SEASON 1 DAN 2 ADA DI NOVEL INI,
Kirana Silfia Amran wanita cantik pekerja keras terpaksa menikah dengan pria yang kejam dan sadis, demi membayar biaya pengobatan ibunya
Siksaan demi Siksaan didapatkan oleh Kirana, Sedangkan Rangga, Laki-laki itu sama sekali tidak perduli dengan jeritan kesakitan wanita yang menjadi Istri nya, dalam fikiran nya, hanya ada kata kebencian
Mampukah Kirana bertahan dengan iblis berujud manusia itu?
Atau malah sebaliknya, Kirana meninggalkan Rangga?
penasaran dengan ceritanya? Baca kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Kini Kirana dan Rangga sudah berada di Restoran,dengan muka yang teramat kesal Rangga menatap Kirana dengan pandangan yang tajam,Kirana yang melihat Tatapan tajam suami nya itu berusaha menahan tawa nya, ia takut Rangga akan marah pada nya apa lagi saat Rangga membelikan nya Pembalut,Seorang pebisnis nomor satu dikenal dengan kesadisan dan kekejaman nya membeli barang yang tak seharusnya ia beli.
Flash back off.
Rangga memasuki super market yang ada disamping Restoran dengan langkah angkuh nya,Semua yang melihat dan mengenal pria tampan itu dengan segera menundukkan
badannya memberikan hormat tetapi seperti biasa Rangga tidak menghiraukan orang-orang yang menyapanya,Rangga terus berjalan sesekali melihat gambar yang diberikan oleh Kirana yang ada diponselnya,Banyak wanita yang histeris melihat Rangga ada disana,bahkan ada yang menggoda Rangga,tetapi pria tampan itu sama sekali tidak tertarik,menurutnya wanita semacam itu adalah wanita murahan.
Setelah cukup lama berkeliling,Rangga menemukan benda yang di sebutkan oleh Kirana dan sesuai dengan gambar yang ada di ponsel istrinya,Rangga yang ingin mengambilnya pun bingung karna tidak tau berapa yang dibutuhkan oleh Kirana ingin menelfon pun tidak bisa karna ponsel istri nya itu ada padanya, Rangga memanggil petugas yang kebetulan sedang lewat,dan menyuruhnya untuk mengambilkan troli,petugas disana pun meninggalkan Rangga menuju tempat penyimpanan Troli,Setelah petugas itu selesai memberikan Troli kepada Canstumer nya, iya segera undur diri dari hadapan Rangga,Rangga mulai mengambil benda yang tadi dimaksud oleh Kirana dan meletakkan nya didalam Troli..
***
Seorang pria tampan dengan angkuh nya mendorong Troli menuju tempat pembayaran,tak sedikit mata yang menatap nya dengan pandangan yang lucu dan heran, Karna seorang pria yang ketampanan nya tidak diragukan lagi, membeli pembalut dengan satu troli penuh,Rangga yang diperhatikan oleh semua orang disekitar nya hanya memasang muka datar seperti biasanya, setelah membayar dan membeli celana untuk Istrinya, Rangga segera menyusul Kirana yang masih setia berada didalam Kamar mandi,dengan menenteng beberapa kantung plastik berwarna merah yang penuh dengan pembalut, tak jauh beda Seperti di dalam Super Market,semua orang memandang Rangga dengan pandangan yang lucu dan juga heran karna benda yang Rangga bawa,Rangga yang mulai risih dengan pandangan aneh mereka,mempercepat langkah nya menuju Toilet tempat dimana Kirana berada.
Setelah sampai Rangga segera mengetuk pintu Kamar mandi dengan keras,Kirana Keluar dengan muka kesal karna hampir 2 jam ia menunggu Rangga yang sedang ia suruh untuk pergi membeli Pembalut,Saat Kirana membuka pintunya, Kirana terkejut melihat benda yang dibawa suami nya itu,Kirana menggaruk tengkuk nya yang dak gatal sambil menahan tawa nya.
"Apa ini yang kau maksud?."tanya Rangga menyodorkan 5 kantung plastik berwarna merah yang penuh dengan Pembalut.
"Iya sayang, tapi ini terlalu banyak yang ku butuhkan hanya satu." ucap Kirana lalu mengambil satu pembalut dan meraih celana yang sudah Rangga belikan untuk nya,dan kembali menutup pintu kamar mandi,sedangkan Rangga yang mendengar ucapan Kirana mengusap wajahnya kasar, jika dia tau bahwa yang Kirana butuhkan hanya satu pasti tidak akan semerepotkan ini.pikirnya.
