Yura Vradisty gadis berusia 19 tahun..
Bekerja sebagai wanita malam, karena di jual oleh pamannya.
Bertemu dengan pria tampan secara tidak sengaja yang memiliki usia terpaut jauh.
Di beli dari tempat hiburan malam, kemudian di paksa untuk menikah.
Keributan di antara mereka akan terjadi setiap hari.
Seseorang di masa lalu menghambat cinta mereka berdua.
Ini lah cerita Yura Vradisty...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam #2
Elard benar benar tidak tau itu makanan apa, namun elard berusaha tetap tenang di hadapan istrinya.
Ia tidak ingin yura mengetahui bahwa dia sangat payah dalam hal seperti ini.
Dengan cepat elard mengirim pesan kepada leo, agar asistennya itu membantunya membeli makanan yg di inginkan yura.
Hampir 5 menit belum ada balasan sama sekali dari leo.
"Bagaimana el?" tanya yura.
"Tenang saja semua beres, kamu tunggu sini ya aku kebawah sebentar" jawab elard.
yura kembali merebahkan tubuhnya, sedangkan elard keluar dari kamarnya.
Elard turun menuju lantai bawah, ia mondar mandir menatap ponselnya.
"Kenapa bocah itu tidak membalas pesanku? awas saja kamu le" gumam elard.
Sedangkan di seberang sana leo sudah tertidur nyenyak, sengaja ponselnya ia silent agar tidak ada yang mengganggu waktu istirahatnya.
Kini sudah 10 menit elard menunggu namun tidak ada jawaban.
Elard ragu untuk kembali ke kamar, ia takut istrinya akan kecewa melihatnya yang kembali dengan tidak membawa apa pun.
"Astaga bagai mana ini" gerutu elard sambil mengacak rambutnya, ia duduk di sofa sambil terus mengutak atik ponselnya.
"Kenapa disini el?" sahut ibu el yang baru saja mengambil air di dapur.
Ibu el melihat jam di dinding sudah menunjukkan setengah 2 dini hari.
"Ini bu apa di jam segini ada yang menjual cendol?" tanya elard kepada ibunya.
"Cendol?" tanya ibu el memastikan, dan elard mengangguk.
"Untuk apa kamu mencari cendol? jam segini tidak ada yang menjual cendol" kata ibu el.
"Sebenarnya yura yang menginginkannya bu, tapi aku tidak tau harus mencarinya dimana. sedangkan leo tidak bisa dihubungi" jelas elard.
Elard mulai tertunduk lesu, kemudian ibu el duduk di dekat putranya.
Ia meletakkan gelas yang sedari tadi dipegangnya.
"Katakan kepada istrimu besok saja beli cendolnya, jam segini tidak ada yang menjualnya" kata ibu el.
Namun elard sudah terlanjur mengatakan jika semua beres, begitupun yura yang sudah menunggu pesanannya datang.
"Kalau begitu lebih baik kita membuatnya saja, ada beberapa bahan yang bisa di buat" kata ibu el lagi, ia tidak mungkin membiarkan putranya kebingungan di tengah malam seperti ini.
"Apa ibu tau cara membuatnya?" tanya el.
"Sedikit lupa, tapi kita bisa melihatnya di youtube" jawab ibu el.
Akhirnya elard setuju untuk membuat cendol sendiri bersama ibunya, elard dan ibu el beranjak menuju dapur.
Ibu el mengeluarkan semua bahan bahan dari dalam lemari yang mengantung di dinding.
Sedangkan elard membuka ponselnya untuk melihat youtube.
"Bu aku sudah menemukan caranya, ibu bisa melihatnya disini" kata elard sambil memperlihatkan ponselnya kepada sang ibu.
Dengan cekatan ibu el mencampur semua bahan bahan sesuai petunjuk yang berada di youtube.
Elard pun tak ingin tinggal diam, ia ikut membantu ibunya.
Namun bukannya semakin lekas selesai, elard malah mengacaukan semuanya.
Tepung yang berceceran kesana kemari, air di baskom yang tumpah membuat lantai basah.
"Astaga nak, duduklah disana biar ibu yang melanjutkannya" sahut ibu el.
Karena merasa tak berguna, akhirnya elard duduk di kursi yang berada di dekat ibunya.
Sesekali elard memejamkan matanya karena mengantuk.
Setelah hampir 40 menit cendol buatan ibu el pun jadi.
Ibu el menuangkan ke dalam mangkuk dan memberikan sedikit es batu.
"El bangun nak" kata ibu el, sambil mengguncang tubuh elard pelan.
"Iya bu, maaf aku tertidur" kata elard sambil mengusap matanya pelan.
Elard melihat mangkuk di depannya, sudah ada seporsi cendol yang sepertinya sangat nikmat sudah terhidang.
