Dunia tahun 2170. Setelah terjadi perang besar yang berdampak ke seluruh dunia, teknologi dan persenjataan militer menjadi satu-satunya andalan dalam pertahanan negara.
Namun, pemberontakan terjadi pada sebuah negara superpower bernama "The Great Ruler". Di tempat itu, teknologi dan sains biologi malah menjadi perbedaan mencolok.
Dua penguasa kembar malah membuat kedamaian di dalam dinding terpecah. Presiden bidang sains biologi dianggap sebagai pemberontak karena menciptakan makhluk-makhluk mutan ganas dan tak bernaluri untuk menjadikannya seorang penguasa tunggal.
Diasingkan dan merasa dikhianati, dia kembali untuk balas dendam mengambil kekuasaan yang dianggap menjadi miliknya.
Ribuan mutan dikerahkan untuk mengambil alih kekuasaan. Ribuan robot dan drone dikerahkan untuk melawan.
Hingga munculah seorang wanita tak dikenal dan terabaikan yang membuat perubahan dan harapan di The Great Ruler.
Siapakah yang akhirnya akan bertahan dan menjadi penguasa di Great Ruler serta seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ROVES
Selama seminggu penuh, Sandra mengunjungi Perpustakaan dan bertemu Otka di sana. Meski mereka menggunakan fasilitas berbeda, tapi keduanya selalu bertemu ketika di Restoran.
"Kau sudah mempelajari tentang fungsi dari tiap level robot?" tanya Otka seraya menyendok kentang tumbuk di piringnya. Sandra mengangguk sembari mengunyah potongan sosis di mulutnya. "Aku memiliki banyak kawan di Distrik 10. Pernah ke sana sebelumnya?"
"No. Aku belum mempelajari sampai Distrik 10. Baru sampai Distrik 7 tempatku tinggal," jawab Sandra serius.
"Distrik 10 bisa dibilang, tempat buangan. Kenapa demikian, karena semua orang yang datang dari gerbang luar, akan diseleksi terlebih dahulu di Distrik itu. Mereka dikumpulkan, lalu diadakan tes khusus tiap 6 bulan sekali untuk menyaring orang-orang yang dirasa bisa tinggal dalam Great Ruler," ucap Otka serius.
"Oke. Lalu?"
"Aku memiliki banyak teman di sana. Rata-rata, mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam dunia semi ilegal, tapi ini rahasia. Sepertinya, orang Pemerintahan Great Ruler tak tahu hal tersebut," jawabnya berbisik.
"Benarkah?" tanya Sandra ikut berbisik. Otka mengangguk.
"Hal-hal yang tak kau jumpai di dalam Great Ruler, bisa kau temukan di Distrik 10. Namun, tak semua orang bisa masuk ke Distrik itu. Hanya orang-orang berkepentingan yang diizinkan. Aku bisa masuk ke sana karena ayahku dulu seorang User dari robot level E," ucapnya sembari melirik sekitar terlihat waspada.
Sandra terlihat begitu serius menyimak. Otka memberikan banyak informasi yang bahkan menurutnya, itu tak tertuang dalam buku.
Di minggu kedua, Sandra mendatangi rumah Otka yang berada di Distrik 7 sama sepertinya, tapi beda lokasi apartemen.
Huniannya tak sebagus miliknya karena ayah Otka dulunya bekerja sebagai User robot dengan level terendah.
"Oh, kau Sandra? Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Otka," ucap seorang pria berumur sekitar 45 tahun menyambut jabat tangan. Meski terlihat tangguh, tapi dari suaranya bisa terdengar, jika pria itu sakit. "Aku berjasa besar pada Captain Rey. Jika bukan karena keberaniannya, mungkin aku sudah tewas. Ia berhasil menghentikan serangan mutan serigala itu sebelum memasuki Distrik tempatku berjaga," ucapnya serak.
"Terima kasih atas pujianmu. Rey pasti akan sangat senang," ucap Sandra dengan senyuman.
"Jadi, kalian berdua bermaksud untuk mencuri ilmu dariku ya?" Otka dan Sandra menahan senyum karena niatan mereka dengan mudah ditebak oleh Roves—ayah dari Otka.
"Tolong, Ayah. Aku dan Sandra bertukar informasi selama ini agar kami berdua bisa lolos menjadi User. Aku sudah mempelajari banyak hal tentang Great Ruler bahkan hanya dalam satu minggu sesuai saran dari Komandan Akira dan Captain Tony, kawan Sandra," ucap Otka menjelaskan.
"Oh. Kau kenal Akira dan Tony? Kau sungguh hebat, Sandra," sahut Roves memuji, dan Sandra mengangguk.
"Hanya saja, aku sungkan jika meminta tolong pada mereka secara terus-menerus. Jadi, bisakah Anda membantu kami berdua, dengan ilmu pengetahuan yang Anda tahu, Tuan Roves. Please," pinta Sandra ikut memelas. Mr. Roves tersenyum.
