NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke Rumah

Tak lama kemudian, pintu rumah perlahan terbuka.

Krekk...

Seorang perempuan dewasa berwajah cantik dengan pakaian sederhana berdiri di balik pintu. Rambutnya diikat rapi ke belakang. Meski usianya tidak lagi muda, wajahnya masih memancarkan kelembutan yang sama seperti yang selalu diingat Boqin Changing. Perempuan itu adalah ibunya, Ehuang Baiye.

Awalnya ia hanya membuka pintu sambil tersenyum kecil, mengira mungkin salah satu murid sekte datang menyampaikan sesuatu. Namun begitu matanya jatuh pada sosok yang berdiri di depan rumah, tubuhnya langsung membeku. Matanya membelalak dan bibirnya sedikit bergetar.

"Chang'er...?"

Suara itu terdengar lirih, seolah ia sendiri tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.

Boqin Changing tersenyum hangat. Belum sempat ia berkata apa pun, Ehuang Baiye sudah melangkah maju. Ia langsung memeluk putranya dengan erat.

"Chang'er..."

Air mata perlahan mengalir dari sudut matanya.

Sudah cukup lama ia tidak melihat putranya pulang. Meski ia selalu mendengar kabar tentang Boqin Changing dari para murid sekte, mendengar kabar dan bertemu langsung adalah dua hal yang sangat berbeda.

Boqin Changing tidak bergerak. Ia hanya membalas pelukan itu dengan lembut. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya.

"Ibu..."

Suaranya terdengar pelan.

"Aku pulang."

Ehuang Baiye memejamkan matanya beberapa saat, seolah memastikan bahwa semua ini bukan mimpi.

Sementara itu, beberapa langkah di belakang mereka, Long Aotian dan Wu Xing hanya berdiri diam. Keduanya saling berpandangan. Ekspresi mereka perlahan berubah aneh.

Karena sejak tadi mereka memperhatikan Ehuang Baiye dan hasilnya Long Aotian sama sekali tidak merasakan energi spiritual dari tubuh wanita itu. Wanita itu benar-benar manusia biasa, bukan pendekar.

Wu Xing menelan ludah. Lalu ia sedikit memiringkan kepalanya ke arah Long Aotian dan berbisik pelan.

"...Mungkin ayahnya."

Long Aotian langsung menoleh.

Wu Xing melanjutkan.

"Mungkin ayah Tuan Besar yang merupakan pendekar hebat."

Long Aotian mengangguk cepat.

"Benar. Itu pasti."

Menurut pengalaman mereka, memang bukan hal aneh jika seorang pendekar hebat menikahi wanita biasa. Alasannya sederhana karena cinta.

Jadi kemungkinan besar, bakat luar biasa Boqin Changing diwarisi dari ayahnya. Keduanya kembali mengangguk pelan, semakin yakin dengan kesimpulan mereka.

Di sisi lain, Ehuang Baiye perlahan melepaskan pelukannya. Ia mengusap air mata di sudut matanya sambil tersenyum. Barulah kemudian ia menyadari ada dua orang lain yang berdiri di belakang putranya.

"Oh..."

Wajahnya sedikit memerah karena malu. Ia buru-buru merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Kemudian ia menampilkan senyum ramah kepada Long Aotian dan Wu Xing.

"Jadi... kau membawa teman-temanmu juga, ya?"

Long Aotian dan Wu Xing segera menangkupkan tangan dengan sopan. Ehuang Baiye tersenyum semakin hangat.

"Kalau begitu jangan berdiri di luar. Ayo masuk. Mari masuk ke dalam rumah."

Sambil berkata demikian, ia membuka pintu rumah lebih lebar dan mempersilakan ketiga orang itu masuk.

Boqin Changing tersenyum kecil melihat sambutan ibunya. Lalu ia melangkah memasuki rumah yang telah lama ia rindukan, diikuti oleh Long Aotian dan Wu Xing yang masih dipenuhi rasa penasaran mengenai keluarga Tuan Besar mereka.

Ketiganya kemudian dipersilakan duduk di ruang tamu. Ruangan itu sederhana, tetapi tertata sangat rapi. Meja kayu di tengah tampak mengilap karena sering dibersihkan. Di dinding tergantung beberapa lukisan pemandangan pegunungan, sementara di sudut ruangan terdapat rak berisi beberapa buku dan hiasan sederhana.

Ehuang Baiye tersenyum hangat.

"Kalian duduk dulu. Aku buatkan teh dulu."

Setelah berkata demikian, ia berjalan menuju dapur.

Boqin Changing memperhatikan punggung ibunya hingga menghilang di balik pintu dapur. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya.

Long Aotian memandang sekeliling rumah beberapa saat sebelum akhirnya bertanya.

"Jadi dulu Tuan Besar tinggal di sini?"

Boqin Changing mengangguk pelan.

"Iya aku sempat tinggal di sini. Dulu tempat ini tidak sebagus ini."

Ia menatap langit-langit rumah yang terlihat baru.

"Sepertinya ayahku atau pihak sekte telah merenovasinya."

