"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
hari ini Rara bangun sedikit lebih pagi dari biasanya, sebelum bangkit, ia menatap wajah suaminya yang masih terlelap.
"tampan" gumamnya.
Rara kemudian bangkit dan pergi ke dapur, memasak sarapan dan membersihkan rumah, karena ini adalah hari libur, Rara berniat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat lalu bersantai.
Setelah selesai memasak dan juga membereskan rumah, Gadis itu kembali masuk ke dalam kamar, ia melihat suaminya yang masih terlelap tidur.
harap berusaha untuk membangunkan suaminya, ia memainkan hidung Rama dengan berulang kali mencubitnya pelan,rama yang merasa terganggu langsung membuka matanya
"jam berapa sekarang?" tanya Rama ketika baru saja membuka matanya "jam 10.30 kak,lo makan gih, kue udah nyiapkan sarapan" ucap Rara, ia hendak membuat Rahmat terbangun tapi ternyata pria itu bangun sendiri dan langsung bergegas ke kamar mandi.
Rama berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai mandi Rama langsung bersiap-siap untuk pergi keluar, tentu Rara merasa heran dengan suaminya itu.
"lu mau ke mana, kak?" Tanya Rara yang melihat rama hendak pergi dari hari libur
"oh ada urusan mendadak,lo mau dibeliin apa waktu pulang nanti?" tanya Rama dan langsung digelengkan oleh Rara
"gak usah kak, gue bisa pesan sendiri ntar kalau emang pengen sesuatu" ucap Rara Dan langsung mendapatkan anggukan dari Rama.
Rama kemudian pamit pergi pada Rara tanpa memberitahu kemana ia hendak pergi.
Rara yang merasa bosan di hari libur hanya menonton drama dari laptopnya, Ia ingin mengajak teman-temannya pergi tapi sepertinya Caca dan Amel sibuk hari ini, handphone Rara berbunyi, dan sampai membuyarkan lamunan Rara.
padahal Ia baru saja menginginkan seseorang menghubunginya untuk mengajak berjalan, tapi ternyata ucapannya langsung terkabul sekarang Caca sedang melakukan panggilan dengannya
"apa lo!" tanya Rara ketus matanya tetap fokus ke layar laptop .
"idih, mengapa sewot banget? belum digigit manja kak Rama loh ya?" tanya caca dari seberang telepon
"apaan Sih ca mulutnya!" kesel Rara
"main yuk" ajak caca.
"lagi mager gue, tadi pengen tapi sekarang gue tiba-tiba mager" ucapan Rara
"ayo dong ra, gue pengen main nih suntuk banget di rumah" ucapan memelas.
Rara terdiam sejenak, Ia memang tak ada kegiatan hari ini barang endorse juga sudah selesai tadi malam dikerjakan, Rama juga pergi mendadak.
"si Amel gimana? udah diajak belum?" tanya Rara ia tak mau kalau salah satu dari mereka tak diajak .
"dia udah duluan pergi sama pacarnya" ucap Caca.
"ya udah ayo, Tapi lu kan yang jemput gue?" tanya Rara kemudian
"tenang aja, entar gue jemput lu" ucap Caca
"ya udah gue mau siap-siap" ucap Rara sambil mematikan sambungan telepon mereka.
Rara keputihan mematikan laptopnya dan langsung bergegas mandi dan bersiap-siap
"mantap nih style gue, bisa sekalian ngendorse" ucapan Rara sambil melihat cermin.
memang Rara tak pernah ketinggalan ootd-nya apapun yang ia pakai memang selalu cocok untuknya, makanya banyak sekali yang menawarinya untuk endorse, karena apapun yang ia pakai akan selalu nampak stylish.
setelah Caca datang menjemputnya mereka langsung meluncur ke pusat perbelanjaan terlebih dulu, di saat perjalanan Rara masih mencoba untuk menghubungi Rama berulang kali . tapi tak ada jawaban.
selain telepon, Rara juga mengirimi pesan pada suaminya itu, ia mengirimi Rama pesan bahwa ia sedang keluar bersama Caca sedangkan Rama sekarang sedang meeting bersama kliennya, ia hari ini menggantikan papanya, karena luka sedang berada di luar kota, hitung-hitung Ia belajar dulu sebelum perusahaan diwariskan.
setelah selesai meeting dan semuanya berjalan dengan lancar, Rama berencana untuk membelikan istrinya sesuatu sebelum pulang ke apartemen, ini adalah hari libur dan Rara pasti akan menghabiskan waktunya dengan nonton drakor dan memakan cemilan, Jadi ia berniat memborong cemilan untuk mereka berdua
"saya mau mampir sebentar membelikan istri saya sesuatu" ucapan pada sekretaris papanya, wanita itu menganggukkan kepalanya, walaupun ia sedikit tertawa mendengar kalau anak dari bosnya itu memanggil kekasihnya dengan sebutan istri, sungguh terkesan alay.
saking tak mau dikira pasangan Rama sampai menyuruh sekretaris papanya itu untuk duduk di kursi belakang, pas sekali seperti seorang supir yang mengantarkan penumpang
mereka memasuki kawasan pusat perbelanjaan yang masih sangat dekat dengan tempat meeting mereka tadi, Rama memarkirkan mobilnya dan langsung bergegas turun Komnas sekretaris juga ikut turun mengikuti Rama dari belakang.
