pria itu, menerima Serena di perusahaan bukan karena perasaan lama yang belum selesai.
Ia hanya ingin wanita yang dulu menghancurkannya merasakan bagaimana rasanya berada di posisi paling rendah di hadapannya sekarang.
*tapi bagiku, seharusnya rasa sakitmu sudah terbayarkan atas kata-kata yang baru saja kau ucapkan* batin Serena mati-matian menahan kesedihannya.
Dirga berdiri dari kursinya, lalu berjalan mengitari meja kemudian mendekat kearah kursi Serena.
Gadis itu ikut berdiri karena merasa mungkin basa-basi nya sudah selesai.
Tak lama kemudian, Dirga sengaja menjatuhkan pulpen miliknya ke lantai.
Refleks, Serena langsung berjongkok untuk mengambilnya.
Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh benda itu, Dirga lebih dulu menahan pulpen tersebut menggunakan sepatu kulit hitam mahalnya.
Gerakan Serena langsung terhenti.
Perlahan wanita itu mendongakkan kepala dan menatap wajah pria di hadapannya.
Sementara Dirga menunduk tipis, menatap Serena dengan sorot mata dingin penuh ejekan, seolah sengaja menikmati posisi rendah wanita itu sekarang.
“ambil” ucap pria itu dengan santai.
Serena mengambilnya namun Dirga malah menginjaknya sehingga pulpen tersebut sulit untuk di ambil.
Karena tak tahan Serena berdiri dan membiarkan pulpen itu di lantai.
Dirga mengernyitkan dahinya tipis. “bukankah aku memerintahkan mu untuk mengambil pulpen itu?”
“bagaimana mungkin saya bisa mengambilnya, sementara anda menginjaknya”
“apakah kamu tidak berniat untuk berusaha? pantas saja banyak tempat pekerjaan yang menolakmu, ternyata kamu tidak memiliki kemampuan untuk berusaha“ sindir Dirga semakin menyakiti gadis polos itu.
“tuan, jika anda memang sengaja ingin merendahkan saya, maka lakukan saja sekalian”
“untuk apa aku bersusah payah untuk merendahkan dirimu? bukankah kehidupan mu yang sekarang sudah memperjelas semuanya?” ucap Dirga sedikit lantang.
Serena diam, ia sudah tidak bisa menahan perasaannya sekarang.
Air mata itu lolos begitu saja membasahi kedua pipinya.
Dirga menatap tajam kearah gadis itu lalu membuang muka kearah lain.
“Dulu kau meninggalkanku demi pria yang menurutmu lebih pantas.”
Tatapannya berubah semakin tajam. “Jadi kenapa sekarang kau terlihat tidak nyaman berada di bawah perintahku?” kata-katanya nyaris terdengar seperti bisikan.
Serena hanya diam, ia mengusap air matanya perlahan dengan tangan yang sedikit gemetar.
"Keluar dari ruangan ku, asisten Zayn akan menjelaskan semua pekerjaan mu"
Asisten Zayn yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka tak lama mendekat.
“mari nona”
Serena mengangguk pelan sebelum berjalan keluar mengikuti asisten Zayn.
Suara langkahnya perlahan menghilang di balik pintu ruangan.
Begitu ruangan kembali sepi, Dirga sedari tadi telah menahan emosi didalam hatinya.
Dengan kasar, pria tersebut mengusap wajahnya dengan kasar.
Napasnya terdengar berat dan kini rahangnya mengeras.
sementara tatapannya dipenuhi amarah yang bercampur dengan perasaan yang bahkan ia benci untuk akui.
“Seharusnya… aku tidak merasakan perasaan ini lagi,” gumamnya lirih dengan suara rendah dan serak.
Membayangkan wajah Serena yang menangis seperti tadi, entah mengapa ada rasa bersalah didalam hatinya yanng paling dalam.
“tidak, dia harus meminta maaf padaku dan setelah itu aku akan mencampakkan nya begitu saja”
Dirga mengepalkan tangannya ketika mengingat Serena yang menghancurkan perasaannya saat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