NovelToon NovelToon
Obsesi Mr.Mafia

Obsesi Mr.Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Satu malam dengan seorang Mafia sama dengan maut?

Myra Mahira tak pernah menyangka liburan singkat di Bali akan mempertemukannya kembali dengan Al—anak laki-laki menyebalkan yang dulu menghilangkan cincin peninggalan ibunya.

Namun Al bukan lagi bocah badung yang ia kenal. Kini ia adalah Silas Al Wolfe, pria tampan, dingin, dan penuh rahasia yang mampu membeli apa pun dengan kekuasaan dan uang.

Saat hidup Myra hancur karena hutang 500 juta, Silas menawarkan jalan keluar yang tak pernah ia bayangkan.

Sebuah kesepakatan yang seharusnya berakhir dalam semalam berubah menjadi pernikahan yang tak pernah Myra inginkan. Dibawa ke New York membuatnya tahu siapa Silas Al Wolfe sebenarnya.

Bagi Silas, Myra bukan sekadar istri. Dia adalah obsesi yang tak akan pernah ia lepaskan.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMM — BAB 08

KABAR DUKA

Kael berserta anak buah lainnya masih berdiri di sana. Tatapan mereka sama tegas dan tajamnya seperti bos mereka.

Dan kini, di depannya. Myra menatap Silas yang masih menunggunya bergerak. Ia mengepalkan tangannya, sedikit mendongak, menatapnya angkuh.

“Aku tidak mau.” tolaknya dengan suara halus.

Pria itu masih menatapnya diam. “Kalau begitu aku yang akan memaksamu.”

Myra menarik nafas dalam-dalam. Kontak mata mereka saling beradu pandang. Sebisa mungkin Myra menahan dirinya agar tidak marah. “Aku bisa sendiri.” ucapnya.

“Good.”

Wanita itu masih mengepalkan tangannya kuat, lalu mengendurkan dan berjalan mendekat ke arah Silas. Pipinya mulai merasa panas ketika dia duduk di paha kanan Silas disaat pelayan dan beberapa penjaga masih ada di sana.

Tanpa menatapnya. Myra hanya mengarahkan pandangannya ke arah lain, menahan rasa malunya. Sementara Silas yang tak peduli, tangan kanannya menyentuh sisi paha Myra.

“Tinggalkan kami.” pintanya tanpa berpaling.

Dan mereka semua langsung pergi, meninggalkan ruangan tersebut sehingga Myra menatap tak percaya.

“Pipimu sangat indah.” ucap Silas yang langsung ditoleh Myra yang menatap tajam. “Santai saja, mereka semua sudah pergi.”

Tentu, Silas tahu istrinya merasa malu, namun tetap saja semua itu tidak menghilangkan jantung yang berdegup kencang, pipi yang memanas dan rasa kesal bercampur aduk.

Pria itu meraih tangan kiri Myra, menatap cincin pernikahan mereka. “Aku harap kau menyukai cincinnya.”

“Hentikan, dan katakan saja apa yang ingin kau katakan.” tegas Myra, lalu menoleh. “Dan jangan terlalu dekat denganku.”

Pria itu semakin menyentuh pinggangnya dan menariknya lebih dekat hingga Myra sedikit kaget saat Silas melakukannya dengan sengaja. Dan Myra langsung menarik tangannya dari tangan pria itu, lalu berpaling.

“Ada seseorang yang mengincar mu. Jika saja kau tidak ikut denganku hari ini... Maka kau sudah mati di sana.”

Perkataan itu membuat Myra menatap kembali sembari berkerut alis, tak percaya.

“Aku tahu kau seorang manipulatif. Berhentilah membodohi ku.” kesalnya yang seolah ia sudah mengenal Silas sejak kecil.

Pria itu menatap lebih dalam dan tajam, tanpa senyuman.

“Kalau begitu kabari keadaan keluarga mu di sana. Sekarang.”

Tanpa berkedip, Myra menatap keseriusan mata Silas. Hingga dia bangkit dari pangkuan itu dan masih menatap penuh rasa cemas serta panik. Sementara Silas masih duduk santai membiarkannya mencari telepon rumah, hingga Kael datang memberikan ponsel milik Myra. Hanya ponselnya saja.

Sedetik Myra menatap tajam Kael, lalu menerima ponselnya yang ternyata memang disembunyikan oleh Silas.

Tanpa pikir panjang ia menelepon tantenya, sembari sesekali menatap marah ke Silas yang asik meneguk beernya.

Cukup lama menunggu jawaban hingga Myra tak sabaran karena terlalu cemas. “Sial.” kesalnya yang mulai mencoba menelpon sahabatnya, Erlina.

[“Halo, Erlina.”]

[“Myra? Astaga.... Kau ke mana saja? Aku cemas...”] suara itu terdengar gemetar.

Tapi Myra lebih cemas dan panik. [“Bi-bisakah kau.. Ke rumah tante dan paman ku? Me-mereka tidak bisa— ”]

Seketika ucapan Myra terhenti saat Erlina mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Hingga saat itu juga, Myra tertegun, lututnya lemas, ia merasa seperti panas dingin hingga rasanya sulit bernafas.

Suara haru dari Erlina terdengar nyaring di telinganya.

Kedua mata Myra berkaca-kaca hingga air mata menetes. [“Si-siapa? Ba-bagaimana bisa?”]

[“Polisi masih menyelidikinya, kau cepatlah kembali, aku benar-benar mencemaskan mu.”]

Myra terdiam beberapa detik saking syoknya. [“Ak-aku tidak. Aku tidak bisa— ”]

Ponsel langsung diambil paksa oleh Kael saat itu juga. Hingga Myra mencoba mengambilnya dengan amarah yang meluap.

“Aku belum selesai, berikan ponselku!” kesalnya mencoba menyerang pria itu, namun dia kalah tenaga.

Myra yang masih marah dan sedih atas kematian tante, paman dan sepupunya. Tentu saja dia langsung meraih pistol milik Kael dan langsung berlari menuju Silas.

Nafasnya tersengal, matanya basah karena air mata Dan kedua tangannya gemetar saat menodongkan pistol itu tepat di hadapan Silas.

“Apa yang kau lakukan kepada mereka, Silas?”

Kontak mata itu saling bertemu.

Hingga Kael dan anak buah Silas lainnya, datang dengan pistol mengarah ke arah Myra yang tak peduli. Sehingga keadaan di ruangan tersebut begitu mencengkram, hanya satu gerakan saja, maka 20 lebih peluru akan menembus kulit Myra.

“TURUNKAN SENJATA KALIAN!” Sentak Silas kepada anak buahnya termasuk Kael.

Mereka patuh, membiarkan Myra yang masih menodongkan pistol ke arahnya.

Pria itu berdiri, melangkah maju.

“Jangan membuatku menembak mu dan tetaplah di tempatmu.” ancam wanita itu benar-benar serius.

“Lakukan saja. Jika aku mati, kau juga akan mati.”

“I SAY STOP!” gertak Myra.

Tanpa pikir panjang, wanita itu menekan pelatuknya namun Silas bergerak cepat mengarahkan tangan Myra ke atas hingga anak buah Silas kembali bersiaga. Sementara Silas langsung mendorong tubuh Myra hingga terpentok ke dinding.

Brugh!

Ia membenturkan tangan kanan Myra sampai pistol terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai.

“Lepaskan aku!” ronta Myra ketika pria itu berhasil menahan tubuhnya ke sini dan menahan kedua tangan Myra ke belakang.

“Kau benar-benar bajingan... Lepaskan aku..” ucapnya sembari menangis.

Untuk pertama kalinya Myra menangis tersedu-sedu dihadapan seorang pria. Bukan tanpa alasan.

“Ya. Aku seorang bajingan! Tapi jika bukan karena ku, kau sudah mati di sana.” tegas Silas yang mengatakannya tepat di telinga Myra.

Sementara wanita masih menangis mencoba meronta. “You lie...”

Silas menempelkan keningnya ke rambut Myra yang berantakan sembari menarik nafas panjang memejamkan matanya. “Seseorang mengincar mu— ”

“KARENA KAU!” kesal Myra. “Lepaskan aku!”

Tak ingin berdebat panjang, pria itu melepaskannya sehingga Myra langsung mendorongnya kasar berulang kali sampai Silas melangkah mundur karena dorongan tersebut.

“Enyahlah dari hidupku! Tinggalkan aku sendiri! Kenapa aku harus berurusan denganmu lagi, WHY??”

Tanpa pikir panjang, Silas yang kesal sendiri, ia langsung membopong tubuh Myra bak karung beras dan membawanya ke kamar di saat wanita itu berteriak marah memecah keheningan yang ada.

“LEPASKAN AKU!!!”

Ia memukul-mukul punggung kekar Silas hingga sampai di dalam kamar. Pria itu langsung membantingnya ke atas kasur yang sedikit membuatnya terpental pelan.

“SHUT UP!” sentak pria itu dengan suara tinggi sehingga Myra langsung terdiam dengan wajah tegang dan mata yang masih berair.

Nafasnya naik turun. Ia menatap mata Silas sambil meneteskan air matanya dengan jantung berpacu hebat.

“Jika kau tidak bisa diam, aku akan melemparmu ke laut! You got it?”

Myra mengangguk kecil. Tubuhnya menegang tatkala melihat pria di depannya itu marah besar hingga suaranya benar-benar tegas dan besar.

Wanita itu terdiam, menunduk dan menangis. Bagaimana tidak? Tante, paman dan sepupunya yang masih remaja dihabisi begitu saja. Meski Ratih mulutnya pedas, tetap saja dia sudah mau menampung dan merawatnya apa lagi pamannya yang begitu baik.

Silas masih berdiri di sisi ranjang, menatap Myra dengan alis berkerut.

“Tenangkan dirimu. Jika kau berhasil, maka temui aku.” ucap pria itu sebelum akhirnya keluar dari kamar.

Myra hanya menatap kepergiannya hingga mendengar pintu dikunci dari luar sehingga ia hanya mendengus kecil dan berpaling pasrah sekaligus kesal.

Tak sesekali ia mengusap air matanya dan mencoba untuk tetap tenang, meski rasanya sangat sulit, di situasi seperti saat ini.

1
Tiara Bella
okey gpp Thor ....ada kita baca gk ada ya is okey....😍
Tiara Bella
oh begono ceritanya markie....
Four.: ho,oh begono
total 1 replies
vnablu
ayoo Thor semangat uppo nyaa 😄😄😄
Four.: wokayyy😁
total 1 replies
vnablu
jadii Silas sama Markie itu iparr tapi siapa sihh suaminya Markie apakah suaminya Markie itu kakak kandung Silas atauu hanya kayak sebatas mengganggap bahwa saudara.... banyak banget teka-teki nihh🤔🤔🤔
Four.: suami Markie itu Cassian
total 1 replies
Eci Rahmayati
banyakkkk bgt musuhnya 🤔
Four.: sedikit kok /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
semangat terusss upp kak author
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
vnablu
siapa lagii sihh dalang di balik kejadian yang terjadi pada Elion... kasihan tauu padahal Elion anak kecil yang nggak berdosa 😔😔
Four.: ho,oh/Sweat/
total 1 replies
Kinara Widya
Pedro kah
Four.: 😱😱 mungkin aja, tapi.... emang iye
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
giliran anak nya udh mati elion markie ibu kandungnya br datang dia....dan siapa yg bunuh elion klu bukan Valen....
Four.: yakinnn Valennnn /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
selalu semangat yaaa thorr berkarya nyaa ak selalu support kamuu dehh untuk setiap cerita.... apalagi kalau tentang mafiaa tambah sukaaa akuuu 😄😄😄... pokoknya semangat terusss yaa dan jagaaa kesehatan buat othor
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
vnablu
bisa-bisanya orang itu menjadikan seorang anak kecil korban yang untuk cuma menjadi alat balas dendam pastii nihh orangnya yang kemarin kannn ... tunggu ajaaa ya kamu nanti pokoknya jangan kasih ampun tuhh orang.. padahal kan Elion nggak salah apaa" 😭😭
Four.: iya, gimana Elina nyaaaa pasti kena mental /Sweat/
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
biad444p bisa bisanya anak tidak berdosa di bunuh mana di depan adeknya lagi
Four.: tau tuh
total 1 replies
Tiara Bella
kasian Elion meledak.... kejam bngt anak kecil dijadiin sasaran....
Four.: ho,oh/Toasted/
total 1 replies
Eci Rahmayati
ngeriiii ny
Four.: /Panic//Panic//Panic//Sweat/
total 1 replies
Eci Rahmayati
itu lah mengapa silassss memilih kamu myra.. karna kamu seperti singa 🦁 betina segoll bacokk🤣🤭
Four.: ah bisa aja
total 1 replies
Tiara Bella
gk ada takutnya km myra....
Four.: dibuat santai saja 😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
aku kamu mah bangg suka isenggg GK di kasih tau wanitanya tua 🤣🤭
Four.: hahaha iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
wah silas km manas² myra ya....
Four.: tau tuh
total 1 replies
Eci Rahmayati
🤣🤣🤣🤣lucu ikh kamu myra
Four.: rasanya ingin kucubit ginjalnya /Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!