"bapak mau beliin istri bapak apa? makanan?" tanya wanita itu berusaha untuk sedikit menggoda anak dari bosnya, ia sangat tak menyangka kalau ia sekarang sedang bersama penerus satu-satunya perusahaan Herlambang.
Rama hanya diam, padahal Rama tadi menyuruhnya untuk menunggu saja di mobil, iya juga sama sekali tak memperdulikan sedikitpun pertanyaan dari Septi, sedangkan Septi sepertinya belum juga menyerah.
"habis dari sini bapak langsung pulang atau tidak? bapak akan mengantar saya kembali ke kantor kan pak?" tanya sekretaris itu lagi .
"kenapa emangnya?" tanya Rama Ketus Dan sedikit tak menghiraukan wanita yang ada di belakangnya ini.
"kalau kamu mau pulang sekarang udah boleh, pekerjaan juga sudah selesai,"ucap Rama kembali.
tanpa Rama sadari-sadari tadi ada gadis yang tengah melihatnya dari kursi tempat mereka duduk yang ada di salah restoran yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu.
Rara begitu terkejut melihat ramah bersama seorang wanita yang berpakaian cukup ketat, walaupun wanita itu berjalan di belakangnya tapi Rara tetap kesal melihatnya, padahal Ia mengira kalau Rama sudah mulai ada rasa dengannya, apalagi mereka sudah sempat beberapa kali berciuman.
"ternyata dilandasi nafsu, bukan cinta" ucapan rara dalam hati
"Rara" panggil Caca pelan, padahal udah dari tadi ia mengajak Rara berbicara tapi tak ada satupun yang disahut oleh Rara.
"apa!" jawab Rara ketus.
"lu kenapa, kok jadi mode senggol bacok gini?" tanya caca heran
"gue lagi kesel" ucap Rara dengan suara yang sangat terlihat benar-benar kesal
"kesal kenapa coba? lo lihat siapa sih emangnya?" tanya Caca sambil melirik ke arah sekeliling
"gue abis lihat hantu, kesel banget tau gak!" ucap Rara.
"serius lo? melihat hantu bukannya takut malah kesel?" tanya Caca merasa aneh, tapi Rara tak menyahuti lagi ucapan Caca.
Mood Rara seketika hilang, selesai makan mereka berjalan ke arah penjual yang menjual pernak-pernik, Caca ingin membeli berapa pernak-pernik yang couple untuk dirinya dan sang kekasih .
"Rara" panggil seseorang yang sedang berdiri di hadapan mereka.
"Dirga" ucap Rara ketika melihat ada Dirga di sini, kemudian Dirga mendekat ke arah Rara dengan senyum yang sangat mengembang, ia sangat merindukan gadis ini.
"lo jahat banget gak mau angkat ataupun bales chat dari gue "ucap Dirga setelah sampai tepat di hadapan Gadis itu.
" maaf ya, gue gak sempat balas chat lu "ucap Rara
" udah lama di sini? cuma kalian berdua doang? Amel di mana? "tanya Dirga sambil melirik ke arah mereka berdua dan tak mendapati Amel ikut serta
"iya kami cuma berdua, lu sama siapa?" Tanya rara pada Dirga karena tak melihat siapapun bersama pria itu .
"sama Dimas Mereka ada di lantai atas di tempat karaoke, mau gabung?" tanya Dirga mengajak mereka dan berharap kalau dua gadis itu mau ikut serta .
"boleh deh" jawab Rara langsung, iya sangat kesal sekarang, Ia juga ingin bebas bersama siapapun kalau Rama juga bisa bebas pergi sama seorang wanita, biar jadi adil.
Dirga gemas melihat tingkah lara yang tiba-tiba manyun, tangannya terangkat mengacak rambut Rara, Gadis itu semakin cemberut dan membenarkan tatanan rambutnya supaya kembali seperti semula .
"awas ih, berantakan tahu!" kesel Rara yang membuat Dirga semakin gemas selalu mencubit bibi gadis yang ada di depannya itu .
"au, sakit Dirga!" lu Rara sambil mengusap pipinya yang habis terkena cubitan.
"ra, inget suami lu gila!" bisik Caca pada Rara yang dihadiahi pelototan oleh Rara, kalau Rara masih sendiri tentu Caca sangat senang kalau sahabatnya ini dekat kembali dengan Dirga, Tapi sekarang sudah berbeda sang sahabat sudah memiliki pasangan sekarang, dan malas sudah Dilabeli cap halal.
petik diam saja! "benda Rara pelan, sambil melirik ke arah Dirga, Untung saja Dirga tak mendengar, ia takut Dirga akan membocorkan rahasianya, apalagi kalau sampai pihak sekolah tahu ia sangat malu dan takut dikeluarkan, walaupun keluarga Rama berpengaruh tapi ia tetap takut.
