Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Terbukti
Selesai di introgasi oleh pihak propam. Karel langsung membawa istrinya pulang. Dan dia sudah tidak kembali ke kantor lagi.
Sudah seminggu masa ijin Adel. Selama di rumah Karel mengurus istrinya sangat baik. Dan dua hari sekali dia mengantar Adel ke rumah sakit agar perban lukanya diganti. Dan lukanya sudah mulai kering.
"Sayang, ada bekasnya." Adel pun menuju cermin besarnya. Dan benar ada luka di pundak itu meninggalkan bekas.
"Gimana ya sayang. Kalau adek pakai baju seksi luka ini menghambat."
"Ya berarti kamu ngak boleh pakai baju seksi. Mas ngak mau tubuh kamu di lihat orang."
"Kalau ke pantai masa adek pakai baju tertutup. Aneh mas."
"Mau bagaimana lagi sayang."
"Kalau Aldo besar dan sudah mengerti aku akan lapor ke anakku."
"Lapor apa??"
"Lapor kalau luka di pundak ini, karena papinya tembak."
"Sayang..... Aldo bisa pukul aku." Adel tertawa.
Surat - surat pelimpahan kasus Jack Omar sudah rampung, dan terdakwa bersama barang bukti akan di limpahkan ke kejaksaan. Meskipun luka tembak di tubuhnya belum sembuh betul bahkan ada infeksi, proses hukum terhadapnya tetap di proses.
Dokter Adel sudah kembali bertugas seperti biasa di poli bedah. Hari ini dia kedatangan pasien yang dia operasi malam hari, dan selesai operasi dokter Adel di tangkap. Adel memeriksa lukanya dengan baik. Dan bekas operasi itu sudah mulai mengering.
"Maafkan kami dokter, seharusnya bukan jadwal piket dokter. Dokter ke rumah sakit karena menolong suami saya. Dan dokter di culik." Adel tersenyum, dia tidak merasa heran karena berita penculikan istri seorang perwira kepolisian, yang juga seorang interpol pasti tersebar di medi sosial maupun siaran televisi nasional.
"Kalau menolong suami ibu yang sakit, itu sudah tugas saya sebagai dokter. Kalau di culik, itu bukan salah bapak dan ibu. Semua itu sudah di atur Tuhan."
"Dokter orang baik, pasti Tuhan akan menjaga dan melindungi dokter bersama keluarganya."
"Terima kasih bapak dan ibu buat doanya."
Adel sudah meresepkan obat dan pasien poli terakhir pun berakhir.
"Dokter masih ada yang perlu dengan dokter."
"Pasien???"
"Selamat Siang dokter Adel."
"Selamat siang mamanya Ethan." Istrinya Jack Omar datang menemui Adel dirumah sakit. Maksud kedatangannya adalah memohon maaf atas tindakan suaminya kepada Adel. Bahkan Adel dikagetkan, seorang mantan model terkenal Elisabeth berlutut di depan Adel.
"Mba, aku mohon ngak usah begini. Aku tahu kok kalau mba tidak ada hubungan dengan kasus yang suami mba perbuat."
"Aku heran kenapa suamiku bisa berbuat nekat pada dokter yang sudah menyelamatkan anak kesayangannya. Aku ngak habis pikir.... Bahkan sampai sekarang Ethan dab Elina belum menjenguk papi mereka. Meskipun Jack meminta."
"Mba yang kuat ya, lalui ini."
Elisabeth tidak perna tahu tentang bisnis gelap Jack Omar suaminya. Dia hanya tahu perusahaan besar yang bergerak diberbagai bidang usaha. Seperti perhotelan, restoran, perumahan bahkan beach club. Karena di perusahaan itu Elisabeth diberi jabatan sebagi direksi manajemen. Perusahaan itu sudah diberikan kepada Ethan dan Elina, lewat akta notaris pada surat wasiat yang ditulis oleh Jack Omar.
Jack Omar membangun istana dan pabrik besar di salah satu pulau di kepulauan maladewa, hanya untuk kesenangan. Bisnis gelap itu dia lakukan biar terlihat keren dikalangan sahabat - sahabatnya. Termasuk Amos saudara sepupunya yang sudah meninggal. Semua ini dia bangun karena ingin memberi lapangan kerja buat Amos. Main perempuan adalah hobinya, tetapi narkoba, obat - obat terlarang, organ manusia dan perdagangannya bukan tipe bisnis yang dia mau. Namun dia sudah terjebak didalamnya. Untungnya dia tidak perna mengabungkan bisnis nyatanya dengan bisnis gelapnya.
Jack Omar mempunyai jaringan mafia yang kuat, anak buahnya banyak dan bukan hanya memiliki satu istana, ada dua istana yang sama seperti disalah satu pulau yang berada di kepulauan Maladewa. Waktu Jack tertangkap dan istana mereka di hancurkan. Salah satu sahabatnya marah.
Dia adalah Martin Mores laki - laki turunan Indonesia juga dari omanya. Dia lebih banyak bergerak di Eropa dan Afrika. Dia datang menghadiri sidang putusan Jack Omar. Jack hanya di hukum lima tahun penjara atas kasus penculikan istri perwira. Soal bisnis gelapnya. Semua dokumentasi dan bukti yang ditemukan di lapangan tidak bisa menjebloskan dia dalam hukuman berat. Dia tidak terbukti melaksanakan bisnis itu.
Waktu hukuman itu di bacakan, Jack sangat senang. Begitu juga Martin Mores. Sepuluh tahun waktu yang singkat menurut mereka. Jack bisa membayar orang agar hukumannya menjadi ringan. Karel yang ada di ruangan sidang itu sangat marah. Namun dia harus tetap tenang.
"See pak polisi, aku tidak bersalah atas banyak tuntutan yang kamu buat." Karel tersenyum
"Aku akan buat kamu menyesal atas perbuatan kamu."
"Aku ini pencinta wanita. Istri kamu cantik." Hampir saja Karel memukul Jack, namun oleh kakaknya Kaleb yang juga hadir dalam persidangan ini menahan adiknya. Jack dibawa kembali ke tahanan, lembaga permasyarakatan. Tidak ada kerugian negara. Karena bisnis gelapnya tidak terbukti.
"Sayang......"
"Ya mas......" Karel langsung memeluk perempuan yang dia cintai ini sangat erat. Dicium kembali lagi dipeluk.
"Maafkan mas.... Jika sekarang kamu hidupnya tidak bebas seperti orang - orang."
"Adek, tahu kan adek istrinya seorang polisi intel."
"Jack hanya dihukum lima tahun penjara."
"Lima tahun mas??!!"
"Iya sayang. Semua tuntutan ke dia hanya yang terbukti penculikan kamu sayang." Karel memeluk Adel sangat erat. "Mas janji akan menjaga kamu, mas takut kamu di culik lagi."
Malam ini, Karel tidur sambil memeluk istrinya. Dia berpikir bagaimana dia bisa melindungi istrinya di kala dia tidak ada disampingnya.