Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?
Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misscall
Rita melebarkan matanya kala mendengar nama Rey di sebut begitu juga dengan namanya. Tak salah lagi bahwa lelaki itu adalah Rey dan perempuan yang dipeluknya adalah simpanan Rey.
Rita mengepalkan tangnnya erat. Ia melangkah mendekati keduanya, namun saat akan mendekat hp-nya tiba-tiba berbunyi dan dilihatnya nama calon mertuanya. Rita menjauhkan tubuhnya dari Rey dan mengangkat telepon tersebut.
Rey dan Dina seketika terkejut kala mendengar bunyi hp yang berdering, Rey lalu melepaskan pelukannya karena panik, saat melihat arah pintu mereka bersyukur karena tidak ada orang. Dina berusaha membuat Rey keluar dari toilet namun Rey masih susah keluar.
"cepatlah pergi Rey ini toilet wanita nanti kalau ada yang melihat bagaimana ?". Dina berucap sambil celingukan melihat sekitar.
" tapi bagaimana denganmu ?". Tanyanya.
"aku baik-baik saja cepatlah pergi, nanti kalau ada reporter bisa bahaya". Rey mengangguk dan menuruti Dina melangkah meninggalkan toilet.
Begitu juga Dina yang setelah membasuh wajahnya dan kini matanya tidak terlalu merah karena tadi menangis ia lalu beranjak keluar dari toilet dan bergabung dengan yang lain.
Rita yang selesai menerima telepon dari calon mertuanya kini tak mendapati siapapun di toilet, namun ia bersumpah akan mencari tahu siapa selingkuhan Rey karena berani mengganggu calon suaminya.
Rita kembali bergabung dengan Rey dan keluarganya, ia berfikir jika selingkuhan Rey ada di acara itu pastilah ia selalu melihat dan memperhatikan Rey jadi Rita dengan sengaja mencium pipi Rey dan di sambut siulan juga tepuk tangan oleh para tamu.
Dina menahan air mata nya agar tak jatuh, padahal air matanya kini sudah ada di ujung, jika ia berkedip maka seketika air mata itu akan langsung mengalir dan terlihat oleh semua orang. Namun Dina tak mau itu terjadi karena jika ia menangis atau terlihat bersedih pastilah akan membuat orang menatapnya aneh karena ini adalah sebuah pesta peresmian dimana semua orang bahagia walaupun ia menangis dan menjerit dalam hati.
Rey menyentuh wajahnya yang di cium Rita dan memandang Rita dengan tatapan tajam, berbeda dari Rita yang nampak bahagia, dimata semua orang pasangan itu saling memberikan tatapan bahagia padahal tiada yang tau apa yang terjadi sebenarnya. Rey lalu melihat Dina dari kejauhan nampak gadis itu juga bertepuk tangan dan sesekali mengusap kasar air matanya yang berhasil jatuh sambil tersenyum ironi. Membuat Rey amat merasa bersalah.
Acara peresmian perusahaan berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan, semua orang meninggalkan tempat acara begitu juga Dina yang pulang lebih dulu karena Rey pulang belakangan bersama keluarganya. Rasa lelah menggelayuti tubuhnya padahal seharian ia tidak bekerja.
Jika ada orang yang mengatakan capek hati lebih berat di banding capek fisik maka benar adanya karena ia merasakan sendiri. Ia merendam tubuhnya di batube dengan sabun aroma bunga nan wangi juga lilin aroma terapi yang di nyalakan menambah harum kamar mandi tersebut hingga membuatnya ketiduran.
Rey pulang ke apartemen dan di pangginya Dina namun tak ada jawaban dari gadis itu, membuat Rey khawatir hingga di carinya Dina di seluruh tempat namun tak ketemu.
Diambilnya hp dan di hubungi anak buahnya, namun mereka mengatakan jika Dina sudah pulang ke apartemen. Dicarinya lagi Dina dan kini ia bernafas lega kala melihat gadis itu tertidur di batube. Digendongnya tubuh Dina dan di rebahkannya ke kasur.
Rey menarik selimut untuk menutupi tubuh Dina dan menggenggam tangan gadis itu yang kini mengkerut karena terlalu lama berendam.
Dina membuka matanya dan dilihatnya Rey yang masih tertidur pulas, ia berfikir keras tentang kejadian kemarin saat ia berendam sampai tertidur juga Rita yang mencium pipi Rey di hadapan publik membuatnya sedih kembali, namun ia tak ingin berlarut dalam kesedihan dan turun dari ranjang untuk bersiap ke kantor.