Long Aotian kembali mengamati rumah itu. Dibandingkan dengan istana-istana megah di dunia asalnya, rumah ini tentu sangat biasa. Namun entah mengapa, suasananya terasa hangat.

Wu Xing kemudian bertanya,

"Lalu di mana ayahmu sekarang Tuan Besar?"

Boqin Changing tersenyum kecil.

"Sepertinya masih beristirahat di kamar."

Ia melirik ke arah lorong rumah.

"Aku bisa merasakan auranya di sana."

Long Aotian dan Wu Xing mengangguk pelan.

Beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki mendekat. Ehuang Baiye kembali dari dapur sambil membawa sebuah nampan kayu. Di atasnya terdapat beberapa cangkir teh yang masih mengepulkan uap hangat. Aroma teh segera memenuhi ruangan.

"Silakan diminum."

Ia meletakkan cangkir-cangkir itu di atas meja satu per satu. Kemudian ia tersenyum kepada Boqin Changing.

"Ibu bangunkan ayahmu dulu."

Ia terkekeh kecil.

"Semalam ayahmu ada acara bersama Patriak Sekte."

Nada suaranya berubah sedikit geli.

"Dia minum terlalu banyak."

Boqin Changing tidak bisa menahan tawanya.

"Haha... Ayah benar-benar semakin akrab dengan Patriak.”

Ehuang Baiye ikut tertawa kecil sebelum berjalan menuju kamar.

Tidak lama kemudian...

"Tunggu! Chang'er sudah pulang?"

Suara laki-laki terdengar dari dalam rumah. Disusul suara langkah kaki yang tergesa-gesa.

Tak... Tak... Tak...

Sesaat kemudian, seorang pria paruh baya keluar dari lorong kamar. Rambutnya masih sedikit berantakan. Pakaiannya juga belum dirapikan sepenuhnya. Namun begitu melihat Boqin Changing berdiri di ruang tamu, matanya langsung membesar.

"Chang'er!"

Boqin Changing segera berdiri.

"Ayah."

Namun sebelum sempat melakukan apa pun, Boqin Feng sudah lebih dulu melangkah cepat lalu memeluk putranya dengan erat.

Berbeda dengan Ehuang Baiye yang tadi meneteskan air mata karena haru, Boqin Feng justru tertawa lebar.

"Hahaha!"

Ia menepuk-nepuk punggung Boqin Changing.

"Anak kebanggaan ayah ternyata belum lupa jalan pulang."

Boqin Changing ikut tertawa.

"Haha... Tentu saja tidak."

Ayah dan anak itu tertawa bersama. Suasana hangat langsung memenuhi seluruh ruang tamu.

Di belakang mereka, Long Aotian dan Wu Xing justru saling berpandangan. Kening keduanya perlahan berkerut.

"..."

Ada sesuatu yang terasa sangat aneh. Long Aotian diam-diam mencoba merasakan kultivasi Boqin Feng. Beberapa detik kemudian matanya sedikit membelalak.

"Pendekar Menengah..."

Ia berbisik sangat pelan.

Wu Xing juga melakukan hal yang sama. Hasilnya persis sama. Ekspresinya langsung berubah canggung.

"Benar-benar Pendekar Menengah."

Keduanya saling memandang. Di dunia asal mereka, ranah seperti itu bahkan biasanya diperoleh para pendekar bahkan saat mereka masih kecil.

Merasa ada yang janggal, mereka diam-diam mengaktifkan kemampuan penglihatan khusus mereka untuk memastikan apakah Boqin Feng sedang menyembunyikan kekuatannya. Namun, beberapa napas berlalu, hasilnya tetap sama. Tidak ada teknik penyamaran, tidak ada segel, tidak ada artefak yang menutupi kultivasinya.

Boqin Feng benar-benar hanya seorang pendekar menengah. Bahkan ranahnya masih berada di bawah pendekar ahli.

Long Aotian menelan ludah. Wu Xing juga mulai kehilangan kata-kata. Dalam hati mereka muncul pertanyaan yang sama.

"Bagaimana mungkin?"

"Guru Tuan Besar hanya seorang pendekar suci satu gerbang terbuka..."

"Ibunya bahkan manusia biasa..."

"Sekarang ayahnya hanya seorang pendekar menengah..."

"Lalu... dari mana sebenarnya kekuatan monster seperti Tuan Besar berasal?"

Sementara mereka masih tenggelam dalam kebingungan, Boqin Feng akhirnya melepaskan pelukannya.

Baru saat itulah ia memperhatikan dua tamu yang berada tidak jauh dari putranya.

"Oh?"

Tatapannya berpindah dari Long Aotian ke Wu Xing. Lalu ia tersenyum ramah.

"Jadi sekarang kau membawa teman saat pulang."

Boqin Feng menepuk bahu Boqin Changing dengan bangga.

"Siapa mereka, Chang'er?"

...******...

Tingkatan ranah beladiri alam ini

- Pendekar Dasar

- Pendekar Pertama

- Pendekar Menengah

- Pendekar Ahli

- Pendekar Raja

- Pendekar Suci

- Pendekar Bumi

- Pendekar Langit

- Pendekar Alam

- Pendekar Dewa

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!