Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Pagi hari tepat pukul lima pagi, Dirga keluar dari kamarnya
Ia melihat pintu kamar Asha dan berhenti tepat di depan pintu kamarnya
Dirga mengangkat ragu tangannya, namun tiba-tiba pintu itu terbuka membuat Dirga salah tingkah sendiri
" Pagi Pak Dirga "
" Pagi, itu saya pikir kamu belum bangun jadi tadi saya mau ketuk pintu kamar kamu "
" Saya sudah bangun daritadi pak, bahkan saya sudah menyiapkan sarapan "
Asha mengeluarkan kopernya dari dalam kamar dan hendak membawa turun
" Sha.. "
" Ya Pak ? "
" Kopernya biar saya aja yang bawa turun "
" Saya bisa ko pak "
" Saya nggak mau pinggang kamu sakit, meeting nanti saya masih butuh sekretaris"
Asha pun akhirnya mengangguk
Dirga menurunkan koper milik dirinya lebih dulu
Kemudian ia kembali naik dan menurunkan koper milik Asha
Setelah urusan koper selesai, Dirga dan Asha kembali sarapan bersama di satu meja makan
Tak ada percakapan diantara keduanya
Tapi sikap Dirga sudah berubah kembali dari kemarin
Asha pun semakin dilema
Sepuluh menit mereka menghabiskan waktu untuk sarapan, kemudian ia mereka pun memutuskan untuk segera berangkat
Dirga memutuskan untuk menyupir mobilnya sendiri menuju Bandung
Segera mereka pun meninggalkan rumah Dirga
" Saya putar lagu ya Pak " ucap Asha dan Dirga mengangguk
Asha memutar lagu yang ada di ponselnya..
Sebagian lagu itu, lagu favorit dirinya dan Arga..
Asha menatap jalanan ibu kota yang masih sepi oleh kendaraan
Sedangkan Dirga yang sedang mengemudikan mobilnya, sesekali melirik kearah Asha
" Izinkan diriku menangkan hatimu
Yang kukagumi sejak awalnya kita bertemu
Andaikan diriku menjadi pendampingmu di tahta hatiku
'Kan kujaga untuk selamanya "
Asha menoleh saat mendengar Dirga bernyanyi..
" Kenapa kamu liatin saya kayak gitu ? "
" Nggak apa apa, saya pikir Pak Dirga nggak tau lagu ini "
" Sha saya juga suka dengerin lagu, kamu lupa ? "
" Eh.. Nggak ga lupa aku inget "
Dirga tanpa sadar tersenyum
Senyum yang selama tujuh tahun Asha rindukan
" Kenapa sih Sha ? Ko jadi liatin saya terus ? "
" Nggak saya lagi liat jalan "
" Ohh berarti saya yang ge'er ya "
" Nah itu Pak Dirga tau "
Dirga sendiri sebenarnya masih mencari cara agar Asha ingin berkata jujur
Ia menyampingkan egonya sendiri
" Semoga kamu mau jujur sama aku Sha, karena aku masih sedikit percaya sama kamu " ucap Dirga membatin
Sebelum masuk ke dalam area tol, Dirga menghentikan mobilnya di sebuah minimarket
" Sha "
" Ya.. ?"
"Jangan panggil Pak di dalam nanti "
" Hmm " Asha mengangguk
Segera Asha dan Dirga turun dari mobil, dan masuk kedalam minimarket
Dirga mengambil keranjang dan mulai berkeliling bersama dengan Asha
Mereka mengambil beberapa botol air mineral dan juga macam macam cemilan
Saat sedang asik memilih cemilan, seseorang menghampiri keduanya
" Asha.. Dirga "
Keduanya menoleh bersamaan
" Gue saras, kalian inget kan ? "
Asha tersenyum sambil mengangguk
" Inget " jawab Asha
" Yaampun kalian masih bareng ternyata, kalian masih pacaran atau udah nikah ? "
" Belum nikah " jawab Dirga
" Astaga kalian belum nikah ? Gila sih kalian pacaran udah lama banget, sampai ldr Jakarta - Surabaya juga dong kemarin Sha "
Dirga menoleh kearah Asha
Asha sendiri lupa kalau ia dan Saras juga pernah bertemu saat Asha di Surabaya
" Iyah Ras "
" Cepet nikah deh kalian ya, kalau nikah jangan lupa ngundang ya. Daah "
Saras pun pergi lebih dulu meninggalkan keduanya
Begitu Saras pergi, Dirga terus menatap Asha seolah menunggu penjelasan
" Surabaya, jadi selama ini kamu di Surabaya ? "
Asha diam beberapa detik, kemudian mengangguk singkat
" Aku pikir kamu udah tau setelah baca CV ku "
Dirga pun baru menyadarinya
" Reza yang nerima cv kamu "
" Ohh "
Kemudian mereka kembali berkeliling untuk mencari cemilan dan apa yang mereka butuhkan
Setelah selesai memilih, mereka pun segera menuju kasir untuk membayar belanja mereka
Dirga mengambil beberapa bungkus coklat yang berada di dekat meja kasir
" Kamu banyak banget ngambil coklatnya ? "
" Biarin, biar ga berebutan sama kamu nanti "
" Nggak aku juga lagi diet "
" Diet ? Kamu ga inget tadi kamu ambil cemilan dan mie instan? "
Kasir yang sedang melayani mereka pun tertawa meliat perdebatan kecil mereka
" Suami istri yah kak "
Ucap kasir itu
" Belum "
Jawab keduanya bersamaan dan mereka sama sama menoleh
" Maksudnya buka mba " jelas Asha
" Oh masih pacaran berarti yah "
" Iyah " jawab Dirga
Setelah membayar Dirga dan Asha langsung keluar dari minimarket
" Kamu ngapain jawab iyah pas bilang kita pacaran ? "
" Biar cepet "
Dirga langsung berjalan lebih dulu ke dalam mobilnya
" Dasar cowok aneh " ucap Asha sambil tersenyum
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Bandung.
Dirga mulai mengumpulkan puzle tentang Asha
Surabaya...
Kini Dirga tau dimana selama tujuh tahun Arsha berada..
" Kenapa Surabaya ? " tanya Dirga membuat Asha menoleh
"Nggak apa apa "
" Kenapa nggak keluar negeri aja sekalian ? "
" Aku bukan orang banyak duit seperti kamu "
Awalnya Dirga ingin menyindir soal cek itu, namun ia mengurungkan niatnya
" Atau kenapa nggak Jogja ? "
Asha menoleh
" Kenapa jadi ngomongin daerah ? "
" Ya karena penasaran aja, kenapa kamu milih Surabaya "
" Kalau Jogyakarta,tempat lahir kamu, Bandung terlalu dekat, Bali terlalu banyak bule " Jelas Asha
" Kamu masih ingat kalau aku lahir di Jogyakarta? "
" Dir stop deh "
"Belum move on ternyata "
" Nggak denger "
" Atau masih sayang ? "
" Nggak denger, mau tidur "
" Sha..ngaku aja kali Sha "
Asha memilih diam dan memejamkan matanya pura-pura tertidur
Sedangkan Dirga ia merasa senang menggoda Asha
Dirga semakin yakin kalau Asha bukan meninggalkan dirinya demi uang
Ia pun akan berusaha agar Asha mau menceritakan semuanya kepada Dirga