Novel ini merupakan series kedua dari Billionare Love Story. Novel pertama sudah dirilis dan sudah tamat. Tapi kehidupan Alena dengan Dave masih bisa ditemukan di novel ini.
Kali ini bercerita tentang pria kedua yang bertemu kembali cintanya yang sempat hilang karena acara pertemuan orangtuanya. Apakah Sandra dan Calvin bisa menemukan kembali cinta mereka yang sempat memudar karena perpisahan selama 13 tahun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Contact
Calvin duduk didepan layar dan menatap dengan jelas apa yang terjadi. Ia melihat dengan jelas adegan-adegan yang diperlihatkan televisi itu. Sesekali ia mengepalkan tangannya karena kesal. Ia marah pada pria asing itu. Pria itu telah memperlakukan Sandra dengan seenaknya.
Ia sangat kesal pada Sandra. Kenapa wanita itu terlalu baik? Jelas-jelas pria asing itu hampir memperkosanya. Ia teringat percakapan tadi malam.
Calvin duduk didepan layar dan menatap dengan jelas apa yang terjadi. Sesekali ia mengepalkan tangannya karena kesal. Pria itu memperlakukan Sandra dengan seenaknya.
Ia kesal pada Sandra. Kenapa wanita itu terlalu mengikuti hati nuraninya?
“Aku mohon Vin, jangan masukkan Andre ke penjara. Andre masih sahabat aku. Dia yang bantu aku selama dikorea. Andre mungkin gak sadar waktu kemarin. Dia ngelakuin itu karna dia suka sama aku..”Isaknya.
Calvin langsung marah. Ia berdiri dari duduknya. “Jadi kamu ngebiarin badan kamu dipegang-pegang sama dia? Jangan-jangan kalian emang udah ngelakuin yang aneh waktu aku belum dateng.” ucap Calvin sambil melihat Sandra dari atas ke bawah.
“Aku cuma dipeluk paksa. Dia gak nyampe perkosa aku” protes Sandra.
Calvin memegang dagunya. Ia berdecak kesal. "Tubuh kamu merah-merah dan kamu bilang cuma dipeluk paksa? Dia ngelakuin pelecehan di perusahaan aku! Gak bisa. Aku tetep harus jeblosin dia kepenjara.” Calvin langsung berjalan tapi ditahan oleh Sandra.
“Jangan Vin, aku mohon. Lebih baik kamu bertindak yang lain."
Calvin tertawa hambar. "Tentu aja, aku harus bertindak yang lain dan jauh lebih berat dari penjara. Aku bakal laporin dia ke kedutaan buat cabut visa kerja dia. Aku gak akan ijinin dia tinggal deket sama kamu. Dan aku bisa pastiin dia gak bisa dateng ke sini lagi. Entah itu kerja atau cuma liburan. Kalo aku cabut laporan ke polisi, kamu mau janji sesuatu?"
Sandra langsung mengangguk. "Aku janji."
Calvin langsung membalikkan badan. “Bener janji!”
Sandra mengangguk.
“Oke. Pertama, Jangan pernah berhubungan lagi sama ******** itu.”
Sandra mengangguk setuju.
“Yang kedua, jangan mempersulit pernikahan kita.”
Sandra diam sambil melihatnya. Tapi kemudian ia mengangguk pelan.
Namun tetap saja, Calvin merasa kesal pada Sandra. Persahabatan macam apa yang membiarkan pria itu bebas menerima hukuman?
“Hapus menit yang saya bilang tadi.”Jawab Calvin sambil berdiri. Ketika melihat jam tangannya, tidak terasa sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ia sampai lupa makan karena sejak pagi ia mengulang-ulang video itu. Ia mengingat Sandra pasti saat ini iasedang sendirian. Kedua orangtua Sandra dan orangtuanya hari ini harus bertemu dengan pihak wedding organizer. Harusnya ia meminta Dean untuk menemaninya sebentar. Namun ia tidak melakukannya. Iapun berjalan ke parkiran.
Ketika Calvin membuka pintu kamar rumah sakit, Sandra tidak ada diranjangnya. Ia terkejut. Ia langsung membayangkan sesuatu yang tidak-tidak. “Sandra!” panggil Calvin cemas.
“Vin.”panggilnya.
“Kenapa?” tanya Calvin dengan nada cemas.
“Aku cape harus tiduran diatas."
“Trus gimana?”
“Aku udah gak apa-apa. Kita pulang aja kerumah” ujar Sandra. Ia sudah merasa kesal. Tadi siang saja kedua orangtuanya hanya bertemu selama 10 menit.
“Kenapa?” tanya Calvin bingung.
"Kenapa apanya?" tanya Sandra bingung.
"Kenapa minta cepet pulang ke rumah?"
“Kamu yang bilang aku gak boleh mempersulit pernikahan kita. Kalo aku dirumah, aku pasti bisa cepet recovery."
“Emang bisa?”
“Bisa”
Calvin langsung tersenyum senang. Ia langsung mengangkat tubuh Sandra dan membaringkannya diranjang. “Sekarang kamu istirahat. Aku telpon Dean suruh jemput kamu besok pagi. Cukup buat hari ini.”
Sandra hanya diam. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Andre gimana?"
Calvin langsung berbalik dan menatapnya tak percaya.
Sandra tersenyum. "Aku cuma pastiin dia pulang ke negaranya."
Calvin langsung mencubit pipi Sandra. "Pokoknya hari ini terakhir aku denger kamu ngomong soal ******** itu!" ucapnya gemas.
Sandra langsung mengangkat satu jari tangannya. "Sekali lagi. Aku besok mau ketemu Andre terakhir kali."
"Stop! Aku gak ijinin kamu buat ketemu sama dia lagi." seru Calvin kesal.
"Tapi dia sahabat aku sebelumnya." protes Sandra.
Calvin langsung marah. "Enough Sandra! Stop! Jangan nakal. Oke, tolong kamu nurut. Aku ini calon suami kamu."
Sandra langsung menunduk takut. Calvin mengangkat selimut yang diduduki Sandra. Ia membaringkan tubuh Sandra dan menyelimutinya.
"Good night." ucap Calvin. Perlahan ia menundukkan kepalanya. Ia mendaratkan kecupan ringan di dahi Sandra.
Calvin kembali ke sofa dan mengeluarkan laptopnya. Baginya kecupan itu biasa saja. Tapi bagi Sandra, gadis itu masih membeku. Ia tidak percaya Calvin melakukan itu. Ia menekan dadanya pelan. Mam....