"Tentu saja. Tak ada gunanya aku menyimpan pengetahuan tentang Great Ruler dalam pikiranku, jika pada akhirnya saat aku mati, ilmu itu hanya terpendam bersama mayatku."
"Ayah!" pekik Otka kesal, tapi Roves hanya tersenyum. "Sudah kubilang jangan katakan tentang kematian!" ucapnya terlihat sedih.
"Maaf, aku ... hanya mengatakan yang sejujurnya. Oh, kenapa kau tak menjemput adikmu? Kudengar, dia pulang lebih awal hari ini. Kalau tidak salah, ada tugas dari sekolah yang menyulitkannya, dan dibutuhkan sebuah eksperimen."
"Baiklah. Sandra, aku tinggal sebentar ya. Aku hanya menjemput di Stasiun saja. Aku akan segera kembali. Maaf jika merepotkan," keluh Otka tak enak hati.
Sandra mengangguk terlihat tak masalah. Otka pergi menjemput adiknya dan meninggalkan sang ayah bersama kawan seperjuangannya itu di rumah.
"Sandra," panggil Roves menatap wanita cantik itu lekat.
"Yes?" jawab Sandra dengan senyuman.
"Otka tak akan lulus."
"What?" pekik Sandra terkejut. Ia akhirnya paham alasan Roves meminta anaknya pergi, entah alasan menjemput adiknya itu benar atau hanya tipuan. "Bagaimana kau tahu?"
"Kau tahu 'kan, tahapan agar bisa lolos menjadi seorang User? Ada 5 tahapan," tegasnya, dan Sandra mengangguk. "Satu tes yang aku yakini jika Otka tak akan lolos. Apa kau bisa menebaknya?"
Sandra terdiam terlihat serius. Namun akhirnya, Sandra mengangguk dengan mata terpejam. "Ya, fisik. Otka kelebihan berat badan. Itu akan menyulitkan pergerakannya di segala jenis level robot."
"Yes, kau benar. Kau cukup mengenal Otka. Kau tahu sifatnya. Dia perasa dan mudah terpuruk. Saat aku bicara tentang keadaanku saja, Otka sudah hampir menangis. Bagaimana jika kau mengatakan kalau dia tak mungkin lolos tes? Hal itu hanya akan membuat mentalnya jatuh," ucapnya dengan wajah sendu. Sandra menatap Roves lekat. "Sebenarnya, aku sudah siap jika harus tinggal di luar benteng, tapi Otka dan anakku Yaz, mereka berhak untuk tetap tinggal di sini. Hanya saja, Yaz masih sekolah, dan Otka tak memiliki pekerjaan. Aku tak ingin mereka ikut denganku di luar sana, Sandra. Aku tak mau," ucapnya terlihat sedih meski tak ada air mata.
"Aku mengerti, Tuan Roves," jawab Sandra ikut merasa tertekan.
"Aku tak tahu bagaimana menasehatinya. Jadi, aku biarkan saja dia berusaha, dan mendengarkan hasil tes itu agar dirinya bisa menerima keputusan mengecewakan tersebut," ucap Roves terlihat tetap berusaha tegar di tengah keterpurukan keluarganya.
"Mungkin, aku juga gagal. Aku lemah," sahut Sandra dengan wajah tertunduk.
"Tidak. Kau pasti akan lolos, aku yakin itu," jawabnya mantap. Sandra hanya tersenyum. "Salah satu alasannya adalah, karena Akira dan Tony. Kau mendapatkan rekomendasi dari orang dalam. Meski kau mendapatkan nilai tak sempurna dalam tes, kau tetap bisa lulus. Yah, Great Ruler juga tak lepas dari sebuah nepotisme, Sandra. Hal itu sudah mengakar meski abad sudah berganti," ucapnya terdengar seperti sindiran.
Entah kenapa Sandra merasa tertohok dengan ungkapan tersebut. "Aku tahu, dan aku ingin menunjukkan jika aku bisa lulus tanpa bantuan mereka. Aku akan membuktikannya," sahutnya tegas.
"How?" tanya Roves terlihat tak percaya.
PIP!
"Hai, Ayah!" panggil Yaz—Adik Otka—dengan langkah riang saat memasuki rumah.
"Halo jagoan, Ayah. Sebentar lagi makan malam. Segeralah mandi dan bergabung dengan kami."
"Oke, Ayah," jawab Yaz dengan senyum terkembang, meski matanya melirik Sandra yang ikut memandanginya. "Kawanmu cantik, Kak," tunjuk Yaz melirik Otka.
"Hei! Dasar genit!" pekik Otka kesal, dan Sandra hanya tersenyum tipis.
Sore itu, Roves memberikan pengetahuannya tentang User level E. Robot yang menjadi tumpuan hidup keluarganya saat ia masih bertugas.