Kirana keluar dari kamar mandi dengan senyum yang mengembang entah apa yang ada dipikirin nya tetapi tatapan mata nya yang fokus pada pria yang masih setia menenteng kantung plastik membuat nya ingin tertawa terbahak-bahak,Rangga yang sudah sangat kesal langsung membuang plastik itu dan menarik tangan istrinya keluar dari Toilet cewek itu.
"Kenapa kau tidak bilang kalau kamu hanya membutuhkan satu saja."ucap nya kesal.
"Kan kamu sendiri yang langsung pergi setelah melihat gambar itu tanpa menghiraukan panggilan ku."jawab kirana membela diri.
"Ini semua salahmu."ucap Rangga.
"Baiklah ini semua salah ku, terima kasi sayang kamu sudah berkorban untuk ku hari ini,entah berapa banyak wanita yang bergosip tentang mu,Seorang pemuda tampan kaya raya kejam dan sadis membeli pembalut untuk istri nya,sungguh kejadian yang sangat langka."ucapan Kirana membuat Rangga menoleh dengan kasar kearahnya.
"Kenapa kau bilang ini adalah kejadian langkah?."tanya Rangga penasaran.
"Ya karna kamu cowok pertama kali yang membeli pembalut."ucap Kirana Ranpa dosa,Rangga membulatkan matanya mendengar perkataan istri nya.
"Jadi maksud mu aku?? pantas saja semua perempuan menatap aneh padaku waktu aku antri di kasir."ucap Rangga.
"Buahahahaha."
Kirana tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan suaminya,entah apa yang dipikirkan oleh gadis gadis cantik itu,Seorang pria tampan yang dikagumi kaum hawa membeli Pembalut dengan jumlah yang sangat banyak.
"Kalau aku tau, Aku akan menyuruh Devan ikut."ucap Rangga Kesal sedangkan Kirana berusaha menghentikan tawanya takut kalau suaminya akan marah.
Flash back on.
Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang,sebenarnya Rangga masih ingin mengajak Kirana jalan-jalan karna ini adalah pertama kalinya Kirana jalan-jalan bersama Rangga.
Saat diperjalanan pulang Rangga dan Kirana dihadang oleh pria bertopeng,Rangga menggepalkan tangannya karna tak henti-hentinya musuh selalu datang disaat yang tidak tepat,Saat Rangga ingin turun dengan cepat Kirana menahan nya karna takut terjadi sesuatu kepada Suaminya.
"Tidak usah khawatir!!aku akan baik-baik saja,kau tunggu saja didalam mobil, jangan berani untuk keluar diluar sangat berbahaya." ucap Rangga berusaha menenangkan Istrinya.
"Tapi aku takut terjadi sesuatu padamu tuan."ucap Kirana masih memegang lengan Rangga dengan wajah yang terlihat Khawatir.
"Aku akan baik-baik saja,kau tidak perlu cemas."ucap Rangga seraya mencium Kening Kirana,Istrinya itu hanya menganguk mengiyaka.
Dengan angkuh nya Rangga keluar dari mobil menaruh tangan di dalam saku celana menatap para pria bertopeng itu dengan pandangan meremehkan.
"Ciih debu jalanan lagi."ucap Rangga tersenyum miring.
''Siap-siap lah menuju ke neraka tuan muda." ucap salah satu pria bertopeng itu.
"Debu jalanan seperti kalian tidak ada artinya bagiku."ucap Rangga dingin.
"Jangan banyak bicara Tuan muda!!."ucap nya.
"Serang dia!."perintahnya pada pria bertopeng lainnya.
Mereka pun menyerang Rangga dengan senjata tetapi tidak ada yang mengenai pria yang terlihat santai menghindar dari serangan musuh,setelah lelah bermain-main,Rangga merongoh celana nya mengambil pistol rakitan yang selalu setia menemani nya kemanapun ia pergi,Rangga menembak para pria bertopeng itu dan mereka amruk satu persatu.
*****
**Hy kakak-kakak yang cantik and manis jangan lupa like komen dan vote nya supaya Author tambah semangat dalam menulis.
Salam sayang dari Author.
Desi RatnaSari**