"Aku pernah suka pada orang yang tak mencintaiku, tapi dari situ aku tahu bahwa aku benar-benar mencintainya dengan tulus tanpa mengharapkan apapun"
Pangeran RaViandra Bramasta, pria 25 tahun yang akhirnya di pertemukan lagi dengan cinta pertamanya semasa SMA.
Seringnya ia di tolak akhirnya membuat ia mundur dan menghilang begitu saja hingga takdir tak sengaja membawa gadis itu lagi ke hadapannya.
Tapi semua tak lagi sama, saat rasa nyaman dan ketergantungan mulai tumbuh mereka harus di sadarkan dengan kenyataan jika status salah satunya sudah berbeda.
Ada hati yang harus di jaga saat masa lalu berharap menjadi masa depan.
Mampukah mereka bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan KITA
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Putri yang tahu Pangeran kurang sehat tentu langsung mendatangi pria itu. Ia yang punya cinta begitu besar tentu sangat khawatir sampai rasanya tubuhnya pun ikut lemas.
"Ran, ke dokter ya," mohon putri lagi sambil terisak.
"Aku gak apa-apa, kamu kalau mau ke kantor, ke kantor aja. Ada Mommy dan Daddy yang menemaniku," ujar Pangeran sambil menghapus air mata wanita yang sudah 10 tahun mendampingi.
"Enggak, aku gak akan fokus kerja kalau kamu sakit, aku mau sama kamu, Ran," rengeknya sedih.
Ya, begitulah Aninditha selama ini, apapun yang terjadi pada Pangerannya ia selalu panik terlebih jika sakit atau terluka, tapi tentu ini hanya untuk fisiknya. Sebab ia tak pernah mau tahu tentang hati pria itu, Putri di paksa dan memaksa hatinya sendiri untuk egois karna jika mengerti perasaan Pangeran itu sama saja melukai hatinya sendiri.
"Ya sudah, temani aku. Tapi jangan nangis lagi ya."
Putri yang mengangguk tetap menikmati sentuhan tangan Pangeran di pipinya. Pria itu selalu baik meski sudah tak terhitung berapa kali Putri mencari gara-gara tapi tak pernah sekali pun terlontar kata perpisahan dari keduanya. Ia yang memang tak mungkin melakukan hal itu sedangkan Pangeran memang punya stok maaf yang tak berbatas.
Meski tak banyak yang obrolkan, tapi ada beberapa yang mereka bahas termasuk rencana pernikahan yang sudah di depan mata. Semua yang akan di selenggarakan di Negara asal mereka sudah mulai dipersiapkan oleh keluarga besar.
"Jangan semua terserah padaku, ini pernikahan KITA bukan hanya aku, Ran. Kamu berhak memiliki Wedding Dream mu juga," ucap Putri saat ia merinci satu persatu persiapan yang sudah 50%.
"Kamu yang lebih paham harus seperti apa, lakukanlah semua sesuai inginmu ya, menikah itu hanya sekali seumur hidup. harus terkesan dan punya ceritanya sendiri," jawab Pangeran.
Putri yang duduk di hadapan calon suaminya itu langsung berhambur memeluk, saat ini ia tak bisa meraba perasaan Pangeran sebab masih belum tahu perihal Senja.
Saingan terberatnya itu tentu di lindungi sejak awal apalagi jika sedang bersama Pangeran. Putri selalu saja terkecoh saat dua insan itu justru sedang bersama.
"Maafkan aku, Ran. Tapi sumpah demi apapun aku ingin pernikahan ini hingga akhir. Aku ingin menjadi satu satunya dalam hidupmu meski tidak di hatimu," ucap Putri yang sudah ada dalam dekapan Pangeran.
"Aku yang seharusnya minta maaf. Aku belum bisa jadi yang terbaik untukmu. Aku belum mencintaimu sebesar kamu mencintaiku, Put. Seharusnya kamu bisa jauh lebih bahagia dengan bukan bersamaku," balas Pangeran.
Putri langsung menggelengkan kepalanya, tak perduli siapa pemilik hati Pangeran yang terpenting pria itu jadi suaminya, mereka akan tinggal bersama meski tak ada kata saling mencintai di dalamnya.
"Aku sudah bahagia, kamu tenang saja. Cukup aku yang mencintaimu. Kamu tak pernah meninggalkan ku saja itu sudah sesuai harapanku." Putri yang kembali di hapus air matanya oleh Pangeran tersenyum simpul..
Jika tak ada masalah, keduanya memang layaknya sebagai pasangan kekasih pada umumnya, bicara dengan tatapan mata saling bertemu meski Putri kadang sedih karna disana tak pernah ada dirinya. Dimana pun itu kecuali di samping Pangeran.
"Cepatlah sembuh, lusa kita pulang kan."
.
.
.
Iya, kita pulang dan menetap disana..
yg ada nanti nasibnya seperti ndot😁
beh.... cari penyakit Lo Ran👻😂
dih.... Daddy Andra
udh gede nih 😆😆😆😆😆😆😆😆