" ya udah ayo "ajak Dirga dan hendak meraih tangan Rara untuk mengajaknya ke ruang karaoke di mana teman-temannya sekarang berada, Tapi kegiatannya itu terhenti ketika ada tangan seseorang yang menahan lengan Rara.
Rara dan Dirga bersama-sama melirik ke arah seseorang yang kini telah menatap mereka secara tajam dan Rara merasa Dejavu, kejadian ini selalu terulang adegan tarik menarik antara Dirga dan juga Rama
"ngapain di sini" tanya pria itu pada Rara yang membuat Rara mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan dari orang yang jelas-jelas lebih salah darinya.
Rama tadinya ingin langsung pulang, tapi langkahnya terhenti ketika melihat ada Rara, Caca dan juga Dirga, apalagi Dirga berulang kali menyentuh istrinya, tentu Rama jadinya naik pitam dan langsung jalan bergegas mendekat ke arah mereka, ia sangat kesal apalagi melihat Rara yang marah tak menghindar sentuhan dari Dirga, Gadis itu malah terlihat menyukai.
"nyuci!" ucapan Rara asal
"aku tanya serius, ngapain di sini? kenapa gak izin dulu sama aku! aku ini suami kamu ra!kamu lupa?" ucapan rama
sungguh Rara sangat terkejut, ketika Rama menyebut kata suami dan menggunakan bahasa aku kamu, Dirga belum mengetahuinya, tapi sepertinya suaminya ini sengaja mengatakannya agar Dirga tahu hubungan mereka, Rara memajangkan matanya, ia sudah pasrah.
"suami?" ucap Dirga mengulangi perkataan drama yang menyebutkan dirinya adalah suami Rara
"iya, suami, gue suami Rara mau apa lu?" tantang Rama.
" Ra"panggil Dirga dengan lembut, ia ingin mendengarkan penjelasan dari Rara.
sedangkan Caca sekarang hanya bisa diam, ia sangat takut untuk ikut campur, ia menyesal mengajak Rara kalau tahu akan jadi hal seperti ini .
Dirga sampai geleng-geleng kepala melihat rama yang begitu posesif pada adik sepupunya itu, ia tak percaya apa yang dikatakan oleh Rama, mana mungkin anak SMA udah menikah.
"tadi gue udah nelpon puluhan kali dan juga udah ngabarin lewat chat? Lu ngapain emang sampai nggak bisa ditelepon? ngamar? "kesal Rara,
ia dari tadi kesan melihat wanita yang ada di belakang suaminya, apalagi pakaian wanita itu terlihat sangat ketat
"Jadi sekarang kamu mau nyalahin aku tanda tanya padahal kamu sendiri yang salah di sini ra" ucapan Rama.
"gak usah pakai aku kamu! Kita belum sampai di tahap itu!" ucap Rara kesal dan langsung pergi, diikuti oleh Caca dari belakang.
Rama melihat punggung istrinya yang kian menjauh dan kemudian memberikan tatapan tajam ke arah Dirga, sedangkan Dirga sekarang masih, belum bisa mencerna apa yang tadi ia dengar kok marah sepertinya mengakui kalau Rama adalah suaminya.
Rama langsung pergi meninggalkan Dirga yang masih dia mematung, entah apa yang dipikirkan pria itu ia tak perduli mau membeberkan di media sosial mau membeberkan di media sosial juga rama tidak peduli .
mau melapor ke sekolah iya juga tak perduli,
setelah mengejar Rara ke parkiran ternyata Mereka sudah pergi, ia kemudian menghidupkan mobil dan mengejar mobil Caca, baru saja ia dan Rara semakin dekat tapi kenapa Gadis itu berjumpa di belakangnya, melihat Rara tersenyum dengan pria lain hatinya terasa sangat sakit
Rama terjebak macet sedangkan mobil saja sudah jauh di depan mobilnya, ia sampai tak mengingat tentang sekretaris yang ia tinggal di pusat perbelanjaan
"Arg!"kesal Rama, ia merasa sangat frustasi sekarang ya sudah mencoba menghubungi Rara dan sudah puluhan panggilan tak ada satupun yang diangkat oleh gadis itu.
lama sudah mencari Rara ke rumah Amel, ke rumahnya bahkan ke rumah mamanya tapi ia tak menemukan keberadaan Rara.
iya tak mengatakan kepada para orang tua, kalau mereka sedang bertengkar, ia tak mau memperpanjang masalah ini.
Rama juga meminta alamat Caca pada Amel, tapi ternyata Gadis itu juga tak kunjung pulang ke rumah.
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja