Mengejar Cinta Nona CEO

Mengejar Cinta Nona CEO

Penyerangan

Malam semakin larut, hanya terdengar suara jangkrik dan binatang malam di area perkebunan. Seluruh kelurga tertidur lelap dalam pembaringan masing-masing. Namun tiba-tiba suara alaram terdengar bising di telinga, membangun kan seluruh penghuni mansion.

"Suara apa itu mas!" tanya Delena yang terlihat panik.

"Sepertinya ada yang tidak beres!" Reno menarik selimut dan turun dari ranjang.

"Kau tetap di sini dan jaga Arabella!" perintah Reno setelah berjalan ke arah pintu lalu menutup rapat.

"Arabella!"

Delena turun dari ranjang dan berjalan ke arah box baby. ia melihat Arabella masih tertidur pulas. Tidak ingin bayi mungil yang sudah berusia satu tahun itu terbangun, Delena mengangkat Arabella dari box dan menggendong dalam dekapannya.

Sementara Reno sudah berada di bawah ruangan. Vano, Vana dan Zidan ikut terbangun, mereka sudah berkumpul di ruangan kelurga.

"Daddy! ada apa sebenarnya? kenapa bunyi alaram itu sangat keras. Apa ada sesuatu yang mencurigakan?! Vano bertanya dengan ekspresi terkejut.

"Dor!

"Dor!

Suara tembakan terdengar dari luar mansion, kejutan itu membuat mereka bertanya-tanya.

"Dad! sepertinya ada penyusup!"

"Cepat kalian ambil senjata! titah sang Daddy. Reno melompat dan menarik selaras panjang yang ia pajang di dinding.

Mereka bertiga berlarian ke dalam ruangan khusus untuk menaruh senjata api dan masing-masing mengambil senjata.

"Zee! kamu naiklah ke atas, jaga mommy dan Arabella!" seru Reno sambil berlari ke arah pintu utama.

"Baik Dad! Vana tidak membantah ia berlari menaiki anak tangga, di mana sang mommy dan keponakan nya berada.

"Ingat! kalian harus siaga, sepertinya ada penyerang di mansion kita!" Reno berbicara pada kedua anak lelakinya untuk berhati-hati.

Suara letusan semakin terdengar bersamaan suara erangan terdengar di luar mansion. Reno keluar dari pintu depan sambil membidikkan senjata api ke arah orang-orang berpakaian serba hitam.

"Darimana orang-orang ini? siapa yang menggerakkan mereka?! sahut Vano saat sudah berada di depan pintu.

"Ayo kita musnahkan hama-hama ini! Mereka sudah berani menyerang mansion kita! teriak Reno sambil membidikkan tembakan bertubi-tubi.

Tidak jauh dari tempat mereka berada, Reno dan Vano melihat sosok pria berpakaian putih sedang bertempur melawan orang-orang berpakaian serba hitam.

"Siapa pria berpakaian putih-putih itu? dia hanya sendiri melawan pasukan berbaju hitam!" Zidane melihat suasana mansion bak pesta senjata api.

"Ternyata benar ada penyusup Dad! aku akan membantu pria tersebut! Vano melompat dan ikut bergabung untuk membantu pria yang sedang melawan banyak penyusup.

"Mundur lah, biar aku saja yang menghabisi mereka!" seru pria berbaju putih, wajahnya memakai topeng. Ia meminta Vano untuk tidak membantunya.

"Aku tidak akan biarkan Iblis-iblis ini menyerang mu sendirian!" balasnya dengan sorot mata terhunus pada orang-orang berpakaian hitam dengan wajah di tutupi penutup kain,

"Dad! kenapa orang-orang berpakaian serba hitam semakin banyak berdatangan. Lihat lah ia melompat dari pagar!" Zidane terlihat panik, meskipun ia memiliki ilmu bela diri dan mahir memegang senjata api, tetapi belum pernah berhadapan dengan orang sebanyak itu.

"Kau tetap berada di belakang daddy! titah Reno yang tidak ingin anaknya terluka. Reno terus membidikkan musuh dengan senjata api di tangannya. Bidikan mereka mengenai lampu taman dan jendela. Sungguh aneh, setiap orang yang terkena tembakan Reno langsung berubah menjadi asap hitam tanpa wujud.

"Kemana mereka semua Dad?! Zidan bertanya dengan nada bingung. "Kenapa tiba-tiba menghilang dan menjadi asap?"

"Ayo kita kesana! Zidane menuruti sang Daddy yang mendekat ke arah Vano.

Pertempuran terus terjadi, Vano merasakan keanehan pada penyusup Yang tidak mengeluarkan darah sedikitpun saat menghantamkan wajahnya bertubi-tubi. Ia menoleh pada pria bertopeng seakan meminta penjelasan.

Pria bertopeng itu menoleh ke atas, ia terlihat khawatir di sana. "Kau urus ini semua, bila ingin membunuhnya jangan sampai tubuhnya menyentuh tanah!" selesai berbicara pria tersebut melesat Keatas pohon.

Vano mulai mencerna ucapan pria tersebut. ia kembali menyerang sekelompok orang-orang yang tidak ia ketahui dari mana asalnya.

"Van, ambil lah ini! Reno melempar pedang samurai pada anak lelakinya, pria matang yang sudah memiliki seorang putri itu menangkap pedang dari tangan sang Daddy. Vano melompat tinggi dan melayang di udara, mereka ikut mengejar Vano. Sebuah tebasan secepat kilat langsung membelah tubuh mereka satu persatu hingga mereka berubah menjadi asap hitam dan menghilang.

Vano tercengang melihat fenomena yang baru saja ia alami sendiri. Reno dan Zidan berlari ke arah Vano.

"Dad! mereka semua menghilang!"

"Lawan kita bukan lah orang sembarangan!" tukas Reno sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Apa mereka mengunakan ilmu sihir?!

"Entahlah, daddy belum mengetahui ilmu hitam ini."

"Mereka masih ada dan berlari ke arah sana, ayo kita kejar sebelum mereka menghilang!" Ketiga orang berbeda generasi itu berlari untuk mengejar sekelompok orang yang sudah berani memasuki areanya.

Sementara di lantai atas, pria berpakaian putih dengan mengunakan topeng di wajahnya masuk melalui celah jendela yang sudah terbuka. Ia melihat dua orang wanita sedang di arahkan pistol di dahinya. Sementara bayi perempuan itu menjerit, salah satu dari mereka membekap mulut Arabella agar diam.

"Lepaskan mommy dan keponakan ku, bila kalian ingin membunuh ku lakukan saja!" tantang Vana

"Tidak! Zee.. kau jangan bicara sembarangan!" teriak Delena, ia kesal kenapa anaknya semudah itu bicara.

"Apa yang kalian cari? bila ingin perhiasan milikku akan aku berikan! Tetapi lepaskan anak dan cucu ku!" Delena berbicara berapi-api, apalagi ia kesal melihat cucu kesayangannya di bekap.

"Serahkan flashdisk yang kalian simpan di rumah inii?!"

"Flashdisk?! Delena mengerutkan alisnya "Flashdisk apa? kalian salah orang, kelurga kami tidak tahu soal flashdisk yang kalian bicarakan!"

"Sial, ternyata mereka kelompok kalajengking! pasti mereka datang kesini ingin mencari flashdisk itu? tetapi flashdisk itu sudah lama menghilang." gumam Vana dalam hati.

"Bila kalian masih bersikeras tidak menyerahkan flashdisk itu, kami akan membawa gadis kecil ini ke markas kami!"

"Tidak! jangan kau sentuh cucu ku!" Delena terlihat frustasi dan berusaha bernegosiasi. Namun pria-pria tersebut terlihat acuh.

"Langsung kalian tembak mati kedua wanita itu, kita masih punya sandra gadis cilik ini! seru salah satu dari mereka.

Vana dan Delena tidak dapat bergerak apalagi melawan, sebab kedua tangan mereka sudah diikat. Dua orang lainnya memegang pistol ke dahi Vana dan Delena, ia mulai menekan pelatuk

"Tunggu! flashdisk itu ada padaku! teriak Vana. Ia sengaja mengulur waktu agar daddy dan kakaknya menyadari kalau ia sedang dalam masalah.

"Kau jangan berbohong atau mengulur waktu kami! bentak pria berwajah codet. Dari mata ke pipinya ada bekas goresan tajam.

"Aku tidak berbohong, lepaskan dulu ikatan ini. Aku akan memberikan flashdisk itu."

"Kau kira kami gampang di kelabui?! tunjukkan saja di mana tempat nya!"

Vana menghela nafas panjang, sekali lagi ia terjebak dengan ucapan nya sendiri. Tanpa mereka sadari seseorang sudah siap siaga untuk menolong mereka berdua.

💜💜💜

Assalamualaikum...

Ini adalah karya Bunda terbaru, masih tentang kisah anak-anak Reno dan Delena. Meneruskan kisah Takdir Cinta Twin's.

Bagi kalian yang baru membaca di karya ini, lebih baik baca dulu kisah Reno dan Delena, agar bisa mengikuti alur ceritanya.

~Istri pengganti Ceo season 1&2

~Anak-anak macam Asia

~Takdir cinta twins

~Mengejar cinta nona CEO.

Tidak lupa Bunda ucapkan banyak2 terima kasih kepada para Readers yang selalu mendukung dan menyukai karya Bunda enny76🙏🙏

Terpopuler

Comments

Umie Sufia

Umie Sufia

hai hai Thor aku suka dgn novel novel mu...aku Dr awal udah follow novel ini...
rindu dgn abang nat nat....berjodoh kah abang nat nat dgn Zee...

2024-11-27

2

Dartihuti

Dartihuti

Alhamdulillah...moga sehat sll ya Bun,sll ikuti karya Bunda mesti ini br sempat...selalu menanti lanjutannya

2024-12-06

2

Sue Salmi

Sue Salmi

saya suka dengan tulisan kamu author..
salam kenal dr saya orang Malaysia
/Good//Good//Good//Angry//Angry//Angry/

2024-11-01

2

lihat semua
Episodes
1 Penyerangan
2 Sebuah Teka-teki
3 Ancaman
4 Jebakan
5 Bukan lawan yang tepat
6 Jebakan wanita licik
7 Dia Wanita ku
8 Menunggu hari pembalasan
9 Berharap mencintai
10 Sang primadona
11 Rahasia masa lalu
12 Pertemuan Yang di rindukan.
13 Mengutarakan isi hati
14 Pria pemberani
15 Pria bermata satu
16 Identitas tawanan
17 Bertemu musuh lama
18 Penyelamatan
19 Halusinasi
20 Petualangan Vano dan Sean
21 Pencarian
22 Bertemu seseorang
23 Kehilangan
24 Perlawanan Vano
25 Pencarian sang putra
26 Monster penunggu bukit
27 Perjanjian Vano dan Markus
28 Pertemuan yang tidak sengaja
29 Kedok wanita jahat
30 Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31 Berkorban Nyawa
32 Perjuangan tiga sekawan
33 Pembebasan Luna
34 Menuju jalan pintas
35 Perkelahian
36 Titisan Dragon black
37 Kehilangan
38 Kehilangan part 2
39 Cinta atau Buta
40 Isi hati Safira
41 Kisah Safira
42 kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43 Hati yang mati
44 kecurigaan Safira
45 Lelah Hati
46 Mulai terkuak (Vana)
47 Membuat Onar
48 episode 48
49 Berani Melawan
50 Rencana jitu
51 Yang telah hilang, kini kembali.
52 Amarah Janeta
53 Ketahuan
54 Hidup atau mati
55 Masih ada perasaan
56 Cinta telah kembali
57 Rahasia Reyhan
58 Meregang nyawa
59 Menunggu hari pembalasan.
60 Menjadi Raja Xenzial
61 Harta karun
62 Desa Xenzial
63 Sebuah misi
64 Meninggalkan Desa misteri
65 Kembali pulang
66 Hanya halusinasi
67 Rencana jitu
68 Trauma masa lalu
69 Wanita yang sama
70 ketegaran Safira
71 Mari kita bercerai
72 Sulit melepaskan
73 Masa lalu Shella
74 Rencana busuk
75 Keakraban di mansion
76 Penguntit
77 Serangan
78 Cemburu
79 Perjodohan
80 Rencana Licik
81 Memilih pergi
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Penyerangan
2
Sebuah Teka-teki
3
Ancaman
4
Jebakan
5
Bukan lawan yang tepat
6
Jebakan wanita licik
7
Dia Wanita ku
8
Menunggu hari pembalasan
9
Berharap mencintai
10
Sang primadona
11
Rahasia masa lalu
12
Pertemuan Yang di rindukan.
13
Mengutarakan isi hati
14
Pria pemberani
15
Pria bermata satu
16
Identitas tawanan
17
Bertemu musuh lama
18
Penyelamatan
19
Halusinasi
20
Petualangan Vano dan Sean
21
Pencarian
22
Bertemu seseorang
23
Kehilangan
24
Perlawanan Vano
25
Pencarian sang putra
26
Monster penunggu bukit
27
Perjanjian Vano dan Markus
28
Pertemuan yang tidak sengaja
29
Kedok wanita jahat
30
Keluar mulut Harimau, masuk ke sarang buaya.
31
Berkorban Nyawa
32
Perjuangan tiga sekawan
33
Pembebasan Luna
34
Menuju jalan pintas
35
Perkelahian
36
Titisan Dragon black
37
Kehilangan
38
Kehilangan part 2
39
Cinta atau Buta
40
Isi hati Safira
41
Kisah Safira
42
kisah Safira 2 (Merasa bersalah)
43
Hati yang mati
44
kecurigaan Safira
45
Lelah Hati
46
Mulai terkuak (Vana)
47
Membuat Onar
48
episode 48
49
Berani Melawan
50
Rencana jitu
51
Yang telah hilang, kini kembali.
52
Amarah Janeta
53
Ketahuan
54
Hidup atau mati
55
Masih ada perasaan
56
Cinta telah kembali
57
Rahasia Reyhan
58
Meregang nyawa
59
Menunggu hari pembalasan.
60
Menjadi Raja Xenzial
61
Harta karun
62
Desa Xenzial
63
Sebuah misi
64
Meninggalkan Desa misteri
65
Kembali pulang
66
Hanya halusinasi
67
Rencana jitu
68
Trauma masa lalu
69
Wanita yang sama
70
ketegaran Safira
71
Mari kita bercerai
72
Sulit melepaskan
73
Masa lalu Shella
74
Rencana busuk
75
Keakraban di mansion
76
Penguntit
77
Serangan
78
Cemburu
79
Perjodohan
80
Rencana Licik
81
Memilih pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!