Sepanjang hari mereka mengerjakan pekerjaan kantornya masing-masing, dan seperti biasa Dina pulang kerja lebih dulu karena Rey lagi-lagi lembur. Walau begitu Dina bertekat menunggu Rey pulang agar bisa makan malam dengannya.
Tok tok tok
"masuk" .Rey menyuruh seseorang masuk ke ruangan kantornya tanpa melihat siapa yang datang dan masih fokus dengan kerjaanya.
"sudah kukira kau memang sedang lembur ". Rey menghentikan aktifitas mengetiknya dan mendongak kala mendengar suara Rita yang ia dengar.
" untuk apa kau kesini ?". tanya Rey dengan nada ketus dan kini Rita menaruh bungkusan plastik di atas meja Rey.
"aku membawakanmu makanan". Rita menampilkan senyuman paling manis di hadapan Rey namun Rey kembali mengetik melanjutkan pekerjaannya .
" aku tidak butuh kau ambil kembali makananmu". ucap Rey sambil mengetik tanpa melihat Rita dan kini dengusan wanita itu terdengar.
"aku berusaha untuk jadi calon istri yang baik okey". Rita tanpa memperdulikan Rey membuka bungkus makanan itu, dan Rey kini beranjak dari duduknya membuat Rita keheranan.
" kau mau kemana ?". tanya Rita sementara Rey berlalu melewatinya.
"Ke kamar mandi". ucap Rey sebelum menghilang dari pintu kantornya. Dan Rita menggendikkan pundaknya melihat Rey lalu kembali membuka makanan yang ia bawa.
Sementara di tempat lain Dina selesai menyajikan makanan di atas meja, ia lalu mengambil hp untuk bertanya jam berapa Rey pulang.
Rita mendengar hp Rey yang berbunyi sementara Rey masih di toilet dan belum kembali. Wanita itu mendekat dan mengambil hp Rey, dilihatnya nama yang membuat matanya menajam seketika karena tertulis " my love" .
Ia mengangkat hp Rey dan untung saja hp itu tak ada paswordnya jadi ia bisa mencari tau siapa simpanan Rey.
"Hallo Rey aku sudah menyiapkan makan malam, nanti kau pulang jam berapa ?" tanya Dina di seberang sana yang nampak kebingungan karena tak kunjung mendapat jawaban dari Rey.
"kau pasti simpanan Rey, ini aku Rita tunangan Rey yang sebentar lagi jadi istrinya, oh iya Rey sekarang masih ada di kamar mandi dirumahku soalnya kami tadi habis.....kau taulah olahraga di ranjang". Ucap Rita yang tersenyum miring karena tak mendapat respon dari selingkuhan Rey yang pastinya terkejut karena bukan Rey yang mengangkat telepon.
Dina terkejut bahkan menutup mulutnya karena yang mengangkat adalah Rita bahkan Rey tak pulang bukannya lembur tapi menginap dan melakukan " itu" padahal Rey biang jika hanya ia yang Rey cintai, tapi kini Rey bohong.
"Hallo kau masih ada di sana kan ?". tanya Rita karena tak mendengar jawaban Dina sedari tadi.
" i iya ". seluruh tubuh Dina rasanya lemas tak bertenaga Dina .
" aku ingin bertemu denganmu besok di kafe five second jam 4 sore untuk membicarakan hal yang berhubungan dengan Rey tentunya bisakan ?". tanya Rita dan kini ia bicara lagi.
"jika kau tidak datang aku yang akan mendatangimu ". ucap Rita tanpa adanya ekspresi dan menekankan setiap katanya.
" i iya"
"bagus". Rita menutup teleponnya dan mer***** hp Rey tersebut sebelum mengembalikan ke tempat semula. Rey kembali dari toilet dan pas setelah hp tersebut di taruh ke tempat semula dan sebelumnya ia menghapus daftar nomor Dina dari kontak panggilan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay Guys ayo hargai author kesayangan kalian ini dengan cara klik like, komen dan subsribe juga koin seiklasnya.
Dan jangan lupa ucapkan selamat tahun baru bagi novel ini, aku udah sempetin nulis dan up tiap hari nih.
Happy Reading
Salam
cahaya_bintang
sehingga membuat dadakuu sakit.