Dikucilkan, dibulli, dijauhi seperti sampah dan pecundang.
Bisakah Oichi menghadapi kehidupannya yang berat disaat tak ada lagi bahu untuk bersandar?
Di tengah-tengah keputus asaannya, Oichi menemukan sebuah sistem yang akan merubah hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Di Asrama
Oichi segera menyodorkan segelas air minuman untuk Alecio dan Alecio segera meminumnya.
"Makanlah dengan pelan dan hati-hati. Makan dengan terburu-buru akan mengurangi kita untuk menikmati kelezatannya dan citra rasa dari makanan tersebut." ucap Oichi menasehati.
"Apa?! Kamu pikir aku tersedak gara-gara sedang terburu-buru ya?!" celutuk Alecio merasa keberatan.
"Hhm? Jadi bukan ya? Lalu karena apa dong?" tanya Oichi dengan wajah polosnya.
"Aku tersedak karena kamu mengatakan jika ..." ucap Alecio terpotong, karena dia merasa ragu dan malu untuk melanjutkan untaian kalimatnya. "Ahhh, sudahlah! Jangan bahas lagi! Ayo kita makan saja dan segera pulang!"
"Hhm. Baiklah. Lagipula besok aku juga masih harus bekerja kembali."
"Hhm ..."
Tak ada perbincangan lagi, mereka hanya fokus untuk melanjutkan makan malam mereka saja. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang dan berpisah di depan kafe dengan menaiki taxi masing-masing.
...🍁🍁🍁...
Sepertinya Sky benar-benar sangat bersemangat untuk mengajak Oichi makan malam. Dia sudah datang satu jam sebelum Oichi pulang bekerja dari mini market.
Saat itu Oichi sedang mengantuk dan hampir ketiduran di meja kasir. Karena dia melakukan latihan dan mengulang kembali beberapa gerakan tarian agar semakin lancar di apartemennya hingga larut. Sehingga jam istirahatnya sedikit berkurang.
TAKK ...
Sky meletakkan sekaleng kopi hangat yang baru saja diambilnya dari vending machine sebelum dia mendatangi mini market ini. Oichi tersentak kaget dan membuka matanya.
"Se-senior Sky, maaf ... lagi-lagi aku tidak menyadari kehadiran senior di sini dan malah ketiduran disini. Maaf ..."
"Jika kamu seperti terus maka akan sangat berbahaya lo. Bagaimana jika ada pelanggan yang jahat lalu merampok atau mencuri saat kamu sedang tidur?" ucap Sky sambil meneguk minuman kaleng miliknya.
"Iya, maaf. Aku salah. Lain kali aku tidak akan tertidur seperti ini deh."
"Minumlah! Capucino kaleng hangat ini akan sedikit membuat jantungmu berdebar agar tidak mengantuk." ucap Sky dengan senyum smirk andalannya, dimana dia selalu saja mengumbar senyuman andalannya untuk memikat para gadis.
"Terima kasih, Senior Sky!" sahut Oichi langsung meraih sekaleng kopi hangat itu dan meneguknya, karena dia benar-benar sangat mengantuk.
"Senior Sky, maafkan aku. Tapi saat ini aku tidak bisa menemani senior Sky untuk makan malam. Aku harus segera datang ke agensi, karena dalam beberapa hari ini aku akan menjalani pelatihan khusus, sebelum debut. Maaf karena aku juga baru mendapatkan informasi ini dari pelatihku." ucap Oichi merasa bersalah karena tidak bisa menepati janjinya kepada Sky.
"Eh? Begitu ya? By the way selamat ya, Oichi. Akhirnya kamu akan segera debut."
"Terima kasih, Senior Sky."
"Hhm. Kalau begitu bagaimana jika aku mengantarmu ke agensi saja? Anggap saja sebagai ganti menemaniku makan malam deh!"
"Senior Sky mau mengantarkan aku ke agensi?jangan deh! Karena aku akan kembali ke tempat tinggalku dulu untuk mengambil beberapa barang-barangku. Setelah itu baru ke agensi. Aku akan naik taksi saja!! Hehe ..." dengan cepat Oichi melepaskan rompi kerjanya dan meninggalkan tempat ini, karena sang bos pemilik mini market sudah datang untuk menggantikan dirinya saat ini.
