NovelToon NovelToon
Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: PARA PENGAWAS

Angin menderu kencang di telinga Arga saat ia memacu motornya hingga batas maksimal. Di spion, ia melihat pemandangan yang mustahil. Tiga sosok jangkung setinggi tiga meter—para Pengawas—bergerak dengan cara yang tidak manusiawi. Kaki mereka yang panjang melangkah lebar melintasi pepohonan, sementara tangan yang menyerupai sabit besar menebas apa pun yang menghalangi jalan mereka.

Setiap kali sabit itu berayun, suara anginnya terdengar seperti jeritan wanita.

"Baskara! Apa mereka bisa mati?!" teriak Arga melalui interkom helmnya, tapi hanya ada suara statis di telinganya. Baskara telah menghilang di tengah kabut.

Arga teringat catatan ayahnya. Dengan tangan gemetar, ia meraba saku jaketnya sambil terus mengendalikan motor dengan satu tangan. Ia menemukan sebungkus kecil serbuk kasar yang aromanya sangat tajam: Garam Hitam.

"Taburkan di belakangmu jika 'Mata' mulai mengejar. Garam ini tidak menghentikan mereka, tapi akan membuat mereka buta sesaat." Begitu isi catatan ayahnya.

Arga menoleh ke belakang dan melemparkan serbuk itu ke aspal. Begitu garam itu menyentuh tanah, asap hitam pekat meledak dan membentuk dinding penghalang. Sosok-sosok Pengawas itu menabrak asap tersebut dan melengking kesakitan, seolah kulit mereka tersiram air keras.

Arga tidak membuang waktu. Ia membelokkan motornya keluar dari jalan tol, masuk ke jalan pemukiman yang padat penduduk. Ia berharap keramaian manusia bisa melindunginya.

Namun, ia salah.

Dunia di sekitar Arga mulai berubah. Orang-orang yang lewat di trotoar tampak membeku. Waktu seolah berhenti bagi semua orang, kecuali bagi Arga dan para pengejarnya. Cahaya lampu jalan berubah menjadi merah darah. Arga tidak lagi berada di dunia manusia; ia sedang ditarik masuk ke dalam Lapis Keheningan.

Tiba-tiba, motor Arga mati mendadak. Ban depannya tersangkut oleh sesuatu yang keluar dari aspal—sebuah tangan pucat yang sangat besar.

Arga terpelanting jatuh. Bahunya menghantam trotoar dengan keras. Sakitnya luar biasa, tapi adrenalin memaksanya untuk bangkit.

Salah satu Pengawas sudah berada sepuluh meter di depannya. Sosok itu tidak memiliki wajah, hanya sebuah mata raksasa di tengah dadanya yang terus menangiskan darah. Simbol yang sama dengan yang ada di telapak tangan Arga.

"Kurir... pencuri... kembalikan yang bukan milikmu..." suara itu bergema dari dalam perut sang Pengawas.

Arga mundur, punggungnya menabrak tembok toko yang tertutup. Ia terdesak. Pengawas itu mengangkat sabitnya yang berkilau di bawah cahaya merah.

"Aku bukan pencuri! Aku cuma mau bebas!" teriak Arga.

Di detik-detik terakhir sebelum sabit itu menebas lehernya, Arga melihat sebuah cermin besar di etalase toko di sampingnya. Ia teringat trik lain dari buku ayahnya: Cermin Retak.

Tanpa pikir panjang, Arga menendang kaca etalase itu hingga pecah berantakan. Ia mengambil potongan kaca yang cukup besar. Saat sang Pengawas mengayunkan sabitnya, Arga mengangkat potongan kaca itu di depan dadanya.

Sabit itu menghantam kaca. Namun, alih-alih pecah, kaca itu justru menghisap serangan sang Pengawas. Di dalam pantulan kaca, sosok Pengawas itu tampak ketakutan. Arga melihat wujud aslinya melalui kaca—ternyata mereka hanyalah kumpulan ribuan lalat hitam yang membentuk tubuh manusia.

PRANG!

Arga menghancurkan kaca itu ke tanah. Sosok Pengawas di depannya seketika hancur menjadi ribuan lalat yang terbang kocar-kacir, menghilang ke dalam kegelapan.

Dunia perlahan kembali normal. Lampu jalan kembali kuning. Orang-orang mulai bergerak lagi, tidak menyadari bahwa maut baru saja lewat di samping mereka.

Arga terduduk lemas di trotoar. Napasnya tersengal-sengal. Ia melihat tangannya. Angka "5" masih di sana, tapi simbol mata yang menangis itu mulai memudar.

Tiba-tiba, HP-nya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal:

"Kau cerdas, Arga. Tapi ingat, Pengawas adalah bagian dari dirimu sekarang. Paket nomor 6 akan tiba di kamarmu dalam 10 menit. Jangan biarkan ibumu melihatnya."

Arga membelalak. Di kamarku?

Ia segera menghidupkan motornya yang entah bagaimana bisa menyala kembali. Ia harus sampai ke rumah sebelum ibunya terbangun dan menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!