"Ini sudah bisa dimakan bu?" tanya elard.
"Sudah, cepat bawa kedalam berikan kepada istrimu" jawab ibu el.
kemudian ibu el membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan elard.
"Terima kasih bu" kata elard, dan ibu el hanya mengangguk.
Ibu el kembali masuk ke dalam kamarnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda, begitu pun elard ia kembali masuk kedalam kamarnya dengan membawa semangkuk cendol.
Elard membuka pintu kamarnya kemudian ia masuk, di lihat yura sudah tertidur di balik selimut.
"Ehem yura.. bangunlah aku sudah membawakan cendol untukmu" kata elard.
Yura mengercitkan matanya, ia duduk secara perlahan.
"Ada apa?" tanya yura yang masih mengantuk.
"Katanya kamu ingin makan cendol kan, ini aku sudah membawakannya untukmu" ucap elard, sambil menyerahkan semangkuk cendol.
Yura mengambil mangkuk itu, dan kemudian mengaduk aduknya.
"Enak sekali el" kata yura saat ia mencicipi cendol di suapan pertama.
"Tentu karena aku membuatnya sendiri" jawab elard dengan bangganya.
Elard merasa perjuangannya tidak sia sia membuat cendol bersama ibunya di tengah malam.
"Ini habiskan" kata yura, dan menyerahkan kembali mangkuk itu kepada elard.
"Apa!! baru juga kamu makan satu sendok" kata elard yang terkejut.
"Tapi aku sudah kenyang, habiskan ya el dan jangan di buang. aku akan melanjutkan tidurku" ucap yura yang kembali merebahkan tubuhnya.
Elard yang memegang mangkuk itu nampak heran, ingin rasanya ia mengacak rambut yura dan meremas wajahnya.
Bagaimana tidak kesal, elard berusaha mendapatkan cendol itu susah payah sampai ia rela membuatnya, lebih tepat ibunya yang membuat dan hanya di makan satu sendok saja.
"Beraninya dia mengerjaiku" gerutu elard.
kemudian elard berjalan menuju sofa di dekat tempat tidurnya, ia duduk disana dan mencoba mencicipi cendol buatan ibunya.
"Ternyata rasanya seperti ini, lumayan juga" kata elard.
Tanpa terasa elard menghabiskan satu mangkuk cendol itu.
Setelah itu elard kembali merebahkan tubuhnya, ia sudah merasa sangat mengantuk.
Sebelum tidur elard melihat wajah yura yang sudah tertidur, elard mengelus perut yura tanpa terasa air mata elard menetes.
Dengan segera elard menghapusnya.
Elard pun tertidur dengan posisi memeluk yura.
Pagi hari menjelang yura lebih dulu bangun, saat membuka mata yura terkejut dengan apa yang di lihatnya. Dimana wajah suaminya berada tepat di depan wajahnya, hampir tidak ada jarak di antara keduanya.
Yura tersenyum tipis saat merasakan elard memeluk tubuhnya, dengan pelan pelan yura menggeser tubuhnya.
Berharap suaminya tidak terbangun, yura segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. sesuai dengan keinginannya yura akan tetap bekerja di tempat axel.
Kini yura sudah selesai dengan aktifitasnya, ia memakai kemeja kerjanya dan kemudian beralih menyiapkan baju elard.
"El bangun" kata yura sambil menepuk pelan lengan suaminya.
Saat akan beranjak tiba tiba elard memegang tangan yura dan menariknya, membuat tubuh yura terhuyung dan jatuh di atas tubuh elard.
Karena terkejut elard langsung membuka matanya, mereka berdua saling bertatapan.
Elard menatap wajah istrinya yang terlihat sangat cantik dengan riasan tipis yang menempel di wajahnya.
pandangan elard berganti ke bibir ranum milik yura.
Cup...
Tanpa di sadari elard mencium sekilas bibir yura, membuat wanita itu membulatkan matanya dan langsung membenarkan posisi tubuhnya.
"Mmm... Maaf" ucap elard, kemudian elard langsung beranjak dan berlari menuju kamar mandi.
Sedangkan yura masih terduduk dan menyesuaikan detak jantungnya yang tiba tiba berdegub kencang.
Yura memegang bibirnya dan ia tersenyum kecil, nampak wajahnya yang sangat malu.
Sedangkan di dalam kamar mandi elard nampak mondar mandir.
"Astaga kenapa bisa kelepasan seperti ini, aaghhh apa yang di pikirkan yura" gerutu elard sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
*****
happy reading🥰🥰 jangan lupa berikan like n vote untuk authorr ya🥰
maaf jika masih ada typo🙏
kenapa dr rumah sakit ke rumah si rangga pakai motor sport?