"Sampai jumpa, Paman bos! Sampai jumpa, Senior Sky!" ucapnya sebelum kedua pria berbeda generasi itu mengeluarkan sepatah kata apapun untuk menahan dirinya.
...🍁🍁🍁...
BRUGH ...
Oichi menjatuhkan tentengan sebuah tas yang berisi dengan beberapa pakaian dan barang-barangnya saat di kamar asrama. Asrama ini cukup mewah dan lengkap dengan beberapa perlengkapan dan furniture. Karena hanya idol yang sudah debut atau pre-debut saja yang bisa tinggal disini.
Mereka boleh memakai asrama ini, atau boleh tinggal di luar. Namun untuk idol yang akan segera debut, mereka harus di karantina selama beberapa waktu, termasuk dengan Rainy.
[ Misi akan segera dimulai, Nona. Misi kali ini adalah mengalahkan pencari muka dengan cara yang elegan. Buat orang disekitar nona lebih membela dan mempercayai nona dibandingkan dengan dia. ]
Disaat Oichi berganti pakaian, suara Cornor mulai terdengar olehnya.
"Hhm? Pencari muka? Siapa dia? Apakah dia Rainy?" tanya Oichi sambil mengikat rambut panjangnya agar lebih rapi, karena setelah ini dia akan makan malam bersama para idol lainnya yang tinggal di asrama ini.
[ Nona akan segera mengetahuinya beberapa saat lagi. ]
Jawab Cornor selalu saja membuat Oichi merasa penasaran, karena pemandu sistemnya selalu saja berbicara seperti itu disaat Oichi bertanya.
"Huft. Baiklah. Aku akan menyelesaikan misi kali ini dengan baik, Cornor! Karena aku tidak mau mendapatkan pinalti darimu!" sahut Oichi sambil memoleskan liptint berwarna pink lembut dan natural pada bibir tipisnya.
Dia segera meninggalkan kamarnya dan mendatangi sebuah ruangan yang berukuran cukup luas dan bersih. Dimana disana sudah ada beberapa idol lainnya yang sama sekali tidak dikenali oleh Oichi, kecuali Rainy dan senior DG dan Kazuya.
Sebenarnta DG dan Kazuya lebih menyukai tinggal di apartemen mereka sendiri, namun entah mengapa tiba-tiba saja mereka ingin berada di asrama malam ini. Atau mungkin mereka sedang merindukan situasi asrama.
Sementara di atas meja makan sudah ada beberapa makanan yang sudah disajikan dengan cantik dan berseni. Perpaduan warna antara sayuran dan masakannya juga sangat indah. Belum lagi aromanya begitu menggiurkan saliva.
Oichi lebih memilih untuk mengambil tempat duduk di dekat pintu masuk ruangan, dimana kursi itu yang paling dekat dengan yang baru saja memasuki ruangan. Dan tempat itu adalah tepat berada di dekat senior DG.
Namun belum sempat Oichi mendaratkan tubuhnya di kursi itu, Rainy segera mendudukinya dan merebutnya dari Oichi.
"Hallo, Senior DG! Tumben sekali senior datang ke asrama. Senior pasti ingin mengunjungiku dan membuat pesta perayaan untukku ya?" ucap Rainy mengakrabkan diri kembali dengan sikap manisnya.
Sementara Oichi terlihat kesal dan akhirnya mengambil tempat duduk lainnya lagi, yaitu di dekat Kasuya dan di seberang Rainy.
"Oh, sebenarnya hanya kebetulan saja kok kami mampir. Jika ingin merayakan, maka setelah debut saja deh. Saat itu kami akan membawakan wine mahal untuk pesta! Bagaimana?" jawab DG dengan ramah.
"Hhm. Begitu ya? Baiklah. Lagipula lusa aku akan segera debut dengan single pertamaku kok. Aku pasti akan sangat bersinar saat itu! Aku ingin menjadi idol besar seperti senior DG!!" Rainy menyauti dengan sangat bersemangat.
"Kalau begitu kamu harus lebih berusaha, Rainy! Jangan lupakan aku, karena bukan hanya kamu saja yang akan debut loh! Tapi masih ada aku. Dan tentunya aku juga akan berusaha kerasa saat ini. Karena aku juga akan menjadi idol besar yang bersinar loh." sela Oichi dengan senyum manisnya menatap gadis berambut blonde itu.
si itik buruk rupa akan segera Berubah jreng.. jreng...