NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Teringat

Dimas dan kedua orang tuanya segera berlari menghampiri Arga.

​"Ga, kamu gak apa-apa?" tanya Dimas cemas.

"Dek, kamu buat kami khawatir saja," timpal ibunya.

​Arga membuang puntung rokoknya ke tanah lalu menginjaknya. "Santai saja, Tante. Gak ada yang kena pukul kok, wkwk. Tapi..." Arga menatap sekeliling halaman warung yang menjadi berantakan akibat perkelahian tadi. "Tolong bantu beresin kekacauan ini ya."

​Dimas dan orang tuanya saling pandang sejenak sebelum akhirnya tertawa kecil.

Mereka pun bersama-sama merapikan kembali meja dan kursi yang sempat bergeser.

Setelah rapi, Arga diajak masuk ke area ruang makan keluarga mereka di bagian belakang.

​"Tunggu sebentar ya, Dek. Kami buatkan makanan dulu untuk ucapan terima kasih," ucap ibu Dimas ramah.

​"Makasih banyak ya, Tante. Malah jadi merepotkan begini."

​Sembari menunggu makanan siap, Dimas duduk di sebelah Arga. "Kamu gak takut mereka bakal balas dendam, Ga? Apalagi orang tuanya Hendra itu orang kaya dan berkuasa."

​"Halah, untuk apa takut? Hidup itu dibawa santai saja. Aku sudah kenyang ngalamin pahitnya hidup, rasanya masalah kecil kayak sekarang mah biasa saja," jawab Arga datar.

Dimas hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, heran dengan pola pikir Arga yang terasa sangat dewasa.

​"Kenapa mereka bisa tahu tempat ini?" tanya Arga kemudian.

​"Ah, itu... mereka sepertinya mengikutiku saat keluar tadi. Yah, kami gak bisa melawan karena tahu siapa orang di belakangnya Hendra," jawab Dimas dengan nada sedih.

​Beberapa saat kemudian, hidangan datang. Sepiring besar nasi goreng hangat lengkap dengan ayam goreng dan kerupuk disajikan di depan Arga.

​"Ini kebanyakan, Tante. Tapi terima kasih banyak," ucap Arga sopan.

​Ia pun mulai makan dengan lahap. Dimas dan kedua orang tuanya tersenyum bahagia melihatnya.

Mereka sudah mendengar cerita tentang Arga dari Dimas, sosok anak orang kaya yang aneh, mau berteman dengan siapa saja, dan tidak takut mencari masalah dengan geng Hendra demi membela orang lain.

​Setelah makan kenyang, Arga menyandarkan kepalanya di atas meja kayu dengan lemas.

​"Tadi sebelum ke sini kamu habis dari mana, Ga?" tanya Dimas penasaran.

​"Oh, itu... habis kerja. Tapi si Botak Wawan sepertinya lagi ada masalah kesehatan. Biasanya kalau sudah beres kerja di sana, aku langsung pergi jadi guru les... Eh?! Guru les?!" Arga mendadak tegak.

​Ia baru ingat kalau di masa lalunya yang gila kerja ini, ia juga mengambil pekerjaan sampingan sebagai guru les privat anak orang kaya. Arga langsung berdiri dari kursinya dengan panik.

​"Bisa-bisa kena semprot orang tuanya nih kalau telat. Aku pergi dulu ya Dimas, Om, Tante. Dah!"

​Sebelum melangkah keluar pintu, Arga merogoh sakunya lalu mengeluarkan segepok uang tunai senilai dua juta rupiah hasil dari sistemnya tadi, lalu meletakkannya begitu saja di atas meja.

"Ambil saja buat ganti rugi kerusakan tadi. Aku kan kaya, hahaha... Bercanda, sepertinya aslinya masih kismin."

​Dimas dan orang tuanya hanya bisa saling pandang sambil menggelengkan kepala heran.

​"Dia anak yang unik ya, Yah?" ucap ibu Dimas.

"Iya, pembawaannya sama sekali gak kayak anak SMA pada umumnya."

"Itulah Arga. Dia jujur sama dirinya sendiri. Walaupun kami baru akrab, tapi dia itu aslinya sangat baik," tambah Dimas tersenyum.

​Di jalanan, Arga berjalan terburu-buru sambil menatap layar ponselnya. "Sudah jam 4 sore, masih ada waktu sedikit. Tapi sebelum itu... beli rokok dulu ah."

​Setelah mampir ke sebuah minimarket terdekat untuk membeli rokok merek paling mahal dan beberapa jajanan, ia keluar dengan senyuman puas. Ia menyalakan satu batang rokok tersebut.

​"Jadi begini rasa rokok mahal zaman dulu? Di masa depan rokok jenis ini sudah gak diproduksi lagi. Rasanya agak manis dan aromanya khas banget," gumamnya sambil melanjutkan langkah kaki.

​Embusan asap rokok itu mendadak mengingatkannya pada momen awal mula ia menjadi perokok aktif di kehidupan pertamanya dulu.

Yaitu saat ia memasuki masa-masa depresi berat, stres, dan tertekan karena kesepian serta tidak pernah dianggap ada oleh keluarganya.

Dulu ia tidak sengaja mendengar obrolan orang asing bahwa merokok bisa meredakan beban pikiran.

​Awalnya ia hanya coba-coba dan sempat tidak suka dengan rasanya.

Namun lama-kelamaan malah menjadi kebiasaan tetap hingga berujung kecanduan parah. 'Kalau tidak salah ingat... itu mulainya pas umurku 25 tahun,' batinnya bernostalgia.

​Tanpa terasa, langkah kakinya membawa Arga sampai ke dekat sebuah taman bermain anak-anak.

Di salah satu ayunan besi yang sepi, terlihat seorang gadis remaja berwajah cantik sedang duduk menyendiri sambil melamun.

​Arga memperlambat langkahnya. "Kayaknya kenal..." gumam Arga pelan.

​Saat ia melangkah lebih dekat untuk memperhatikan wajah gadis itu dengan lebih teliti, ingatan masa lalunya kembali berputar. Benar saja, gadis itu adalah murid les privat yang seharusnya ia ajar sore ini.

​"Siapa ya namanya? Lupa-lupa ingat aku," bisik Arga pada dirinya sendiri sambil berusaha mengingat nama gadis tersebut.

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!