"Aku pernah melihat seorang pemain di Sentra Video Games Level 10. Mungkin, seperti yang dikatakan oleh Ayahmu, Otka. Pria itu seperti menggunakan senjata yang seolah-olah muncul dalam genggaman tangannya. Ia juga memerintahkan komputer, yang mungkin bisa disetarakan Simulator untuk memberikan dia akses. Kau pernah lihat pertarungan Colosseum Blue saat melawan mutan beberapa bulan silam?" Otka mengangguk mantab, bahkan Yaz ikut mengangguk karena ikut menyimak. "Seperti itulah kurang lebih kinerjanya. Apakah dugaanku benar, Tuan Roves?"
Mantan User robot level E itu membenarkan dengan menunjukkan jempolnya. Yaz terlihat kagum. Baginya, selain Sandra pintar, ia juga cantik. Otka merasa minder.
"Apakah ... aku bisa mencoba permainan itu di Sentra Video Games Distrik 2?" tanya Otka menatap Sandra lekat.
"Ya, tentu saja," jawabnya riang, tapi seketika senyumnya meredup. Ia teringat akan kenangannya bersama Blue di sana. "Kau pergi saja, tapi aku tak bisa."
"Kenapa?" tanya Otka bingung.
"Mm, aku ... aku masuk daftar hitam di Distrik itu karena pernah merusak peralatan video games," jawabnya berbohong.
"What? Wah, kau bar-bar, Sandra!" pekik Yaz frontal. Otka langsung memukul lengan Adiknya kuat hingga remaja itu mengeluh sakit. Sandra tersenyum geli.
"Jangan khawatir. Akan ada robot pendamping yang akan memandumu. Dulu aku juga begitu saat pertama kali datang ke sana. Coba saja. Bermain video games sembari berlatih, itu akan melatih ototmu!" ucap Sandra memotivasi.
Otka terlihat bersemangat dan ia akan pergi ke Sentra Video Games esok hari.
Malam itu, Sandra pamit pulang ke rumahnya setelah seharian bertamu di kediaman Otka. Bagi Roves, Yaz dan Otka, kedatangan Sandra sebuah hiburan tersendiri dalam keterpurukan keluarga mereka.
Setibanya di rumah. Ucapan dari Roves malah membuat Sandra kepikiran. Ia khawatir jika ucapan Roves benar, kalau Otka akan gagal saat tes.
Namun, Sandra yakin jika Otka akan berhasil melewati semua level di Sentra Video Games.
"Ia pasti akan lulus karena secara tak langsung, Otka berolah raga untuk menurunkan berat badan. Otka pasti bisa. Jika tidak, aku akan memaksanya," ucapnya memotivasi diri.
Tak terasa, seminggu kembali terlewati. Eliz memberikan kabar gembira jika Akira bisa mewujudkan keinginannya untuk membuat restoran cepat saji.
"Jika aku tak lolos menjadi User, jadikan aku karyawanmu, Eliz. Ternyata sangat menyebalkan menjadi pengangguran," pinta Sandra memelas dari panggilan teleponnya.
"Tentu saja. Kau akan menjadi manager, koki, pelayan, dan tukang bersih-bersih restoranku."
"What?! Kau kejam sekali. Awas kau ya," gerutu Sandra mendesis.
Eliz yang sedang bersama Akira di Distrik 1 Kota Zalama, hanya terkekeh melihat wajah sebal Sandra dalam video call.
"Selamat untuk kalian berdua. Apapun hasilnya nanti, aku diterima atau tidak menjadi User, aku tetap berterima kasih. Dan, aku mengucapkan terima kasih untuk yang kedua kalinya, karena kalian mengadakan pesta pernikahan usai pengumuman diterima atau tidak diriku menjadi User," ucap Sandra dengan senyuman.
"Your welcome, Sandra. Yakinlah, kau pasti bisa. Demi Rey," jawab Akira mantab, dan Sandra mengangguk pelan. Panggilan itupun dimatikan.
Hanya saja, Sandra yang awalnya ingin menjadi User karena ingin membalaskan dendam kematian Rey, seolah berubah menjadi rasa iba kepada keluarga Otka.
Ia tak ingin lulus sendirian, sedang kawannya dirundung musibah dan terancam akan diusir dari Great Ruler.
Malam itu, Sandra tak bisa tidur dengan nyenyak hingga sebuah mimpi datang padanya.
Ia seperti melihat dirinya melakukan sesuatu di Distrik 10 bersama Otka dan seorang pria bertindik yang membawanya ke sebuah tempat seperti studio tato.
***
tengkiyuw vote vocernya. lele padamu😘 jangan lupa like dan komennya yak❤
hemmmmmm...
selamat sandra.. sepertiny ad yg cemburu..
women x women..
seperti ny matteo brusha jd blue
gemesssss sm matteo..
mosok akira ate nyusul rey..